Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
Mungkin kepo...


__ADS_3

Yuk yang mau tahu kejadian putri Naina Leo dalam serial RAHASIA PERNIKAHAN SUAMIKU dalam pernikahan nya...


Inii dia...


Jangan lupa mampir ya...


πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ»πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ


" Aku tidak bermaksud untuk membuat kecewa tapi sejujurnya aku sendiri tidak tahu apakah aku bahagia dalam pernikahan kita." Ucap Hasna.


" Jika kamu sedang ada dalam situasi pahit seperti itu, ambil waktu sejenak untuk menepi dan memikirkan semuanya baik-baik." Ucap Aliando sambil tersenyum.


" Ambil keputusan dengan kepala dingin, jika pernikahan yang kamu jalani tidak membahagiakan. Kamu perlu melepaskan dan mengiklaskan agar kamu bisa memiliki kehidupan baru yang lebih tenang dan bahagia." Imbuh nya.


" Tapi jika aku melepaskan diri dari pernikahan ini bagaimana denganmu?" Tanya Hasna tanpa melihat Al.


" Cih Sejak kapan kamu mempedulikan tentang perasaanku?"


" Jawap saja."


" Aku?. Tentu saja Aku merasa bahagia karena mungkin aku bisa bebas menjalani kehidupanku seperti sebelumnya, balapan dan main drum." Ucap Hasna sambil tersenyum. Tapi dalam hatinya merasakan sesuatu yang menyakitkan ketika Hasna bertanya tentang sesuatu yang mengarah pada perpisahan.


" Kadang-kadang kita harus memilih jalan yang tidak kita suka, tapi jalan itu akan menyelamatkan kita dari keterpurukan yang panjang." Ucap Aliando yang sebenarnya heran dari mana dia bisa merangkai kata-kata itu.


Kata kata itu seolah-olah muncul begitu saja dah langsung dia ucapkan sebelum kata-kata itu menghilang dari pikirannya.


Sedangkan Hasna sedikit terkejut karena Aliando juga menyukai balapan.


" Al, apa kamu benar-benar menganggap pernikahan kita itu nyata?"


" Haha tentu saja, walaupun kita masih belum saling mencintai. Tapi bagiku pernikahan itu adalah hubungan yang saka dan suci. Tidak tahu bagimu." Ucap Aliando.


" Jika kamu mencintaiku, aku akan belajar untuk mencintaimu jauh lebih besar, jika kamu menghormatiku aku pun akan melakukannya. Tapi jika tidak, aku tidak ingin membuang waktuku untuk memperjuangkan sesuatu yang mustahil. Semua keputusan ada padamu. Kamu lah yang mengajukan diri untuk menjadi suamiku." Pekik Al yang membuat Hasna sedikit tersentil.


Dua Minggu setelah pernikahan mereka, Leo dan Naina mengirim tiga pasangan itu ke London untuk bersenang-senang. Mereka tinggal di villa dan pulau pribadi milik Leo.


Malam ini adalah malam indah bagi Hawa dan Adam karena mereka melakukan honeymoon kedua...


Sementara Hasna dan Aliando tidak dapat tidur dengan nyenyak


Hasna masih memikirkan dan mencoba menarik kesimpulan dari percakapan yang terjadi antara dirinya dengan Aliando saat mereka dalam perjalanan menuju villa.


Hasna terbangun dan memutuskan untuk kembali mencari udara segar agar dirinya merasa lebih rileks dan bisa tidur.


Leo yang juga ikut untuk memastikan anak anaknya sampai dengan selamat memilih untuk mengikuti Hasna saat dia tidak sengaja melihat nya keluar kamar.


Mungkin sosok ayah adalah sosok yang jarang sekali berbicara, tetapi yang kamu tak tahu, isi hati ayah sangatlah lemah lembut.


Ayah adalah sosok yang jarang sekali berbicara, tetapi tidak ada yang tahu isi hati ayah sangatlah lemah lembut terhadap putra-putrinya.


Sama seperti Leo, walaupun dia terkesan tegas dan galak tapi sebenarnya dia sangat menyayangi putra-putrinya dan berharap kebahagiaan akan selalu mengiringi perjalanan hidup putra-putrinya.


" Nak, apa yang kamu lakukan?"


" Papi..."


" Papi sendiri sedang apa disini?" Tanya Hasna.


" Hmm, sama seperti mu."


Hasna tersenyum dan berpikir bahwa sang Papi juga tidak bisa tidur.


" Hasna, apa kamu bahagia dengan pernikahan ini?" Tanya Leo


" Kenapa papi tiba-tiba berbicara tentang hal ini sekarang?"


Leo terdiam. Di teringat dengan momen yang akan selalu menggetarkan siapa saja.


Momen pernikahan.


Suka tidak suka, ayah adalah orang yang paling merasa kehilangan, karena ia harus merelakan putri kecilnya untuk hidup bersama lelaki baik walaupun pernikahan itu tercipta atas kehendaknya sendiri.


Putrinya kini tak lagi seorang gadis kecil yang dulu ia gendong kemana-mana. Leo mengusap bulir air mata nya sebelum Hasna menyadari bahwa sebenarnya dia sangatlah sedih mengingat kini Hasna sudah menjadi milik orang lain. Walaupun Hasna bukan Putri kandungnya Tapi Leo sudah menganggap bahwa Hasna adalah Putri pertamanya. Putri yang sangat amat dia sayangi dan cintai.


" Dady baik baik saja?" Tanya Hasna.


"Pasangan itu seperti lembar demi lembar buku yang tak akan habis dibaca. Untuk itu, tetaplah belajar dan mempelajari satu sama lain hingga selama-lamanya." Ucap Leo yang seakan-akan mewakili perasaan Hasna pada malam itu.


" Hasna sendiri sebenarnya tidak tahu pernikahan seperti apa yang sedang Hasna jalani sekarang.. Hasna juga tidak yakin apakah lelaki yang kini telah menjadi suami Hasna itu benar-benar menginginkan Hasna untuk terus berada di sampingnya."


" Nak pernikahan itu dimulai berdua, kalian nantinya akan membangun keluarga kecil seperti aku dan ibumu dulu. Untuk itu, tetaplah saling menjaga dan bertanggung jawab satu sama lainnya. Kalian adalah harta tak ternilai untuk masing-masing."


Hasna terdiam. Menikah menjadi fase yang diidamkan banyak pasangan kekasih.


Tapi dalam hal ini, Hasna dan Aliando bukan lah sepasang kekasih.


Meski begitu, seharusnya mereka memerlukan pertimbangan matang sebelum memutuskan pernikahan.


Hal itu dikarenakan pernikahan merupakan suatu ikatan yang terbilang sakral, hanya dianjurkan dilakukan satu kali seumur hidup.


Dan itulah yang sebenarnya di inginkan Hasna, walaupun mereka dipersatukan dalam ikatan pernikahan yang tidak didasari oleh cinta.


Tapi Hasna yakin benih-benih cinta itu akan tumbuh di antara mereka seiring berjalannya waktu asalkan mereka saling terbuka.


Bagi Hasna dalam suatu hubungan pernikahan, kedua insan telah terikat oleh janji suci yang harus dijaga selamanya. Lantaran telah menjadi satu, pasangan yang telah menikah seharusnya selalu saling mendukung dalam segala situasi.


Aliando yang mendengar itu menarik kesimpulan mungkin Hasna sedang menunggu seseorang dari masa lalunya atau sudah memiliki cinta yang lain.

__ADS_1


" Maafkan Dady yang telah memberikan hukuman berupa pernikahan kepadamu. Dan maaf jika ternyata kamu tidak bahagia dalam pernikahan ini."


"Buatku yang terpenting bukanlah siapa yang kunikahi, tapi bagaimana aku membangun pernikahan itu dengan keyakinan dan komitmen" Ucap Hasna sambil tersenyum.


Leo memeluk Hasna sambil menyelipkan sebuah doa agar kelak putrinya merasakan kebahagiaan dalam sebuah pernikahan.


Wahai Yang Maha Lembut, manjakanlah hatiku yang sendiri ini, bahagiakanlah aku dalam pernikahan yang penuh cinta, yang mesra, yang setia. Pekik Hasna dalam pelukan Leo


Aliando yang melihat itu menyadari bahwa benar seorang putri adalah kebanggaan tersendiri bagi seorang ayah. Dan ketika putrinya telah menikah itu ibarat luka tidak berdarah karena sang ayah harus merelakan putrinya pergi bersama dengan laki-laki lain.


Aliando memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan beristirahat. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan berusaha untuk membuat Hasna bahagia dalam pernikahan ini.


Bagaimana pun juga benih-benih cinta itu sebenarnya sudah tumbuh di hati Aliando untuk Hasna.


" Hah, sepertinya aku harus menata ulang hati ini..." Pekik Aliando.


Keesokan harinya...


Hawa dan Adam mulai melakukan rencana mereka dalam misi menyatukan Hasna dan Aliando.


Mereka tahu jika Hasna dan Aliando belum sepenuhnya meyatu.


Adam dan Toni (suami Hawa) mengajak Aliando untuk minum, Aliando terlihat banyak minum sehingga dirinya mulai mabuk.


" Hasna sebaiknya kamu bahwa pergi suamimu dari sini karena aku takut dia akan overdosis karena terlalu banyak minum alkohol." Pekik Adam


Hasna mengangguk kemudian membopong tubuh Aliando.


" Hei .. kamu mau membawa ku kemana?" Tanya Aliando dengan suara khas orang mabuk.


" Hei..."


" Sudah diam saja." Pekik Hasna.


" Hem... kau yang pergi disaat aku sudah menyiapkan kejutan melamar yang indah. Dan sekarang kamu datang untuk membawaku pergi?. hahaa... aku masih ingin minum." Pekik Aliando.


Hana yang saat itu sedang membuka kunci kamar menjadi sedikit terkejut.


Acara melamar?


Siapa yang pergi?


" Aku sungguh mencintaimu dengan segenap jiwa. Aku rela mengorbankan segalanya. Tapi kenapa kamu pergi saat aku akan menjadi kan mu satu satunya milikku.?"


Hasna semakin penasaran dengan apa yang baru saja di katakan Aliando.


Ceklek ..


Hasna kembali memaksa Aliando untuk masuk ke dalam kamar.


Bruk !!


Hasna membantu melepas sepatu yang dikenakan Aliando .


" Padahal ini kan acara liburan. Kenapa dia selalu mengenakan pakaian formal. Apa jika dia memakai pakaian biasa maka dia akan terlihat jelek?" Pekik Hasna.


Hasna lalu melihat Aliando yang tertidur.


" Kau mau kemana?" Tiba tiba Aliando menarik tangan Hasna saat Hasna akan pergi.


" Aku mau menutup pintu." Ucap Hasna beralasan karena Hasna tahu biasanya orang mabuk tidak akan sadar dengan apa yang dia lakukan dan apa yang dia katakan.


" Maria. Kau tidak bisa pergi dariku."


Deg!!!


Jadi Aliando memiliki cinta lain dari masa lalunya dan wanita itu bernama Maria


" Aku Hasna bukan Maria" Ucap Hasna sambil berusaha melepaskan diri dari genggaman Aliando.


Brug !!


Aliando menarik tangan Hasna sehingga kini Hasna berada di atasnya dan melingkarkan tangannya pada Hasna.


" Aliando lepaskan aku.."


" Katakan dulu padaku , Kenapa kamu lebih memilih tawaran menjadi penyanyi itu daripada menjadi milikku selamanya."


" Sudah aku bilang, aku bukan kekasih mu."


" Ya kau memang bukan lagi kekasihku karena sekarang aku telah memiliki wanita yang jauh lebih cantik darimu."


Hasna yang saat itu berusaha untuk melepaskan diri kini terdiam.


" Maria aku telah melupakan cinta kita karena sekarang aku telah mencintai wanita yang kini menjadi istriku."


Hasna semakin terdiam.


Cinta?


Benarkah itu...


Aliando sudah mencintai ku?


Secepat itu.?


" Kau pasti bercanda." Ucap Hasna

__ADS_1


" Awalnya Aku hanya menjadikannya sebagai pelarian karena aku kecewa kamu meninggalkan aku saat aku sudah menyiapkan acara melamar yang sangat indah."


" Aku...aku mulai mencintai nya. Tapi aku masih tidak sanggup untuk menyentuhnya karena aku pikir dalam hatiku masih ada dirimu." Ucap Aliando.


Hasna semakin tidak mengerti dengan pembicaraan yang dikatakan oleh Aliando.


Baru saja dia mengatakan bahwa dirinya sudah tidak mempunyai rasa lagi terhadap kekasihnya tapi dia juga mengatakan bahwa dia tidak bisa menyentuh Hasna karena masih memiliki perasaan.


" Sebenarnya apa mau pria ini." Pekik Hasna.


Hasna memilih untuk diam dan tidak bergerak dari pelukan Aliando hingga dia merasakan tangan yang tadinya mengunci rapat tubuhnya perlahan melonggar.


Saat Hasna mendongak dia kemudian menyadari bahwa Aliando sudah terbang ke dunia mimpi.


Hasna dengan hati-hati pergi dari tubuh Aliando.


" Jika memang kamu mulai mencintaiku namun masih ada wanita di dalam hatimu maka akan Aku pastikan bahwa wanita itu akan tergantikan oleh ku. Aku akan mencintaimu dengan caraku sendiri sehingga kamu melupakan bahwa sebelumnya kamu pernah mencintai wanita lain." Pekik Hasna.


" Hah, kenapa aku bisa berbicara seperti ini apa aku sudah menjadi wanita yang anggun sekarang?" Kekeh Hasna.


Hasna lalu memutuskan untuk membersihkan dirinya karena merasa bahwa tubuhnya sudah beraroma alkohol.


Hasna masih memikirkan perihal ucapan Aliando yang mengatakan bahwa dia mulai mencintai Hasna tapi Aliando masih belum berani untuk menyentuh Hasna karena dia masih memikirkan tentang Maria.


" Sebenarnya mau Aliando itu apa sih?." Pekik Hasna.


Saat Hasna masih menikmati guyuran air hangat dari air shower. Dia terkejut karena mendengar suara pintu kamar mandi terbuka.


Hasna melihat Aliando masuk ke dalam kamar mandi sambil memejamkan mata.


Aliando berjalan menuju tempat buang air kecil pria dan mulai membuka celananya.


Hasna menutup mata namun dia juga penasaran dengan apa yang dilakukan Aliando.


Setelah buang air kecil Aliando membenarkan kembali resletingnya dan matanya sedikit terbuka karena mendengar suara percikan air.


" Hah, pasti dia itu lupa mematikan air shower."


" Apa dia sedang mengumpatku?" Pekik Hasna.


Hasna segera mengambil handuk dan menutupi dirinya saat melihat Aliando berjalan ke arahnya.


Karena Aliando berjalan sambil menutup mata, dia tidak bisa menemukan kran untuk mematikan air shower.


" Ah, Nanas itu merepotkan aku." Pekik Aliando sambil terus meraba raba kran untuk mematikan air.


Aliando terdiam saat dirinya terkena guyuran air shower yang hangat.


" Ha?, kenapa dia justru dia disana?. Apa dia tertidur?"


Hasna mendekati Aliando dan menyentuh Aliando dengan telunjuknya.


Brug !!


" Oh astaga..."


Hasna panik. Bagaimana tidak, Aliando terjatuh begitu saja ketika Hasna menyentuhnya dengan jari telunjuk.


" Astaga, dia menyusahkan aku saja." Pekik Hasna sambil mematikan air shower.


Hasna membenarkan handuk kimononya dan berusaha mengangkat Aliando.


" Hah. Kenapa dia jadi lebih berat berkali-kali lipat saat basah. Dan lihatlah, sekarang seluruh bajunya harus basah apa yang akan aku lakukan?"


Hasna kemudian mencoba untuk menghubungi Papi untuk membantu memindahkan Aliando.


Namun karena Papi itu sedang menikmati karaoke jadi tidak mendengar suara ponsel yang berdiri.


"Hais..."


Tidak ada pilihan lain bagi Hasna untuk sebisa mungkin mengganti pakaiannya dan memindahkan Aliando ke atas tempat tidur sebelum terkena demam.


Hasna menggeser yang ke bagian kamar mandi lain yang tidak tergenang air.


Hasna membuka kemeja Aliando lalu menutupi nya dengan selimut. Dengan mata tertutup Hasna membuka celana Aliando.


" Oh apa itu segitiga bermuda?" Pekik Hasna sambil menariknya dengan perlahan.


Tuwing...


" Kyaaaa....."


Hasna berlari keluar kamar mandi saat tangannya menyentuh sesuatu yang bergoyang-goyang.


Hasna akhirnya membiarkan Aliando berada di dalam kamar mandi karena Hasna masih terkejut dengan sesuatu yang menyentuh tangannya tadi.


Beberapa menit kemudian rasa dingin yang masuk ke dalam tubuh Aliando membuat Aliando tersadar.


" Kenapa aku berada di kamar mandi?. dan kenapa pakaiannya ku begini?."


Aliando melihat kemeja sudah tergeletak begitu saja di lantai kamar mandi sementara celana panjangnya sudah tidak ada dan...


" Apa aku sudah tidak perjaka?" Pekik Aliando saat melihat celana nya sudah setengah terbuka.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2