Aak Preman Aku Padamu

Aak Preman Aku Padamu
Fakta mengejutkan


__ADS_3

Aisyah dan Deren sampai di rumah tambak di mana Pak Hasan sedang berada sekarang. Deren membantu Aisyah turun dari mobil. Gadis cantik ini pun tersenyum dan berterima kasih pada kekasih hatinya.


"Makasih Ak!" ucap Aisyah.


"Sama-sama. Hati- hati ya jalannya, kayaknya habis hujan. Takut licin," ucap Deren memperingatkan.


"Baiklah, Aak premanku," jawab Aisyah. Mereka pun saling melempar senyum. Astaga, kalian selalu terlihat uwu. Aisyah menatap hamparan air dideoan matanya, seperti kenal. Tapi lupa namanya.


"Ak, bukankah ini tambak?" tanya Aisyah.


"Kamu bener, Dek!" jawab Deren.


"Yang buat ternak ikan 'kan?" tanya Aisyah lugu. Deren tertawa pelan.


"Selalu dah di Aak, ma. Kalau Aish nanya bukanya dijawab malah di ketawain," balas Aisyah sambil memanyunkan bibirnya.


"Dek, jangan manyun-manyun gitu, bikin Aak pengen," bisik Deren. Aisyah pun mencubit gemas perut kekasihnya.


"Au ... sakit ayang," ucap Deren.


"Habis, omes bener sekarang!" jawab Aisyah geram.


"Kan, jujur Dek. Dari pada Aak tahan, jadi sakit kepala. Repot nanti," jawab Deren jujur.


"Tahu ah, nyebelin Aak!" ucap Aisyah sambil melangkah meninggalkan Deren. Deren tertawa, kekasihnya ini memang selalu menggemaskan.


Rumah tambak terlihat rame, banyak sekali orang di sana. Seperti sedang kedatangan bos besar saja. Mungkinkah Deka sedang ada di sana? tapi kalau dia yang datang ngapain bawa-bawa pengawal segitu, batin Deren.


"Dek, sepertinya ada tamu!" bisik Deren.


"Iya Ak, rame bener," jawab Aisyah.


"Sebentar Dek, sebaiknya kita balik ke mobil. Aak tanya bang Deka dulu, kira-kira ada apaan. Curiga Aak!" ucap Deren. Deren pun menggandeng tangan Aisyah. Berlari kecil dan memutuskan untuk kembali ke mobil.


"Bang Deka tu siapa Ak?" tanya Aisyah.


"Yang punya tempat ini!" jawan Deren.


"Ooh,"


Deren membuka pintu belakang mobilnya dan mulai mencari ponsel untuk menghubungi Deka.


"Terhubung nggak, Ak?" tanya Aisyah sambil mengenggam tangan kiri Deren. Duh mbak Aish, heran dah! takut amat di Aak, emak ambil. Tapi jujur emak juga mau sih, kalau si Aak juga mau ama Emak🙈.


"Terhubung Dek, sebentar. Orangnya ngangkat," jawab Deren. Aisyah pun diam


"Hallo, Bro," sapa Deka.


"Hallo, Bang. Abang di mana?" tanya Deren.


"Ada, ini lagi di rumah tambak. Lagi ada tamu kehormatan. Kamu dimana? udah sampek belum?" tanya Deka.

__ADS_1


"Udah, Bang. Ane ada di parkiran rumah tambak ama Aish," jawab Deren.


"Ya udah ke sini. Ada kabar gembira buat kalian!" jawab Deka. Deren hanya tersenyum. Deren tak bertanya lagi karena Deka enggan menjawabnya. Mereka pun mengahiri panggilannya.


"Ada apa Ak?" tanya Aisyah.


"Siap-siap jadi istri Aak, kamu!" canda Deren.


"Dih ... tu kan, kalau ditanyain jawabnya nggak pernah serius," jawab Aisyah.


"Nggak pernah serius gimana to, ini jawaban paling serius yang pernah Aak kasih lawan jenis," jawab Deren asal. Ooo, dasar cah gemblung. Ditekoki apik apik malah mbulet, cup😘 kapok ora, dicup nyang emak heh.


"Mboh, ah!" jawab Aisyah kembali ngambek. Deren tak perduli, dia pun memilih membuka pintu mobil dan mengajak Aisyah keluar dari sana.


Deren mengandeng kekasihnya. Mereka terlihat siap melangkah ke jenjang pernikahan. Deren sangat hati- hati dan sopan saat memperlakukan Aisyah. Aisyah sudah seperti ratu baginya.


"Ak,"


"Heeemm,"


"Mereka serem-serem amat!" ucap Aisyah. Tanganya semakin erat memegang Deren seolah membutuhkan perlindungan lebih


"Sereman mana ama Aak, waktu pertama kali kita ketemu?" tanya Deren.


"Sebelas dua belas lah. Aish juga nggak nyangka kalau Aak aslinya guwanteng poll," jawab Aisyah, Deren hanya tertawa. Dasar, neng Aish bisa bisaan ngomongnya.


"Dasar gadis cengeng, tukang nangis aja," goda Deren.


Kedatangan Aisyah dan Deren disambut bak tamu istimewa. Bahkan, Deka sendiri yang menyambut mereka.


"Assalamu'alaikum Bang," sapa Deren.


"Waalikumsalam," mereka berdua pun berpelukan.


"Pantesan koen koyo wong gendeng, la bakal bojomu cantik (pantensan kamu seperti orang gila, orang calon istrimu cantik)," bisik Deka. Deren tersenyum dan memperkenalkan Aisyah pada abag angkatnya.


"Kenalin Bang, ini Aisyah. Dek, kenalin ini abang angkat Aak. Papinya Raka!" ucap Deren memperkenalkan mereka.


"Saya Aisyah, Bang!" ucap Aisyah memperkenalkan diri.


"Oke, ayo duduk dulu. Kita tunggu para suhu sedang reoni," canda Deka.


"Suhu siapa, Bang?" tanya Deren.


"Calon mertua elo lah. Siapa lagi!" jawab Deka. Deren dan Aisyah saling memandang. Mereka terlihat bingung dengan jawaban yang Deka berikan.


"Pak Hasan, Bang. Sama siapa?" tanya Deren.


"Iya, sama gengnya terdahulu," jawab Deka lagi. Kali ini Aisyah tak mau mendengarkan Deka, dia malah menfokuskan indra pendengarannya untuk mengetahui siapa yang ada di dalam ruangan tersebut.


"Bang, apakah tuan bos juga ada di dalam?" tanya Aisyah dengan muka serius.

__ADS_1


"Dari mana kamu tahu?" tanya Deka heran.


"Saya bisa tahu dari suara tawa khasnya!" jawab Aisyah tegas.


"Kamu benar, orang suruhan sahabat papa telah membantu Pimpinan Obor Merah melarikan diri, dan ternyata dia juga mantan pegawai Om Patrio," jawab Deka.


"Ah ... benarkah?" tanya Aisyah tak percaya. Mata gadis itu berkaca-kaca. Dia pun langsung menghambur kepelukan Deren. Tangisnya pecah seketika membuat Deka heran.


"Aak ... ayah selamat Ak, Aish bahagia Ak," ucap Aisyah, tangisnya kembali menggema. Membuat Deka semakin heran. Pria gagah itu pun bertanya pada Deren dengan menggunakan mata dan tangannya sebagai kode.


"Gadis ini sebenarnya adalah putri dari pemimpun besar Obor Merah, Bang," jawab Deren. Deka kembali terkejut.


"Kok bisa, bukankah kamu bilang ayah Pak Hasan 'kan?" tanya Deka.


"Ternyata eneng kita ini hanya anak angkat di rumah itu, Bang. Ceritanya panjang, Bang. Nanti kapan-kapan Abang bisa tanya ama Bang Joker. Kalau beliau balik," jawab Deren singkat.


"Oke, baiklah. Kenapa dia nggak balik-balik ke Gresik. Sengaja mau ku potong gajinya," umpat Deka. Ya Joker adalah orang kepercayaan Deka untuk mengurus bisnis tambak ini.


"Ampun, Bosku. Maaf Bang, ane pinjam bang Jokernya kelamaan," ucap Deren sambil tersenyum lucu.


"Tak masalah, dia emang basic-nya preman. Jadi ya seneng kalau dapet job seperti itu. Dia tu mukanya nya aja yang serem tapi hatinya baik," ucap Deka menceritakan apa yang dia pikirkan tentang Joker.


"Nanti gaji Bang Joker biar ane aja yang kasih Bang," ucap Deren.


"Gampang soal itu, ntar Abang aja yang kasih. Simpan saja uangmu buat biaya nikah," ucap Deka. Deren malah tersenyum.


"Rencana mau nikah dimana? di hotel sendiri apa mau di Bali?" tanya Deka.


"Belum tahu Bang, terserah si eneng kalau itu ma. Yang penting kan sah ya Neng?" jawab Deren sambil menggoda Aisyah. Terang saja Aisyah jadi tersipu malu. Wajahnya memerah seperti udang rebus. Astaga, Emak tahu pasti hatimu sedang ada❤❤ ya neng.


"Iya, sebaiknya hubungan kalian disegerakan. Dari pada banyak numpuk dosa nanti. Pegangan tangan begitu juga dosa lo," ucap Deka memperingatkan. Seketika dua sejoli itu menyadari bahwa dari pertama datang tangan mereka menjadi perhatian Deka.


"Uppsss ... maaf maaf. Astaga, nggak nyadar kita," ucap Deren malu. Aisyah pun sama, ternyata Deka sangat ketat ini.


Lama mereka menunggu, hingga tak terasa hari semakin sore. Tapi reonian para suhu preman itu belum ada tanda-tanda mau keluar.


"Kok mereka lama ya Ak?" tanya Aisyah mulai tak sabar. Tak lama terdengar pintu ruangan di mana mereka berkumpul terbuka. Gelak tawa masih terdengar.


Aisyah, Deren dan juga Deka pun berdiri menyambut para suhu preman itu. Mata Aisyah kembali berkaca-kaca saat matanya bertemu dengan mata ayah kandungnya.


"Ayah!" panggil Aisyah seraya menghambur kepelukan pria tua, yang dia yakini sebagai ayah kandungnya.


Patrio pun menyambut putrinya dengan peukan penuh cinta."Ayah ... ayah nggak apa-apa 'kan?" tanya Aisyah.


"Gadis bodoh. Kamu pikir apa yang akan terjadi pada Ayahmu. Para bajian tengik itu tak akan mampu membunuh ayahmu," ucap Patrio sambil tertawa dalam tangis kebahagiaannya.


Kebahagiaan telah menyelimuti Aisyah dan Patrio. Ayah dan anak itu terlihat bahagia dan menikmati pertemuan mereka. Tapi tidak dengan Deren, pria itu menatap penuh permusuhan pada seseorang karena pria itu telah mengingatkannya pada masa lalu yang kelam dalam kehidupannya. Kali ini Deren telah berhadapan dengan fakta mengejutkan dalam hidupnya.


Fakta apakah itu? tetep nantikan perjalanan cinta Aisyah dan Deren ya ... Emak akan bawakan dengan sebaik mungkin. Percayalah?


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2