Aak Preman Aku Padamu

Aak Preman Aku Padamu
Kejutan Luar Biasa


__ADS_3

Kabar kekalahan pasukan mereka membuat ketua King Kobra geram. Bagaimana bisa pasukan yang dia siapkan sebanyak tiga mobil dibabat habis oleh empat orang saja.


"Siapkan kejutan untuk mereka!" perintah Hariyanto ketua King Kobra sambil tersenyum sinis.


Ajudan Hariyanto pun paham, dia langsung mengeluarkan kejutan mereka dan menunggu pasukan Deren datang tepat di depan pintu mension milik Hariyanto.


***


Kopri membawa mobilnya dengan kecepatan maksimal. Dia sendiri sudah tak sabar ingin segera sampai ke Markas King Kobra. Menghajar wanita ular yang telah menyuruh pasukan bodoh itu menghabisi mereka.


Kopri tak mau berbasa-basi lagi. Dia langsung menerobos masuk tanpa permisi. Apa lagi melihat pintu gerbang yang terbuka lebar, seolah sudah siap menyambut kedatangan mereka.


"Brengsek mereka Bos, lihat ketuanya yang langsung menyambut kita," ucap Kopri sambil menunjuk pria yang berdiri sambil memegang tongkat.


"Heh, setan itu," gerutu Deren. Mobil yang dikendari Kopri pun berhenti tepat di depan pintu mension milik Hariyanto.


Tak ada waktu lagi untuk mundur keempat sahabat itu lun turun dari mobil dengan gagahnya.


"Wa, wah, wah ... jadi ini pria pria sok jagoan yang berani menantang King Kobra!" ucap Pria yang memakai tongkat itu.


Tak ada jawaban dari pihak Deren. Mereka diam tapi mata keempat kawanan itu terus bekerja mempelajari situasi.


"Bos, banyak penembak di atas kita," ucap Kopri.


"Heemmm, santai saja dulu. Kalau kita bisa menyandra tua bangka itu maka mereka semua tak akan berkutik," balas Deren, sepertinya mereka berempat sepemikiran.


Pria tua itu terlihat geram karena dari pihak Deren masih terlihat santai dan tak gentar meski sudah melihat banyak pasukan bersenjata yang mengelilingi mereka.


Hariyanto pun membuka suaranya lagi.


"Dibayar berapa kalian oleh menantu bodohku itu?" tanya Hariyanto.

__ADS_1


"Dia tak selicik dan sejahat dirimu Tuan," jawab Joker geram.


"Benarkah ! ... apa yang kau tahu tentangnya?" tanya Hariyanto.


"Setidaknya dia tidak memanfaatkan hilangnya ingatan seseorang dan mengambil harta serta memperbudaknya secara halus," ucap Joker. Deren menatap tak percaya dengan apa yang barusan dia dengar. Ternyata Joker banyak tahu tentang Patrio Guran.


"Apakah pria lumbuh itu yang memberitahu ini padamu hah .... hahahaha, kau tak tahu apa apa anak muda. Jadi jangan sok tahu dan mencampuri urusanku atau ku ledakkan kepalamu," jawab Hariyanto sambil menggertak kawanan Deren.


"Heh (Joker tersenyum sinis), anda pikir saya sebodoh itu. Saya tahu siapa anda sebenarnya Tuan, anda tidak perlu mengelak. Bahkan saya juga tahu usaha anda diambang kehancuran dan mulai terendus pihak berwajib bukan. Apa yang dipikirkan para relasi-relasi anda jika tahu bahwa Mr. Hariyanto yang terkenal baik dan dermawan ternyata memiliki bisnis haram. Jadi bersiap-siaplah Tuan Besar yang terhormat kehancuran harkat dan martabatmu sudah didepan mata," balas Joker mulai mempermainkan emosi Hariyanto yang gila imej baik ini.


"Diam kau, jangan coba menggertakku!!!" teriak Hariyanto. Sekali lagi Deren tertegun dengan apa yang dia dengar. Pengetahuan Joker dinilainya sangat amazing dan sanggup membuat pri penguasa ini gentar.


"Heh, apakah kau mau tahu kejutan apa yang akan ku berikan padamu Mr. Hariyanto yang terhormat?" tanya Joker lagi.


Hariyanto terihat gemetar kakinya bergetar. Pandangan itu sungguh membuat Deren geli. Bagaimana tidak Joker sukses mempermainkan emosi seorang pemimpin besar. Kelemahan yang unik.


"Jangan banyak bicara kalian, habisi mereka!" perintah Hariyanto pada seluruh anak buahnya menyerang mereka berempat.


Adu jotos tak bisa dihindari. Deren yang sudah dikuasai emosi tak mau basa-basi lagi. Dengan lincahnya dia mengeluarkan semua teknik beladirinya untuk meremukkan tulang tulang lawannya.


Dilain sisi ada Joker dengan sarung tangan yang dimodif dengan besi besi disetiap sisinya. Joker terlihat keren dengan senjata pamungkasnya. Joker sudah berniat menghancurkan pasukan bodoh pria sombong itu.


Tak kalah menarik melihat Kopri dengan senjata andalanya, apa lagi kalau bukan sapu tangan bius. Astaga, Kopri tampak lucu bagaimana tidak?. Siapapun yang berhasil dia peluk maka pasti pingsan dan pusing dibuatnya. Entah berapa mili obat yang dia pakai dan tuang pada sapu tangan itu.


Yoyok yang lugu itu juga nggak mau ketinggalan, dari keempat pria itu Yoyoklah yang paling tak bisa ilmu beladiri. Tetapi dia bisa kalau menghindar jika dipukul. Dengan parfum beralkohol ditangannya itu membantu Yoyok melawan lawannya.


Melihat lawannya merasakan perih di mata akibat semprotan parfum itu membuat Yoyok girang.


"Sokor, kapok ora koen heh, rasakne heh nyoh...." kembali Yoyok menyemprotkan parfumnya. Yoyok luar biasa, setidaknya dia bisa membantu teman temannya untuk meringkus para bajingan itu dengan keterbatasan ilmu yang dia punya.


Mata Joker terbelalak mana kala ada yang hendak menyerang Deren dengan sepotong kayu.

__ADS_1


"Awas Deren!!" teriak Joker saat melihat seseorang membawa kayu dan hendak memukul Deren. Dengan cepat Deren memutar tubuhnya dan bersiap mengambil ancang dan buuggggg .... tendangan dahsyat sukses mendarat di kepala sang penyerang.


Pertarungan sengit kembali terjadi mana kala ada yang melepaskan tembakan. Mata Deren tak tinggal diam. Dia pun langsung tahu dari mana arah tembakan itu. Deren pun ikutan melepaskan tembakannya mana kala dia sudah melihat sang penembak yang mengincar dia dan kawan-kawannya.


dor...


dor...


dor..


Suara tembakan yang Deren lepaskan.


"Cari tempat aman!!" perintah Deren pada kawan kawannya.


Semua teman teman Deren terkejut, mereka pun menghentikan perkelahian itu. Mereka berpencar mencari tempat yang aman untuk berlindung.


Deren siaga dengan senjata apinya, begitupun yang lainnya. Deren melihat serius kali ini. Bagaimana tidak mereka sudah menggunakan senjata api, berarti tak ada lagi jalan untuk bicara baik baik.


Permainan petak umpet terjadi disini, para anak buah King Kobra terlihat kuwalahan menghadapi Deren dan kawan-kawan. Mereka ternyata sangat pandai mengatur strategi dan keadaan.


Sejenak suasana menjadi sangat tegang, sayangnya hening, seolah tak ada kehidupan disana.


Lama suasana hening itu terjadi, Deren dan kawan kawannya masih setia berada di tempat persembunyian mereka masing masing. Sampai pada ahirnya sebuah mobil Pajero sport warna hitam datang. Dan membawa seseorang yang mungkin akan membuat Deren dan kawan-kaean shock.


Deren dan kawan-kawan, masih terlihat tenang dan memperhatikan siapa yang turun dari mobil.


Benar saja, betapa shocknya mereka bahwa yang keluar dari mobil itu adalah Ayunda dan Lucas. Yang lebih membuat mereka terlejut adalah sandra mereka. Ada Aisyah yang sedang diikat tangannya serta mulut dilakban.


Keadaan Aisyah sangat mengerikan, darah mengucur dari kening gadis itu. Ditambah baju yang dia kenakan sudah tak beraturan, hijab yang biasanya menghiasi kepala Aisyah juga sudah terlepas entah kemana.Tanpa disuruh Darah Deren mendidih dengan sendirinya.


Deren marah dan siap menyerang....

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2