Aak Preman Aku Padamu

Aak Preman Aku Padamu
Tak Gentar


__ADS_3

Rencana Ayunda berjalan sangat baik. Nyatanya saat ini dia telah berada dalam pertempuran antara tim Deren dan tim King Kobra. Dua hari sudah Ayunda menunggu kedatangan Deren dan komplotannya. Ayunda sangat geram, karena pasukan yang dia suruh untuk menangkap Deren dan kawan-kawan telah dibabat habis oleh Deren dan pasukannya.


Mobil yang membawa Ayunda dan anak buahnya pun sampai di mension pribadi milik ayahnya. Ayunda dan Lucas sang kekasih atau bisa dibilang asisten pribadi Patrio yang telah berhianat pada pria yang menjadi bosnya sepuluh tahun terahir ini. Lucas tersenyum dan merangkul sang kekasih. Astaga rubah dan srigala kompak sekali mereka.


"Turunkan gadis bodoh itu, aku ingin lihat bagaimana reaksi kekasihnya jika melihat wanitanya sudah tak berbentuk seperti ini," ucap Ayunda pada salah satu anak buahnya. Senyum licik kembali menghiasi bibir Ayunda. Pria kekar itu pun menuruti perintah sang Ratu.


Aisyah ditarik kasar dari dalam mobil, membuatnya hampir jatuh dan kehilangan keseimbangan.


Aisyah menatap penuh permusuhan pada pria yang menarik dan mendorongnya barusan. Tatapan itu memang tersembunyi dibalik rambut panjang yang menutupi wajahnya. Tapi otaknya menghafal wajah pria brengsek itu dan dendam dalam hati Aisyah pun tumbuh dengan sendirinya.


"Keluarlah kalian atau .... !!!" teriak Ayunda sambil mengarahkan pistol tepat di kepala Aisyah. Ayunda juga mendorong gadis itu hingga Aisyah jatuh tersungkur.


Di sisi lain ada Deren yang sudah geram, tentu saja dengan keadaan darah yang mendidih sempurna. Ini gila, Deren mengertakan giginya, rahangnya mengeras. Dia melihat Joker seolah meminta pendapat, dan Joker pun memberi kode untuk Deren keluar dan menyerah.


Deren mengerti maksud dan tak tik yang ada diotak Joker. Kopri pun mendukung keputusan Joker.


Deren keluar dari persembunyiannya, dengan sangat gagah dan ketampanan yang sempurna. Deren menatap Ayunda dengan tatapan ingin meledakkan kepala wanita itu. Ayunda yang melihat ketampanan maksimal milik Deren membuat hatinya sedikit goyah.


Bukan hanya Ayu yang terpana. Aisyah yang memendam rindu pada sang Master pun ikutan terpana.


"Aak ..." gumam Aisyah.


Ayunda menyambut kedatangan Deren dengan senyum meledek.


"Wah ... jadi ini, pria yang kamu gilai hah. Tampan juga," ucap Ayunda sambil berjalan mendekat pada Deren. Aisyah terlihat geram saat wanita ular itu memuji ketampanan si Aak Premannya. Aisyah melirik kesal pada Ayu yang terihat gatal saat melihat wajah Deren yang rupawan.


"Letakkan senjatamu, atau kamu akan melihat malaikat maut menjemput kekasihmu!" gertak Ayunda pada Deren.

__ADS_1


Deren menatap ke arah Aisyah. Aiysah pun sama, mereka saling menatap. Aisyah menggeleng gelengkan kepalanya agar Deren tak menuruti kemauan Ayunda.


"Aak, jangan ... jangan dengarkan wanita jahat itu. Tidak Aak, ku mohon," ucap Aisyah dalam hatinya.


Mata mereka masih saling menatap, Deren masih berusaha menerjemahkan arti tatapan itu.


"Jadi bagaimana perasaanmu sayang, lihat kekasihmu hampir mati di tanganku. Apakah ... kamu masih mau berpegang teguh pada pendirianmu atau ...???" Ayunda mengarahkan pistolnya tepat ke arah kepala Aisyah.


Deren pun mengalah. Dai pun melempar senjata apinya tepat di depan Aisyah. Sayangnya tangan Aisyah terikat. Coba tidak, pasti gadis ini akan mengambilnya dan meledakkan kepala preman preman bodoh yang tadi ikut meyakitinya.


"Angkat tangan!" pinta Ayunda pada Deren. Deren pun menurut. Mengangkat tangannya pasrah, tapi tetap waspada dan bersiap menyerang.


"Panggil semua temanmu, aku mau mereka juga ada di depanku, sekarang!!," pinta Ayunda lagi sambil berteriak diahir kalimatnya. Deren melirik kesal.


"Genk... !!" panggil Deren dengan lantang. Ketiga kawan Deren pun keluar dari tempat persembunyiannya.


"Cih ..." batin semua teman-teman Deren.


"Perintahkan pada temanmu untuk menyerahkan senjatanya sayang," pinta Ayu sambil bermanja- manja di depan Deren. Membuat Deren muak dan ingin menjambak rambut wanita ular ini.


Semua teman-teman Deren pun meletakkan senjatanya. Mengangkat tangan mereka, tapi tetap waspada. Seperti habis makan cendol dawet dan kini di suguhi makanan penutup berupa dessert rasa moca terenak yang pernah ada. Mata genk Deren terlihat sangat lapar dan ingin segera melahap dessert yang tersaji indah dimata mereka.


"Parfummu ijek ra (masih ada tidak),?" tanya Kopri berbisik pada adeknya.


"Ijek tenang ae, aku arep sing botak kui yo Bang," jawab Yoyok, lucu sekali dia. Seperti lauk saja mau milih, Yok Yoyok. Tak keplak sisan kapok koen.


"Sing mburine ulo bageanku yo *** (yang belakangnya ular buatku ya bro)," bisik Joker.

__ADS_1


"Jambu, aku dibagei sing elek dewe (kurang ajar, aku dikasih yang jelek sendiri)," balas Kopri, karena memang benar. Kopri bagian yang paling ceking kriting dan hitam, bisa dikatakan hanya mata dan giginya yang putih.


"Wis meneng wonge mrene, pas jupuk senjata langsung serang yo *** (sudah diam orangnya mendekat, pas dia ngambil senjata kita langsung serang ya bro)," ucap Joker memberi perintah.


Deren melirik Joker, Joker pun mengedipkan matanya pertanda mereka siap menyerang sesuai rencana.


"Tunggu!!" perintah Ayu curiga.


"Jangan dekati mereka," ucapnya memberi aba-aba. Sepertinya Ayu paham dengan tak tik yang direncanakan oleh kawan-kawan Deren.


Ayu pun mendekati Deren, sedangkan anak buahnya tetap mengarahkan senjata agar pasukan Deren tetap berdiri ditempat.


"Kamu tampan sekali sayang," ucap Ayu sambil mengelus pipi Deren. Aisyah menatap Deren, matanya penuh kobaran api kemarahan. Deren mengelak, rasanya jijik sekali disentuh oleh wanita ular ini.


"Jangan marah dong sayang, jelek tahu," ucap Ayu kembali meraba dada bidang Deren.


Andai tak ada yang menodong senjata kearah Aisyah, Deren pasti sudah mematahkan tangan kotor wanita psikopat ini.


"Kamu mau jadi kekasihku sayang, heemmm. Aku akan membebaskan wanitamu jika kamu mau," bisik Ayu ditelinga Deren. Suaranya begitu khas dan bikin merinding. Deren melirik wanita yang berani menyentuh tubuhnya ini. Ingin rasanya Deren menendangnya.


Deren masih berusaha menerima setiap apa yang Ayu lakukan padanya. Tetap waspada dan bersiap menyerang. Bahkan, dia pun terus menatap Aisyah dan memberinya kode-kode untuk lari ke arah yang Deren tinjuk dengan kelingan matanya.


Bersambung...


Visual Ayu sesuai kehaluan Emak ya gengs, yang lain otw...


__ADS_1


__ADS_2