Aak Preman Aku Padamu

Aak Preman Aku Padamu
Kecolongan


__ADS_3

Deren termenung menatap langit-langit kamarnya. Senyuman indah Aisyah sangat menganggunya. Ditambah lagi mereka telah sama-sama menyerahkan sesuatu yang mereka jaga selama ini. Deren dan Aisyah nekat melakukan ciuman pertama mereka dalam keadaan panik seperti itu.


Deren masih belum bisa memejamkan matanya, bagaimana dia bisa memejamkan mata. Ciuman itu sungguh menganggunya. Tanpa dia sadari rasa ciuman itu masih terasa sampai saat ini.


Deren bangkit dari pembaringannya. Membuka tirai jendelanya dan menatap bintang-bintang yang berkerlap-kerlip indah. Andai saat ini hubungan yang dia jalin bersama sang pujaan hati baik baik saja, maka Deren tak akan segan untuk pergi menemui Aisyah.


Ucapan terahir Aisyah juga menganggunya. Ditambah ketakutan Aisyah tak bisa bertemu lagi dengannya.


"Tidak Aisyah, Aak pasti akan menyelamatkanmu dari pria jahanam itu sayang. Aak akan meledakan kepalanya jika dia berani macam-macam denganmu. Akan Aak patahkan tangannya jika dia berani menyentuhmu," gumam Deren.


Seketika Deren ingat akan helikopter milik almarhum kakaknya, Steven!


"Sepertinya aku membutuhkan itu untuk meruntuhkan kesombongan pria jahanam itu," gumam Deren. Deren pun tak menunggu waktu lagi. Dia langsung menghubungi pilot pribadi kakaknya untuk membawa heli itu ke Jawa.


Untungnya pilot pribadi Steven tanggap dan langsung menghiyakan mengirim heli itu ke Jawa.


***


Keesokan harinya..


Tanpa Deren dan kawan-kawannya sadari, Titin mengetahui bahwa tadi malam Deren kerumahnya untuk menemui Aisyah. Deren tak menyadari bahwa sebenarnya Titin memergoki dia saat berada di kamar abah Aisyah.


Titin bukan tak tahu, dia hanya takut Deren menyakitinya. Itu sebabnya Titin diam dan memilih keluar dari kamar itu.


Dugaan Titin tak salah mana kala dia memeriksa keadaan Aisyah. Lakban yang dia pasang di mulut Aisyah sudah tak merekat sempurna lagi. Pertanda sudah pernah ada yang melepaskannya.

__ADS_1


Titin tak perduli, toh dia sudah mempunyai rencana lain soal ini. Titin langsung menghubungi Patrio bahwasannya dia sudah siap menyerahkan Aisyah sebagai alat pembayaran hutangnya.


"Rasakan, kamu tak akan menang melawanku gadis bodoh. Bahkan pria tangguhmu itu tak bisa menyelamatkanmu dari neraka jahanam itu gadis malah hah. Aku bukan tak tahu seberapa kaya kekasihmu itu. Tapi aku memang sengaja ingin menyiksamu, biar ibumu yang ada di alam kubur sana sadar bahwa merebut milik orang lain itu ada ganjarannya," gumam Titin sambil menyisir rambutnya yang mulai memutih.


Titin tersenyum licik mana kala nantinya Aisyah akan disiksa di sana. Kekejaman Patrio tak main-main. Pria psikopat itu tak akan segan-segan memperkosanya jika dia tak menuruti hasratnya.


"Alangkah menyenangkannya jika bisa melihat dia diperlakukan seperti binatang. Hahaha ... aku suka itu. Rasakan kau Ratih, menangis meraunglah kamu didalam kuburmu. Biar aku puas," ucap Titin menyuarakan isi pikirannya.


Titin sudah menyiapakan seluruh baju Aisyah. Tinggal menyiapkan keberangkatan gadis itu kelubang neraka.


Titin berjalan menaiki anak-anak tangga rumahnya. Dan memasuki kamar putranya dimana dia menyekap Aisyah. Dengan kasar, Titin pun menarik selimut yang menutupi tubuh Aisyah.


"Bangun!" teriak Titin.


"Mandi dan persiapkan dirimu. Hari ini dia akan menjemputmu," ucap Titin.


Aisyah pun ingat pesan Deren agar tak membuat Titin emosi dan berubah menyakitinya. Tanpa menjawab Aisyah pun beranjak dari ranjang itu dan berjalan memuju kamar mandi. Belum puas sampai di situ Titin pun mendorong Aisyah hingga jatuh tersungkur.


"Rasakan!" teriak Titin. Aisyah masih berusaha menahan emosinya. Dia menguatkan dirinya sendiri agar tak menangis. Seperti kata Deren dia harus kuat dan bisa menjaga dirinya.


Aisyah menuruti perintah ibu tirinya dengan baik. Bahkan dia juga memakai gaun terbaiknya. Titin meminta dirinya memoles wajahnya dan memakai wewangian. Aisyah sekarang sudah menjelma menjadi seperti hidangan persembahan untuk sang Tuan Raja.


Batinnya menjarerit sakit, tapi dia bisa apa. Aisyah hanya bisa berharap bahwa superheronya akan datang menyelamatkannya.


***

__ADS_1


Deren marah besar, dia merasa kecolongan. Bagaimana tidak dia sudah mewanti-wanti pada anak buahnya agar menjaga Aisyah tetap berada ditempat.


Sayangnya kecerdikan Titin tidak bisa disepekekan. Titin sangat tepat mengambil keputusan. Bahkan dia tak menunggu anak buah Deren lengah. Titin tak perduli rupanya. Dia terlihat tak takut apapun.


Titin sangat berani melawan Deren. Bahkan menyepelekan pria perkasa itu.


Deren sudah tak tahan, dia pun mengambil keputusan sendiri untuk menyusul Aisyah ke kandang macan itu. Dan Joker mendukungnya.


"Sebaiknya kumpulkan kekuatanmu. Disana kita membutuhkan banyak bantuan," ucap Joker mengingatkan.


"Aku meminta bantuan tim milik NJ (Noviant Juan )Bang," ucap Deren.


"Bagus!"


Jujur Joker senang dengan ini, kesempatan untuk bertemu dengan musuh bebuyutannya terbuka lebar. Walaupun nantinya dia akan gugur dia yakin akan mati syahid. Tujuan Joker bukan hanya hendak menghabisi ketua Obor Merah tetapi dia juga berniat membebaskan para wanita sandra Obor Merah.


Joker sangat geram dengan kebengisan sang ketua mafia itu. Dia sudah gemas ingin segera meledakkan kepala pria psikopat itu menurutnya.


Sesuai laporan yang Joker terima dari Kopri. Saat ini Aisyah sudah masuk kedalam heli pribadi milik Big Bos Obor merah.


Joker sengaja tak memberi tahu Deren, agar Deren tak panik dan bisa menguasai emosinya dengan baik. Joker sudah mempelajari sedikit banyak tentang Deren. Deren masih belum bisa mengendalikan perasaan cintanya. Deren terihat lemah dan bodoh jika berhubungan dengan hati. sama halnya jika perasaan cintanya tergores maka jiwa juangnya akan mlempem.


Joker masih memantau dan menunggu info dari Kopri, sedangkan Deren fokus dengan petunjuk signal yang membawa kemana mereka membawa Aisyah pergi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2