Aak Preman Aku Padamu

Aak Preman Aku Padamu
Bangkit


__ADS_3

Joker mulai geram dengan buntunya otak Deren. Cinta di hatinya makin membuatnya gila. Derrn menghubungi Kopri dan bertanya apakah sudah ada petunjuk yang bisa dia pakai.


"Kopri bagaimana, Bos mu uteke dedel wisan, gak iso mikir mergo wedokan hah (bosmu otaknya buntu sekarang, nggak bisa mikir gara-gara perempuan)." ucap Joker geram.


"Bang, dugaan Abang tak melesat. Si wanita sialan itu bekerja sama denga pemimpin obor merah," jawab Kopri.


Obor Merah adalah salah satu kesatuan yang terkuat di kota itu. Mereka adalah gangster terkeji disana. Mereka bandit terlicin dan susah diendus keberadaanya. Bagi Joker tim ini tidak asing baginya, dia mengenal baik siapa ketua dan bagaimana pergerakan mereka.


Mereka mempunyai kerajaan berbentuk Vila super mewah di salah satu hutan belantara di kota itu. Sepertinya Joker harus bekerja keras. Mengingat Deren sedang dalam mode mlempem sekarang.


"Kopri, kamu awasi mereka. Pasti salah satu dari mereka akan mengantar logistik ke Vila itu. Usahakan Aisyah tak dibawa kesana. Menurut info yang Abang dapat Akses menuju kesana sangat terjal. Susah dijangkau dengan mobil. Gunakan motor tril yang tahan banting. Lakukan penyamaran jika perlu." ucap Joker memberikan arahan yang sangat penting.


Deren mendengarkan setiap kata yang di ucapjan Joker pada Kopri. Untuk sementara dia hanya bisa menurut dengan apa yang Kopri pikirkan.


"Mana nomer Yoyok?" tanya Joker.


Deren pun memberikan ponselnya pada Joker. Joker berusaha membuka ponsel itu tapi tak bisa.


"Pin berapa Pin, haish ... bikin susah aja!" umpat Joker. Deren menegakkan tubuhnya dan memberikan jarinya pada Joker.


Joker terpana melihat foto walpaper di ponsel Deren. "Ini cewek kamu?" tanya Deren.


"Iya Bang," jawabnya melemah.


"Kalau kamu nggak bisa nyametim ni cewek, jangan harap bisa dapetin yang kayak gini lagi. Paham!" ucap Joker.


"Aku juga nggak mau ama yang lain Bang. Aagghhh ... Aisyah kamu di mana!!" teriak Deren kesal.


Joker hanya geleng-geleng melihat kelemahan hati sang ketua gangster.


Joker mulai menghubungi Yoyok dan kawan kawan. Berharap Yoyok sudah melaksankan tugasnya dengan baik


"Hallo Bos!" sapa Yoyok.


"Heeemm, ini Bang Joker. Gimana hasil kerja kamu Yok. Sudah ada info di mana gadis itu di sekap?" tanya Joker.

__ADS_1


"Belum ada tanda tanda mobil yang mencurigakan Bang, kemungkinan cewek itu masih ada di dalam rumah itu?" jawab Yoyok. Deren yang mendengar jawaban Yoyok seketika bangkit hendak pergi kerumah Aisyah.


"Deren!!!, tunggu jangan gegabah!"cegah Joker. Seketika dia meraih tangan Deren dan menyuruhnya duduk kembali.


"Diam kau, duduk situ bentar!" perintah Joker.


"Aduh Bang!" Deren mengeluh, Joker hanya melirik tak perduli.


"Yoyok, koen jek nduk kono (Yoyok apakah kamu masih ada disitu)?" tanya Joker.


"Masih Bang, siap!" ucap Yoyok.


"Alihkan perhatian semua penjaga di sana. Mereka yang bergabung dengan Obor Merah biasanya memakai jaket hitam berlencana Obor warna merah. Semua sama di sisi kiri. Mengerti Yoyok. Malam ini Abang akan bawa Bos bodohmu ini menyusup ke rumah itu," ucap Joker masih kesal dengan kelemahan Deren.


"Siap Bang," jawab Yoyok.


"Tepat pukul dua belas malam Abang beraksi, pastikan mereka teler," ucap Joker lagi.


"Siap laksankan Bang!" jawab Yoyok lagi. Percakapan panjang yang mereka lakukan pun Joker akhiri.


"Persiapkan dirimu Abang akan menyusun rute agar kamu bisa menyusup ke rumah itu," ucap Joker. Deren hanya diam. Joker paham bahwa Deren juga punya strategi sendiri untuk menahlukkan musuhnya.


Joker tahu Deren bukan pria bodoh, meski dia sendiri suka sekali mengumpat pria di depannya ini melemah karena cinta.


"Bang, apakah abang Kenal bandit yang bekerja sama dengan wanita ular itu?" tanya Deren.


"Tentu saja, dia adalah pria yang membuat rumah tangga orang tua abang hancur. Untung waktu itu ibu berhasil membawa Arumi kabur. Kalau enggak alamat Arumi nggak bakalan sebahagia ini," jawab Joker, matanya berkaca-kaca mengingat kekejaman Patrio nama ketua Obor Merah itu.


"Apakah dia sekaya itu Bang. Sampai bisa berbuat semaunya seperti ini. Bahkan dia bisa membangun kerajaannya sendiri?" tanya Deren.


"Kamu jangan bodoh. Kamu pikir bandit bandit dan mafia mafia di negri ini siapa gurunya. Ya dia lah, hampir di seluruh negri ini dia punya sekutu. Makanya kita harus super waspada. Jika Tuhan memberi Abang kesempatan, Abang ingin meledakkan sendiri kepala pria psikopat itu," ucap Joker penuh dengan amarah.


"Aku jadi penasaram bagaimana wajah pria gila itu bang?"tanya Deren. Joker hanya melirik sekilas pada Deren.


"Jika Tuhan memberi kita kesempatan untuk bertemu dengannya maka kita pasti ketemu. Abang tak akan melewatkan kesempatan ini. Abang akan menjadi anak paling bahagia jika Abang mampu meringkus pria bajingan itu," tambah Joker.

__ADS_1


Deren makin penasaran dengan pria yang Joker maksud. Pria itu begitu mampu membangunkan sisi lain dari seorang Joker. Pria berwajah bengis tapi begitu lembut pada keluarga, teman dan adek adiknya tapi tidak dengan musuhnya.


***


Hampir satu jam Deren dna Joker menunggu kabar dari Yoyok. Apakah lokasi sudah mampu dia tahlukkan.


Joker tak ingin ada pertumpahan darah di sana, itu sebabnya dia meminta pada Yoyok untuk menetralkan lokasi.


"Bagaimana Yoyok, semua aman?" tanya Joker.


"Aman Bang, saya sudah menyiapkan tali jika dibutuhkan. Kami masih berjaga-jaga jika ada apa apa. Abang bisa langsung menghubungi tim saya. Nona Aisyah di sekap di kamar paling depan Bang!" jawab Yoyok menginfokan apa yang dia mulai ketahui. Kembali Joker tak habis pikir dengan semangat Deren yang tiba-tiba menurun.


"Bro, kamu lewat rumah gang gang kecil itu saja. Semua anak buah Obor Merah sudah di amankan oleh Yoyok dan kawan kawan. Abang tunggu kamu di sini. Calon istrimu disekap di kamat paling depan." ucap Joker sambil menunjukan secarik kertas yang bergambarkan denah lokasi dan rute di mana Deren harus melewatinya.


Joker sungguh bisa diandalkan. Disaat Deren mlempem, Joker mengambil alih semuanya. Dan Deren sangat berterima kasih dengan tangan kanan Deka ini.


"Siap Bang!" jawab Deren, bersiap dengan topi dan jaket hoddynya. Tak lupa masker dan eairphone yang memancap ditelinganya. Deren juga menyelipkan beberapa peralatan perang standar baginya. Pisau lipat dan juga sapu tangan bius seperti biasa.


"Doakan Deren ya Bang!" ucap Deren.


"Pasti, ingat jika kamu tak memungkinkan membawa Aisyah sekarang. Jangan memaksa, mungkin Aisyah punya pemikiran sendiri. Kamu cukup memantau bahwa dia baik baik saja. Pasti ada waktunya bisa membawa dia keluar dari neraka itu!" ucap Joker lagi memperingakan.


"Siap Bang!" sepertinya Deren sangat mengerti dengan jalan pikiran Joker.


"Waktumu hanya tiga puluh menit dari sekarang. Jangan gegabah, ingat keselamatan Aisyah tetap yang utama. Usakan jangan ada pertumpahan darah, mengerti!" ucap Joker mewanti-wanti.


"Siap Bang!" jawab Deren.


Deren tak membuang waktu lagi. Dia pun memulai aksinya dengan melompati batas rumah demi rumah untuk menuju rumah Aisyah. Jangan ditanya bagaimana Deren melakukam aksi yang sudah biasa baginya ini.


Telinga dan mata Deren terlihat sangat waspada. Walaupun anak buah Obor Merah ada di genggaman anak buahnya. Tak menutup kemungkinan bahwa mereka juga masih ada yang terjaga. Itu yang menjadi alasan Deren harus tetap siaga.


Bersambung....


Pastikan like dan komen kalian selalu hadir ya gengs😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2