Aak Preman Aku Padamu

Aak Preman Aku Padamu
Melanjutkan Misi


__ADS_3

Tiga hari kemudian....


Semua urusan di Samarinda sudah Deren dan kawan-kawan bereskan. Bahkan, berkat kedekatanya dengan beberapa aparat, itu sangat membantu Deren menjebloskan Ayunda ke jeruji besi.


Badan Ayunda terlihat sangat kurus saat dijemput paksa oleh beberapa petugas dari kepolisian setempat. Sebenarnya, mereka juga sudah mengincar putri kerajaan King Kobra ini. Karena dia disinyalir terlibat dalam dunia prostitusi online dan beberapa bisnis ilegal lainnya.


Ayunda menatap penuh permusuhan pada ketiga anak buah Deren yang menyerahkannya pada polisi. Dendam tentu saja menancap kuat didalam hati wanita jelmaan kuntilanak itu.


Ayunda sudah duduk manis di mobil tahanan. Matanya masih belum bisa lepas dari beberapa pria yang menyiksanya hampir lima hari terahir ini.


Yoyok tersenyum dan melipat tangannya. Seolah menjawab tantangan Ayunda dengan keberaniannya.


"Ngapain lo Yok, tatap-tatapan ama Mak Lampir. Awas entar terpesona," bisik Joker sebelum mobil yang membawa Ayunda meninggalkan markas Deren.


"Idih, ogah. Mending Yoyok ama Mala. Adeknya Mbak Nita," jawab Yoyok sambil terkekeh


"Siapa itu?" tanya Joker.


"Bukan siapa-siapa Bang, Yoyok hanya ngawur," jawab Yoyok sambil melambaikan tangan pada oara petugas yang telah membawa Ayunda.


"Cie, cie, pakek melambaikan tangan. Jangan-jangan Mala hanya alasanmu saja," goda joker.


"Nggak, Bang. Wanita itu sepertinya dendam padaku. Dia menantangku dengan tatapannya," jawab Yoyok apa adanya sesuai penglihatan batin yang dia miliki.


"Awas lo kalau doi kirim pasukan, buat nyariin elo!" goda Joker.


"Eh ... siapa takut. Mending Yoyok mati Bang dari pada lari dari mereka. Setidaknya Yoyok mati syahid. mari berperang melawan kezoliman," jawab Yoyok mantap. Joket pun memberinya tepuk tangan, sebagai ungkapan bahwa dia bangga pada Yoyok. Yang kini dinilainya lebih berani.


"Oke, oke. Mari selamatkan anak bangsa," tambah Joker. Berusaha membangkitkan semangat pada Yoyok, pria kocak yang sudah dia anggap sebagai adek ini.

__ADS_1


"Terima kasih, Bang. Yoyok nggak akan gentar," jawabnya mantap.


"Oke lah, sebaiknya kita bersiap. Sebentar lagi Big Bos kita akan datang. Kita masih banyak misi," ucap Joker sambil menepuk pundak Yoyok dan mengajaknya bersiap.


Yoyok pun segera membantu yang lain bersiap sambil menunggu kedatangan Deren yang kini masih bersama Aisyah. Dan hendak mengantarkannya ke rumah Arumi dan Yudha.


***


"Dek, nanti jangan kangen lo sama Aak!" ucap Deren sambil membantu Aisyah mengemasi barang-barangnya. Iya ... hari ini Aisyah sudah diperbolehkan pulang oleh dokter yang merawatnya.


"Ya kangen lah Ak. Bisalah nggak kangen. Baru juga empat hari Aish bisa lihat Aak, udah harus pisah lagi," jawab Aisyah sedih. Deren tersenyum, gadisnya ini memang selalu sukses membuatnya jatuh cinta.


Deren memeluk Aisyah yang terlihat sedih. "Udah jangan sedih, kan Aak perginya juga buat kamu," ucap Deren berusaha menenangkan kekasihnya.


Aisyah tahu itu, yang diucapkan Deren memang benar adanya. Kepergian sang kekasih kali ini memang untuknya. Bahkan, perjuangan yang kemarin-kemarin Deren lakukan juga untuknya.


"Ak, terima kasih buat semuanya. Aish janji akan abdikan diri Aish untukmu calon imamku. Sampai maut memisahkan," ucap Aisyah. Deren mengecup kening gadis itu. Agar Aisyah mau melepas kepergiaannya dengan suka rela.


"Jaga diri baik-baik ya, Dek. Nanti kalau ada apa apa kabarin Aak. Oia kalung yang Aak kasih hari itu mana?" tanya Deren. Aisyah pun menyingkap hijabnya dan menunjukan kalung itu.


"Ini," tunjuk Aisyah.


"Oke, tapi jangan masukin ke dalam baju!" uca Deren memperingatkan.


"Loh kenapa?" tanya Aisyah.


"Ini kan isinya kamera, Dek. Kalau kamu masukin ke baju kira-kira apa yang bisa Aak lihat!" Goda Deren.


Seketika Aisyah melepaskan peluakannya dari sang kekasih.

__ADS_1


"Aish sering masukin ke sini," ucap Aisyah sambil mempraktekkan apa yang dia lakukan.


"Coba masukin lagi, biar Aak bisa lihat dari sini," ucap Deren sambil menunjukan ponselnya.


"Aaa ... Aak mesum, menjengkelkan," ucap Aisyah sambil memukul manja dada kekasihnya. Deren malah tertawa. Kebahagiaan ini sungguh nyata adanya dan mereka berharap semua jangan cepat usai. Deren dan Aisyah kembali saling berjanji untuk saling menunggu. Hingga mereka dipertemukan dipelaminan nanti.


***


Aisyah sudah Deren titipkan pada Yudha dan Arumi. Mereka dengan senang hati menerima Aisyah berkumpul dengan keluarganya untuk sementara waktu.


Deren merasa lega, karena untuk saat ini Aisyah aman. Pria bertubuh kekar ini pun segera melajukan kendaraanya untuk menuju markas besarnya.


Disana terlihat ketiga sahabatnya sudah bersiap dengan alat perang mereka masing masing.


"Kita langsung ke markas Obor Merah saja, Bro," ucap Joker memberi usul.


"Tak masalah Bang. Secara mak lampir sudah kehilangan power. Cuma ane masih risau Bang," ucap Deren mengutarakan isi hatinya.


"Risau kenapa?"


"Pemimpin King Kobra masih bebas berkeliaran," jawab Deren, menyuarakan kegelisahannya.


"Ck, tak apa santai saja. Kamu kan punya mereka bertiga. Suruh saja mereka cari," jawab Joker sambil menunjuk ketiga pria bertubuh gempal itu.


"Bener juga ya Bang," jawab Deren. Tak lama Deren pun memberikan perintah pada mereka untuk mencari keberadaan pimpinan besar King Kobra.


Semua sudah berada dalam tugas masing-masing. Tinggal bagaimana mereka melaksanakannya. Deren dengan bantuan dari orang kepercayaan Deka, dia pasti bisa menemukan Patrio Guran. Walau mungkin ini akan terasa lebih rumit.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2