
Deren menghampiri kekasihnya yang lagi sibuk memasak. Tanpa disuruh pria tampan ini langsung memeluk pinggang gadis cantik ini. Aisyah terkejut dan langsung menoleh ke arah Deren.
"Astaghfirullah ... kaget aku Ak, kirain abang yang berdua tadi!" ucap Aisyah sambil memegang dadanya.
" Ck ... mana mereka berani. Sapa dulu dong. Pagi ...." ucap Deren dengan senyum tampannya.
"Pagi juga, jauhin tangannya. Belum halal lo," ucap Aisyah. Deren pun melepaskan tangannya. Tapi pria tampan ini menunjukan senyuman aneh. Seperti senyuman pria mesum.
"Udah siap ni dihalalin?" goda Deren.
"Siap lah, dari pada dosa," jawab Aisyah.
"Dosa? emang kita ngapain? yakin emang mau jadi istri preman?" tambah Deren.
"Insya Allah, kalau premannya baik udah gitu tamoan gini siapa yang nolak?" balas Aisyah. Deren kembali tersenyum mesum.
"Aak ngapa senyumnya begitu?" tanya Aisyah melirik sekilas ke arah Deren.
"Enggak, nggak ada apa-apa!" jawab Deren sambil memperhatikan apa yang dimasak kekasihnya. Aisyah curiga karena Deren tersenyum tanpa sebab. Bahkan, pria itu terkesan meledeknya.
"Aak, kenapa sih senyum terus? habis dapet arisan?" tanya Aisyah penasaran.
"Dibilang nggak ada apa-apa. Kamu ini lo Dek, aneh-aneh aja. Masak iya cowok main arisan. Yang ada mainan cewek," jawab Deren asal. Aisyah meletakkan sendok yang dipengangnya. Lalu menatap Deren dengan tatapan ingin memukul kepala pria tampan itu.
"Kenapa Dek, ada yang salah?" tanya Deren.
Aisyah melipat kedua tangannya di dada. Kemudian dia pun kembali mengintrogasi Deren.
"Coba Aak ulangi, tadi Aak ngomong apaan?" tanya Aisyah dengan sikap siap menghajar Deren jika pria ini menjawab salah.
"Yang mana?" tanya Deren, pura-pura lupa.
"Yang barusan! kalau cowok itu mainannya apa?" Aisyah berjalan mendekati pria itu. Deren mengusap tengkuknya sambil berjalan mundur untuk menghindari amukan wanita cantik ini. Karena Aisyah semakin mendekatinya.
"Oh ... itu, Aak cuma bercanda!" jawab Deren asal.
Langkah mereka terhenti, karena tubuh Deren sudah menabrak kulkas.
"Ooo, jadi bagi Aak. Cewek itu cuma mainan bisa di canda-candain, begitu?" tanya Asiyah serius. Matilah kau Aak preman, miss preman sudah mengeluarkan taringnya.
"Oh, ya nggak. Maksud Aak ... itu lo!" jawab Deren terbata-bata. Deren gugup karena dia memang tak biasa berdebat.
Aisyah mencubit pelan perut Deren. Agar pria itu menjawab dan meralat apa yang tadi dia ucapkan.
"Auu ... sakit Dek!" teriak Deren mengaduh sambil memengang perutnya. Teriakan Deren sampai terdengar di ruang tamu, spontan kedua pria yang ada disana pun langsung berlari melihat apa yang terjadi.
__ADS_1
Yoyok sampai duluan, sedangkan Kopri tepat di belakang Yoyok.
"Ada apa Bos?" tanya Yoyok sambil mengatur nafas begitupun Kopri..
"Nggak ada apa-apa. Bos kalian aman. Kalian boleh pergi!" jawab Aisyah tegas. Aisyah masih melipat kedua tangannya, mengintimidasi pria di depannya. Dan bersiap menghajar siapapun yang berani menolong Deren.
"Tapi kok si bos, teriak, Non?" tanya Kopri penasaran. Deren malah tersenyum lucu.
"Aak diam dih ... siapa yang ngijinin tersenyum?" ucap Aisyah masih dalam mode marah. Deren mencoba menahan senyumnya. Meskipun malah ingin tertawa.
"Alahmak ... calon ibu bos luweh galak yok, mendingan awak dewe bali (calon istri bos kita lebih galak Yok, mending kita balik)," bisik Kopri di telinga adeknya.
"Udah, pergi sana! ngapain masih di sini!" ucap Aisyah pada kedua pria yang ingin menolong Deren.
"Tapi Non, bos kita butuh bantuan kayaknya!" ucap Yoyok polos. Aisyah menatap Yoyok dengan tatapan ingin memukulnya tentu saja. Kopri pun segera memukul kepala adeknya.
"Aduh, bang sakit!" jawab Yoyok.
"Uwis meneng, ayo bali (udah diam, ayo balik)," ajak Kopri. Deren malah tertawa pelan, Aisyah kembali melirik pria menyebalkan di sampingnya ini.
"Maaf, Non. maaf, udah ayok Yok!" ajak Kopri sambil menarik tangan adeknya. Dengan polosnya Yoyok tetap menoleh ke arah Deren. Deren kembali tertawa dengan ulah kedua anak buahnya yang takut pada Aisyah.
"Diam Aish bilang, dih!" pinta Aisyah.
"Mereka lucu, mereka lucu. Aak pikir Aish udah lupa ama omongan Aak yang tadi!" hardik Aisyah.
"Omongan yang mana? perasaan Aak nggak ngomong apa-apa?" jawab Deren masih berusaha menghindar dari kemarahan Aisyah.
Aisyah pun malas memperdebatkan hal yang tak penting. Gadis cantik ini memilih melanjutkan masaknya.
"Ngambek ya, cepet ama ngambeknya. Minta dicium ya?" tanya Deren sambil mendekatkan wajahnya hendak mencium Aisyah. Seketika gadis cantik ini mendorong muka Deren.
"Dih, apaan sih! sana jauhan ih," ucap Aisyah masih dengan kekesalannya.
"Heeem ... jaim. Pura-pura jual mahal. Semalam siapa yang cium-cium Aak. Udah gitu nangis-nangis!" ledek Deren.
"Dari mana Aak tahu, jangan bilang Aak udah sadar semalam?" tanya Aisyah curinga.
"Bukan ... Ck 'Kan di kamar Aak, ada CCTV," jawab Deren asal. Senyum kemenangan Deren luncurkan, Aisyah semakin curiga.
"Boong!"
Deren diam ... tersenyum.
"Aak!" teriak Aisyah manja, tentu saja dia malu. Aksi nakalnya terciduk Deren. Deren masih pura-pura cuek.
__ADS_1
"Dih ... Aak, jujur ih!" pinta Aisyah.
"Jujur apa lo, orang Aak nggak boong sih!"
"Demi Tuhan!" tantang Aisyah, Deren melirik dengan senyuman menahan tawa. Aisyah mencubit dan memukul kesal pada dada Deren. "Aak nyebelin!" ucap Aisyah sambil menahan tangisnya.
"Aak jahat, kenapa Aak nggak bangun. Kenapa Aak tega bikin Aish hawatir?" ucap Aisyah mempertanyakan sikap Deren.
Deren pun mendekap kekasihnya dan menjawab apa yang dipertanyakan sang kekasih.
"Maafkan ya sayang. Bukannya Aak nggak mau bangun. Hanya saja Aak takut nggak bisa nahan diri," jawab Deren.
"Aak bikin Aish takut!" balas Aisyah masih dengan rasa takutnya. Deren paham kalau dia salah. Tapi dia juga takut tak bisa menahan dirinya.
Deren masih saja berusaha menenangkan kekasihnya. Aisyah juga berusaha menerima dan mengerti apa yang ditakutkan kekasihnya.
Aisyah masih saja menangis. Dia terlihat masih kesal. Tangisannya berhenti mana kala mendengar ponsel Deren berdering. Deren pun segera merogoh kantongnya dan memeriksa siapa yang menghubunginya.
"Sebentar ya honey, Aak angkat telepon dulu!" ucap Deren meminta ijin. Aisyah pun menghapus air matanya dan membiarkan Deren pergi. Senyum mengembang diantara keduanya, pertanda cinta itu begitu nyata mereka rasakan.
Deren keluar dari dapur itu dan mengangkat panggilan telepon dari Deka. Salah satu sahabat yang selalu membantunya selama ini.
"Assalamu'alaikum Bang!" sapa Deren.
"Waalaikumsalam, Bro. Ada kabar gembira buat kamu!" ucap Deka.
"Apa itu Bang?" tanya Deren.
"Salah satu musuh Mr. Zen adalah sahabat papaku. Beliau bersedia bekerja sama untuk membongkar sindikat milik pria itu. Dia hanya butuh info saja, nanti tim nya yang bekerja. Masalah kode-kode yang Abang kirim tadi sudah beliau terjemahkan. Kamu dan timmu selalu siaga saja," ucap Deka memberikan intruksi dan kabar bagus untuk Deren.
"Makasih banyak Bang. Ane nggak tahu harus balas apa!" ucap Deren bahagia.
"Tidak perlu begitu, kita sudah seperti saudara. Ane udah anggap kalian adek. Oia, masalah tuan bos ketua Obor Merah. Misalnya pihak berwajib memintanya sebaiknya kita serahkan. Biarkan beliau meliwati prosesnya. Meskipun dia tidak tahu menahu tentang bisnisnya, tapi paling tidak semua pergerakan mengatasnamakan timnya. Jadi biar yang menjelaskan sendiri. Kita sediakan tim kuasa saja nanti," ucap Deka berusaha menjadi penengah atas kasus yang mungkin akan Deren dan Aisyah hadapi.
"Siap Bang. Nanti akan ane sampaikan pada Aish!" jawab Deren.
"Heem ... Abang sekarang lagi di Singapura, lagi bareng ama papa. Nanti surat perjanjian dan pelaksanaan di lapangannya seperti apa? nanti Abang sampaikan!" ucap Deka lagi.
"Oke, siap Bang. Ane tunggu kabar selanjutnya!" ucap Deren. Deka pun menghiyakan apa yang diharapkan Deren. Tak lama Deka pun berpamitan karena sudah ditunggu oleh para klien nya.
Deren sangat bahagia, ternyata Tuhan maha baik padanya. Kepercayaan pada sang pencipta semakin tinggi. Deren percaya bahwa niat baik yang kini dia sedang perjuangkan, Tuhan pasti akan menemukan jalan terbaiknya.
Bersambung...
Makasih buat kalian yang selalu setia sama si Aak preman, bantu dia naik level ya dengan selalu tinggalkan like dan komen..kalian terbaik🦂🤩😘
__ADS_1