
Aisyah mengangukkan kepalanya sekali. Tanda pengerti apa yang Deren maksud. Ayu masih asik menikmati wajah tampan Deren.
Disini bukan hanya Deren yang geram. Yoyok pun terlihat ingin menjungkir balikkan wanita ular itu.
"Bang, wedokan kui pengen tak lelepke ning kali brantas, ngen dipangan hiu (bang wanita itu pengen ku tenggelamkan di sungai Brantas, biar dimakan hiu," bisik Yoyok pada Joker.
"Brantas ra enek hiu c*k, ngawur ae koen (Brantas nggak ada hiu bro, ngaco kamu)," jawab Joker. Yoyok tertawa hingga semua anak buah Ayunda mentapnya.
"Menengo koen, ke sing ndase plontos nyawang mrene wae (diam lah, tu yang botak nglihat kesini terus)," ucap Joker.
"Koyone lek dikeplak puwenak yo cak( sepertinya kalau dipukul kepalanya enak yo bang)," tambah Yoyok. Joker dan Kopri hanya tersenyum mendengar dendam yang Yoyok ucapkan untuk anak buah Ayuda.
"Tak jotose nganggo sarung tanganku iki la modyar to Yok (ku hantam pakek sarung tanganku iki pasti mati Yok)," balas Joker. Rasa ingin menghajar mereka pun kembali memuncak. Mana kala melihat Ayunda makin agresif.
"Ooo, wong wadon ngono njaluk diremes (oo, perempuan gitu minta diremas)," gerutu Yoyok geram. Joker dan Kopri enggan meladeni kekonyolan Yoyok kali ini. Mereka lebih memilih untuk tetap mempelajari situasi.
Mereka masih setia memperhatikan apa yag Ayunda lakukan pada Deren. Bahkan, dengan gilanya wanita itu hendak mencium bibir Deren. Ayunda tak menyadari bahwa kekasih gelapnya juga terlihat geram. Sayangnya, Lucas tak bisa apa apa. Toh, bagi Ayunda, Lucas tak lebih dari budak s*xnya.
"Aahh ... kenapa kamu jual mahal gitu sayang, aku rasa usia kita nggak beda jauh lo. Dan aku masih kuat kok tenang saja," ucap Ayunda kembali berbisik ditelinga Deren. Keasikan Ayunda membuat Aisyah berani, dia pun mengambil kesempatan itu. Aisyah menatap Joker dan memberi kode, bahwa dia akan menendang pistol ke arahnya. Joker pun mengedipkan matanya tanda menyetujuinya.
Deren juga melihat celah. Dia melihat Aisyah menendang pistol yang ada di depannya kearah Joker. Dengan sigap Joker langsung mengambilnya.
Deren langsung meraih tangan kiri Ayunda dan memintirnya. Tangan kanan Deren meraih tangan kanan Ayunda yang memegang pistol. Deren berhasil merebut pistol itu. Deren pun mendorong wanita ular itu hingga terjatuh. Ayunda tersungkur ke lantai.
__ADS_1
Deren langsung berlari ke arah Aisyah. Menyelamatkan dulu wanita yang dicintainya. Sedangkan ketiga teman Deren memulai aksi mereka. Baku hantam kembali terjadi, bahkan tembakan demi tembakan mulai terdengar.
Deren mengajak Aisyah berlari, dan mencari tempat persembunyian yang aman.
"Sayang, jangan kemana mana, tunggu disini ya!" pinta Deren pada Aisyah. Deren pun melepaskan ikatan tangan Aisyah dengan terburu-buru. Takblupa dia juga melepaskan penutup mulut wanita cantik itu.
"Aak hati hati ya," ucap Aisyah.
"Iya sayang, doain Aak ya," pinta Deren sambil mencium kening kekasihnya. Aisyah meresapi kecupan sekilas itu.
Seolah mendapat amunisi untuk berperang. Deren pun langsung bangkit. Tak ada waktu lagi buat mereka untuk kangen-kangenan. Deren pun segera berlari meninggalkan Aisyah sendiri. Dia harus bergabung dengan timnya bukan. Untuk menghancukan kesombongan pasukan King Kobra.
"Bungkam mereka!!!" teriak Ayu. Ayu terlihat kesusahan berdiri. Mungkin tulang pinggulnya patah, atau mungkin tulang punggungnya. Ah ... tak tahu lah yang jelas dia tak bisa berdiri.
"Rasakno koen," umpat Aisyah, beruntung sekali batu segede kepalan tangannya itu pun mendarat mulus di kepala pria botak itu. Darah segar mengucur dari belakang kepala pria botak itu. Membuat Lucas menahan sakit yang teramat sangat. Lucas terlihat clingukan mencari siapa yang telah melemperinya batu. Sayangnya dia tak menemukan orang itu.
Aisyah tertawa dalam persembunyiannya, lucu sekali pria pecundang itu, batin Aisyah sambil cekikikan sendiri.
Aisyah kembali menjadi penonton setia perkelahian tim Deren melawan tim King Kobra. Tak sengaja pandangan Aisyah melihat Ayunda mencoba berdiri. Jatuh bangun, jatuh lagi dan jatuh lagi. Membuat Aisyah mendapat ide brilian.
Di depan Aisyah terdapat banyak sekali bebatuan di pot bunga itu. Dia pun memanfaatkan batu-batu itu. Mengambilnya, lalu melempari Ayu yang terlihat masih kesusahan berdiri. Rasanya seru sekali, bisa balas dendam pada wanita ularvyang tiga hari terahir ini menyakitinya.
Aisyah menikmati mainan barunya, melempari Ayunda dengan membabi buta. Ayunda terlihat kewalahan dengan serangan arogant dari Aisyah. Bahkan dia menangis dan berteriak, darah segar keluar dari pelipis wanita ular itu. Ayunda masih berusaha menghindar dan berjalan masuk ke dalam mobil. Dengan tertatih tatih dia pun berhasil masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Selamat," ucap syukur Ayunda saat masuk ke dalam mobil.
"Dasar gadis gila, awas saja kau!" teriak Ayunda penuh emosi. Walau saat ini dia kesakitan, Ayunda tegap semangat jika mengumpat.
Disisi lain ada Aisyah yang kesal, karena mainan barunya berhasil meloloskan diri.
"Sial!!" umpat Aisyah geram. Dia pun terpaksa menjadi penonton setia lagi, sungguh membosankan bukan.
Pertarungan sembilan lawan empat kembali terjadi. Yoyok masih setia dengan parfum andalannya. Sedangkan Joker, masih dengan sarung tangan besi pamungkas sejatinya. Sayangnya sapu tangan bius milik Kopri sudah tak berfungsi, terpaksa dia pakai cara manual. Dengan tendangan mautnya, apa lagi.
Deren sudah mematahkan tangan dan kaki pria-pria kekar yang menyerangnya. Semua nampak terkapar tak berdaya. Deren tak menyadari bawa ada penembak yang mengincarnya dari atas rumah. Mereka sudah bersiap dari sana. Mengarahkan peluru itu tepat menuju sasaran.
Aisyah yang melihat itu langsung berteriak.
"Aak, awas!!!" teriak Aisyah. Deren melihat Aisyah yang menunjuk ke atas. Deren pun sigap dan mengerti maksud Aisyah. Dengan cekatan dia pun berhasil menghindari tembakan itu. Tembakan meleset. Deren pun langsung balas menyerang sang penembak. Satu dari mereka terkena peluru milik Deren. Semua habis, Deren tak perduli.
Aisyah masih terlihat setia di tempat persembunyiannya, sambil melihat dan mempelajari situasi. Semua anak buah Ayunda terlihat sudah terkapar. Tinggal Ayunda sendiri yang masih kesakitan di dalam mobil. Meringis dan kadang menangis, merasakan sakit yang luar biasa di pantatnya. Aisyah tertawa puas mendengar wanita rubah itu meraunh kesakitan.
Deren mengarahkan pistolnya pada Ayunda agar Ayunda turun. Mata Ayunda melotot tak percaya bahwa saat ini malaikat maut ada di depannya.
Ayunda mengeleng-gelengkan kepalanya ketika empat pria itu menghampirinya. Tubuhnya gemetar tak percaya. Ayunda tak memiliki nyali lagi, semua terasa sempit baginya. Dia pun berteriak histeris.
Bersambung....
__ADS_1