Aak Preman Aku Padamu

Aak Preman Aku Padamu
Tak Semudah Itu


__ADS_3

Deren membuka pelan pintu kamar di mana Pak Hasan sedang beristirahat. Dia mengintip dan memperhatikan apakah pria itu masih tidur atau sudah terbangun.


"Beliau tidur gengs," ucap Deren. Kemudian mereka berempat pun kembali ke karpet di mana mereka berkongko ria tadi.


"Bro, titipan dari pacarmu," ucap Joker sambil menyerahkan tasbih milik Aisyah. Deren menerima itu dan mengenggamnya erat. Pikiran Deren saat ini resah, karena Aisyah masih dalam gengaman pria yang menurutnya sangat kejam.


"Sabar Bro, doakan Aish selalu baik baik saja dan dalam lindunganNya. Percayalah ini yang terbaik untuknya," ucap Joker. Sepertinya Joker belum berani membuka kebenaran tentang Aisyah dan Patrio Guran mengingat apa yang pernah diminta oleh Patrio untuk tetap mengatakan pada khalayak bahwa Aisyah adalah sandranya.


"Pria tua itu memang brengsek. Dia hendak memanfaatkan aku untuk keselamatan kekasihku," jawab Deren.


"Percayalah Bro, suatu saat nanti kamu pasti ngerti. Wis sak iki piye carane kita ngorek keterangan seko si pak tua kui," jawab Joker dewasa. Deren tak kuasa membantah Joker. Bagaimanapun Deren sudah menganggap bahwa Joker wakil Deka, yang berarti adalah abangnya.


"Apakah pak tua itu juga preman seperti kita?" tanya Joker.


"Bukan lagi Bang, beliau suhunya!" celetuk Yoyok. Kopri melotot ke arah adeknya agar adeknya bisa menghargai perasaan bos mereka. Pak Hasan kan calon mertua bosnya. Yoyok pun segera menutup mulutnya dengam jari jarinya.


"Maaf Bos, Saya keceplosan," canda Yoyok agar Deren tak marah padanya.


Deren malas meladeni kekonyolan anak buahnya satu ini. Dia hanya berfikir untuk pembebasan Aisyah dan mencoba menuruti saran Joker. Agar banyak masalah yang nantinya akan terselesaikan.


"Kopri, koen yakin aaa kui si King Kobra koncone bosmu?" tanya Joker pada Kopri.


"Yakin Bang, serius aku.Jujur saya tak menyangka Bang kalau ketua King Kobra adalah beliau," jawab Kopri apa adanya.


"Memang pembawaanya seperti apa?" tanya Joker.


"Beliau kalem dan pokoknya kalian nggak bakalan nyangka Bang kalau ternyata pria itu sungguh gila," jawab Kopri sesuai yang dia tahu.


"Apakah dia selalu membawa pasukan?" tanya Deren.


"Bawa Bos, namanya juga pemimpin besar kan. Saya yakin kakek Tuan Muda Juan pasti mengenalnya!" ucap Kopri.


"Ck ... Pak Handoyo tak akan mau membuka mulutnya. Sepertinya dia juga menyimpan sesuatu yang tak boleh aku ketahui," jawab Deren kesal. Kecurigaan Deren bukan tanpa sebab, dia sangat teliti dalam apapun.

__ADS_1


"Tunggu ... Kopri, coba kau ingat. Pak Handoyo menyuruhku bekerja pada mafia brengsek itu kan dan dia mengulur waktu agar aku tak segera berangkat ke markas Obor Merah. Mungkinkah dia sengaja dengan ini. Mungkinkah dia kenal dekat dengan Obor Merah atau King Kobra. Pak Handoyo sungguh mencurigakan bukan!" ucap Deren menyuarakan kecurigaannya. Joker dan Kopri saling menatap. Apa yang dikatakan Deren tak bisa dianggap remeh. Bisa jadi Handoyo mempunyai hubungan rahasia dengan mereka.


"Bisa jadi Bos, soalnya Tuan Handoyo seolah menghalang halangi kita untuk bertemu dengan pemimpin Obor Merah. Tak menutup kemungkinan bawa beliau merahasiakan sesuatu," balas Kopri. Joker dan Yoyok terlihat diam, karena apa yang ingin


mereka sampaikan sudah diwakili oleh Kopri.


"Apa alasannya ya Pri. Kenapa aku jadi bingung begini!" ucap Deren.


"Sabar Bro, kita usut satu persatu. Semua pasti ada jalannya. Yang penting kita fokus meringkus kawanan King Kobra agar Aisyah bisa kembali padamu dengan selamat dan tak kurang suatu apapun," ucap Joker memberi semangat.


"Iya Bang, saya akan mencoba mengusut tuntas teka teki ini. Jujur saya sekarang dalam masa terombang ambing tanpa kejelasan Bang. Kenapa cintaku pada Aisyah harus mengalami ujian seberat ini?" tanya Deren tiba tiba. Deren terlihat sangat sedih, bagaimana tidak ini adalah pertama kalinya dia menyukai lawan jenis. Tiba tiba dia harus merasakan perihnya berpisah, beratnya berjuan demi mewujudkan cinta mereka.


Joker, Yoyok dan juga Kopri sangat kasihan pada Deren. Ini adalah pertama kalinya mereka bertiga mendengar Deren mengeluh akan cintanya.


"Sabar Bro semua akan indah pada waktunya," jawab Joker yakin. Joker juga tak bisa main terbuka saja pada Deren, Joker masih berusaha menjaga amanah kepercayaan yang dititipkan Patrio Guran padanya.


Keheningan menyelimuti kebingungan mereka. Tak lama mereka pun mendengar seseorang batuk. Mereka yakin itu adalah suara Pak Hasan.


"Sepertinya iya Bang, marilah bersiap!" ajak Deren. Mereka berempat pun segera masuk keruangan Hasan berbaring. Melihat keempat pemuda masuk kedalam kamarnya Hasan pun mencoba bangun. Dengan cepat dan cekatan Kopri dan Yoyok segera membantu Pak Hasan untuk duduk.


"Mau minum Mertua Bos," tawar Yoyok. Joker yang tahu kebenaran tentang Aisyah hanya melongo tak percaya panggilan yang diberikan Yoyok untuk Pak Hasan.


"Boleh, kau baik sekali anak muda!" jawab Pak Hasan, Yoyok pun mengambikan minum untuk Pak Hasan dan dengan senang hati beliau pun mengambil minuman itu.


"Siapa lagi ini?" tanya Pak Hasan sambil menunjuk pada Joker.


"Ooo, ini Abang tertua kami Bah," jawab Deren.


"Oooh," jawab Hasan cuek.


"Abah ada yang sakit nggak?" tanya Deren sambil memijat kaki Pak Hasan.


"Kau ini crewet sekali seperti Aish ... dia selalu seperti itu. Abah ada yang sakit nggak, mau makan Bah. Aish suapin ya, dia pikir Abahnya ini tak bisa makan sendiri kah," gerutu Pak Hasan. Mengenang bagaimana Aisyah selalu memperlakukannya seperti anak kecil.

__ADS_1


"Namanya juga jodoh Bah. Sama sama crewet kan wajar," celetuk Yoyok. Astaga Yok belum lagi nanti ku ditempeleng sama Deren. Ck ck ck, celetukanmu memang luar biasa, kamu sungguh berani Yok.


Suasana kembali hening, tapi Kopri sudah berniat untuk mencari jawaban atas keingintahuannya.


"Emmm ... Gini Mertua Bos. Bolehkan kami bertanya sesuatu?"ucap Kopri.


"Tentu saja, bertanyalah!" jawab Pak Hasan.


"Apakah anda mengenal pria tua ini?" ucap Kopri sambil menyerahkan foto pemimpin King Kobra.


"Tentu saja tahu. Dia ketua King Kobra kan," jawab Pak Hasan tanpa berbohong.


"Kenapa kakek dari Patrio Guran sangat tunduk padanya Pak?" tanya Joker tiba tiba.


"Karena kakek Patrio memiliki hutang yang sangat besar pada King Kobra itu sebabnya dia lemah. Dan tak berdaya saat dia harus menyaksikan cucu kesayangannya diperbudak oleh King Kobra," jawab Pak Hasan kembali jujur. Joker yang tahu cerita alurnya pun langsung menatap tajam pada Pak Hasan. Sedangkan mereka bertiga hanya menjadi pendengar setia dan mempelajari situasi.


"Apakah beliau masih hidup Pak?" tanya Joker.


"Tidak beliau sudah meninggal. Dan jahatnya King Kobra pada mereka adalah, Patrio Guran hilang ingatan dia mengambil alih semua aset yang dimiliki Suyanto kakek Patrio Guran. Jadi tanpa Patrio sadari harta dan jiwa raganya telah direnggut kebebasannya oleh King Kobra dan sekutunya, pria kejam itu sungguh tak berperasaan. Putrinya pun sama, Ayunda adalah psikopat," jawab Hasan. Deren terlihat gelisah, tapi tak ada gunanya juga memendam masalah ini sendiri.


"Tanya satu lagi boleh nggak Bah?" tanya Deren.


"Boleh tanya saja!" jawab Pak Hasan.


"Apakah Abah mengenal Handoyo, pengusaha hotel pariwisata dan pemilik perusahaan maskapai dinegeri ini?" tanya Deren. Hasan terlihat gugup saat mendengar pertanyaan itu. Rahasia apa yang membuat Hasan takut???.


Kalian pasti penasaran kan, jangan lupa like dan komennya ya, tetap Emak tunggu pokoknya.


Bersambung...


Visual Kopri...semoga sukak🦂🤩


__ADS_1


__ADS_2