
Pagi-pagi sekali Aisyah mendengar suara ribut-ribut dari belakang rumah. Tepatnya di dapur Markas itu. Aisyah penasaran ternyata di sana ada dua pria yang sedang bingung membuatkan sarapan apa yang baik untuk bos mereka yang sedang sakit.
"Ojo masak rendang, wonge ra seneng. Gaekne soto ae soto, lek ora yo anu ... sob-sob ... koyone seger, wonge ke gragas opo ae dipangan c*k. Penting mateng hahahaha (jangan bikin rendang, orangnya nggak suka. Bikinkan saja soto, kalau enggak ya sob aja. kayaknya enek, kan orangnya makan apa aja nggak nolak, penting siap masak hahaha)," ucap Yoyok sambil tertawa, Sambil terus mencari resep di google.
plakkkkk .... Kopri memukul kepala adeknya.
"Aduh Bang. Sakit ... salahku dimana?" tanya Yoyok sambil sedikit berteriak.
"Goblokmu cek tambah nemen (bodohmu kok tambah parah), Rendang itu paling enak yo. Nyuruh masak soto, kalau enggak ya sob. Nyonge ngerti lek kui pakanan senenganmu. Koen arep modus yo, tak kepret sisan kapok koen, tanya sama gugel-nya gini ... resep masakan untuk orang sakit, biar cepet sembuh ... ngono, dadi gugel ora bingung (gitu, biar google nya nggak bingung)," jawab Kopri panjang lebar sambil terus memperhatikan apa yang adeknya tulis.
"Weh ... jawabanne nyleneh (ngawur), mosok kon (masak disuruh) masakne bubur ayam, bos e awak dewe kan gilo bubur, wah gugel ngawur iki (Bos kita kan jijik sama bubur. Wah google jawabnya asal ini), menjerumuskan!!! ah ... udah lah soto aja!" ucap Yoyok putus asa. Yoyok sangat paham makanan apa yang disukai dan tidak oleh Deren. Meskipun sedikit modus. Baru Kopri mau menjawab, Aisyah tiba- tiba datang menghampiri mereka.
"Abang berdua lagi pada ngapain?" tanya Aisyah. Yoyok dan Kopri pun menoleh ke arah Aisyah.
"Eh, ada Nona Bos. Ini lo Non, kita mau bikinin Bos sarapan!" jawab Yoyok sambil cengengesan.
"Ooo ... mau bikinin apa?" tanya Aisyah lagi.
"Belum tahu Non, ini lagi nyari resepnya," jawab Yoyok sambil menunjukkan ponselnya..
"Nyari resep? di mana?"
"Tanya mbah google Non, biasa!" jawab Yoyok lagi. Aisyah hanya tersenyum.
"Kalian balik aja, biar aku yang masak!" pinta Aisyah.
Yoyok dan Kopri saling memandang, mereka sedikit tak percaya pada Aisyah soal hal satu ini.
"Ndak usah Non, biar kami saja yang masak," jawab Kopri sopan.
"Tak apa, anggap saja ini hadiah dariku karena kalian selalu membantuku!" jawab Aisyah sambil tersenyum manis. Kopri dan Yoyok pun merasa senang, karena moment ini pas banget untuk mereka. Disaat mereka bingung, ada bala bantuan datang begitu saja tanpa diminta.
Kopri dan Yoyok pun langsung pergi meninggalkan Aisyah sendiri di dapur. Mereka memilih duduk di ruang tamu sambil memunggu bos mereka bangun.
"Bang, bos udah sadar belum?" tanya Yoyok.
"Udah!"
__ADS_1
"Kok nggak keluar-keluar?" tanya Yoyok kepo.
"Orangnya lagi nglacak jejak si Mr. Zen keparat itu," jawab Kopri.
"Nglacak jejak? berarti bos besar udah nggak sakit dong. Kok nggak nemuin pacarnya dulu, emang nggak kangen apa?" tanya Yoyok makin penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya.
"Mereka udah ketemu tadi malem!"jawab Kopri santai.
"Ketemu? bukanya kunci kamar Abang yang pegang, gimana bisa mereka ketemu Bang?" tanya Yoyok penasaran. Kopri tertawa pelan.
"Kalau di tubuh ini udah ada jiwa preman, pasti ada aja akalnya. Si non nyuri kunci di kantong Abang semalam!" jawab Kopri. Astaga, ternyata Kopri bukannya tak tahu, dia memang sengaja membiarkan Aisyah menemui kekasihnya. Kopri hanya ingin tahu, seberapa berani 'kah Aisyah memperjuangkan cintanya.
"Si non masuk kamar bos dong?"
"He em!"
"Lalu, barang-barangnya Bos, gimana Bang?" tanya Yoyok penasaran.
"Udah Abang simpan, Abang tahu kalau perempuan itu bakalan nekat," ucap Kopri menceritakan apa yang dia curigai.
"Cinta ... cinta, aneh emang. Bisa bikin seseorang nekat. Gelap mata juga," ucap Yoyok asal. Yoyok tak menyadari jika di belakangnya ada sang Big Bos yang siap memukul kepalanya. Kopri hanya diam saat melihat sang Big Bos terlihat marah sama adeknya.
"Eee, Bos. Udah sehat Bos?" tanya Yoyok basa-basi. Tujuannya tetep satu, agar sang big bos tak marah padanya.
Deren malas berdebat, dia pun langsung duduk di sebelah Kopri dan menaruh laptopnya di meja.
"Pri, kayaknya Mr. Zen sudah berhasil menguasai harta milik tuan bos deh,"ucap Deren sambil menunjukan data yang dikirim Deka padanya.
"Kamu lihat ini Pri, bahkan rumah sakit milik tuan bos pun udah balik nama atas nama Mr. Zen. dan lihat ini tanda tangan asli milik Ayunda. Gila kan!" ucap Deren geram.
"Kok bisa begitu ya Bos?" tanya Kopri, tentu saja dia masih bingung dengan apa yang di ucapkan Bosnya.
"Ane rasa, ini terjadi jauh sebelum perselingkuhan mereka terendus. Kamu ada baca berita belum. Asisten pribadi tuan bos udah tewas, dia tewas dibunuh. Ane rasa dia adalah salah satu target Zen agar pergerakan busuknya tidak merendus media." jawab Deren.
"Bisa jadi Bos, secara asisten itu pasti mengetahui banyak hal," tambah Kopri.
"Kamu benar Pri. Ane lagi mencari bukti untuk manusia ular itu. Bang Deka dan beberapa anak buahnya siap bantu Kita. Tinggal kemana kita harus menyembunyikan Aisyah!" ucap Deren bingung.
__ADS_1
"Bagaimana kalau titipkan dia ke Jakarta aja Bos. Ke rumah oma Rose," ucap Kopri menyuarakan pendapatnya.
"Boleh juga Pri. Coba nanti ane ngomong ama Robet," ucap Deren. Pria tampan itu masih terus mempelajari data yang dikirimkan Deka. Tak lama ponselnya berbunyi. Ternyata Joker mengirim pesan teks padanya berupa kode-kode rahasia yang tak semua orang tahu.
"Mereka pekek kode rahasia Pri," ucap Deren sambil menyerahkan ponselnya pada Kopri. Pria tinggi besar ini pun segera baca tulisan di ponsel Deren dan mulai menerjemahkannya.
" Apakah Bos bisa baca ini?" tanya Kopri.
"Enggak."
"Oma Rose bisa Bos, aku sering lihat beliau dapat pesan kayak gini!" ucap Kopri memberitahu
"Benarkan?"
"Serius Bos, ane kan sudah hampir dua tahun ikut beliau, masak iya ane nggak tahu kebiasaan dia!"
"Kamu serius!"
"Ane yakin Bos!"
"Baiklah, siap siap kita terbang ke Jakarta," ajak Deren.
"Tapi Nona, gimana Bos?" tanya Yoyok.
"Oia, sampek lupa aku. Dimana istriku?" tanya Deren.
"Heh ... istri konon. Halalin dulu woy!!" ledek Yoyok.
"Suka suka ane lah, siapa bosnya di sini!" tantang Deren.
"Iye Bos, iye yang namanya bawahan ma apalah, kalah terus!" jawab Yoyok kesal.
"Diem lo ... mana istriku hah?" tanya Deren lagi.
"Ck ... istri lagi disebut. No di dapur lagi masak. Pacaran sono sebelum perang," ledek Yoyok.
"Suka-suka ane lah. Kalau ngiri ya cari pacar sana!" ucap Deren seraya melangkah meninggalkan Yoyok dan Kopri. Kopri hanya geleng-geleng atas kekonyolan adek dan bos besarnya. Dan begitulah mereka, bos dan anak buah rasa saudara.
__ADS_1
Bersambung..
Yuk bantu si Aak naik level yuk, dengan cara tinggalkan jejak like dan komen ya. Makasih😘