
Deren dipapah oleh Joker saat melarikan diri dari para petugas yang mulai berdatangan di Markas Obor Merah. Ada beberapa helikopter yang datang silih berganti.
"Wih, apik macam pilem eksen ae (film action)," celetuk Yoyok.
"Wis ojo ngomong ae, ayo cepetan mlebu (udah jangan ngomong terus cepetan masuk)," ucap Kopri sambil menarik lengan adeknya. Yoyok masih saja penasaran dari jendela heli yang dia tumangi dia masih memperhatikan banyaknya helikopter yang bersliweran diatas mereka.
Deren masih merasakan lemas, tapi hanya dialah yang bisa membawa kendaraannya ini. Mau gimana lagi, dia tetap harus bertugas bukan.
Deren diam, kali ini dia tak mau kecolongan. Pria gagah ini hanya fokus pada keselamatan kekasihnya. Pikirannya saat ini, jangan sampai komplotan Mr. Zen lebih dulu sampai di rumah Yudha. Karena bukan hanya nyawa Aisyah yang akan jadi taruhannya.
Joker, Kopri dan Yoyok tak berani bertanya apapun pada Deren untuk saat ini. Mereka pasrah mau di bawa kemana oleh pria tampan ini. Keputusan penuh mereka serahkan pada Kapten Pilot tampan ini.
"Bro, gimana kalau kita sembunyikan Asiyah di rumah kebun saja. Bukankah anak buahmu yang lain juga tangguh," usul Joker.
"Boleh, Bang," jawabnya malas. Jujur saat ini badan Deren berasa remuk. Entahlah! sepertinya dia merasa semangat juangnya mulai kendor. Deren merasa lelah menghadapi orang orang yang selalu seenaknya saja mempermainkan kehidupannya. Ingin rasanya berteriak. Tapi, dia ingat bahwa tak ada rencana yang lebih indah dari rencana Tuhan, bukan?.
Deren terus saja berkonsentrasi, memainkan alat kemudinya dengan teliti. Yoyok sangat kagum dengan bos satunya ini. Dia kadang kalem tapi tetap menyeramkan jika marah.
Kali ini Deren tak memarkirkan kendaraanya di Bandara. Dia lebih memilih mendaratkan heli-nya di lahan luas dekat rumah Yudha. Sebelumnya Joker sudah menghubungi Yudha untuk menjemput mereka di tempat yang telah mereka sepakati.
Mereka berempat terlihat sangat keren saat turun dari heli itu. Tampak Aisyah yang berada di dalam mobil tersenyum bahagia. Kekasihnya telah kembali dengan selamat.
Aisyah turun dari mobil saat melihat kekasihnya mulai mendekati tempatnya berada saat ini. Aisyah berlari menyambut sang pujaan hati. Gadis ini tak perduli meski ada empat pria lainnya akan berprasangka buruk padanya. Dia tetap melajukan langkahnya untuk mendekap sang pemilik hati.
"Alah cak, alamat tutup mata awak dewe, ngiri aku(walah Bang, alamat tutup mata kita, iri aku)," celetuk Yoyok. Kopri dan Joker hanya tersenyum, pria muda ini memang selalu bisa jika mengeluarkan candaanya.
Deren tersenyum mana kala melihat Aisyah berlari kearahnya. Pikiran Deren sama, dia tak perduli dengan orang-orang di sekitarnya. Yang dia tahu saat ini adalah dia mencintai Aisyah dan amat sangat merindukannya.
Deren memeluk erat kekasihnya. Mengabaikan setiap mata yang memperhatikan mereka.
"Aak, Aak kenapa? kenapa tubuh Aak bau obat?" tanya Aisyah . Deren tak mejawab, pelukannya melemah, pria bertubuh kekar ini lemas tak berdaya. Aisyah terkejut. Deren tak mampu lagi menopang berat tubuhnya hingga Aisyah yang bertubuh lebih kecil darinya menjadi oleng dibuatnya.
__ADS_1
"Aak .. Aak... Aak kenapa?" tanya Aisyah saat merasakan Deren tak sadarkan diri.
"Abang, tolongin Aak, Bang!!" teriak Aisyah. Keempat pria yang menyaksikan kejadian itu pun langsung berlari membantu.
"Astaga ... Deren bangun!" teriak Yudha. Pastilah pria ini paling khawatir secara Yudha dan Deren selalu bersama sejak kecil. Yudha sudah menganggap Deren seperti adek kandungnya.
"Cepat kita bawa dia ke rumah sakit. Takutnya paru- parunya bermasalah," ucap Kopri mengingatkan.
Aisyah terus menangis sampil memangku kepala kekasihnya. Mereka berempat tak marah, ini reaksi yang wajar bagi mereka. Aisyah sangat mencinfai Deren. Wajar kalau khawatir.
"Yud, ke markas saja. Jangan ke Rumah Sakit. Takutnya anak buah Mr. Zen bikin onar di sana," ucap Joker, mengingatkan.
"Baik, Bang!" jawab Yudha.
"Panggilkan dokter yang biasa menangani pria ini!" perintah Joker lagi.
"Siap!" jawabnya.
" Musuh kalian kali ini lebih kejam dari yang pertama," ucap Yudha.
"Kamu bener Yudh ... Apakah ada kabar tentang Hariyanto?" tanya Joker pada adek iparnya.
"Beliau kena strok Bang, sekarang dirawat di Rumah Sakit Angkatan Derat dan dalam pengawasan pihak berwajib," jawab Yudha. Kopri dan Yoyok saling memandang, tak lupa mereka juga saling nelemoar senyum. Paling tidak musuh mereka berkurang satu.
"Kapan itu terjadi?" tanya Joker
"Tadi malam Bang, si Yosan salah satu anak buah Deren datang melapor serta memastikan nona bos mereka aman!" jawab Yudha. Aisyah merasa bangga, karena Deren begitu perduli padanya. Hingga keselamatannya adalah hal paling utama dalam hidupnya.
Dokter yang hendak menangani Deren sudah sampai di Markas. Sebelum rombongan yang membawa Deren sampai.
Yudha memarkirkan mobilnya di depan markas besar milik Deren. Aisyah masih saja menangis saat melihat kekasihnya dibopong kedalam kamar pribadi yang di miliki Deren. Kopri tak mengizinkan siapapun masuk kecuali dirinya dan sang dokter.
__ADS_1
Kopri harus selalu menjaga privasi Deren karen itu adalah sumpahnya. Bahkan, Aisyah pun dilarang masuk olehnya.
"Maaf Nona Bos, saya tidak bisa memberi anda ixin sebelum big bos kami bangun dan memberikan izinnya sendiri pada anda!" ucap Kopri sambil menghadang Aisyah yang tampak memaksa masuk. Untuk menemani Deren saat mendapatkan perawatan.
"Tapi Aish mau nemenin Aak, Bang. Aish mohon," pinta Aisyah memohon. Kopri tak perduli, dia malah meminta Yoyok untuk memegangi Aisyah agar tak memberontak.
Kopri sendiran masuk ke dalam kamar pribadi Deren. Sedangkan Aisyah malah menginjak kaki Yoyok karena terus mencagahnya.
"Au ... non, sakit!" teriak Yoyok.
"Sukurin, siapa suruh pegang-pegang!" balas Aisyah kesal. Mata wanita itu berkaca-kaca, Aisyah menjatuhka tubuhnya di sofa, menangis kesal karena tak diizinkan melihat dan menemani Deren.
"Kalian jahat!!" teriak Aisyah. Tangisannya semakin kencang mana kala Yudha dan Joker mendekatinya.
"Deren bukan orang sembarangan, Aish! Kamu harus paham itu, banyak rahasia yang harus dia jaga. Kami harap kamu mengerti. Jangankan kamu yang baru mengenalnya, coba kamu tanya Yudha. Yudh ... berapa tahun kamu kenal Deren?" tanya Joker berusaha membuktikan ucapannya.
"25 tahun Bang, kami bertemu pertama kali saat pria bajingan itu umur delapan tahun!" jawab Yudha.
"Aak ku bukan bajingan, Bang Yudha!" ucap Aisyah membela Deren. Aisyah begitu berani kali ini, dia tak terima jika ada yang menjelekkan Aak Premannya.
"Oh iya, iya maaf ... maaf. Dia pria baik, tampan lagi!" jawab Yudha sambil tersenyum meledek Aisyah yang terlihat marah padanya.
"Apakah kamu pernah masuk ke sana Yudh?" tanya Joker lagi.
"Nggak, Bang. Aku selalu menghormati privasinya. Karena Deren memang bukan orang sembarangan," jawab Yudha.
"Kamu mengerti sekarang Aisyah?" tanya Joker. Aisyah menatap penuh kemarahan pada mereka. Dia mengerti tapi tetap tak bisa terima. Mungkin dorongan dari perasaan cintanya yang membuatnya seperti ini.
"Tahu ah ...!" jawab Aisyah tak terima. Mereka bertiga saling menatap sambil memperhatikan pacar Bos mereka ngambek.
Bersambung....
__ADS_1