
Semua musuh sudah dibabat habis oleh Joker dan kawan-kawan. Tetapi dia curiga, kenapa Deren dan kedua sahabat tak kunjung keluar dari ruang rahasia itu.
"Apakah mereka tersesat," gumam Joker. Pria bertubuh kekar itu pun segera masuk kedalam ruangan tempat pintu rahasia itu berada.
Betapa terkejutnya Joker, asap mengepul dari bawah ranjang.
"Mungkinkah pintu itu ada dibawah ranjang itu ... berarti mereka? Brengsek!!" teriak Joker diakhir kalimatnya. Joker marah, dia pun meminta teman-temanya untuk menggeser ranjang itu. Sayangnya mereka tak berhasil. Seperti Deren, Joker pun mencari, menyelidiki, meraba dan mengangkat apa yang ada di sana. Nihil!! ... dia belum menemukan kunci rahasia itu.
"Ini gila, biadap .... Brengsek!!" kembali Joker berteriak. Joker gugup, dia sangat khawatir. Bagaimana kalau terjadi apa-apa dengan para sahabatnya? Bagamana kalau mereka, ahhh ...? pikiran Joker kacau, kalut dan sulit diterjemahkan.
Salah satu anak buah Joker memberi ide, "Bos, mungkinkah kuncinya ada di kursi besar itu!" ucap pria hitam itu, menunjuk pada kursi bludru warna marun itu.
" Bisa jadi, coba kau duduk disana. Sepertinya hanya kursi itu yang belum kita sentuh," jawabnya. Pria berkulit hitam itu pun langsung duduk di kursi itu. Benar saja setelah dia duduk, ranjang itu pun bergeser dan menunjukan asap yang begitu pekat. Mereka semua terbatuk-batuk. Asap bercampur aroma obat seketika keluar dari sana, membuat mereka sesak.
Joker mengambil senter yang dia lihat di nakas yang terletak di samping ranjang tadi. Betapa terkejutnya dia, melihat ketiga sahabatnya tergeletak tak berdaya. Joker langsung menuruni anak-anak tangga itu dan berusaha membangunkan mereka.
"Cepat cepat angkat mereka!" pinta Joker gugup, takut dan gemetar.
"Kamu tetap duduk di kursi itu, jangan sampai berdiri!" perintah Joker pada pria hitam itu. Joker dan keempat kawannya langsung masuk dan menuruni anak-anak tangga. Untuk menyelamatkan tiga pria yang dia sayangi itu.
Bersyukur sekali saat mereka masuk pintu itu masih terbuka sempurna. Meski aroma asap itu makin pekat dan tidak enak saat dihirup tetap saja mereka tak putus asa.
Joker dan timnya berhasil membawa Deren, Yoyok dan juga Kopri keluar dari lubang neraka itu. Sayangnya mereka tak sadarkan diri
"Bawa mereka ketempat terbuka," pinta Joker. Tim Joker pun tak banyak bicara, mereka langsung bergotong-royong untuk membawa mereka keluar dari tempat maut itu.
Astaga, kondisi ini lebih mencekap dari pertumpahan darah tadi. Joker terlihat sangat ketakutan kali ini.
__ADS_1
Joker membatu mereka menggendong Deren, bahkan pria bertubuh gempal ini sempat mengeluarkan air matanya saat menggendong Deren keluar dari rumah jahanam ini.
"Deren, Deren, bangun woy !!!" ucap Joker sambil menepuk pipi pria itu. Deren tak merespon. Membuat Joker semakin gemetar.
Berkali-kali Joker berusaha, sayangnya tak ada jawaban dari Deren. Joker pun beralih membangunkan Yoyok. Pria kocak itu pun sama, diam, bergeming, tanpa kata.
Joker berteriak, emosinya tak terkendali. Jika saat ini Mr. Zen ada di depan matanya. Dia pasti tak segan untuk meledakkan kepala pria jahat itu.
"Ambil air dan guyur mereka!" perintah Joker pada anak buahnya. Joker sudah kehabisan kesabaran rupanya. Emosi kembali menguasai jiwanya.
"Baik, Bos!" jawab Pria hitam itu. Dia pun segera mengambil apa yang Joker perintahkan. Tak lama dia pun membawa air dan mengguyur mereka bertiga secara bergantian. Yoyok dan Kopri langsung bangun. Tapi tidak dengan Deren, pria itu masih diposisi yang sama. Sama seperti saat Joker menggendongnya.
"Ya Tuhan ... ada apa dengan pria tampan ini hah. Tak ingatkan dia dengan Aisyah!" ucap Joker sambil memangku kepala Deren.
"Deren ... Deren, bangun woy, jangan bikin Abang takut!" ucap Joker masih berusaha membangunkan Deren.
Yoyok dan Kopri terbatuk-batuk, "Ambilkan mereka minum, kenapa kalian diam saja!" Bentak Joker pada anak buahnya. Kekhawatiran Joker bertambah saat badan Deren menjadi dingin seperti mayat.
"Bos, bos ini Yoyok Bos. Bos dengar, kan!" Yoyok pun ikutan membangunkan Deren.
"Bang, napas buatan Bang. Cepetan Bang!" ucap Yoyok. Joker pun langsung membaringkan Deren dan segera memberinya nafas buatan.
Berkai-kali Joker memberikan nafas buatan pada Deren. Akhirnya pria tampan itu pun mengeluarkan suara batuknya. Deren sadar, mereka pun merasa sangat lega.
"Alhamdullah," gumam mereka.
"Astaga, apa yang terjadi padaku?" tanya Deren sambil terbatuk-batuk. Joker pun membantu membangunkan Deren. Pria hitam yang membawa minum itu pun datang. Satu persatu korban yang pingsan meminum air yang dibawanya.
__ADS_1
"Bos, minum dulu Bos," pinta Yoyok. Kopri hanya diam, tapi dia mengerti Yoyok lebih menghormati Deren dibanding dirinya. Tapi itu tak masalah Kopri mengerti. Kopri sadar dan pahan, jika Yoyok lebih dekat dengan Deren. Dan Deren pun juga sangat menyayangi adeknya.
Deren mengambil botol itu dan meminumnya. Setelah itu Yoyok pun memberikan botol itu pada abang kandungnya barulah dia meminumnya.
"Bang, Aisyah dalam bahaya. Mr. Zen seperti sangat terobaesi pada gadisku," ucap Deren pada Joker.
"Abang bilang juga apa. Pria biadab itu lebih kejam dari king kobra. Dia psikopat. Kamu adalah target berikutnya" jawab Joker.
"Bro sebaiknya kita sembunyikan Aisyah secepatnya," ucap Joker mengingatkan.
"Kemana Bang?" tanya Deren, pria ini terlihat masih linglung.
"Yang penting jangan di Samarinda. Bahaya, cepat atau lambat komplotan Mr. Zen pasti tahu," Jawab Joker.
"Bagaimana kalau aku titipkan pada Juan ke Australia, Bang!" ucap Deren memberi usul.
"Hariyanto dan Handoyo saudara. Kau lupa?" ucap Joker mengingatkan.
"Benar juga ya Bang," jawabnya. Mereka kembali berfikir.
"Tapi Bang, bukankah mereka tidak akur?" tanya Deren.
"Ck ... aku tak yakin, apa lagi sekarang Hariyanto sedang jatuh. Ingat darah lebih kental dari air," jawab Joker mengingatkan.
"Baiklah, Aahhh ...!" Deren merasa otaknya mau meledak memikirkan musuh yang datang silih berganti. Padahal, sebelum ini dia memutuskan berhenti dari dunia gelap ini.
Mereka diam sesaat, tak lama terdengar suara helikopter berdatangan.
__ADS_1
"Brengsek, mereka melibatkan pihak berwajib lagi," gerutu Joker. Mereka pun kalang kabut. Bersiap lari untuk menghindari para pasukan yang mulai berdatangan ke markas obor merah.
Bersambung...