Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
Ada apa?


__ADS_3

"Rasanya begitu menyedihkan dan menyenangkan ketika waktuku untuk tertidur telah hilang hanya untuk memikirkanmu." Pekik Kenzo saat malam hari...


Kenzo mers kecewa karena dia tidak menemukan Nina dimana pun.


Kenzo bahkan sudah mendatangi rumah Nina namun rumah itu sepi seolah-olah tidak berpenghuni.


" Hal yang tak akan pernah bisa aku sesali adalah saat aku patah hati karenamu, hiks hiks... aku bahkan sudah patah hati sebelum berjuang memenangkan cinta." Pekik Kenzo lagi.


Ting...


Tong...


Kenzo mendengar suara bel pintu apartemen nya, tapi rasa galau ini membuat nya tidak berselera untuk bangkit dan melihat siapa yang datang hingga bell pintu berbunyi lagi.


Ting...


Tong...


" Astaga apa orang itu tidak tahu jika aku sedang galau, kenapa dia terus saja menekan tombol bel itu."


Kenzo akhirnya bangkit dan mulai berjalan untuk melihat Siapa yang datang karena seseorang dibalik pintu itu terus menekan bel pintu hingga membuat telinga Kenzo sakit.


Ceklek...


" Masuklah dan ambil apapun yang kau inginkan." Ucap Kenzo sambil berjalan masuk ke dalam kamar tanpa melihat siapa yang datang.


Brak !!


Kenzo menutup pintu kamar dan kembali berbaring.


Tok...


Tok...


Tok...


" Argh....."


Kenzo keluar dari kamar dengan ekspresi marah.


" Ada apa lagi?.."


Kenzo tidak berkata apa-apa lagi dan mematung ketika melihat Siapa yang berdiri di hadapannya.


" Nina.." Pekik Kenzo.


" Hai, selamat ulang tahun..." Ucap Nina sambil membawa kue ulang tahun.


Nina mulai menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Kenzo terus memperhatikan wajah Nina yang seolah-olah tidak pernah menampakkan kekecewaan seperti pagi tadi.


Kenzo meniup lilin sambil terus memandangi wajah Nina.

__ADS_1


Setelah memotong kue dan makan dengan di suapi Nina.


" Apa kamu suka?" Tanya Nina.


" Sangat suka. Seperti lagu anak, ketika melihat kebun akan terlihat banyak bunga sedangkan saat melihatmu hatiku terus menerus merasa berbunga-bunga." Ucap Kenzo yang membuat Nina tersipu.


" Nina, kamu sudah salah paham. Aku dan Tuan bos tidak pernah ada sesuatu."


" Aku tahu..." Ucap Nina sambil tersenyum.


" Jadi kenapa kamu pergi?"


" Itu karena aku baru mengetahui bahwa hari ini adalah hari ulang tahun mu."


" Aku sempat melihat mu di atas kantor, tapi kemudian aku tidak melihat mu lagi. Aku juga sudah ke rumahmu. Tapi tidak ada orang disana." Ucap Kenzo sambil menunduk.


" Itu karena mereka ada di Cafe B&D."


" Untuk?"


" Pergilah bersiap agar kamu tahu." Ucap Nina.


" Ayo bersiap." Ucap Nina saat melihat Kenzo hanya terdiam.


" Baiklah..."


Kenzo terkejut saat melihat keluarga Nina merayakan hari ulang tahun nya yang bahkan tidak pernah dia rasakan sebelumnya.


Kenzo juga melihat kehadiran Daffaa dan Aini. Jadi Kenzo menghampiri mereka berdua terlebih dahulu.


Kenzo kembali bersama dengan Nina.


Kenzo sangat berterima kasih kepada Nina dan keluarga nya yang menjadikan momen tahun ini sangat bahagia.


"Aku hanya berharap bahwa tak mengapa antartika memiliki jarak yang sangat jauh sedangkan antarkita jangan pernah sampai berjauhan." Ucap Kenzo pada Nina saat Nina mengajak Kenzo untuk berdansa.


"Asal kamu tahu, aku tak berubah masih sama seperti yang dulu kau kenal." Ucap Nina.


" Tapi kenapa kamu seolah-olah menghindari aku?" Tanya Kenzo.


" Yaa.. bukan kejutan namanya jika aku tidak membuat galau dirimu terlebih dahulu." Ucap Nina.


"Aku sadar bahwa aku tak bisa menjadi yang terbaik untukmu, tetapi aku kan terus mencoba menjadi yang terbaik seperti yang kau mau." Ucap Kenzo.


" Apa kamu sedang mencoba untuk melamar ku?" Tanya Nina.


" Mungkin."


" Kalau begitu lakukan dengan benar." bisik Nina sambil mengakhiri sesi dansa dengan Kenzo.


"Urusan diterima atau tidak itu nanti belakangan. Setidaknya perasaan dan pikiran sudah lebih lega." Ucap Daffa saat melihat Kenzo hanya diam dan memandangi Nina.

__ADS_1


Kenzo melihat Daffa.


" Pergilah, ini saat nya kamu berjuang untuk cinta mu."


Setelah mengatakan itu Daffa menepuk bahu Kenzo, dan berpamitan kepada seluruh keluarga.


Sepeninggalan Daffa dan Aini, Kenzo segera mengajak Nina untuk berada di lantai atas Cafe itu.


" Bagaimana indah bukan?" Tanya Nina.


" Ya, dari mana kamu tahu Cafe ini?"


" Dari teman teman ku."


Kenzo menetralkan diri dan menghela nafas panjang sebelum berjalan mendekati Nina.


"Aku melihatmu dan melihat sisa hidupku di depan mataku. Aku ingin menjadi orang yang bisa membuatmu tertawa dan tersenyum setiap hari. Aku tidak pernah menemukan kata-kata untuk mengatakan bahwa kamu adalah orang yang aku pikirkan setiap hari."


Nina tertegun, dia yang awalnya menikmati semilir angin malam dengan pemandangan lampu kendaraan yang berlalu-lalang jadi terdiam.


"Caramu bisa membuatku tertawa bahkan di hari-hari tergelap membuatku merasa lebih ringan dari apa pun. Biarkan semua kebahagiaanku menjadi milikmu, semua kesedihanmu menjadi milikku. Biarkan seluruh dunia menjadi milikmu, hanya kamu yang menjadi milikku!"


" Nina, maukah kamu menjadi satu satunya milikku?"


" Aku...."


Nina berbalik dan dia melihat Kenzo sudah berdiri dengan sekotak cincin bermata berlian.


"Kamu pantas mendapatkan yang terbaik, seseorang yang akan mendukungmu tanpa batas, membiarkanmu tumbuh tanpa batas, dan mencintaimu tanpa akhir. Apakah kamu akan membiarkan aku menjadi orang nya" Tanya Kenzo.


"Hidupku indah karena kamu bersamaku, kamu membuatku bahagia bahkan jika aku merasa sedih dan rendah. Senyummu menerangi hidupku dan semua kegelapan menghilang. Maukah kamu menjadi milik ku?"


Nina tersenyum dan mengangguk. Kenzo sangat bahagia, dia memasangkan cincin di jari manis Nina.


Tiba tiba suasana hening dan canggung dirasakan oleh keduanya.


Suasana serupa juga sedang dialami oleh Viona dan Daffi.


Viona benar-benar terkejut karena ternyata Daffi memberikannya kejutan sebuah restoran seperti yang pernah dia janjikan ketika dia ternyata jatuh cinta pada Viona.


"Mataku mencarimu ketika kamu tidak ada. Hatiku sakit ketika aku tidak menemukanmu. Kamu adalah alasan untuk semua kebahagiaanku dan tanpamu hidupku akan sangat membosankan. Maukah kamu terus bersamaku?" Ucap Daffi yang mengejutkan Viona.


" Astaga Daffi..."


" Aku seharusnya aku mengajakmu untuk taaruf terlebih dahulu tapi aku merasa bahwa kita sudah mengenal satu sama lain jadi aku akan langsung melamarmu saja." Ucap Daffi sambil menyerahkan kotak cincin kepada Viona.


"Setiap kali aku bersamamu, aku tidak bisa menghindari merasakan sesuatu yang sangat istimewa di hatiku. Satu-satunya alasan adalah aku akan senang bersamamu sepanjang hari dan membuat segalanya mungkin untuk membuatmu bahagia."


"Meskipun aku memiliki banyak hal untuk dikatakan, tetapi kata-kataku bersembunyi dariku dan aku tidak bisa mengungkapkannya. Hal sederhana yang ingin aku katakan adalah aku mencintaimu hari ini dan selalu." Ucap Viona sambil memakai cincin itu di jari manisnya.


Daffi sangat bahagia, Dia kemudian mulai menata rencana berikutnya, yaitu pulang dan membawa kedua orang tuanya dan orang tua Viona bertemu untuk membahas pernikahan.

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2