Aak Preman Aku Padamu

Aak Preman Aku Padamu
Ketakutan Ayunda Kebahagiaan Yoyok


__ADS_3

Deren langsung membopong Aisyah ke mobil yang dia rampas dari bandit-bandit anak buah King Kobra. Yoyok yang melihat Bosnya membopong sang kekasih pun segera lari dan membantu.


"Buka pintunya Yok," pinta Deren. Yoyok pun segera menuruti perintah Deren.


"Yok, ane bawa Aish ke rumah sakit dulu. Kamu jaga mak lampir bangs*t itu Ingat jangan sampai dia lolos. Ane mau bikin perhitungan dengannya," ucap Deren.


"Siap, Bos!" jawab Yoyok.


"Langsung ke Markas, hubungi ane kalau ada apa-apa!" perintah Deren, dia pun langsung menyalakan mobilnya.


"Siap, Bos!" jawab Deren.


Yoyok pun memberi hormat pada Deren saat pria itu sudah menginjak pedal gasnya.


***


Ditempat lain ada Joker dan Kopri yang masih melanjutkan misi mereka. Mereka masih mencari keberadaan Hariyanto ketua King Kobra yang meresahkan itu..


Mereka sudah menyisir setiap sudut rumah. Sayangnya mereka sama sekali tak menemukan jejak atau suara sang pemilik rumah.


"Bang, lihat pintu itu? apakah pria tua itu kabur?" tanya Kopri.


"Sepertinya iya Pri, brengsek!. Dasar King Kobra sialan!" umpat Joker kesal. Mereka pun memutuskan untuk keluar dari rumah besar itu.


Joker dan Kopri terlihat bertanya-tanya kenapa Yoyok terlihat resah.


"Koen kenopo,Yok (Kamu kenapa Yok)?"tanya Joker.


"Tadi Big Bos, marah Bang," jawab Yoyok lugu.


"Kenapa?"


"Kurang tahu, tapi dari nada bicaranya sepertinya dia mau merebus wanita ular yang ada di mobil, Bang," jawab Yoyok.


"Sebaiknya kita pergi dari sini!" ajak Kopri.


Mereka pun memutuskan untuk masuk ke mobil sebelum pasukan King Kobra yang lainnya tiba. Joker yakin kalau saat ini Hariyanto sedang mencari bala bantuan.


Kopri memegang kemudi kali ini, dia tak mau menyerahkan pekerjaan ini pada adeknya. Sudah cukup, kasihan Yoyok pasti kelelahan.


"Deren kemana Yok?" tanya Joker.


"Bawa Non Aish ke rumah sakit. Bang. Tadi nona pingsang," jawab Yoyok.

__ADS_1


"Pingan?, kok bisa!" pekikn Kopri.


"Sepertinya kelelahan, tapi kalau ku lihat nona shock berat, Bang! Siap-siap aja lo lampir, kalau samoau terjadi apa-apa sama nona. Lihat aja, kalau kau takbdi rebus amat dikuliti hidup-hidup. Rasain!!" jawab Yoyok sambil menakut-nakuti Ayunda.


"Eemmmm ...!!!" ucap Ayunda mencoba meronta dan berteriak protes.


"Syukurin, makanya jadi orang jangan jahat jahat," tambah Yoyok kesal.


"Pantesan Deren suruh kita menyandra wanita ular ini. Pasti dia ingin merebusnya bener," jawab Joker terkekeh.


Mendengar yang lain mengatakan kata rebus membuat Ayunda semakin ketakutan. Lucunya ketakutan Ayunda adalah kebahagiaan tersendiri buat Yoyok. Membuat pria kocak ini makin semangat mengerjai wanita ular ini.


"Bang, kok sekarang ane jadi pengen makan perempuan gimana kalau kita perkosa rame-rame ni perempuan," pancing Yoyok. Terang saja, muka Ayunda menjadi pucat pasi mendengar kata perkosa.


"Eemmm ... emmm!!" Ayunda kembali meronta.


"Wah ide brilian tu Bro, ayo lah aku pun lapar nak makan perempuan!" tambah Joker lucu. Kopri tak mau kalah.


"Anak-anak di markas pasti senang dengan ini. Mana mulus lagi, berapa sih kira-kira ni umur perempuan?" tambah Kopri. Mereka sungguh gila, menikmati ketakutan Ayunda menjadi rasa girang tersendiri buat mereka.


"Bang, ane sudah kasih kabar semua anak-anak di markas kalau kita dapet bunga sedap malam. Wah, mereka girang sekali!" Yoyok makin bersemangat rupanya. Ayunda menangis, lucu sekali melihat wanita ini menangis ketakutan.


"Ck ... menangis. Pura-pura ya, tadi mengang-mengang bos kami kegatelan. Giliran mau dikasih yang asli nangis. Ni perempuan jago ngedrama Bang hahaha ...!" tambah Yoyok. Ayunda semakin merasa tertekan dan mereka bertiga sangat menikmatinya.


"Banyak sekali mobil polisi, Bang. Mereka mau ke rumah lankat itu kayaknya," ucap Kopri. Ayunda melotot ke arah Yoyok. Yoyok hanya meliriknya kesal.


"Tidak usah melirikku begitu. Yang mau ngulitin kamu kan Bosku, bukan aku. Seneng to lek dibuka-buka bajune hemm. Eh, kan kamu mau kami makan dulu. Bang telepon bos dulu, Bang. Minta ijin buat hohohihi ni perempuan Biar tua gini jek mulus je, eman lek langsung dikuliti, " canda Yoyok sambil tersenyum meledek.


"Emm ... emmm ... emm," ucap Ayunda protes.


"Udah gitu nanti di siram pakek ulet bulu. Hih ... gelinya!" tambah Joker menakut-nakuti.


"Eemmm .... emmm," Ayunda kembali protes.


"Untung cocote tak bungkem cak, lek ora mesti kupinge kita loro cak (untung mulutnya tak tutup Bang, kalau enggak alamat telinga kita sakit, Bang)," ucap Yoyok. Terdengar gelak tawa kebahagiaan dari ketiga pria tersebut.


Ayunda terlihat makin geram, "Eemm...!" Ayunda kembali protes.


"Bodo amat," jawab Yoyok.


Ayunda kembali menatap pernuh permusuhan pada Yoyok dan kedua temannya, tapi Yoyok tetap tak perduli justru dia senang. Dan menantikan hukuman apa yang akan Deren berikan pada sanderanya kali ini.


Seandainya lakban di mulut Ayunda dibuka pasti wanita ini akan mengucaokan sumpah serapahnya pada ketiga pria yang kini menyanderanya.

__ADS_1


Mobil yang dikemudikan Kopri sudah masuk di koplek kosong dimana markas Deren berada. Deren memang sengaja memilih komplek rumah kosong ini agar dia tenang dan nyaman saat menyusun stateginya.


Apa yang dikatakan Yoyok bukan isapan jempol. Disana sudah ada tiga pria yang tak kalah menyeramkan dibanding mereka bertiga.


"Tu aku nggak bohong kan, kau lihat ... mereka lebih menyeramkan kan dibanding kami. Maka bersiap siaplah honey. Siapkan mentalmu!" ucap Yoyok. Pria kocak ini masih belum puas rasanya mempermainkan emosi Ayunda.


"Eemmm ... !!" teriak Ayunda kembali meronta.


Yoyok tertawa bahagia, Joker dan Kopri hanya geleng-geleng kepala. Mereka sangat mengenal pria paling muda dikesatuan mereka. Dia paling bisa jika mempermainkan perasaan lawannya.


Yoyok terlihat serius mengobr pada ketiga temannya, sebelum mereka menghampiri Ayunda di mobil. Dan menyeret wanita itu keluar dari mobil dengan paksa.


Kini Ayunda sudah berada di dalam markas milik Deren. Yang lebih menakutkan buat Ayunda sekarang adalah berada diantara keenam pria yang sangat menakutkan buatnya.


Dia memang terbiasa dikelilingi para preman tetapi preman yang ini lain. Yang ini, jangan kan bisa diperintah dan menjaganya, justru mereka sebaliknya. Malah hendak menyakitinya. Bagaimana Ayunda tak tak merinding dibuatnya.


***


Disisi lain ...


Deren membopong Aisyah masuk keruang IGD. Gadis itu masih tak sadarkan diri, meski beberapa kali Deren mencoba menyadarkannya.


"Suster, tolong istri saya, Suster," pinta Deren gugup. Sang suster pun meminta Deren membaringkan tubuh Aisyah di ranjang pasien.


"Kami akan memeriksanya, Pak. Silakan anda keluar," pinta Sang Suster.


"Tapi Sus, saya hanya ingin menemani istri saya, Suster," ucap Deren memohon.


"Kami tahu Pak, tapi alangkah baiknya kalau bapak mengizinkan kami bekerja," jawab Sang Suster. Deren pun menurut dan menunggu kekasihnya di luar depan ruangan itu.


Deren sangat gugup, tempat seperti ini adalah tempat paling menyeramkan baginya. Kalian tahu kan tempat ini ada apaan. Hehe ..


Hampir setengah jam Deren menunggu. Belum ada kabar dari dokter tentang keadaan sang kekasih membuat Deren semakin gugup.


Apa yang Deren nantikan akhirnya dia dapatkan. Sang suster yang ikut menangani Aisyah datang menghampirinya.


"Keluarga Nona Aisyah!" panggil Suster.


"Saya Sus," jawab Deren.


"Mari ikut saya keruangan Dokter," ajak sang Suster. Deren pun mengikuti langkah Sang Suster menuju ruangan di mana dokter yang menangani Aisyah berada.


Kembali perasaan tegang menghampiri Deren. Tapi apapun kabar yang akan dia terima yang jelas dia harus menghadapinya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2