Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
Bab 33 : Untuk pertama kalinya


__ADS_3

Aini segera duduk dan menarik handuk yang melilit kepalanya untuk menutupi tubuhnya.


" Maaf, maafkan aku..." Pekik Aini.


" Ak..ku tidak bermaksud menodai mata indah mu yang terbiasa memandang lekuk tubuh laki laki, ya walaupun aku tahu tubuhku jauh lebih mempe....so..na dari laki laki."


CROTTTT !!!!


Daffa kembali mimisan. Aini bangun setelah berhasil menutup tubuhnya untuk mengambil tisu dan membantu Daffa membersihkan mimisannya.


Tubuh Daffa semakin gemetar karena untuk pertama kalinya dia dan Aini sangat dekat terutama saat Aini hanya mengenakan handuk.


Daffa terdiam mematung, tangan nya terangkat seolah ingin menyentuh apa yang ada di depannya.


" Kamu kenapa?" Tanya Aini.


" Ini adalah pertama kalinya aku melihatnya.."


" Melihat apa?, maksudnya ini?" Ucap Aini sambil menunduk.


" Aha...."


" Jadi memegangnya?"


" Bolehkah?"


" Tentu..., semua yang ada dalam diriku adalah milikmu dan kau berhak atas itu."


Daffa tersenyum hingga dirinya hendak mencapai apa yang menjadi tujuannya tiba-tiba Daffa merasakan air mengguyur seluruh tubuhnya.


Byur....


" Aini apa yang kamu lakukan?" Tanya Daffa saat tahu bahwa Aini yang menyiram tubuhnya dengan air.


" Ya karena kamu bengong dan kamu senyum-senyum sendiri tentu saja aku takut karena di sini kita hanya berdua bagaimana jika ternyata kamu kerasukan sesuatu dan mencoba untuk.... haa... tidak tidak."


" Mencoba untuk apa maksud mu?"


" Lalu kamu mencoba untuk merasukiku dan mengambil alih tubuhku."


Daffa memukul dahinya sendiri lalu dia mencoba untuk bangkit namun lagi-lagi dia terpeleset dan menarik tangan Aini sehingga Aini jatuh tepat di atasnya.


Sangat empuk...


Memang posisi yang sangat sempurna hingga membuat sesuatu yang ada di sana kembali terbangun.


" Kyaaa....., ada yang menusukku di bawah sana." Ucap Aini.


" Tunggu tetaplah disini." Daffa melingkarkan tangannya ke badan Aini.


" Tapi Aku ingin tahu apa yang sedang menusuk-nusuk kakiku."


" Tidak apa biarkan sebentar saja biarkan aku merasakan kehidupannya kembali." Ucap Daffa sambil memejamkan mata.


Aini lalu teringat tentang perkataan dokter yang menyarankan agar Aini melakukan sentuhan yang tidak biasa kepada suaminya untuk membantu membangunkan kebijakan milik suaminya.


Mungkin sentuhan seperti ini yang dimaksudkan oleh dokter itu, baiklah..

__ADS_1


Aini tersenyum dan membenarkan kepalanya mencari tempat ternyaman di dada Daffa.


" Apa jika kita seperti ini terus maka kamu bisa menjalankan kewajibanmu sebagai seorang suami dan memberikan hak yang seharusnya aku dapatkan?" Ucap Aini.


" Mungkin.."


" Kalau begitu kenapa kita tidak mencoba untuk melakukannya sekarang?"


Daffa yang saat itu memejamkan mata langsung membuka matanya dengan lebar saat secara terang-terangan Aini memintanya untuk melakukan hal itu.


" Aku belum berpengalaman." Ucap Daffa yang mencoba bangun dan membuat Aini juga terbangun.


Aini langsung berdiri dan menutupi tubuhnya dengan handuk kimono yang tadi sempat terlepas. Walaupun basah tapi itu lebih baik daripada melihat Daffa kembali mimisan karena pakaian Aini tidak menutupi tubuhnya secara sempurna.


" Apa kamu pikir aku sudah berpengalaman dengan hal itu Bagaimana jika kita sama-sama belajar aku mungkin bisa menumbuhkan sesuatu yang sudah lama tertidur." Ucap Aini dengan pede nya, walaupun Sebenarnya dia tidak yakin apakah dia benar-benar bisa untuk menumbuhkan sesuatu yang sudah lama mati.


" Pergi ganti pakaian kok bisa demam jika kamu memakai handuk yang basah." Ucap Daffa.


" Tapi Aku ingin tahu apa tadi yang menusuk kakiku rasanya sangat panjang dan juga keras."


Panjang dan keras Apa benar seperti itu... Pekik Daffa.


" Lupakan saja. Pergilah ganti pakaian, nanti kau bisa demam."


" Tapi..."


Cup


Aini terdiam saat sebuah kecupan mendarat di pipinya.


" Apa ini mimpi?. Aku baru saja dicium oleh nya." Pekik Aini.


" Aw.. sakit.Itu artinya ini bukan mimpi. Ini kenyataan.." Ucap Aini saat dia merasakan sakit karena cubitan yang dia lakukan sendiri.


Aini sangat gembira hingga dia menyalahkan air shower dan mendongak ke atas dengan mata tertutup membayangkan jika dirinya sedang mandi hujan.


Terima kasih Tuhan karena sudah menjawab doaku. Semoga ini adalah awalan yang baik untuk aku dan suamiku memulai hubungan pernikahan yang sebenarnya...


Diluar. Daffa menatap dirinya sendiri di pantulan.


Dia kemudian menyadari rupanya si entong merespon begitu cepat ketika dia berada sangat dekat dengan Aini.


Daffa tersenyum saat mengingat bahwa dengan berani dan gerakan reflek dia mencium pipi Aini.


Daffa lalu memegangi pipinya karena tiba-tiba dia seperti merasakan kembali ciuman yang pernah Aini berikan kepadanya.


" Mungkinkah aku kembali merasakan cinta yang sudah sekian lama tidak pernah aku rasakan?" Pekik Daffa.


Drrrttt... drrrttt... drrrttt


Daffa tersadar dari lamunannya saat mendengar suara ponsel berdering.


" Ken Aku ingin kau handle semuanya karena aku merasa ingin berada di rumahku sama dengan istriku sedikit lebih lama." Ucap Daffa.


Sementara Kenzo terkejut bukan main saat mendengar Daffa berkata istri ku.


Tanpa pikir panjang lagi, Kenzo segera menemui dokter R.

__ADS_1


" Kamu ini kenapa sih. Dia tidak bisa merasakan cinta kamu binggung. Saat dia merasakan cinta kamu juga binggung. Sebenarnya apa mau kamu?" Ketus R.


" Ah iya juga yaa. Kenapa aku binggung?" Ucap Kenzo.


" Biarkan saja jika dia mulai menunjukkan tanda-tanda cinta. Selagi dia mencintai istrinya kan tidak masalah." Ucap R.


" Hmm, benar juga. Kalau begitu sebaiknya aku pulang dan mendoakan agar dia bisa segera melakukan unboxing."


🌸🌸🌸


Kembali ke Daffa yang mulai khawatir karena Aini tidak kunjung keluar dari kamar mandi.


" Masuk enggak?"


" Masuk aja deh..."


" Eh tapi kalau dia sedang bugil gimana?"


Daffa mengurungkan niatnya untuk masuk.


" Tapi bagaimana jika ternyata dia pingsan karena tadi aku menciumnya secara tiba-tiba."


" Argh... apa yang harus aku lakukan aku masuk atau tidak.."


Daffa mondar mandi seperti kipas angin sebelum akhirnya dia memilih untuk masuk karena khawatir kepada Aini.


Ckelek...


Daffa masuk dan memanggil-manggil Aini lalu dia melihat bahwa Aini sedang memejamkan mata di bawah guyuran air shower.


Tanpa pikir panjang lagi Daffa langsung menarik tangan Aini menjauh dari sana.


" Apa yang kamu lakukan, kamu bisa saja sakit jika kamu terus berada di bawah air itu."


" Maaf aku hanya merasa bahagia karena kamu benar benar mencium ku."


" Astaga jadi ini hanya masalah ciuman, cepatlah berganti pakaian lalu aku akan menciummu lagi."


" Ya, asal kamu segera pergi untuk mengganti pakaianmu karena aku tidak ingin kamu sakit."


" Ah perhatian sekali suamiku ini..."


" Bukan perhatian tapi aku pasti tidak akan kuat untuk menggendong tubuhmu sendiri jika kamu sakit dan aku harus membawanya ke rumah sakit."


" Huh..."


Aini melengos pergi dengan memasang muka sewot.


" Yah kok marah?. Salah ku dimana?"


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2