
Joker kembali menjalankan aksinya. Menyelinap dalam keheningan malam. Memuaskan rasa penasaran yang menderanya.
Joker mengendap-edap menelusuri beberapa lorong yang ada rumah itu. Bejalan dan terus berjalan. Waspada dan siaga adalah sikap yang dipilihnya untuk saat ini. Tujuan utamanya adalah menyelinap masuk ke dalam kamar di mana kekasih sahabatnya berada. Ya, bertemu Aisyah adalah tujuan utamanya.
Aksi Joker hampir ketahuan, dia berpas-pasan dengan segerombol orang yang terlihat mencurigakan. Seorang wanita dengan beberapa pengawalnya.
"Siapa itu," guman Joker curiga. Joker pun mengikuti langkah beberapa orang itu dan mulai menguping pembicaraan mereka dari balik jendela.
"Jadi gadis bodoh itu adalah putri suamiku dari wanita j*lang itu," ucap si wanita.
"Benar Nyonya, dan saya sendiri yang membawa tes DNA itu pada Tuan Bos," jawab sang mata-mata.
"Brengsek!!" teriak sang wanita.
"Kalau sampai dia berhasil menemukan wanita jal*ng itu maka habislah kita. Semua yang kita sembunyikan akan ketahuan. Papi akan meledakkan kepalaku kalau sampai ingatan Tuan Besar kembali," ucap wanita itu, dia terlihat sangat geram dan emosi.
"Hampir semua aktifitas King Kobra mengatas namakan Obor Merah Nyonya. Apakah ini akan berpengaruh pada kepercayaan klien klien kita?" tanya seorang pria. Joker masih setia mendengarkan dan mempelajari apa yang sebenarnya terjadi.
"Tentu saja bodoh. Selama dua puluh tahun aku menjaga dan mengelabuhi pria bodoh itu. Dan dengan mudahnya seseorang datang menghacurkan segalanya. Habisi pria lumpuh itu?" perintah sang wanita. Joker sedikit mengerti, pria lumpuh. Apakah yang dimaksud pria lumpuh itu adalah ayah Aisyah batin Joker. Telinga Joker masih setia mendengarkan apa yang menjadi percakapan mereka.
"Sepertinya susah untuk melakukan itu Nyonya. Penjagaan yang Tuan Besar berikan sangat ketat. Dan sepertinya Tuan Besar sudah tahu tentang konspirasi ini," jawab sang pria.
"Kamu pikir aku butuh jawaban itu hah ... kenapa kalian terlihat sangat bodoh hah. Kalian ini sekutuku atau Tuan Besar kalian yang bodoh itu," ucap sang wanita. Terdengar dari bahasanya kini Joker sedikit bisa menangkap bahwa kemungkinan besar sang wanita ini adalah musuh dalam selimut sang pemimpin rumah ini.
"Bungkam dulu mulut pria lumpuh itu dulu, baru kita bahas yang lain. Selama Tuan Besar kalian masih hilang ingatan. Aku rasa posisi kita masih aman. Aku cari cara dulu buat mengalihkan semua asetnya yang dia percayakan pada King Kobra," jawab wanita itu lagi.
"Lalu bagaimana dengan gadis itu Nyonya?" tanya salah satu anak buah wanita itu.
"Aku akan tawarkan dia pada salah satu klien kita. Alihkan dulu semua aset pria bodoh itu. Setelah itu akan ku habisi dia. Sepertinya gadis bodoh itu masih perawan, sangat cocok untuk Mr. Vien," ucap wanita itu. Dia terlihat sangat puas dengan rencana yang di susunnya.
__ADS_1
Tanpa wanita itu sadari sepasang telinga yang mendengarkan setiap ucapannya siap untuk melakukan pergerakan. Joker kembali mengendap-endap. Mencoba menghindar dari kerumunan orang itu.
Joker berlari mencari tempat di mana dia merasa aman dan bisa memberikan info yang dia dapat barusan. Joker tak habis dengan apa yang barusan dia dengar.
"Tidak, sebaiknya aku cari tahu dulu siapa wanita itu!" gumam Joker. Tak diragukan lagi bagaimana cara pria ini mengurai benang kusut yang ada di dalam kasus Aisyah dan alur kehidupannya.
Joker pun melanjutkan misinya, kembali mencari jalan untuk menuju kamar Aisyah. Sekaligus memberi tahu adanya rencana wanita itu. Dan tentu saja agar Aisyah waspada bahwa dia sedang dalam bahaya.
Beruntung sekali kamar Aisyah tidak dikunci, Joker pun langsung masuk menyelinap kedalam kamar itu. Sebelumnya dia sudah memeriksa, takut jika ada CCTV yang tidak dia ketahui.
Joker mempercepat langkahnya dan membangunkan Aisyah segera.
"Aish ... Aish ...!" Joker mencoba membangunkan Aisyah. Aisyah yang merasa tidurnya terganggu pun langsung membuka mata.
Betapa terkejutnya dia melihat seorang pria ada di dalam kamarnya.
"Hah .. siapa kamu," ucap Aisyah hampir berteriak.
"Diem Aish, ini Bang Joker temennya Deren," ucap Joker. Aisyah pun menganggukan kepalanya.
"Jangan teriak ya, aku bawa berita untukmu," ucap Joker. Aisyah pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Oke, ambil nafas. Aku nggak bisa lama lama Aish. Tapi kamu harus jawab semua pertanyaanku. Ini menyangkut hidup dan mati keluargamu," ucap Joker sambil berbisik. Aisyah cepat cepat mengambil kerudungnya dan memakainya, dan meraih tombol lampu untuk menyalakan lampu kamarnya.
"Jangan nyalakan Aish, jangan menimbulkan kecurigaan. Kamu cukup dengar apa yang Abang sampaikan," ucap Joker lagi. Aisyah pun diam dan menurut.
"Dengar Aisyah, apakah Partrio adalah ayahmu?" tanya Joker. Jujur Aisyah ragu menjawab tapi dia sedikit yakin karena pria ini menyebut kekasihnya.
"Iya Bang, Patrio ayah kandungku," jawab Aisyah gugup. Suaranya terdengar gemetar.
__ADS_1
"Lalu yang di rumah sakit?"
"Dia, itu abahku. Orang yang membesarkanku,"
"Apa dia kenal dengan ayah kandungmu?" tanya Joker lagi, berusaha memperjelas semuanya.
"Ternyata mereka sahabat Bang, semua terbuka juga pas Aish dibawa kesini," jawab Aisyah. Joker semakin mengerti alur cerita yang kini dia hadapi.
Aisyah menatap penuh ketakutan pada Joker. Dan Joker menyadari itu.
"Jangan takut Aish, Abang tak akan menyakitimu. Setelah ini kamu boleh pinjam ponsel Abang untuk berbicara pada Deren oke. Tapi sebelum itu kamu jawab dulu semua pertanyaan Abang sesuai yang kamu tahu. Kamu mau?" tanya Joker. )Hadiahnya denger suara si Aak mana mungkin Aisyah nolak ya kan.)
"Iya Bang, Aish mau," jawab Aisyah tanpa berfikir lagi.
"Siapa wanita yang ada di lantai atas?" tanya Joker.
"Nyonya Bos, istri ayahku," jawab Aisyah.
"Apa kamu tahu kalau dia jahat?"
"Sedikit, yang Aish tahu ayahnya dia yang jahat Bang. Pimpinan Kobra Kobra apa, Aish lupa!" jawab Aisyah jujur.
Ingatan Joker langsung tertuju pada percakapan yang dia dengar tadi.
"Oke, Abang paham. Oia Aish, tolong kamu kasih tahu ayahmu agar waspada istrinya telah merencanakan sesuatu untuk melenyapkannya. Dan juga melenyapkan abahmu. Apakah abahmu menyimpan rahasia yang mungkin bisa meruntuhkan kekuatan King Kobra?" tanya Joker, Joker tak mau setengah setengah rupanya.
"Abah udah kasih tahu semua ke ayah Bang. Sayangnya ayah hilang ingatan. Jadi agak sulit," jawab Aisyah.
"Pantesan Ayahmu tak menyadari, kalau dirinya dipermainkan oleh mertuanya yang sekarang," gumam Joker. Aisyah tak begitu jelas mendengar apa yang Joker ucapkan. Tetapi Aisyah yakin kalau Joker bukan orang jahat.
__ADS_1
Pikiran Joker sudah terbuka lebar sekarang. Saatnya dia bertindak. Tapi sebelum itu tepati janjimu dulu sama Aish, Bang. Dosa lo kalau ingkar 🦂🤩.
Bersambung.....