Aak Preman Aku Padamu

Aak Preman Aku Padamu
Aisyah Nekat


__ADS_3

Malam semakin larut. Dokter sudah menyatakan Deren stabil dan tidak memakai alat bantu lagi.


Yudha berpamitan pulang pada Kopri dan Yoyok sedangkan Joker ikut, karena sudah lama dia tak bertemu dengan adek kandungnya yang tak lain adalah istri Yudha.


Kopri dan Yoyok pun mengizinkan, "Hati-hati ya, Bro!" ucap Kopri.


"Siap, Bang Kopri. Titip adek ane ya. Sekalian ama pacarnye, sing sabar wong wadon ancen ngunu kui, lek nggak dituruti galak (yang sabar, perempuan emang kayak gitu kalau nggal dituruti, jadi galak) hahahaha," bisik Yudha. Keempat pria itu pun tertawa.


Sebenatnya Aisyah dengar. Karena sejatinya dia hanya pura-pura tidur.


"Ya udah Bro, kita pergi dulu ya. Nanti kalau ada apa apa langsung calling aja," pinta Joker berpamitan.


"Siap, Bang. Kita pasti cari Abang kalau butuh bantuan," jawab Kopri. Mereka pun berkabat tangan dan saling berpelukan. Sebelum akhirnya Yudha dan Joker pun pergi dari markas besar mereka.


Kopri memutuskan memeriksa keadaan Deren sebelum dia tidur. Yoyok sudah mengantuk dia pun memutuskan untuk tidur terlebih dahulu di kasur lantai yang biasa dia pakai kalau sedang di Markas ini.


Kopri keluar kamar Deren, tak lupa dia pun mengunci kamar itu karena itulah perintah yang dia terima ketika Deren dalam fase terendahnya. Dikunci, dan Kopri selalu yang dipercaya untuk memegang kunci tersebut.


Kopri berbaring disamping adeknya, dia tak menyadari ada sepasang mata yang menunggunya terlelap dan lengah. Siapa lagi kalau bukan Aisyah. Gadis yang memiliki dendam pribadi padanya ini, memunggu dia terlelan dia pasti akan mengambil kunci itu.


Tak lama kemudian Aisyah pun mendengar suara dengkuran sari mulut pria menjengkelkan ini menurut Aisyah. Dia pun memanfaakan keadaan ini dengan sebaik baiknya.


Rasa penasarannya akan keadaan sang kekasih membuatnya nekat untuk masuk ke kamar Deren. Jujur Aisyah takut, takut kalau Deren marah padanya. Tapi mau bagaimana lagi, hatinya merindukan si Aak tampan.


Pelan-pelan Aisyah mengambil kunci pintu yang ada di kantong jaket Kopri. Aisyah terlihat seperti maling. Iya sih saat ini Aisyah jadi maling. Maling cantik demi ketemu sang pujaan hati.

__ADS_1


Aisyah gadis yang cerdik. Dia pun berhasil mengambil kunci itu dari gengaman Kopri. Pria paling pelit menurut Aisyah.


Aisyah membuka pintu kamar Deren. Pelan tapi pasti ahirnya pencuri cantik ini pun bisa masuk ke dalam kamar sang ketua gangster yang menjadi pujaan hatinya selama ini.


Aisyah memperhatikan seluruh sudut ruangan ini. Semua hanya berisi lukisan-lukisan aneh yang Aisyah tidak bisa pahami. Mata gadis cantik ini tak sengaja menangkap satu foto yang terlihat sangat manis. Itu seperti foto keluarga. "Mungkinkah itu adalah foto keluarga Aak," gumam Aisyah dalam hati.


"Inikah yang Aak sembunyikan dari semua orang, masalalumu? tapi kenapa Ak? apakah masa lalumu menyakitkan?" tanya Aisyah pada Deren yang terlihat masih memejamkan mata.


Aisyah memberanikan diri duduk di samping Deren. Mengelus kening kekasihnya. Bahkan, Aisyah berani mencium pipi Deren. Entahlah ... Aisyah merasa sangat menyayangi pria ini.


Deren masih anteng, masih terlelap dengan wajah polos seperti bayi. Wajah tampan Deren begitu teduh, dia sangat tampan.


Gadis cantik ini mengambil tangan Deren dan memeriksa denyut nadi pria tampan ini. Menurut Aisyah ini normal, dan seharusnya dia sudah sadar, pikir Aisyah.


"Aish sayang sama Aak. Aish cinta sama Aak. Pokoknya Aku padamu Aak premanku." ucap Aisyah sambil mencium kening pria yang mengisi hatinya ini. Deren masih tak merespon, hingga tak terasa, butiran-butiran bening pun menetes begitu saja dari sudut-sudut matanya.


"Ak, bangun ... Aish mohon. Bukalah matamu sayang, lihat aku. Jangan buat aku hawatir!" ucap Aisyah lagi. Tangisnya tak bisa dia tahan lagi. Gadis ini pun mengeluarkan protesnya karena Deren tak kunjung bangun.


Deren masih bergeming. Tak menjawab apapun yang kekasihnya ucapkan. Aisyah mengusap air mata yang tak sengaja menetes di pipi Deren. Aisyah gemas, kenapa Deren tidak mau membuka matanya? kenapa Deren tak merespon setiap kata yang dia ucapkan untuknya? Aisyah kesal, Aisyah marah.


Kembali dia nekat dan berani mencium pipi Deren. Biarkan saja, jika seandainya pria ini bangun dan marah padanya. Aisyah tak perduli.


Aisyah masih memandang wajah tampan itu. Ingin rasanya Aisyah tidur diatas dada bidang milik pria kekar ini, dimanja dan ya ... diperlakukan bak ratu oleh Deren. Aisyah mau seperti itu.


Perasaan malu menjalar bebas di pikiran Aisyah. Dia pun memutukasn untuk keluar. Aisyah tak berani berlama-lama di kamar Deren, dia juga takut tak mampu menahan hasrat untuk tidak berbuat lebih pada pria yang dirindukannya ini.

__ADS_1


Disamping dia tak nyaman. Dia juga takut kalau Kopri bangun. Apa yang akan dipikirkan pria dewasa itu jika mereka tahu seorang gadis nekat masuk ke dalam kamar seorang pria.


"Aak cepet sembuh ya, Aish tunggu Aak diluar," bisik Aisyah lagi. Dipandangnya lekat lekat pria yang memiliki bulu mata lentik dan hidung mancung ini.Hatinya terasa sakit melihat Deren hanya diam seperti ini.


Aisyah menutuskan untuk keluar kamar Deren. Sebelum pergi, dia pun membali mengecup kening Deren dan menghirup aroma preman dari pipi Deren. Dan Aisyah sekarang menyukai aroma khas Deren. Jika ditanya alasannya, maka Aisyah akan menjawab "Tidak tahu," pasti itu.


Setelah puas menatap dan melakukan apa yang dia mau, akhirnya Aisyah pun keluar dari ruangan itu. Beruntungnya Kopri dan Yoyok masih terlelap.


"Ah ... selamet," gumam Aisyah, kemudian dia pun mengembalikan kunci itu ditempatnya semula.


***


Disisi lain ada Deren yang tersenyum lucu saat melihat Aisyah keluar sambil mengendap-endap seperti maling dari dalam kamarnya.


Deren juga menertawakan apa yang barusan Aisyah lakukan padanya. Deren tak menyangka jika gadisnya akan senekat itu. Menciumnya berkali-kali tanpa rasa bersalah.


"Dasar gadis bodoh, apakah dia tak menyadari jika aku lelaki. Coba kalau kamu tak cepet-cepat pergi. Bisa ku makan kamu!" ucap Deren sambil tersenyum bahagia. Ya, Deren tadi mendengar setiap kata yang diucapkan Aisyah. Bahkan, pria bertubuh kekar ini juga menikmati sentuhan sang kekasih. Mendengar tangisan cinta untuknya.


"Memangnya apa yang bisa terjadi padaku, aku tak akan mati begitu saja gadis bodoh," ucap Deren merasa lucu. Karena Aisyah tadi menangis sampai air matanya membasahi pipi tampannya.


Jujur dalam hati pria ini, ingin menarik Aisyah masuk kedalam dekapannya. Hanya saja Deren takut khilaf.


Bersambung.


Bantu Aak naik Level yuk ... dengan cara komen dan like di setiap episodnya oke ... salam zingzeng dari kalajengking tamvanπŸ¦‚πŸ€©πŸ˜πŸ˜πŸ˜

__ADS_1


__ADS_2