
Daffa memasuki ruangan dokter dan langsung duduk begitu sudah di persilahkan masuk.
Daffa kini duduk berhadapan dengan dokter yang berwajah serius.
" Tuan Daffa, maaf saya harus menyampaikan ini. Ibu anda terkena gagal ginjal stadium 5."
" Appa?"
Kaget?.
Tentu saja, Daffa yang selalu beranggapan bahwa Ibunya hanya mengalami gagal ginjal akut yang tidak terlalu parah dan pikir nya mungkin dengan operasi sudah bisa sembuh ternyata dugaan dan harapan itu hanya khayalan semata.
" Dokter anda pasti salah."
" Ini adalah hasil pemeriksaan Ibu anda yang baru saja keluar tadi pagi."
Daffa langsung menerima berkas itu dan membaca isinya. Walaupun Daffa bukan akademik kedokteran. Tapi dia memahami hasil lab dari rumah sakit itu.
Daffa terasa lemas, tubuhnya seakan-akan ingin tenggelam.
" Apakah tidak ada cara untuk menyembuhkannya dok?" tanya Daffa.
" Jalan selain operasi adalah cuci darah bagi penderita ginjal stadium 5."
" Berapa lama?"
" Huft...." Dokter itu meninggalkan tempat duduknya dan berjalan menuju sebuah patung sambil kembali menjelaskan perihal ginjal.
" Ginjal adalah organ yang amat penting karena fungsinya menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah sebelum dibuang melalui urin. Selain daripada itu, ginjal juga berfungsi menghasilkan enzim, hormon dan vitamin D yang kesemua fungsinya itu dilakukan secara terus menerus tanpa henti."
" Pada kondisi gagal ginjal, sederhananya ginjal sudah gagal dalam melakukan fungsinya. Kegagalan ini kemudian dibagi lagi berdasarkan seberapa besar penurunan kemampuan ginjal dalam menyaring darah, yang secara berturut-turut dari yang paling ringan ke yang paling berat adalah dari stadium 1 ke stadium 5. Sehingga mengenai pertanyaan Anda, kondisi yang dialami mbah Anda bisa dikatakan yang paling parah ketimbang stadium lainnya dan membutuhkan cuci darah rutin." Imbuh dokter itu sedangkan Daffa masih menyimak setiap perkataan yang keluar dari dokter.
" Mengenai berapa kali cuci darahnya, rata-rata mungkin 1-2 kali atau bisa sampai 3x jika pasien menunjukkan gejala lain."
" Apa cuci darah bisa membawa kesembuhan untuk Ibu saya?"
" Prinsipnya, cuci darah dilakukan untuk menyaring zat sisa tubuh akibat fungsi ginjal yang sudah terganggu."
" Apabila fungsi ginjal sudah rusak dan cuci darah sudah dianjurkan atau diindikasikan, tidak melakukan cuci darah dapat memberikan beberapa risiko komplikasi dari gagal ginjal, seperti penumpukan zat sisa tubuh di dalam darah, yang dapat berujung ke kematian. Tapi jika cuci darah tidak membuat ginjal menjadi lebih baik maka jalan satu-satunya adalah pencarian pendonor ginjal."
Daffa keluar dari ruangan dokter dengan perasaan tidak menentu. Dalam pikirannya saat ini adalah Aini.
Bagaimana caranya dia mengatakan tentang kondisi ibu nya kepada Aini. Dan bagaimana juga Daffa harus mengatakan kepada Ibu.
Cepat atau lambat mereka pasti akan bertanya tentang sakit yang sebenarnya di derita ibu. Terutama Aini.
" Donor ginjal. Mungkin sebaiknya aku mulai mencari untuk berjaga-jaga jika suatu saat ibu akan membutuhkannya." Pekik Daffa sambil mengulang tulisan yang ada di tangan nya.
Tulisan yang berisi hasil pemeriksaan medis ibunya.
__ADS_1
" Mungkin sebaiknya aku tidak memberi tahu Aini soal ini sampai aku menemukan pendonor ginjal untuk ibu." Pekik Daffa.
Daffa yang masih memikirkan tentang di mana dia harus mencari pendonor ginjal untuk ibunya terkejut karena Aini sudah ada di sampingnya.
" Aku mencari kamu kemana-mana ternyata kamu ada di sini."
" Aini?" Daffa yang terkejut dengan kehadiran nah ini langsung menyembunyikan berkas yang diberikan dokter kepadanya.
" Itu apa?"
" Bukan apa apa. Ada apa mencariku apa kamu membutuhkan sesuatu?"
" Ya, aku sangat membutuhkan sesuatu dan ini sangat emergency."
" Apa itu?"
" Aku butuh kamu untuk membuatku hamil."
" Ha?"
Daffa tentu saja terkejut dengan permintaan Aini.
" Aku tahu kamu adalah pecinta laki-laki. Tapi aku yakin jika benih-benih katak yang ada pada itu masih bisa berfungsi untuk menghasilkan kecebong." Ucap Aini.
Astaga dia masih mengira aku adalah pria yang mencintai laki-laki.
" Aku sudah mempelajari tentang proses reproduksi katak." Ucap Aini.
" Itu suami tahu. Jadi bagaimana, apa kamu bisa membuat katak. Ah maksud ku anak."
" Apa dia pikir membuat anak seperti membuat adonan yang hanya tinggal menghitung waktu untuk menjadi kue sempurna?" Lirih Daffa.
" Suami apa kamu mengatakan sesuatu?" Tanya Aini.
" Tidak. Aku tidak mengatakan apapun. Aku hanya ingin bertanya kenapa secara tiba-tiba kamu ingin aku menghamilimu?" Tanya Daffa.
Aini kemudian menceritakan tentang percakapannya dengan sang ibu. Aini tidak mengatakan jika sang Ibu mengira rumah tangganya bahagia karena Aini takut Daffa tersinggung mengingat dapat adalah seorang pria yang mencintai laki-laki.
Aini hanya mengatakan dan bercerita tentang firasat ibunya yang mengira dirinya tak segera menyusul sang ayah.
" Aku berpikir mungkin jika memang benar aku bisa hamil dan memberikan seorang cucu untuk ibu, ibu akan sembuh."
" Tidak tidak, Aku tidak ingin menghamilimu hanya karena alasan itu."
" Kenapa?. Apa kamu tidak ingin ibuku sembuh?"
" Bukan... bukan seperti itu."
" Aku tahu pasti akan sulit untuk berhubungan dengan seorang wanita mengingat sebelumnya kamu selalu berhubungan pisang dengan pisang. Tapi percayalah jika pisang dicelupkan ke dalam adonan coklat maka rasanya akan sangat manis dan luar biasa."
__ADS_1
Astaga bicara nya sudah mulai kesana kesini.
" Jika memang suami tidak sanggup untuk menggerakkannya maka biarkan aku saja yang menggerakkan nya."
" Menggerakkan apa?" Tanya Daffa yang sudah benar-benar gila karena permintaan Aini.
" Menggerakkan pisang ke atas dan ke bawah. atau mungkin aku akan menggerakkannya ke samping kanan dan kiri lalu memutar-mutarnya sampai menghasilkan benih-benih kehidupan."
Daffa mengusap wajahnya kasar lalu memilih untuk meninggalkan Aini.
Daffa berpikir jika dia terus meladeni pembicaraan itu maka dirinya akan kembali kehilangan fungsi otot-ototnya.
" Hei suami kamu mau kemana?" Tanya Aini sambil berjalan mengejar Daffa.
" Hei tunggu." Aini akhirnya menarik lengan Daffa agar Daffa berhenti berjalan.
" Ada apa sayang?"
" Ka..kamu masih belum menjawab pertanyaan ku..." Ucap Aini gugup karena telinganya kembali mendengar kata sayang dari mulut Daffa.
Daffa yang merasakan kecukupan Aini tiba-tiba mendapatkan ide untuk semakin menggoda istrinya itu.
Seperti nya Daffa akan memulai terapi keperkasaannya melalui Aini.
" Pertanyaan yang mana sayang?" Pekik Daffa sambil pejalan maju dan membuat Aini mundur hingga dirinya terkunci di tembok.
" Pertanyaan ya....ng i.. itu."
" Yang mana?" Daffa semakin mendekatkan diri ke wajah Aini.
Duk...
Duk..
Duk..
Duk..
Jantung Aini tiba-tiba berdetak tidak karuan sampai terdengar di telinganya. Aini langsung memegang jantungnya dengan kedua tangan.
" Ak...aku permisi.." Aini segera keluar dari celah yang ada di antara dirinya dan juga Daffa dan berlari menjauh meninggalkan Daffa.
" Apa yang terjadi padaku. Apa aku terkena serangan jantung?" Pekik Aini.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...