Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
Ikut Ikutan


__ADS_3

"Saatnya untuk membuka hatiku dan mengungkapkan perasaanku yang terdalam kepadamu. Aku ingin kamu tahu bahwa aku mencintaimu seperti aku tidak pernah mencintai siapa pun sebelumnya." Ucap Daffa ketika dia baru saja sampai di rumah dan melihat Aini lebih dulu masuk ke dalam kamar.


Daffa segera berjalan ke kamar mandi yang ada di ruangan lain untuk membersihkan diri karena dia harus tampil segar dan wangi di hadapan Aini.


Setelah Daffa merasa dirinya kembali segar dan fresh Dia segera berjalan menuju kamar dan dia melihat Aini baru saja selesai mandi dan ganti pakaian tidur.


Daffa tersenyum dan menghampiri Aini.


"Ini cintaku, ambillah. Ini jiwaku, gunakan itu. Ini hatiku, jangan hancurkan. Ini tanganku, pegang dan bersama-sama kita akan membuatnya abadi."


" Ada apa dengan mu?"


" Aku hanya mengikuti jejak dari Kenzo dan juga Daffi yang sedang menyatakan perasaannya kepada wanita yang dia cintai."


" Bukankah Kamu sudah berulang kali menyatakan perasaanmu kepadaku kenapa kamu jadi ikut-ikutan mereka yang sedang jatuh cinta?"


" Karena lagi ku tiada hari tanpa jatuh cinta. Setiap detik setiap menit dan setiap hari yang aku lalui selalu berisikan tentang cinta kepadamu" Ucap Daffa yang membuat Aini tersipu.


"Jika aku bisa memberimu hadiah, aku akan memberimu cinta dan tawa, hati yang damai, mimpi dan kegembiraan khusus selamanya. Biarkan aku melakukannya sekarang."


" Baiklah..."


Daffa menggendong Aini dan menidurkan nya dengan perlahan di atas tempat tidur.


"Cinta adalah emosi yang hebat, yang membuat kita terus kuat, aku mencintaimu dengan hatiku, tubuhku dan jiwaku, aku suka cara aku tetap mencintaimu." Ucap Daffa lagi.


"Aku menyukai dirimu, karena dirimu begitu sederhana, tetapi kesederhanaan itu sangat istimewa di selaput mataku. Akan sempurna jika kamu yang menjadi spesial di hati." Ucap Aini setelah Daffa mencium kening nya.


"Kamu harus membiarkan aku mencintaimu, biarkan aku menjadi orang yang memberimu semua yang kamu inginkan dan butuhkan." Ucap Daffa.


Aini tersenyum dan mendahului pemanasan sebelum mereka memulai apa yang akan mereka lakukan.


Pertama kali aku melihatmu aku sudah dapat merasakan kalau engkaulah sebagian dari napasku, tanpamu aku hampa kehilangan sebagian nyawa. Jadilah kekasih hatiku. Tanpamu aku hampa, hanya badan tanpa nyawa. Batin Aini seolah berbicara sambil menatap lelaki yang kini sedang berbagi kehangatan dengan nya.


Tak ada alasan yang pasti dan jelas kenapa aku cinta kamu, tapi yang pasti aku menginginkan aku bahagia denganmu dan tak ingin sampai kamu terluka. Aku bukan yang terhebat, namun aku yakin kalau aku mampu membahagiakanmu dengan bermodalkan cinta dan kasih sayang. Batin Daffa yang seolah-olah menjawap apa yang batin Aini katakan.


Sementara di sisi lain. Tepatnya di restoran dimana Daffi dan Viona berada, Lala sedang melihat apa yang baru saja terjadi.

__ADS_1


"Telah banyak waktuku terlewati bersamamu, suka maupun duka senang maupun susah kamu telah menghiasi hariku saat aku bersamamu dan aku mau kita selamanya dekat denganmu. Karna aku mau kamu jadi pacar aku?" Pekik Lala sambil melihat Daffi dan meneteskan air mata.


"Ketika mata ini memandang raut wajahmu yang indah, hanya tiga kata yang terucap dari lubuk hatiku yang paling dalam 'aku cinta kamu' sayang kamu tidak cinta aku dan justru mencintai dia." Lirih Lala lagi.


Lala yang awalnya datang untuk memberi tahu Daffi bahwa dia akan kembali besok memutuskan untuk tidak berpamitan kepada Daffi, Setelah dia melihat Daffi melamar wanita yang dia cintai.


Lala menangis saat dia sudah sampai di mobilnya hingga suara laki laki mengejutkan dirinya.


"Aku hanya cowok biasa yang memiliki banyak kekurangan dan mungkin tak pantas mengharapkan cintamu, namun jika kamu bersedia menerimaku menjadi kekasih, aku berjanji akan melakukan apapun yang terbaik untukmu. Maukah kamu menerima cintaku?"


" Aldo?"


Lala menoleh dan dia terkejut melihat Aldo disana. Aldo adalah teman masa SMA Lala dan Lala bertemu dengan nya ketika Lala pergi berbelanja bersama dengan orang tua Daffi saat mereka pertama kali datang.


Tak bisa dipungkiri, rasa gugup saat hendak menyatakan perasaan terkadang muncul di momen krusial tersebut.


Hal itu justru bisa membuat salah pengucapan ataupun salah memilih kata yang tepat. Sehingga bukannya cinta yang diterima, melainkan berakhir dengan penolakan. Untuk itu, para pria sebaiknya menyiapkan mental serta pikiran yang jernih sebelum melakukannya.


Aldo sendiri sebenarnya tipe pria yang malu dan tidak mudah mengatakan perasaannya tapi ketika dia melihat Lala menangis karena cinta nya bertepuk sebelah tangan membuat Aldo tiba tiba dengan berani mendatangi Lala dan menyatakan perasaannya.


"Ku beranikan hari ini untuk mengungkapkan yang selama ini menjadi resah. Resah jika kamu tak menjadi milikku selamanya."


"Aku tak bisa memulai ini semua terlebih dahulu, namun aku akan berikan sebuah kode bahwa aku menyukai dirimu. Jika kau mengerti akan kode ini maka kita akan bersama." Ucap Lala sambil berlalu meninggalkan Aldo.


"Tak ada alasan yang pasti dan jelas kenapa aku cinta kamu, tapi yang pasti aku menginginkan aku bahagia denganmu dan tak ingin sampai kamu terluka." Ucap Aldo sambil melihat kepergian Lala.


Keesokan harinya...


Daffi benar-benar membawa orang tua Viona ke kota dan bertemu dengan orang tua nya.


Dan siapa sangka kedua keluarga itu setuju jika pernikahan mereka akan dilaksanakan dalam waktu dekat.


Aini bersyukur karena akhirnya Viona mendapatkan jodoh yang dia inginkan.


Aini memeluk Viona dan memberitahukan kepada nya bahwa dua keluarga sudah setuju bahwa pernikahan mereka akan di laksanakan beberapa pekan lagi. Tepatnya setelah Aini melakukan acara syukuran 4 bulanan.


Viona yang memang memilih menunggu di kamar tentu saja merasa bahagia saat Aini mengatakan bahwa semua keluarga setuju dan pernikahan akan dilakukan setelah Aini menggelar acara syukuran.

__ADS_1


Viona memeluk Aini dan menangis di sana.


Sementara ketegangan terjadi di antara Kenzo dan Nina yang mengetahui ternyata kedua orang tua mereka adalah busuh bebuyutan.


Kenzo menggenggam tangan Nina dengan erat.


( Eh dalam cerita ini Kenzo punya keluarga gak sih?. Lupa. Anggap aja punya ya...)


" Apa kamu yakin akan memilih wanita ini menjadi istri mu?" Tanya ayah Kenzo.


" Ya."


" Tuan, sebaiknya kita lupakan perselisihan yang pernah terjadi di antara kita demi masa depan yang bahagia untuk anak anak kita." Ucap Papa Nina.


" Aku tidak sudi berbesan dengan yang licik." Ketus Ayah Kenzo.


" Sungguh. Bukankah kamu juga sudah mempunyai bukti bahwa aku tidak bersalah." Ucap Papa Nina.


" Aku tetep tidak percaya. Aku yakin kamu juga ikut andil "


Dua orang itu kembali berseteru.


Brak!!!


Kenzo menggeprak meja membuatnya semua nya terkejut.


" Aku datang ke sini untuk meminta restu dari kalian, bukan ingin mendengar kalian membahas tentang masa lalu. Dan aku akan tetep menikahi Nina dengan atau tanpa restu kalian."


Setelah mengatakan itu, Kenzo mengajak Nina dan papa nya untuk pulang dan kembali ke kota.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2