Aak Preman Aku Padamu

Aak Preman Aku Padamu
Siapa yang Berbohong Di sini?


__ADS_3

Ibu Fatimah  sepertinya memang tak berani bertemu dengan Om Patrio. Dia terlihat takut dan malu dengan keadaanya saat ini. Walaupun, jujur ingin rasanya dia memaki dan mengumpat kesal pada pria yang menyakiti perasaannya ini.


" Lepaskan saya," pinta Ibu Fatimah. Berusaha melepaskan lengannya dari cengkraman kuat Om Patrio. "Tidak, aku ingin bicara padamu,' jawab Om Patrio.


"Apa yang hendak kita bicarakan. Sudah tak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Kamu sudah memilihnya, bukan?" ucap Ibu Fatimah pelan. Ucapan itu terdengar perih dan pertanyaan diakhir ibu Fatimah membuat Om Patrio sedikit bingung. Mungkinkah, dia tahu semua tentangku, batin Om Patrio.


"Katakan apa sebenarnya hubungan kita sebelum ini? Apakah benar kita suami istri dan memiliki putri bernama Aisyah Nur yang kau titipkan pada Hasan dan istrinya?" tanya Om Patrio pada Ibu fatimah. Pria tua ini ingin mengetahui detail masalah serta mensingkronkan info yang selama ini ia dapatkan.


"KIta tidak ada hubungan apapun Bapak Patrio yang terhormat. Aisyah Nur adalah putriku sendiri, tak ada hubungannya denganmu. Jadi anda tidak perlu memikirkannya. Mau aku kasih ke orang, atau mau ku buang itu adalah urusanku," jawab Ibu Fatimah mulai mengeluarkan isi hati dan kekecewaanya pada Patrio.


"Heh [Patrio tersenyum licik], anakmu sendiri kamu bilang? Aku tanya siapa ayah dari anakmu, apakah aku?" tanya Om Patrio. Pertanyaan itu sungguh menyakiti Ibu Fatimah. Bagaimana tidak? pria ini bertanya seolah dia hilamg ingatan. Membuat Ibu Fatimah geram.


"Aku ibu sekaligus bapaknya. Apa anda puas? Jadi lepaskan tangan saya, anda tak berhak menyentuh saya," jawab Ibu Fatimah ketus. Om Patrio malah tertawa, ini perdebatan yang serudan sangat menyenangkan menurutnya. Sepertinya apa yang di rasakan Deren, kini Om Patrio ikut merasakannya juga. Berdebat dengan Aisyah versi tua. Menjengkelkan namun juga menggemaskan.


"Kamu hebat juga ya, bisa hamil sendiri?" ledek Om Patrio, tatapan meledek itu tentu saja membuat Ibu Fatimah makin geram.

__ADS_1


"Anda tidak perlu meledek saya. Buktinya saya mengandung dan melahirkan sendiri tanpa anda, bukan? Jadi Aisyah adalah putri saya sendiri," jawab Ibu Fatimah, matanya berkaca-kaca seolah air mata itu adalah racun dalam hatinya yang selama ini dia pendam perih itu sendiri.


"Apakah jika aku katakan keadaanku yang sebenarnya, kau akan memaafkanku?" tanya Om Patrio mulai tak ingin mempermaikan wanitanya. Dia merasa sudah cukup, sampai di sini saja kesalahpahaman dan luka yang di rasakan wanita yang selama ini telah setia menunggunya ini.


"Keadaan sebenarnya apa maksus anda. Anda hanya kelelahan 'kan? Makanya di bantu dengan infus?" tanya Ibu Fatimah. Bukan berniat menyepelekan tetapi inilah yang Deren katakan tadi bahwa pria yang terbaring lemah ini hanya kelelahan.


"Iya soal selang infus ini, aku hanya kelelahan. Tapi soal ingatan aku memang hilang ingatan dan tak mengingatmu sama sekali, maaf jika aku tak kunjung kembali. Dan membuatmu menunggu," ucap Om Patrio mulai membuka apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Kenapa dan mengapa dia tak pernah kembali. Ibu Fatimah menatap tak percaya pada apa yang barusan ia dengar. Apakah informan yang ia percaya dan ia bayar membohonginya selama ini."Apakah ini cara anda untuk menipu saya?" tanya Ibu Fatimah penuh selidik.


"Tidak, Bu. Bapak serius." jawab Om Patrio dengan tatapan serius. Ibu Fatimah yakin jika pria yang memberinya satu putri ini tak berbohong. Dia jujur, Fatimah sangat mengenal sosok pria yang sangat dicintainya ini.


Ibu Fatimah pun memutuskan ikut mencari tahu dan mensingkronkan info yang selama ini ia yakini kebenarannya. "Apakah Bapak tak menyadari saat Hariyanto meminta Bapak menikahi Ayunda?" Ibu Fatimah tak mau membuang waktunya.


"Demi Tuhan Bu, Bapak tak ingat apapun. Bahkan sampai saat ini. Saat Bapak bangun dari koma itu. Mereka langsung menyiapkan pesta pernikahan, dan memberikan cerita yang terdengar nyata bagi Bapak. Bapak tak tahu jika itu semua kebohongan, Bu. Maafkan bapak?" ucap Om Patrio. Tak terasa mata pria tua ini berkaca-kaca seolah dia merutuki kebodohan akan nasibnya.


"Jangan katakan kalau mereka memanfatkan hilangnya ingatan Bapak untuk memanipulasi keadaan ini, Pak?" tanya Ibu Fatimah berusaha mematikan apa yang dia pikirkan.

__ADS_1


"Apa yang Ibu pikirkan adalah benar. Mereka memanfaatkan itu. Pertemuanku dengan putri kita lah yang membuka mata hati Bapak, Bu. Yang menyadarkan bapak, bahwa selama ini mereka telah menipu dan memanfaatkan bapak." Ibu Fatimah membetulkan posisi duduknya. Dia merasa perlu meluruskan apa sebenarnya terjadi. Dan jika mereka sama-sama terbuka maka semuanya pasti akan terlihat jelas. Siapa dalang dari akar masalah yang membelit mereka.


'Pertemuan dengan putri kita? Apa maksud Bapak?" tanya Ibu Fatimah penasaran awal mula pertemuan itu terjadi. Om Patrio punb menceritakan detail pertemuannya dengan Aisyah. Bahkan, perjuangan Deren serta pernikahan yang telah terjadi antara putri mereka dengan putra pria yang telah menjadi salah satu akar masalah mereka juga Om Patrio ceritakan.Ibu Fatimah hanya diam. dan mencerna setiap kata yang keluar dari mulut mantan suaminya ini.


"Kasihan sekali putri kita, Pak. Dia masih beruntung karena ketemunya sama ayahnya sendiri. Coba kalau pria hidung belang, bisa jadi apa putriku," ucap Ibu Fatimah. Jujur ada sedikit penyesalan dalam hatinya. tapi sekali lagi, dia bisa apa. Toh jika seandainya dia nekat membesarkan Aisyah sendiri yang ada gadis itu tak mungkin hidup sampai saat ini.


"Ibu jangan marah sama mantu kita ya, Bu. Dia tak bersalah. Dia juga menderita, sama seperti kita. Bu," ucap om Patrio mewanti-wanti.


"Bapak tenang saja, saya bukan wanita pendendam," jawab ibu Fatimah yakin. Mereka berdua saling menatap dan tersenyum malu-malu. banyak pertanyaan yang ada di benak mereka tentang bagaimana mereka menjalani hari-hari saat mereka berpisah. tapi rasa malu menjalari perasaan mereka. Om Patrio dan ibu fatimah sepertinya sedang mengalami masa puber ke dua. Terbukti dari perasaan mereka yang berbunga bunga untuk saat ini.


***


Di sisi lain ada Joker dan kawan-kawannya yang tertangkap oleh kawanan Mr. Zen. Bagaimana cara Deren membebaskan mereka, tetep nantikan kelanjutan kisahnya ya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2