Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
Ketahuan...


__ADS_3

" Keserakahan bisa dibilang merupakan satu di antara dosa mematikan. Keserakahan akan melakukan apa pun untuk menghancurkanmu. Itulah mengapa, keserakahan disebut dosa paling mematikan." Ketus Aini saat dia sudah mengetahui kemana aliran dana dari para donatur selama beberapa bulan ini yang seharusnya di tujukan kepada yang berhak yaitu penghuni panti asuhan.


" Aini, kamu sudah salah paham." Ucap Ibu.


" Ah kalau begitu jelaskan agar aku tidak salah paham." Ucap Aini sambil duduk dan sedikit mengelus perut nya.


Karena Aini menggunakan Khimar panjang saat ini, orang di sekitar tidak tahu bahwa Aini sedang merasakan nyeri di perut karena terlalu tegang.


" Begini, Ibu tidak bermaksud memindahkan aliran dana dari para donatur itu karena permintaan dari donat itu sendiri yang ingin mentransfer dana dengan Bank yang sama agar tidak terkena biaya admin."


" Bukankah ada banyak pilihan bang yang ada di panti asuhan ini sehingga para donat itu bisa memilih kemana mereka akan mentransfer dana yang memang akan ditujukan kepada penghuni panti?. Dan Kenapa juga Ibu memperlakukan tarif kepada mereka yang tinggal di sini dan kepada siapapun yang tidak bisa membayarnya maka mereka harus bekerja." Ucap Aini


" Itu tidak benar?"


" Benarkah, apa seorang anak kecil yang berumur 3 hingga 5 tahun berbohong ketika dia mengatakan bahwa mereka harus mencuci pakaian atau menyapu halaman untuk sekedar mendapatkan makan?"


" Apa anak dua tahun bisa berbohong dengan mengatakan bahwa mereka akan dimarahi bahkan tidak segan dipukuli ketika mereka mengambil makanan yang bukan milik mereka karena mereka tidak dapat bekerja?"


" Itu... Itu...."


" Suami bawa mereka semua masuk..." Ucap Aini pada Daffa.


Daffa langsung membawa beberapa orang yaitu petugas di bagian keuangan dan penanggung jawab lainnya yang bekerjasama dengan ibu dan 2 saudara dari Aini dan Yuli.


" Ibu mengenal mereka bukan?" Tanya Aini yang membuat Ibu gugup. Sementara ke dua pria dan satu wanita itu pun saling menuduk.


" Ibu tidak mengenalnya."

__ADS_1


" Benerkah. Tapi dalam berkas ini Ibu sangat mengenal mereka karena dana daripada donatur Ibu bagi kepada mereka dan merekalah yang membantu ibu untuk melancarkan rencana pengalihan aset harta kekayaan almarhumah dan juga tanah yang sudah diwakafkan untuk menjadi panti asuhan." Ucap Daffa sambil memegang berkas yang sebelumnya di berikan Kenzo.


" Dan ya satu lagi, mereka juga yang telah membantu ibu untuk membuat kak Yuli sedang Mas Akbar diusir dari sini karena tuduhan mencuri dan memanipulasi uang donasi, aku benar kan." Imbuh Daffa.


Ibu dan kedua anaknya kini terlihat pucat.


" Ayo di mana pembelaan kalian dan ibu kenapa Ibu tidak menjelaskan apa yang membuat aku salah paham. Ayo jelaskan Aku akan mendengarkan." Ucap Aini pada Ibu.


" Kalian, kalian sama seperti orang tuaku Aku menghormati kalian seperti Aku menghormati orang tuaku tapi inikah yang kalian lakukan kalian bukan saja menghianati aku tapi kalian sudah menzalimi anak-anak yang memang berhak atas panti asuhan ini dan kalian menghormati almarhum orang tua ku." Ucap Aini.


" Maafkan kami Aini, kami khilaf..." Ucap mereka sambil bersimpuh pada Aini.


" Jangan bersujud kepadaku karena aku bukanlah Tuhan." Ucap Aini sambil menggeser kakinya.


"Di zaman sekarang ini, bujukan menjadi sosok yang serakah sangat terbuka. Di tempat kerja, di sekolah, di manapun kamu berada dan dalam bidang apa pun, rayuan keserakahan menanti untuk menerkammu.


Serakah tidak hanya dalam hal materi saja, seperti uang atau kekayaan harta benda lainnya, melainkan juga nonmateri, semisal waktu.


Jangan sampai keserakahan menggerogoti kehidupanmu. Jadilah pribadi yang senantiasa bersyukur dengan apa yang dimiliki saat ini." Ucap Aini yang membuat tiga orang itu semakin menunduk.


"Kamu harus belajar untuk merasa puas dengan apa yang kamu miliki atau kamu akan menderita akibat serakah untuk itu semua." Ucap anak bungsu Ibu.


" Maksud kamu apa berkata seperti itu?" Ketus Daffa.


" Bukankah maksud kami sudah jelas bahwa sebenarnya kami menginginkan bagian dari harta kekayaan ini mengingat kami adalah anak dari ayah kalian juga tapi kalian seolah-olah enggan untuk memberikan harta yang selama ini sudah kalian nikmati secara cuma-cuma." Ucapnya dengan angkuh.


" Aku pikir kalian adalah muslim dan muslimah yang benar-benar taat mengingat pakaian kalian sangat sopan ketika kalian berada di sini tapi kemudian aku mengerti bahwa pakaian itu hanyalah kedok dari keserakahan kalian yang akan menguasai harta kekayaan ini." Ucap Aini yang langsung memberikan sambaran petir pada ketiga nya.

__ADS_1


" Jika kalian pikir aku dan kakakku menikmati segala harta kekayaan yang ada di sini kalian salah karena walaupun kamu sudah mengurus panti asuhan ini dan menerima segala dana daripada donatur tapi kami tidak pernah menggunakannya sepeserpun Karena kami tahu itu adalah hak dari anak-anak yang tinggal di panti asuhan ini Karena itulah kami tidak pernah menarik biaya satu set pun kepada mereka yang akan tinggal di sini." Ucap Aini.


Yuli dan Akbar yang baru saja datang terkejut melihat tiga orang yang ada di bawah sambil berlutut seperti memohon pengampunan dari Aini.


Yuli dan Akbar lalu teringat bahwa 3 orang itulah yang membuat semua pengurus panti asuhan mengira bahwa Yuli dan Akbar adalah pencuri dan orang yang memanipulasi dana panti asuhan dari para donatur.


" Mas..."


" Tenanglah.., lebih baik kita tidak perlu ikut campur dan tidak perlu bicara ketika kita tidak diminta untuk bicara." Ucap Akbar.


"Keserakahan adalah apa yang bisa kamu sebut sebagai jenis lubang tanpa dasar di mana itu benar-benar tidak ada habisnya." Ucap Daffa sambil melempar berkas yang berisi aset berupa tanah dan bangunan mewah yang baru saja dibangun oleh ibu dan dua saudaranya dari dan hasil donatur.


Ibu dan dua anaknya terkejut saat melihat berkas itu dan juga foto di mana sudah dipasangi garis polisi di tempat di mana mereka dari menyelesaikan 70% dari rumah impian dan terdapat tulisan bahwa ini adalah milik panti asuhan almarhum Ayah Aini.


"Hal yang paling menyedihkan adalah kamu melupakan etikamu dan kamu mencoba untuk mendapatkan apa yang tidak bisa kamu lakukan. Aku tahu kalian tidak ingin aku menikmati sebagian harta dari kekayaan yang sudah diwasiatkan oleh almarhum ayahmu karena kamu ingin menguasainya sendiri kan?" Ucap Ibu dengan tegas.


" Benarkah bisakah aku lihat seperti apa bunyi surat wasiat itu dan seperti apa bentuknya karena aku sangat mengenal tanda tangan dari Ayahku dan sekalipun itu ditulis oleh orang lain aku bisa mengenalnya karena Ayahku selalu membubuhkan tanda pada setiap tulisan ataupun kata yang akan dia ucapkan dan ditulis oleh orang sehingga tidak akan ada yang bisa meniru ataupun mengubah isi dari surat wasiat almarhum Ayah."


Degh !!!


Ibu dan dua anak itu saling berpandangan...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2