Aak Preman Aku Padamu

Aak Preman Aku Padamu
Info Penting


__ADS_3

Joker melajukan motor yang dia kendarai. Pria ini memang lebih suka memakai motor ketimbang mobil. Jiwanya suka bebas, dia merasa hidup dikala bisa menikmati semilir angin dalam perjalanan menuju tempat tujuannya.Deren sudah menunggunya sambil memainkan ponselnya.


Deren, pria tampan ini tak menyadari jika ada sepasang mata yang terus menganguminya. Pria ini memang selalu terlihat manis bagi Aisyah. Bahkan, sangat manis. Pria kekar ini dangat keren dan sexy baginya.


Aisyah terus saja tersenyum. Untuk menyamarkan senyumannya, Aisyah menutup separo wajahnya dengan kerudung barunya. Hanya menyisakan mata saja. Agar Deren tak menyadari bahwa saat ini ada seorang perempuan yang tergila-gila padanya.


Sambil menunggu kedatangan Joker, Deren pun mengirim pesan teks pada adik iparnya. Siapa lagi kalau bukan Robet. Suami dari Yunita Mauren, adek yang sampai saat ini belum mengetahui identitas mereka.


Rasaya sudah lama sekali Deren tak menghubungi pria itu. Sebenarnya Deren ingin sih menghubungi langsung mantan anak buahnya itu. Tapi rasanya nggak etis, kalau pria dan wanita berhubungan lewat dunia maya tanpa adanya status yang jelas. Deren merasa lebih nyaman jika menanyakan keadaan adek kandungnya itu pada sahabatnya sekaligus adek iparnya (Si Robet).


Deren pun mulai mengetik, melihat tanda online di nomer kontak milik Robet. Beruntungnya Robet pun langsung merespon.


"Bro, adek ane ama ponakan ane gimana kabarnya. Mereka baik baik saja kan?" tanya Deren. Robet yang mendapat pesan teks itu pun merasa gembira. Akhirnya setelah sekian lama sahabat sekaligus Abang iparnya ini aktif lagi.


"Baik Bang, Nita udah keluar rumah sakit. Sekarang lagi di rumah aja. Prediksi dokter kalau nggak salah kita bakalan kedatangan princes, Bang. Duh seneng banget. Abang siap-siap direngek-rengekin nanti," jawab Robet antusias.


"Oke, siap-siap. Nanti kalau deket lahiran kabarin ya!" pinta Deren.


"Siap, Bosku. Ngomong-ngomong Abang kemana aja? tiga hari yang lalu ane ke rumah lo, Bang. Nita pengen apel langsung dari kebun. Eeehh ... Abangnya nggak ada," balas Robet.


"Abang lagi di Samarinda, ada urusan. Ya Tuhan, gimana? dapet apelnya nggak?" tanya Deren.


"Nggak dapet Bang, nggak ada Abang, nggak enak ane!" jawab Robet.


"Kenapa nggak enak. Itu kebun Nita juga. Harusnya minta anak-anak, mereka ada kan!" balas Deren.


"Ada sih, cuma tujuannya kan nggak cuma itu, Bang. Oma ada titip sesuatu buat Abang," jawab Robet.


"Apa itu?" tanya Deren.


"Nggak tahu, nanti kalau Abang ada waktu datanglah ke sini. Nggak enak kalau ngomongin itu di telepon!" jawab Robet.


" Okelah, nanti kalau urusan Abang kelar, Abang pasti main," jawab Deren. Robet sangat menghargai Deren sekarang. Bagaimana tidak? pria yang dulu jadi teman kini jadi abangnya. Tak lupa Deren juga berpesan pada Robet untuk selalu menjaga adek satu-satunya itu.


Deren menghentikan chatingan-nya bersama Robet. Dia pun membetulkan posisi duduknya dan mengangkat wajahnya sekilas. Mencuri pandangnya pada Aisyah. Gadis itu terus tersenyum padanya. Deren pun penasaran. Akhirnya dia pun bertanya.


"Kamu ngapain Dek, senyum-senyum terus gitu?" tanya Deren.


"Enggak, Aak lucu aja," jawab Aisyah.

__ADS_1


"Lucu? lucu kenapa?" tanya Deren.


"Tampan, keren, tinggi, gagah gitu. Kok ya takut jarum suntik," jawab Aisyah sesuai apa yang ada dipikirannya.


"Itu lagi dibahas. Aak bukan takut cuma geli aja. Hii ...!" jawab Deren. Kembali Aisyah tertawa. Deren tak mau ambil pusing, dia pun memilih membalas pesan Joker. Karena Joker sudah mengirim pesan bahwa dia sudah sampai.


Deren membuka pintu untuk sahabat sekaligus anak buahnya itu.


"Masuk, Bang!" suruh Deren.


"Suwon cak (terima kasih kawan)," jawab Joker sambil tersenyum dan menepuk pundak Deren. Deren juga membalas senyuman persahabatan itu.


Joker masuk dan langsung menghampiri Aisyah. Deren pun mengambilkan kursi untuk Joker, agar beliau nyaman. Berbincang dengan Aisyah.


"Gimana kabarnya?" tanya Joker.


"Baik, Bang. Tapi Tuan Bos ...," jawab Aisyah. Gadis itu langsung menangis menjadi-jadi kala pria bertubuh gempal itu datang.


"Sudah, sudah nggak usah nangis. Abang udah minta bantuan teman-teman Abang buat menyusup ke Vila Tuan Bos. Kamu berdoa aja!" jawab Joker sambil mengelus punggung gadis cantik itu.


"Bang, apa yang kita bicarakan kemarin bisa segera dikerjakan?" tanya Deren.


"Udah Bro, yang penting kita sanggu bayar aja!" jawab Joker.


"Tim mereka biasa dipakai Bos tampan kita (Deka), mereka bisa dipercaya. Tapi agak mahal dikit," jawab Joker apa adanya.


"Nggak masalah Bang, yang penting ayah Aisyah segera ditemukan," balas Deren.


"Kamu sudah tahu kalau Patrio, ayah Aisyah?" tanya Joker pada Deren.


"Udah, Bang!"


"Baguslah kalau kalian udah mulai terbuka, jadi gimana? mereka mau bergerak kalau kita bayar lebih. Sebenarnya ane minta bantuan Brongkos dan kawan-kawan. Cuma ane nggak enak ama Pak Deka, kalau mereka ninggalin tambak lama-lam!" ucap Joker terus terang.


"Jangan Bang, kita bayar orang aja. Nggak masalah, yang penting mereka setia pada kita," balas Deren.


"Siap, nanti ane koordinasi dengan pimpinan mereka. Untuk ibunya sendiri gimana? apakah kulita sendiri yang perlu ke Palembang, memastikan?" tanya Joker. Astaga ternyata ucapan Aisyah tak salah, pria ini banyak menyembunyikan rahasia dariku, batin Deren. Tapi Deren tak marah, dia yakin Joker memiliki alasan sendiri.


"Ane pengen ikut bergerak memastikan dengan tim rekomendasi Abang dulu. Sebelum kita bertolak ke Palembang. Alangkah baiknya kalau kita sendiri yang pimpin mereka, Bang!" usul Deren.

__ADS_1


"Oke, tak masalah. Lalu bagaimana dengan calon istrimu. Jangan salah, pasti wanita ular itu masih mengincar gadis ini," ucap Joker mengingatkan.


"Bagaimana kalau kita lempar wanita itu ke jeruji besi, Bang?" tanya Deren meminta pendapat Joker.


"Boleh, kamu cari salah satu orang dalam buat ngawasin ratu ular itu, pastikan dia tak bertingkah!" jawab Joker. Pria ini sungguh cerdas. Dia mampu menguasai berbagai persoalan. Dia sangat detail, pantesan Deka selalu percaya padanya , puji Deren dalam hati.


"Siap, Bang. Ane pastikan dia tak akan berani bertingkah," jawab Deren yakin.


"Oke ... satu lagi. Kamu belum jawab pertanyaanku. Bagaimana dengan Aisyah, kita nggak mungkin membawanya ke medan perang, bukan?" tanya Joker.


"Nanti ku titipkan dia sama Mbak Arumi saja. Gimana, Bang?" tanya Deren.


"Heeem, boleh lah. Apakah dia habis dari sini?"tanya Joker.


"Iya Bang. Mbak Rum sama Yudha tadi datang. Dan belum lama juga pulangnya," jawab Deren.


Joker diam, kalau boleh jujur ... saat ini pria bertubuh gembal ini juga sangat merindukan adek kandungnya.


"Bang Joker kenal dengan Mbak Rum?" tanya Aisyah lugu. Joker dan Deren tertawa. Aisyah linglung dan terlihat bodoh, wajah lugunya sangat menggemaskan.


"Kok tertawa sih, emang Aish salah ya nanyanya?" tanya Aisyah lagi. Masih menatap heran kearah dua pria aneh ini menurutnya.


"Ya kenal lah, Dek. Bang Joker ini Abang kandungnya Mbak Rum," jawab Deren.


"Ooo..." Aisyah hanya menjawab begitu. Diam, anteng tapi otaknya berselancar, diliriknya kedua pria yang masih menertawakannya ini.


"Aak!" panggil Aisyah.


"Apa?"


"Siniin telinga Aak," pinta Aisyah. Deren pun mendekatakan telinganya pada Aisyah. Dengan lugunya Aisyah membisikkan sesuatu di telinga Deren.


"Aak yakin kalau Bang Joker ini, abangnya Mbak Rum?" tanya Aisyah sambil melirik ke arah Joker.


Deren kembali tertawa. Aisyah malah memukul manja lengan kekasihnya.


"Astaga ... memangnya kenapa, Dek? mereka nggak mirip?" tanya Deren. Joker sudah paham apa yang dua insan itu bicarakan.


"Enggak, Mbak Rum cantik. Bang Joker serem!" jawab Aisyah jujur. Deren tak bisa menyembunyikan tawanya lagi. Dia terus saja menertawakan keluguan Aisyah. Astaga dia memang menggemaskan.

__ADS_1


"Banyak yang bilang begitu, ck ... biarkan lah. Dari kecil orang-orang selalu berkata aku gendut jelek. Mana mungkin aku ini abangnya Rum. Lihat saja aku hitam, sedangkan Rum putih. Rum itu cantik kayak ibu. Kalau aku mirip bapak. Tapi fisiknya aja, kalqu kelakuan mix antara bapak dan ibu. Jiwa preman bapak, kelembutan hati ibu," jawab Joker sambil tersenyum tulus. Tak ada kemarahan sedikitpun disana. Pria ini memang baik hati.


Bersambung.....


__ADS_2