
Joker memeriksa apakah masih ada yang masih sadar. Dia dan kawanannya menendang satu persatu bandit-bandit yang telah terkapar. Semua terlihat lemas tak sadarkan diri.
"Semua aman, Bang!" ucap Yoyok pada Joker.
"Bagus berarti tinggal si tua bangka sama lampir sialan itu yang ada di mobil kan," balas Joker.
"Iya, Bang. Bener!" jawab Yoyok.
"Kamu jagain Wanita ular itu. Biar Abang sama Kopri yang masuk ke dalam dan mencari pria jahanam itu," ucap Joker.
"Siap, Bang!" jawab Yoyok tegas. Yoyok pun menghampiri mobil di mana Ayunda berlindung. Terlihat wanita itu masih meringis kesakitan. Yoyok membuka paksa pintu itu dengan mencongkelnya.
Ayunda membelalakkan matanya saat Yoyok berhasil masuk ke dalam mobil.
"Ngapain kamu masuk ke mobil, hush, hush pergi sana!" usir Ayunda. Yoyok malah tertawa terbahak-bahak.
"Eh, lampir! denger ya, aku tu nggak nafsu sama kamu. Udah tua masih ganjen!" umpat Yoyok.
"Enak aja, ngatain aku tua. Aku masih cantik gini!" jawab Ayunda tak mau kalah. Yoyok kembali tertawa.
"Eh ... lampir. Jangan kan mataku yang sediki ngblur ini, orang normal juga tahu kali kalau kamu udah tua keriput. Pede bener jadi orang," balas Yoyok tak mau kalah. Dia pun langsung meraih kedua tangan Aynda dan mengikatnya dengan lakban yang ada di mobil itu.
" Eh, eh kamu mau ngapai aku bodoh?" tanya Ayunda mencoba melawan.
"Mau ngulitin kamu, siapa suruh kamu jahat-jahat ama pacar Bosku hah," jawab Yoyok sambil tertawa puas.
"Sembarangan kamu ngomong, kamu nggak tahu siapa aku hah," Ayunda masih tak mau kalah. Yoyok enggan berdebat dengan nenek lampir sialan ini. Dia pun segera melakban mulut Ayunda. Agar tugasnya segera selesai.
"Eemmm, eemmm, emmm," ucap Ayunda protes, mungkin minta dilepaskan.
"Bodo amat," jawab Yoyok. Kemudian dia pun keluar dan menunggu perintah selanjutnya.
****
Deren masih sibuk memeriksa korban-korban yang terkapar oleh ulahnya bersama kawan-kawannya.
Joker dan Kopri menghampiri Deren.
"Bro, di mana Aisyah?" tanya Joker.
__ADS_1
"Itu," tunjuk Deren.
Terlihat Aisyah sedang duduk teringsut ketakutan.
"Astaga Bro, lihat Aisyah pucat sekali. Sebaiknya kamu jagain dia. Biar si tua bangka itu kami yang urus," ucap Joker menawarkan diri. Deren pun menatap Aisyah yang terlihat sangat ketakutan.
"Baik, Bang," jawab Deren. Joker dan Kopri pun masuk kedalam rumah besar itu untuk mencari keberadaan Hariyanto, ketua geng King Kobra yang jadi incaran mereka kali ini. Mereka ingin segera menuntaskan apa yang menjadi tujuan awal mereka.
Deren menghampiri sang kekasih. Dengan tertatih tatih Aisyah pun berjalan mendekati pujaan hatinyali. Deren yang melihat kekasihnya kesusahan, langsung berlari mendekat.
"Disini bahaya Dek, ngapain kamu keluar?"tanya Deren. Deren pun kembali membawa Aisyah ketempat persembunyian yang tadi.
"Apa Aak, mau bantu Aish sekali lagi?" tanya Aisyah. Deren mengerutkan keningnya, pertanyaan Aisyah sungguh aneh menurutnya.
"Tentu saja sayang, jika Aak mampu," jawab Deren.
"Tuan Bos disandra sama wanita itu, Ak," ucap Aisyah dengan bibir gemetar.
"Disandra?, bukankah dia istri dari pemimpin Obor Merah?" tanya Deren bingung.
"Iya Ak, tapi wanita itu sangat jahat. Banyak rahasia yang mungkin belum Aak tahu. Tapi Bang Joker tahu semuanya, Aak bisa tanyakan padanya," jawab Aisyah sambil menahan sakit diseluruh tuhuhnya.
Aisyah berpegangan erat pria yang dicintainya. Deren pun membantunya untuk menopang berat tubuhnya. Aisyah sangat lemah. Seakan tubuh ini tak makan berhari-hari.
"Tentu saja Dek, apapun akan Aak lakukan demi kamu," jawab Deren yakin.
"Tolong selamatkan tuan bos, Ak ...," pinta Aisyah memelas.
"Bukankah dia jahat sama kamu Dek, kenapa kamu mau membantunya?" tanya Deren bingung.
"Aak salah, dia orang baik Ak," jawab Aisyah sambil membenamkan wajahnya di dada Deren. Deren semakin bingung akan permintaan Aisyah yangvtak masuk akal menurutnya.
Deren curiga kenapa dengan gadisnya ini. Kenapa dia terus berusaha menghindar saat Deren ingin menatapnya.
Kecurigaan Deren bukan tak beralasan. Aisyah memang takut kalau prianya ini melihat wajah yang penuh luka lebab miliknya. Deren pasti akan marah dan brutal. Aisyah yakin itu.
Deren bukan orang bodoh yang mudah melupakan rasa penasarannya. Dia pun menyibak rambut Aisyah yang menutupi wajah ayu itu. Betapa terkejutnya Deren melihat wajah cantik Aisyah lebab membiru penuh luka.
"Dek, apa yang wanita ular itu lakukan padamu hah?" tanya Deren geram, Deren terus merapikan rambut panjang Aisyah. Merapikan helai demi helai agar dia bisa melihat dengan jelas keadaan wajah sang kekasih.
__ADS_1
Aisyah tak mampu menjawab pertanyaan Deren. Semua terasa perih baginya. Kenangan buruk itu kembali melintas diotaknya.
Aisyah hampir menangis saat mengingat apa yang Ayunda lakukan padanya di pesawat dan juga di markas pribadinya. Bahkan, Ayunda sempat menyuruh anak buahnya untuk melecehkannya. Untung saat itu Hariyanto menghubunginya dan meminta segera membawa Aisyah ke mension keluarganya.
"Dek, katakan kamu diapain ama wanita gila itu hah?" tanya Deren geram. Aisyah tak kuasa menjawab. Mulutnya terkunci rapat. Tentu saja dia tak berani berkata jujur pada Deren. Aisyah tahu konsekuensi akan jawaban yang akan dia berikan nanti.
"Kalau kamu nggak ngomong, Aak cari tahu sendiri lo, Dek," ancam Deren, agar Aisyah mau bicara. Bukannya menjawab, dia malah menangis dipelukan sang kekasih.
"Aish, takut Ak. Mereka ... mereka ... sobek baju Aish. Wanita itu menyuruh anak buahnya untuk melecehkan Aish, Ak," jawab Aisyah terbata-bata. Aisyah masih terisak dalam tangisnya. Deren memang melihat baju yang dikenakan Aisyah sudah tak beraturan. Ditambah hijabnya nggak tahu kemana. Penutup kepala yang Deren sukai dari kekasihnya ini telah di buang oleh wanita ular itu.
Telinga Deren memanas, rahangnya mengeras, mata Deren memerah menahan marah. Tak sengaja Aisyah melihat tangan Deren mengepal.
"Brengsek !!!" teriak Deren marah. Apa yang ditakutkan Aisyah terjadi. Kemarahan Deren tak terbendung lagi.
Deren melepaskan pelukan Aisyah dengan paksa. Dia tak perduli sekarang. Deren akan meledakkan kepala siapapun yang berani menyakiti wanita yang didambakannya.
"Aisyah ... lepaskan Aak. Jangan halangin Aak. Belum tahu aja dia, saat ini sedang berhadapan dengan siapa. Brengsek!!"teriak Deren lagi.
Yoyok yang mendengar kemarahan Deren langsung mendekat.
"Ada apa, Bos?" tanya Yoyok.
"Dimana wanita brengsek itu?" tanya Deren, emosinya terlihat sudah memuncak.
"Dia masih aman, Bos. Sudah ane ikat dan bungkam," jawab Yoyok pelan.
"Siapkan penyiksaan yang paling mutakir untuknya. Aku sendiri yang akan turun tangan," balas Deren. Yoyok mengerti bahwa saat ini Bosnya dalam taraf emosi yang tak bisa dikendalikan. Ucapannya adalah titah yang harus dia laksankan . Yoyok tak bisa membantah. Saat ini hal terbaik yang bisa dia lakukan hanyalah menuruti keinginan sang Big Bos.
Aisyah masih berusaha meredam kemarahan sang kekasih. Deren memang bukan pria sembarangan yang memiliki emosi dibawah standart. Deren memiliki jiwa preman di dalam darahnya. Aisyah harus pandai megendalikannya.
"Aak, Aish mohon jangan kotori tangan Aak dengan hal seperti ini. Ini sudah cukup, Ak," ucap Aisyah mencoba meredam amarah Deren.
Aisyah masih berusaha memeluk Deren dengan sisa tenaganya. Agar kekasihnya ini tak meluruskan niat yang ada dihatinya.
Deren masih kekeh dengan pendiriannya, ingin menguliti Ayunda hidup-hidup. Karena wanita itu telah berani menyiksa dan melakukan hal buruk pada sesuatu dia klaim menjadi miliknya.
"Jangan mencegahku, Dek. Dia harus diajari cara menghargai milik orang lain," jawab Deren.
"Aak, Aish mohon," bisik Aisyah. Suaranya Aisyah melemah, tubuhnya bergetar. Aisyah tak mampu lagi menahan berat tubuhnya. Aisyah pingsan.
__ADS_1
Bersambung...
Like dan komen kalian tetap hadiah terbaik ... salam sayang dari kalajegkin tamvan🦂😘