Aak Preman Aku Padamu

Aak Preman Aku Padamu
Diserang


__ADS_3

Joker sudah memberi pengertian pada semua teman temannya. Kali ini Joker yang pegang kendali, sedangkan Deren hanya fokus pada bebasnya Aisyah dan mengembalikan Aisyah pada orang tuanya.


Hari ini mereka bersiap berangkat ke Samarinda. Menjalankan misi mereka untuk meruntuhkan kekuatan King Kobra. Minimal King Kobra akan meminta maaf dan mengembalikan apa yang King Kobra rampas dari Tuan Bos mereka yang baru.


Deren tak banyak bertanya, dia hanya percaya pada perkataan Joker. Deren yakin Joker paham akan apa yang sekarang mereka kerjakan dan tak mungkin menjerumuskannya bukan.


Joker masih belum bisa terbuka soal apapun. Soal silsilah siapa sebenarnya Hariyanto, pemimpin King Kobra itu. Joker takut Deren akan lemah jika mengetahui bahwa Hariyanto adalah kakak dari sahabat ayahnya yaitu Handoyo kakek dari Noviant Juan.


Joker sangat mengenal bagaimana perasaan Deren. Dia akan berubah menjadi sangat tega jika orang itu menyakitinya. Tapi jika tidak maka dia akan menjadi sangat baik. Atau jika orang itu butuh dibela, maka dia akan berikan pembelaan sekalipun itu nyawanya Deren akan memberikannya.


Helikopter yang akan membawa mereka ke Samarinda sudah siap. Deren sudah siap di kursi kemudi, dia terlihat sangat tampan jika serius begitu. Menyiapkan segala keperluan yang dia perlukan untuk keperluan penerbangannya.


"Semua siap?" tanya Deren.


"Siap Bos," jawab Semua.


Deren mulai mengemudikan Helinya dengan sangat tenang. Joker sangat iseng dia tak menyianyiakan moment ini. Joker pun mengambil beberapa foto Deren. Jujur ini adalah pertama kalinya dia melihat Deren mengemudikan Heli. Deren terlihat sangat keren dan tampan.


"Mode pesawat ya Bang," ucap Deren memperingatkan.


"Sudah Bosku tenang saja," jawab Joker. Mereka diam sesaat dan kembali menikmati perjalananya.


"Ternyata koen ke guwanteng lo Bro. Pantesan Aisyah jatuh cinta karo awakmu heh. Ck ck ck, untung Arumi wis rabi lek urung iso iso tak pek mantu koen (ternyata kamu sangat tampan lo bro, untung Arumi udah nikah kalau belum kamu tak jadiin mantu)." canda Joker sambil terkekeh. Deren hanya tersenyum dan tetap fokus pada kemudinya.


"Bosku emang ganteng cak, sayange ijek joko. Urung tau Cak (bosku memang tampan sayangnya belum pernah melakukan hubungan badan, masih perjaka)," canda Yoyok. Suara khas Yoyok selalu bisa membuat suasana menjadi hidup. Mereka pun serempak tertawa.


"Urung tau opo Yok (belum pernah ngapain Yok)?" tanya Joker.


"Urung tau wikwik cak, minimal kiss kiss lah hahaha (belum pernah melakukan hubungan badan bang, minimal ciuman lah)," tambah Yoyok. Deren malah tersenyum, pikirannya kembali teringat akan ciuman pertama yang pernah dia lakukan bersama pujaan hati. Ciuman itu terasa sangat manis baginya, sungguh.


Mereka pun kembali menertawakan keluguan Deren soal wanita.


"Koyo koen wis tau ae Yok (kayak kamu dah pernah aja) ngatain aku," balas Deren simpel tapi ngena. Bukan Yoyok namanya kalau tak berani menjawab.


"La aku kan jek enom Bos, Yo wajar lek gorong tau. Bayangke wae aku gorong wani kok (kan aku masih muda bos, kalau belum pernah ya wajar)," balas Yoyok ngeles.


"Iyo sok lek aku ketemu Aisyah tak jak e (iya ntar kalau aku ketemu Aisyah akan ku ajak)," jawab Deren ngawur.


"Di ajak nyapo (ngapin) Bos?"tanya Yoyok lugu.

__ADS_1


"Nikah Yok nikah, ngeres bener dah pikirannya. Bos lo ini juga takut zina. Dasar ....," umpat Deren mulai waras. Dia tak ingin terus terjebak dalam pancingan yang Yoyok ciptakan.


Heli yang Deren kendarai mendarat sempurna Bandara Samarinda. Deren sengaja menitipkan Heli pribadinya di sana. Agar pergerkannya tak terlacak oleh anak buah King Kobra. Tak menutup kemungkinan bahwa saat ini Ayunda istri Tuan Besar sudah mulai memperlajari dan memantau pergerakan mereka.


Mereka berempat turun dari Heli itu dan segera menuju mobil yang sudah Deren pesan sebelum berangkat ke Samarinda.


Di mobil ...


Seperti biasa Yoyok adalah sopir sejati Deren, tanpa disuruh dia sudah nangkring tampan di kursi kemudi.


"Markas lama Bos?" tanya Yoyok.


"Hemm," jawab Deren.


Joker terlihat serius dengan ponselnya, kadang kadang dia tersenyum sendiri.


"Apaan Bang?" tanya Deren.


"Tak ada apa apa, bagaimana hasil penyelidikan orang orangmu tentang bisnis gelap King Kobra. Apakah bisa jadi alasan kita untuk mengancamnya?" tanya Joker.


"Tentu saja Bang, ane rasa ini kelemahannya," jawab Deren yakin sambil tersenyum sinis. Ternyata diam diam Deren sudah meminta beberapa komplotannya untuk mencari info tentang King Kobra di sini


"Maksudnya?" tanya Joker....Belum sempat Deren menjelaskan, Yoyok mengagetkan mereka.


Ciiiiiiiitttt....... (bunyi rem mobil). Yoyok mengijak rem mobil dikendarainya secara mendadak. Hingga mengejutkan penumpang lainnya.


"Apaan Yok?" tanya Kopri terkejut.


"Busyet Bang, ini ma cendol dawet," jawab Yoyok, karena bukan hanya satu dua orang yang menghadang mereka. Sepertinya lebih dari sepuluh orang.


"Astaga ... bener banget Yok. Waduh mana belum sarapan lagi," jawab Kopri membalas candaan adeknya. Joker dan Deren hanya diam, sepertinya diotak mereka sudah tersusun beberapa cara untuk menghabisi mereka


"Bang ... mereka mendekat Bang," ucap Yoyok gemetar. Tentu saja dia gemetar dalam tim ini yang paling tidak bisa bela diri adalah dirinya.


"Pakek deodorantku di dasbor itu, kau semprot saja ke mata mereka. Mengerti!" ucap Deren memberi cara pada Yoyok agar bisa melindungi dirinya.


"Siap Bosku!" Yoyok pun mengambil deodorant yang Deren maksud dan bersiap ikut tempur bersama ketiga kakaknya.


Pemimpin pasukan yang hendak menyerang mereka pun mendekat.

__ADS_1


"Mereka mengepung kita Bang," ucap Yoyok kembali gugup.


"Heeemmm ...," jawab Kopri tenang.


Tanpa aba aba geng mereka langsung memukulkan kayu pada kaca depan mobil yang mereka tumpangi.


"Yoyok, nyalakan mobilnya tabrak saja mereka!"!perintah Deren. Sepertinya tak mungkin bagi mereka untuk menghadapi kawanan itu mereka terlalu banyak. Yoyok diam, sepertinya dia shock. Kopri yang melihat adeknya gemetar langsung memintanya pindah dan dia lah yang pegang kendali.


Kopri langsung menginjak gas mobilnya...menutar mobil itu hingga kawanan musuh mereka kalang kabut. Sayangnya senjata mereka lebih mumpuni. Beberapa kali mereka menembak ban mobil yang Kopri kendarai. Ban mobil seketika meletus, membuat mobil oleng.


"Brengsek!!!" teriak Kopri.


Mobil pun terpaksa Kopri hentikan. Untuk saat ini tak ada gunanya melawan. Mereka tak berkutik karena senjata api kawanan itu telah diarahkan tepat menuju mereka.


"Terpaksa kita menyerah gengs. Tetap waspada," ucap Deren mengingatkan kawanannya.


"Oke, tak masalah. Yoyok jangan ngomong apapun. Tetap simpan deodorant itu mengerti," ucap Kopri mengingatkan adeknya, untuk saat ini melindungi diri sendiri adalah yang terpenting. Benarkan...


Joker, Deren, Yoyok dan Kopri pun keluar mobil yang mereka tumpangi. Mengangkat tangan mereka tanda menyerah.


"Ikat mereka," perintah ketua pasukan.


"Sapu tangan bius aman?" tanya Deren pada Kopri sambil berbisik.


"Aman Bos," jawab Kopri. Astaga senjata andalan itu tak pernah ketiinggalan kemanapun dia pergi.


Deren menatap satu persatu mereka, mempelajari orang orang yang kini sedang mengikat mereka.


"Bawa mereka kemobil!" perintah ketua geng mereka. Deren berharap mereka dimasukan kedalam satu mobil yang sama. Agar mudah bagi mereka untuk menaklukkan keadaan.


Harapan Deren seolah di dengar Tuhan, Mereka dimasukan kedalam satu mobil. Deren melirik Kopri tanda mereka harus bergerak saat sudah di dalam mobil. Brengsek sekali, beberapa mereka kena tendangan. Bahkan Deren dan Kopri sempat kena pukul di perut karena sedikit membangkang.


"Jangan coba coba melawan, atau ku kuliti kalian hidup hidup," ancam pria itu sambil mendorong kepala Deren.


Deren si pria yang anti dipegang kepalanya apa lagi didorong seperti itu, seketika darahnya mendidih. Beruntung Kopri mengedipkan mata pertanda Deren harus meredam emosinya. Kopri sangat paham sifat Deren, Deren bukan pria yang takut mati.


Mereka aman, sudah berada dalam satu mobil. Deren terus berkomunikasi dengan Kopri lewat jari jari dan mata mereka. Terlihat senyum dari sudut bibir Deren pertanda mereka akan melakukan pergerakan di tempat yang memungkinkan untuk mendorong mereka semua kejurang.


Selamat menikmati cendol dawet mas bro, Emak dipihakmu🦂🤩.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2