Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
Bab 63 : Oh tidak!


__ADS_3

"Sebesar apapun uang yang kamu miliki dari bekerja. Tetap saja harta terbesar yang kau jaga adalah keluarga." Ucap Viona sambil bangkit dan berjalan melihat foto keluarga nya.


" Apa kamu merindukan mereka?" Tanya Daffi.


" Ya sedikit."


" Jika rindu kenapa tidak datang berkunjung saja?"


" Itu bisa nanti. Sekarang jika kamu sudah selesai dengan makanan nya, bisakah kamu pergi?"


" Ah jadi kamu sekarang tengah mengusir pelanggan?. Ingat aku adalah pelanggan mu" Pekik Daffi.


" Hei pelanggan ku bukan kamu saja, masih banyak yang lain yang harus aku layani."


" Baiklah baik aku akan pergi. Dan ya, jika kamu membutuhkan seorang pendamping untuk datang ke acara pernikahan temanmu Aku siap menjadi temanmu."


" Tidak tidak, jika aku berniat datang ke pernikahannya tentu aku harus datang sendiri atau bersama dengan teman wanita karena jika aku datang bersama dengan lawan jenis itu akan menimbulkan fitnah yang lebih kejam."


" Maksud mu?"


" Yaa nanti kamu akan di nilai sebagai orang yang akan menikahi ku."


" Kenapa?"


" Haha dulu aku mengatakan bahwa aku tidak akan pulang sebelum membawa calon suami."


" Kalau begitu kenalkan aku sebagai calon suami mu saja."


" Pulanglah, aku rasa kamu sudah terlanjur gila."


" Tidak aku serius. Kamu aku ajak menjadi teman senasib tidak mau, jadi yaa aku menawarkan diri sebagai calon suami pura pura."


" Pura pura...." Viona tersebut Smirk kemudian tatapannya langsung berubah galak dan menyuruh Daffi untuk cepat pergi.


Daffi segera pergi dari rumah Viona, sesekali dia melihat rumah saudara nya. Bahkan dia sama sekali tidak ada keinginan untuk datang ke sana walaupun hanya sekedar mampir.


Tiga hari berlalu...


Baik Aini maupun Daffa belum menunjukkan tanda-tanda mereka akan membuka gorden jendela.


Stok makanan yang memang selalu ada untuk satu minggu membuat Daffa mempunyai kesempatan mengurung Aini di dalam kamar.


Ah salah, rumah maksud nya.

__ADS_1


Daffa tidak tahu bagaimana binggung nya Kenzo karena Daffa mematikan ponselnya dan hanya menghidupkan mode darurat. Jadi ponselnya hanya akan berdering saat ada sesuatu yang darurat.


"Hatiku adalah yang paling be runtung dan paling bahagia di alam semesta karena kamu hidup di dalamnya. Tidak ada kata yang dapat menjelaskan betapa aku bersyukur menjadi penerima cinta dan dukunganmu" Ucap Daffa sambil membantu Aini mengeringkan rambutnya.


"Hatiku mengandung semua kebahagiaan di dunia karena kamu adalah cinta dalam hidupku, suamiku, dan sahabat terbaikku."


Daffa berhenti mengeringkan rambut Aini dan justru bersandar di leher Aini.


" Aku akan merindukan aroma tubuh ini.." Pekik Daffa sambil memeluk Aini.


"Kamu adalah sahabat dan kekasihku, dan aku tidak tahu sisi mana darimu yang paling aku nikmati. Aku menghargai setiap sisi, sama seperti aku telah menghargai hidup kita bersama." Bisik Daffa.


"Ketika aku mengatakan aku mencintaimu, aku tidak mengatakannya dengan santai. Aku mengatakannya untuk mengingatkanmu bahwa kamu adalah segalanya bagiku, dan hal terbaik yang pernah terjadi padaku dalam hidup." Imbuh nya membuat wajah Aini memerah.


Daffa yang merasakan gemas langsung meninggalkan tanda di leher Aini.


" Sebaiknya kita turun untuk makan siang."


" Ah iya kamu benar, sepertinya sudah saatnya kita makan makanan yang benar." Pekik Daffa.


Daffa langsung menggendong Aini dan turun ke lantai bawah serta langsung menunju dapur.


Sesampainya di dapur,


" What the...."


" Anggap saja aku sedang mengajari kamu selingkuh..."


Aini hanya tersenyum, dia menikmati segala sesuatu yang terjadi selama beberapa hari terakhir ini.


Dan Daffa sepertinya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan dimana sang otong sudah kembali pada tingkat kenormalannya untuk mencicil pondasi pembangunan pabrik bayi.


Seperti ini rasanya di celup coklat hangat....


Kata itu yang selalu ada di pikiran Daffa ketika miliknya sudah bersatu padu mencampur adonan di dalam kuali.


"Ayo pergi ke suatu tempat di mana bintang-bintang mencium lautan!" Ucap Daffa ketika mereka tengah mandi bersama.


" Bukankah besok kamu sudah harus pergi bekerja?. Dan aku butuh istirahat." Pekik Aini.


Ya...


Aini perlu istirahat, dia tidak menyangka jika dalam enam hari ini Daffa terus saja mengirimkan bahan bahan pembuatan pabrik bayi.

__ADS_1


Aini bahkan tidak tahu pembangunan nya sudah sampai mana.


Walaupun lelah, dia tetap menikmati momen itu..


" Kamu sudah beristirahat selama beberapa bulan lama nya, jadi aku akan menembus nya sekarang." Ucap Daffa sambil memutar tubuh Aini sehingga mereka saling berpandangan.


Bagi pengantin baru menikah, bulan madu jadi momen istimewa untuk lebih mengenal lebih jauh pasangan mereka. Momen ini juga jadi momen memadu kasih bagi kedua pasangan karena hubungan mereka yang sudah sah secara agama dan hukum.


Momen bulan madu menjadi masa adaptasi bagi pasangan baru. Tentunya, masa-masa itu dilalui dengan kebahagiaan. Mereka juga turut menyelipkan doa agar doa agar menjadi pasangan suami istri yang saling mengasihi.


Dan itulah yang dilakukan Aini serta Daffa, menyelipkan doa doa disetiap mereka telah mencapai puncak permainan dan saling memeluk sebagai tanda terima kasih atas kebahagiaan yang hakiki.


" Bulan madu menjadi momen yang begitu romantis. Sepasang suami istri harus bisa memanfaatkan momen ini untuk memadu kasih, menguatkan ikatan cinta setelah menikah. Jadi aku memutuskan untuk mengajakmu berbulan madu kemana pun kamu inginkan." Ucap Daffa.


" Tapi sebelum itu kita harus keluar rumah untuk berbelanja, stok makanan kita sudah habis."


" Tentu, setelah aku mengirimkan bahan untuk membangun padepokan." Ucap Daffa sambil tersenyum smirk.


" Kyaa......"


Hubungan suami istri bukanlah sekadar aktivitas fisik. Di baliknya ada banyak sekali kandungan kebaikan. Lewat hubungan badan, suami istri dapat meraih nikmat. Sekaligus, ada keberkahan dari Allah yang diberikan kepada pasangan suami istri melalui hubungan intim.


Dan tidak ada kata terlambat untuk pasangan yang baru saja melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan dari dulu untuk terus mengejar keberkahan dari Allah.


"Bulan madu kita akan menyinari hidup kita selamanya: sinarnya hanya akan memudar di atas kuburanmu atau kuburanku." Ucap Daffa sambil menunjuk beberapa tempat yang cocok untuk erbulan madu.


" Hahaha ya kalik di dalam kubur mau berbulan madu biar di tabok malaikat."


" Hehe, ini pilih kamu pengen kita berbulan madu ke mana?"


" Apa ini harus bukankah kita sudah melakukan bulan madu selama 6 hari 24 jam full di sini?" Ucap Aini.


"Pernikahan tanpa bulan madu seperti ulang tahun tanpa kue."


"Setiap hari adalah bulan madu karena aku sunguh-sungguh mencintaimu." Ucap Aini yang membuat Daffa kembali berstamina.


" Oh tidak." Pekik Aini sambil bersiap untuk lari saat melihat stamina Daffa yang tiba-tiba kembali on.


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2