Aak Preman Aku Padamu

Aak Preman Aku Padamu
Bertindak


__ADS_3

Deren merasa sedikit lega setelah mendengar suara kekasihnya. Aisyah dalam keadaan baik dan sehat. Apa lagi yang Deren mau selain itu. Yang membuatnya sekarang tak habis pikir adalah bagaimana Joker bisa bersama dengan Aisyah. Mungkin kah Joker sekarang ada di Vila itu atau dimana mereka sekarang? batin Deren.


Deren membuka aplikasi di ponselnya dan melacak signal di mana Aisyah berada. Ya, dia masih berada di tempat yang sama. Kemungkinan besar saat ini Joker berada di sana. Tapi bagaimana bisa?.


Deren pun mengirim pesan teks pada Joker. Bertanya bagaiman bisa dia sampai disana. Sayangnya Joker lama tak membalas membuat Deren sedikit gelisah. Deren berjalan mondar mandor kesana kemari menunggu kabar yang akan Joker berikan.


***


Di sisi lain Joker sedang mencari tempat yang aman untuk membalas pesan teks yang dikirim Deren. Joker masih bersikap tikus untuk mencari tempat yang aman. Joker beruntung karena selama perjalannya dia belum menenmukan CCTV yang ditakutinya.


"Rumah pemimpin geng kelas kakap kok ra nganggo CCTV, lek enek sing nyolong piye. Eh, tapi sopo sing arep nyolong mrene. Iso tekan ra iso muleh hihihi," gumam Joker, tertawa akan pemikirannya sendiri.


Joker pun mendapatkan tempat yang menurutnya super aman. Di belakang rumah ada sebuah taman yang luas, Joker langsung memanjat salah satu pohon yang sedikit rindang. Agar tak mudah terlihat oleh siapapun.


Deren segera membuka aplikasi di HPnya, segera mengirim pesan agar Deren tak keduluan tim mak lampir lakna itu. Joker mulai geram dengan istri ketua Obor Merah itu.


"Bos, tolong selamatkan abahnya Aisyah. Beliau dalam bahaya," tulis Joker dalam pesannya.


Untingnya Deren masih stanbay, dia pun langsung membalas pesan itu.


"Beliau ada di mana!" balas Deren.


"Rumah Sakit Abdi Negara, kamar VVIP ,paling atas," balas Joker.


"Kenapa Abang bisa di situ!"


"Ceitanya panjang, Aish aman. Cepat kerjakan," balas Joker. Astaga Joker nampak seperti maling yang dikejar polisi saja. Setelah mengirim pesan terahir Joker segera mematikan ponselnya. Turun dari pohon itu dan kembali menyelidiki tentang siapa sebenarnya Patrio Guran ini.


Mengingat hampir setiap kejadian yang berhubungan dengan hal hal negatif selalu menyangkut nama kesatuannya. Prostisusi, rentenir, jual beli minuman terlarang dan masih banyak lagi. Yang membuat Joker penasaran adalah pasal pinjam meminjam uang. Mungkinkah memang Patrio yang memiliki bisnis itu, atau sesuai info yang dia dapat. Bahwa semua aktifitas itu hanya memakai nama kebesarannya.


***


Deren tak menunggu waktu lagi. Dia pun segera melaksanakan arahan sahabatnya. Deren percaya bahwa Joker tak mungkin menjerumuskannya.


Deren langsung membangunkan Kopri dan Yoyok untuk menjalankam aksinya. Beruntungnya pasukannya sudah terlatih dengan ini. Deren tak perlu menjelaskan detail semuanya.

__ADS_1


"Bos, apakah penjagaan diperketat?" tanya Kopri.


"Kurang tahu, Bang Joker nggak info," jawab Deren.


Kopri tak bertanya lagi, doi sudah tahu berarti ini adalah serangan dadakan. Karena mereka tak mempelajari lokasi dan info yang mereka dapat pun minim.


Mereka terlihat santai karena dua penjaga itu terlihat tertidur, Deren tersenyum dan berkacak pinggang.


"Bius mereka," perintah Deren.


Yoyok dan Kopri pun membius mereka berdua, "Kalau anak buahku model begini udah pasti akan ku lempar dari atap gedung ini," ucap Deren sambil menendang kaki kedua penjaga itu. Kedua penjaga itu tak bergerak artinya mereka pingsan.


"Bodoh!" umpat Deren.


Kopri pun langsung membuka pintu itu dan pandangannya langsung tertuju pada pria yang tertidur lemah di sana.


Pendengaran Yoyok menangkap langkah kaki menuju ke ruangan di mana mereka berada sekarang.


"Bos, ada yang datang," ucap Yoyok.


"Brengsek ... bius target dan Kopri krupuk teman," ucap Deren sambil tersenyum licik.


Pendengaran Yoyok tak salah. Ada empat orang masuk kedalam ruangan itu, untuk tujuannya sendiri Deren tak tahu. Yang jelas mereka harus segera dilenyapkan dan bisa pergi dari sini secepatnya. Membawa target keluar dengan selamat.


Dengan gesitnya Deren dan Kopri mempercepat pergerakannya. Diserangnya ke empat orang yang masuk ke dalam ruangan itu. Deren dan Kopri begitu lincah. Bagi mereka orang orang seperti ini hanyalah krupuk, sekali hap pasti habis.


Perkelahian sengit terjadi sini. Kerjasama antara Deren dan Kopri tak diragukan lagi. Deren mendang dan mengahajar satu perasatu lawannya. Dengan kekuatan ektra ahirnya Deren berhasil membuat mereka kewalahan. Sedangkan Kopri selalu siap dengan sapu tangan biusnya. Kopri sangat suka dengan ini, ilmu halus yang diberikan Deren di nilainya sangat bermanfaat.


Ke empat musuh mereka sudah lemas tak berdaya. Senjata sapu tangan bius milik Kopri sungguh ampuh. Sekali tempel lawan pun lemas.


Deren tersenyum, "Dasar bodoh!" umpat Deren.


"Yoyok, aman ayo!" ajak Kopri. Perjuangan mereka belum berahir. Mereka masih harus melewati lorong lorong rumah sakit ini. Dan tak menutup kemungkinan mereka akan bertemu dengan lawan lagi.


Sungguh tak mudah untuk membawa terget keluar dari rumah sakit dengan selamat.

__ADS_1


"Bos, masih ada krupuk di depan," ucap Kopri, dia memang melihat beberapa orang berpakain sama dengan orang orang mereka serang barusan.


"Brengsek, mereka parkir dekat mobil kita lagi," tambah Yoyok.


"Tenang kawan, kalian lupa siapa bos kalian. Tunggu di sini," ucap Deren. Dia pun segera melepas jaket dan topinya. Menyamar seperti pengunjung biasa agar para penjaga itu tak curiga. Deren merapikan rambutnya dan taraaaa dia sudah menjelma menjadi pria tampan yang mempesona.


"Ketampananmu sangat bermanfaat Bos," canda Yoyok. Deren hanya tersenyum sinis.


Deren pun berjalan kearah mobil di mana tadi Yoyok memarkirkan mobilnya. Keberuntungan kembali berpihak pada Deren. Para penjaga itu sama sekali tak curiga pada Deren yang berpenampilan sangat rapi dan terkesan jauh dari kata anggota gangster Menyamar, mengelabuhi musuh adalah keahilan pria tampan ini.


Deren berhasil mengambil mobilnya tanpa dicurigai oleh kawanan penjaga itu. Dengan cepat Kopri dan Yoyok pun membawa pria lemah itu.


"Siap Bos!" ucap Yoyok.


"Hem," ucap Deren.


Deren pun segera menginjak gas mobilnya. Sayangnya pergerakan mereka terdeteksi. Para penjaga itu menyadari saat melihat Yoyok menggendong seseorang dan masuk ke dala mobil itu. Deren melihat dari kaca spion bahwa mereka sedang diperhatikan.


"Kayaknya kita bakal makan krupuk lagi kawan," ucap Deren saat melihat ada mobil yang mulai mengikuti mereka.


"Yu hu Bos, ane uda minta yang lain meghadang mereka. Bos tenang aja," ucap Kopri santai.


"Bagus!" jawab Deren. Dia pun tetap fokus pada jalanan yang ada di depan . Benar saja tak lama kemudian mobil yang mengikuti mereka di hadang oleh anak buah Deren yang sudah siap dengan motor-motor mereka. Deren, Yoyok dan Kopri tertawa melihat mereka mulai kalang kabut menghadapi mereka.


"Bos, kemana kita bawa pak tua ini?" tanya Kopri.


"Gresik aja, titip pada Bang Deka," jawab Deren.


Kopri dan Yoyok pun setuju jika abahnya Aish dititipka ke sana. Kayaknya akan lebih aman dari jangkaun musuh.


"Bang Joker kok bisa di sono, gimana ceritanya Bos?" tanya Kopri.


"Nggak tahu. Tahu tahu dia infokan begitu," jawab Deren. Nggak mungkin juga kan dia bakalan terus terang kalau habis pacaran ama Aish.


Tak ada pertanyaan lagi, mereka pun memecah malam yang hampir pagi ini. Yoyok melihat Bosnya kelelahan, dia pun berinisiatif mengantikan Deren membawa mobilnya.

__ADS_1


Misi pertama meraka berhasil, tinggal misi misi selanjutnya yang akan di bawakan oleh Bang Joker. Rahasia apa lagi yang akan Bang Joker temukan...tunggu kisah selanjutnya ya...Like dan Komen kalian selalu menjadi hadiah terbaik untukku.


Bersambung...


__ADS_2