Aak Preman Aku Padamu

Aak Preman Aku Padamu
Cendol Dawet KO


__ADS_3

Deren dan kawan-kawan sudah duduk manis di dalam mobil dengan tangan diborgol. Bersyukurnya tangan yang diborgol menghadap kedepan. Jika kebelakang akan sulit bagi mereka untuk beraksi.


"Dasar bandit bodoh," gumam Deren. Mata dan jarinya masih saja berkomunikasi dengan Kopri. Ada enam bandit yang ikut masuk kedalam mobil los bak keluaran lama itu. Sepertinya mobil ini memang di modifikasi untuk hal-hal seperti ini.


Sedangkan empat bandit itu mulai masuk ke dalam mobil mereka masing masing.


Mobil yang membawa mereka pun mulai melaju, Deren melirik Kopri utuk memulai aksinya. Kopri bersiap mencari celah. Joker agaknya paham dengan maksud bos dan anak buahnya itu. Deren melihat parfum miliknya menyebul keluar dari kantong celana Yoyok yang ada di sampingnya. Agaknya kalau ngandelin Yoyok yang ada malah runyam.


Yoyok memang kurang handal di lapangan, tetapi kepolosannya kadang bisa memberikan ide bagi siapa saja yang dekat dengannya.


Deren mengambil parfum itu, bersiap menyerang. Bukan Deren namanya kalau tak penuh perhitungan, dan dengan gesitnya dia mulai menyemprotkan parfum itu, pada mata pria yang ada disebelahnya. Joker langsung membuka pintu dan Deren pun menendang pria itu hingga dia terlempar keluar.


Kopri tak tinggal diam, disikutnya pria di sampingnya tepat mengenai mata hingga jatuh tersungkur. Joker tak tinggal diam, ditariknya kerah baju bandit itu. Deren tertawa, dengan penuh kekuatan Deren kembali menendang pria bodoh itu.


Dilain pihak ada Yoyok yang menodongkan senjata pada sang sopir yang mulai oleng membawa mobillnya.

__ADS_1


Sang sopir terlihat gemetar, tapi tak ada pilihan lain selain menuruti perintah Yoyok.


"Brengsek Bos, kunci borgolnya di kantong si botak sialan itu Bos." ucap Kopri.


"Tenang, lihat ini," Deren melihat kunci yang tak sengaja terjatuh dari kantong dari salah satu preman yang dilemparnya keluar mobil tadi.


Deren mulai membuka borgol milik Joker, lemudian mereka pun bergantian membukanya. Untuk urusan borgol mereka sukses membukanya.


"Tak kiro kuncine digowo si botak Bos, suudzon aku wisan hahahahaha....," celetuk Yoyok. Deren hanya tersenyum.


"Bang, senjata Bang, jangan lupa," ucap Yoyok mengingatkan. Kopri tahu itu, dia pun mengambil senjata api milik bandit itu.


Kopri langsung melompat kedepan, memukul dan menendang sopir itu keluar dan menguasai kursi kemudi.


"Bang, pasukan cendol dawet datang," ucap Yoyok mengingatkan. Deren sudah bersiap dengan senjata laras panjang milik bandit yang tertingal di mobil itu. Deren segera memanfaatkan senjata itu dan mulai menembak ban mobil yang ditumpangi para kawanan bandit itu.

__ADS_1


Tembakan tepat menuju sasaran, mobil oleng dan menabrak pembatas jalan. Lokasi yang mereka pilih sungguh sesuai perhitungan, mobil itu pun terjun bebas masuk ke jurang.


"Mamp*s!" umpat Yoyok girang. Yoyok teramat senang. Dia pun bertepuk tangan bahagia.


"Bos, bos ... siji meneh kae (satu lagi yang datang)," ucap Yoyok sambil menepuk pundak Deren. Deren kembali mengembalikan fokusnya. Incarannya tetap sama yaitu ban mobil. Jangan ragukan kemampuan menembak pria tampan ini, mata, otak dan juga jari telunjuknya selalu bisa dia singkrongkan


Kopri memperlambat laju kendaaraan yang dibawanya, agar Deren bisa menyeimbangkan posisinya. Deren mulai menarik pelatuknya, senyum mengembang di wajahnya. Peluru itu tepat sasaran, mobil yang ditumpangi bandit-bandit bodoh itu pun oleng, sama seperti mobil yang pertama.


Yoyok dan Joker bertepuk tangan riang saat menyaksikan mobilnyang satunya terjun bebas ke jurang.


"Mamp*s sukurin," umpat Yoyok senang. Peperangan dengam cendol dawet pun usai. Cendol dawet ahirnya KO.


Senyum mengembang di bibir mereka. Rasanya puas sekali bisa mengalahkan penjahat bodoh seperti mereka.


"Kopri, kita langsung ke markas King Kobra sekarang," perintah Deren. Rasanya tak sabar ingin segera menuntaskan misi ini. Dan membawa Aisyah kembali kepelukannya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2