Aak Preman Aku Padamu

Aak Preman Aku Padamu
Menerima Tantangan


__ADS_3

"Dari tadi kau tertawa terus apa lagi yang lucu?" tanya Patrio pada Joker.


"Tidak Tuan Bos, saya hanya berfikir. Bagaimana seorang pemimpin besar seperti anda bisa selugu dan percaya begitu saja pada orang lain," ucap Joker apa adanya.


"Apa maksudmu, kau pikir aku bodoh begitu?" sepertinya Patrio sudah bisa memahami jalan pikiran Joker tentangnya.


"Saya tidak bilang begitu Tuan Bos, hanya saja anda terlalu lugu buat saya," balas Joker. Joker kembali tertawa bahkan sampai menyembunyikan wajah dilipatan tangannya yang ada di meja itu.


"Beruntung kau anak baik, jika tidak sudah ku ledakkan kepalamu," gerutu Patrio. Joker segara menangkat wajahnya dan menghentikan tawanya.


"Tuan, jika seandainya ini file saya kirim ke Bos saya yang sesungguhnya. Percayalah anda bukan hanya dinilainya bodoh tetapi harga diri anda pasti ambyar dimata khalayak umum," ucap Joker kembali berani menyuarakan pikirannya.


"Diam kau, cepat hubungi calon mantuku. Perintahkan padanya apa yang aku titahkan. Sekalian kau kasih tahu hadiahnya. Oia jangan lupa suruh dia cari tahu siapa kakekku, dia masih hidup apa tidak dan kenapa dia bisa tahluk pada King Kobra!" ucap Patrio geram. "Ya Tuhan pria ini sungguh lugu. Ck ... kasihan sekali." guman Joker dalam hati.


"Baik Tuan Bos," jawab Joker tegas.


"Andai aku tak hilang ingatan," Patrio mengeluh sedih.


"Sabar Tuan Bos, saya akan mencoba membantu anda sebisa saya, saya pastikan akan meledakkan kepala siapapun yang berani menyelahgunakan kepercayaan anda termasuk Nyonya Ratu dan sekutu sekutunya. Tapi sebelum itu maukah anda berjanji pada saya untuk berhenti dari semua bisnis hitam ini?" tanya Joker yakin.


"Tentu saja, kenapa tidak. Sejak aku menjadi menantu King Kobra aku berfikir sudah keluar dari bisnis hitam itu. Yang aku tahu uangku kupakai untuk investasi perhotelan, rumah sakit dan beberapa peusahaan transportasi. Aku tak tahu jika ada juga usaha perjudian, prostitusi dan obat obatan. Istriku ini sungguh gila," jawab Patrio, sungguh dia tak habis pikir. Dan tak menyangka juga bahwa dia dikelabuhi secara halus oleh Ayunda Dwi Jayanti wanita yang dinikahinya lebih dari dua puluh tahun ini.


Patrio juga bercerita pada Joker, bahwa dia sengaja membangun Vila ini agar tak diganggu oleh bisingnya hiruk pikuk kendaraan. Patrio juga jujur bahwa dia sangat kejam saat menghukum penghianat. Karena itulah jiwanya, Joker tetap berusaha mengerti jalan pikiran pria tua ini.


"Tuan, ini waktunya anda berangkat ke Kalimantan," ucap Joker mengingatkan.


"Tidak, aku malas. Kau jalankan saja rencana yang kita buat tadi. Aku sudah minta tim khusus untuk melindungi permataku, Aisyah adalah harta berhargaku. Semantara aku akan membawanya ke luar nengri, terlalu bahaya baginya untuk tetap berada di sini. Jika sahabatmu mampu mengobrak abrik sarang King Kobra maka Aisyah akan kuserahkan padanya!" janji Patrio pada Joker.


"Saya siap jadi taruhannya Tuan Bos," jawab Joker. Joker pun meminta ijin pada Patrio untuk menemui para sahabatnya di Gresik untuk menyusun rencana tentang pergerakan mereka. Dan dengan senang hati Patrio pun mengizinkan Joker melakukannya.


***


Saat ini Joker, Aisyah dan Patrio sedang berada dalam satu heli menuju Bandara Internasional Juanda. Aisyah akan di titipkan pada salah satu sahabat Patrio yang Stay di Jerman. Aisyah tak bisa menolak karena Patrio dan Joker berhasil membujuknya dengan alasan keselamatan Aisyah. Aisyah pun menerima dengan baik alasan itu, dia percaya pada Joker dan ayah kandungnya. Merekabtak mungkin menipunya.

__ADS_1


"Bang, titip ini buat Aak ya. Aish hanya punya ini," ucap Aisyah sambil menyerahkan tasbih untuk Deren. Mata Aisyah berkaca kaca, dia sedih karena tak sempat berpamitan dengan pujaan hatinya.


"Iya nanti Abang sampaikan. Tak usah nangis, Deren pasti baik baik saja. Doakan saja dia bisa menyelesaikan misinya. Doaka juga supaya Ayahmu bisa keluar dari jerat kebohongan yang menyelimutinya," jawab Joker sambil tersenyum penuh percaya diri.


"Bagaimana cara Aish membalas kebaikan Abang?" tanya Aisyah.


"Ck, itu ma mudah. Nanti kalau kau sudah menikah dengan Deren kau buat lah anak cewek biar bisa ku jadikan mantu," canda Joker. Patrio melotot ke arah Joker, Joker pun paham kalau candaanya keterlaluan.


"Maaf Tuan Bos, saya hanya bercanda," jawab Joker cengengesan.


"Kalau kau bukan anak baik, sudah kuledakkan kepalamu," gerutu Patrio kesal, Aisyah hanya tersenyum. Kadang kala Ayahnya ini sangat lucu baginya. Pria tua ini menggemaskan memang, membuat Aisyah juga suka menggodanya.


Heli yang membawa mereka pun mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Juanda. Joker langsung dijemput orang kepercayaan Patrio dan bersiap mengantarkannya ke Gresik untuk menemui Bos Besarnya dan menyampaikan perjanjiannya dengan Patrio.


Sedangkan Aisyah dan Patrio sudah berada di Jet pribadi yang Patrio pinjam dari salah satu kliennya.


Dalam perjalanan menuju Gresik, jujur saja Joker sedikit was was, dia takut jika pria yang kini jadi sopri pribadinya adalah anak buah Ayu. Yang ditugaskan memata matainya.


"Siap," jawab Sopir itu. Joker pun turun dan masuk ke dalam kamar mandi dan mengintai sopir itu, benar saja pria itu terlihat langsung menghubungi seseorang. Berarti kecurigaannya benar.


Bukan Joker namanya kalau tak pandai bersiat. Joker sangat hafal daerah ini, ditambah dia juga banyak kenalan. Apa susahnya membuat bingung orang baru menurutnya. Joker tertawa saat membuat semua ban mobil itu kempes.


"Rasakan, siapa suruh jadi penghianat," umpat Joker. tanpa menunggu lagi Joker pun langsung meminta salah satu kenalannya untuk menjemputnya. Tinggalah sekarang sang sopir kebingungan dengan apa yang terjadi.


Hampir satu jam Joker dan salah satu temannya berkendara akhirnya dia pun sampai di rumah tambak di mana Deren dan kawan kawannya berkumpul.


Joker langsung masuk kedalam rumah itu dan segera mencari kawan kawannya. Tak butuh ijin baginya untuk langsung masuk kemarkasnya sendiri.


Deren sedang mempelajari detail lokasi milik King Kobra yang ada di Samarinda. Tak susah baginya, karena dia juga sudah menguasai daerah itu dengan sangat baik.


"Assalamu'alaikum!" sapa Joker.


"Waalaikumsalam," jawab mereka bertiga serempak. Joker langsung menjabat tangan semua teman temannya.

__ADS_1


"Gimana Bro, kamu udah tahu dimana sarangnya?" tanya Joker langsung nimbrung di karpet dimana ketiga kawannya berkumpul. Joker pun memberikan amplop yang berisi target target yang harus mereka ringkus. Dengan teliti Kopri pun mempelajari satu persatu wajah itu.


"Ini sepertinya dekat rumah Bang Stev yang lama Bang," jawab Deren sambil terus mencari titik merah yang disinyalir markas milik King Kobra.


"Maaf kata ni Bos, sepertinya beliau ini adalah patrner kerja Oma Rose yang artinya beliau mein ilegalnya pakek nama Obor Merah. Saya sakin karena saya pernah bertemu dengan beliau saat mengawal Oma Rose rapat," ucap Kopri sambil menyerahkan satu foto yang di sinyalir adalah ketua King Kobra.


"Tak menutup kemungkinan bahwa kakeknya Juan juga kenal. Tapi tunggu, Pak Handoyo sangat menghindari ini. Mungkinkah mereka ada masalah atau mempunyai hubungan?" ucap Deren bertanya tanya pada ke tiga temannya.


"Kasus ini rumit sekali Bro!" ucap Joker.


"Benar, ane sampai pusing Bang," ucap Deren memelas. Ingin rasanya dia berteriak.


"Siapa yang bisa jelasin ini gengs!" ucap Deren lagi.


"Bos, kenapa nggak coba nanya sama Mertua Bos aja," seketika Yoyok memberi mereka ide. Serempak ketiga pria itu menempeleng Yoyok bergantian.


"Aduh Bang sakit," ucap Yoyok mengeluh.


"Kenapa nggak bilang dari tadi," gerutu Kopri kesal.


"Lah ya nggak tahu," jawab Yoyok dengan suara khas medoknya.


"Otakmu tidak diragukan Bro," puji Joker. Yoyok tersenyum menyombongkan diri.


Akhirnya mereka berempat pun sepakat mengorek keterangan dari sang masternya. Semoga berhasil ya ngengs...


Emak bantu doa🦂🤩.


Bersambung...


Visual Yoyok yang menggemaskan..menurut kehaluan Emak ya gengs..semoga suka...


__ADS_1


__ADS_2