Aak Preman Aku Padamu

Aak Preman Aku Padamu
Musuh Sebenarnya


__ADS_3

Deren dan Joker bukan orang bodoh, mereka meminta orang kepercayaan Deka untuk menunggu dia dan pasukannya di perkebuhan dekat vila itu.Yang letaknya jarang dimasuki tim Obor Merah.


Untuk menyusup kesana bukanlah hal yang mudah. Harus penuh perhitungan dan kewaspadaan. Menurut info dari orang kepercayaan Deka yang lebih dahulu masuk kesana. Sekarang vila besar itu dikuasai oleh Mr. Zen. Salah satu patner kerja Ayunda. Bisa dikatakan juga bahwa dia adalah selingkuhan Ayunda.


Pemilik salah satu rumah bordil terbesar di Surabaya itu memang sangat ditakuti oleh mereka yang bermain dibisnis yang sama.


Deren dan kawan-kawan sudah berhasil menyusup di vila pribadi milik Patrio Guran. Atau lebih tepatnya adalah istana pemimpin Obor Merah. Mereka berlima mengendap-ngendap seperti maling. Ya ... bisa dikatakan juga sih, mereka mirip maling.


Sekilas, pria tampan itu terlihat mengagumi desain rumah milik orang tua kekasihnya. Sungguh sangat mewah, otak Deren berfikir liar. Sebenarnya bisnis apa yang dimiliki pria ini.


Beruntung mereka memiliki Joker. Tentunya, karena pria itu telah mempelajari terlebih dahulu lokasi yang mereka pijak saat ini.


"Di mana pria brengsek itu menyekap pemilik rumah ini?" tanya Deren pada salah satu informannya.


"Di ruang bawah tanah, Bos!" jawabnya.


"Tunjukkan padaku, di mana pintunya," bisik Deren.


"Pintunya ada di dalam kamar nyonya ratu rumah ini, Bos. Tetapi di sana ada Mr. Zen dan anak buahnya, sedang berjaga," jawab pria itu lagi.


"Brengsek, terpaksa kita hadapi mereka," jawab Deren.


"Bang, apakah Abang keberatan jika Abang dan tim yang memancing mereka. Sedangkan ane, Kopri dan Juga Yoyok yang menyelinap masuk ke ruang bawah tanah?" tanya Deren, meminta pendapat Joker. Bagaimanapun Joker adalah pria yang dihormatinya, walaupun saat ini dia adalah bosnya.


"Tidak masalah, tapi ingat. Selalu waspada, jangan terjebak dengan apa yang ada di dalam. Bisa jadi mereka adalah kawanan mata-mata. Mengerti!" ucap Joker memperingatkan.


"Baik, Bang. Kami mengerti!" jawab Deren. Mereka bersiap, menutup kembali wajah mereka agar tak terdeteksi oleh sistem keamanan di sana. Ini juga sesuai arahan Joker.

__ADS_1


Joker dan beberapa kawanan lainnya berusaha memancing mereka keluar. Yoyok dan Kopri bersiap membantu Deren menyusup ke dalam ruang bawah tanah yang mereka bicarakan barusan.


Joker melempar salah satu vas bunga yang ada di sana. Hingga benturan vas itu menimbulkan bunyi yang mengejutkan. Itu adalah strategi Joker untuk memancing mereka keluar.


Terang saja, salah satu anak buah mereka keluar. Dengan sigap Kopri membius pria itu hingga pingsan.


Kali ini bukan melempar vas bunga lagi. Joker melepaskan tembakannya agar para bajiangan itu keluar dari tempat persembunyiannya.


Tak tik Joker berhasil. Beberapa pria bertubuh kekar keluar dari sana. Joker tak mau ambil resiko. Dia dan kawanannya langsung menghujani anak buah Mr. Zen dengan tembakan membabi buta.


Sepertinya anak buah Patrio Guran yang berhianat padanya tidak hanya satu. Tapi hampir semuanya. Suasana itu kini sangat mencekam. Bunyi peluru menjadi musik yang menakutkan.


Deren tak tinggal diam, mereka berusaha mempertahankan kekuatan dan yang paling penting adalah keselamatan tim. Deren marah, dia emosi ... kenyataan yang kini dihadapinya membuatnya sesak. Bagaimana tidak? seorang pemimpin besar yang memberi mereka makan dan minum seenaknya saja mereka menghianati. Bahkan, saat ini mereka bersekongkol dengan orang asing untuk menggulingkan kekuasaannya.


Joker dan Deren terus saja menembak, mereka tidak perduli lagi. Penghianat harus mendapatkan hukumannya.


Sayangnya perjuangan mereka belum berahir. Semakin lama semakin banyak yang datang menghampiri mereka. Seperti semut yang mencim bau gula. Atau kawanan macan yang mencium bau darah.


dor dor dor .... Bunyi tembakan semakin sering terdengar, siapapun pasti merinding di buatnya. Ini luar prediksi Deren dan kawan-kawan. Entah dari mana mereka berasal. Deren dan tim masih bersikap waspada. Musuh juga terlihat seperti singa kelaparan.


"Ini gila Bos, mereka makin banyak," ucap Yoyok.


"Berdoa saja," jawab Deren. Deren memang tak banyak bicara jika di medan perang. Ucapannya adalah emas bagi setiap tim. Bagi pria kelahiran Samarinda 33 tahun yang lalu ini adalah, bekerja lebih baik dari pada berbicara yang tak penting.


"Bos, masuk saja. Biar di sini kami yang tangani," pinta Kopri. Deren paham, dia pun mendobrak pintu kayu itu. Di mana di sana ada jalan menuju ruang bawah tanah. Deren yakin bahwa saat ini pria yang dipanggil Mr. Zen itu masih bersembunyi di dalam.


Dengan dikawal oleh beberapa anak buahnya Deren berhasil masuk kedalam ruangan itu. Sanyangnya pria yang diincarnya tak ada. Jendela terbuka lebar, mungkin saja pria pecundang itu telah kabur.

__ADS_1


"Bagaimana, Bos?" tanya Kopri.


"Kita masuk aja ke ruang rahasia itu!" jawab Deren.


"Baik," Kopri pun berusaha mendorong ranjang yang merupakan pintu utama tempat rahasia itu tapi Kopri gagal.


Beruntung Deren, memiliki tim yang sangat kompeten di bidangnya. Semua informasi yang dia butuhkan bisa dia dapatkan dengan mudah.


Suara tembakan masih terdengar saut menyaut. Tapi mereka tak gentar. Deren, Yoyok dan Kopri berusaha mendorong ranjang itu. Sayangnya mereka bertiga pun tak mampu.


"Brengsek, ini pasti ada kode rahasianya," ucap Deren sambil berkacak pinggang.


Kopri dan Yoyok tak tinggal diam mereka meraba setiap sudut ruangan itu. Barang kali mereka bisa menemukan kunci pintu rahasia itu.


Deren kesal, dia pun duduk di sofa yang paling besar di sana. Dan tanpa mereka sengaja ranjang itu bergeser sendiri.


Mereka bertiga saling menatap. "Puji syukur. Tuhan maha baik pada kita," ucap Kopri. Deren dan Yoyok tersenyum.


Mereka pun menunggu ranjang itu terbuka dengan sempurna, sehingga merek bisa masuk dengan leluasan.


Ruangan di bawah sama tak seperti penjara yang menyeramkan seperti yang ada di film film. Penerangan di sana cukup bagus. Dan tangga yang mereka pijak sekarang juga terawat sempurna. Semuanya terlihat bersih dan tak ada sedikitpun aroma aroma mencurigakan disini.


Bagaimanapun itu! Deren dan kedua anak buahnya tetap di tuntut waspada. Bagaimanapun saat ini mereka menghadapi musuh yang sesuangguhnya. Benarkan!!!


Bersambung...


Like dan komen kalian tetap hadiah terbaik buat Emak .. salam sayang...maaf ya emak updatenya sore kalau enggak malamm Soalnya sibuk daaa😘

__ADS_1


__ADS_2