Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
Kumat...


__ADS_3

Malam itu adalah malam yang paling membahagiakan.


Setelah berhasil mengembalikan nama baik panti asuhan dan membuat para donatur kembali mempercayai panti asuhan lagi ditambah semakin banyaknya donatur yang akan berdonasi dan juga ikut mengawasi panti asuhan membuat Aini bisa beristirahat dengan tenang...


Keesokan harinya...


Daffi dan Kenzo menyerahkan tanggal pernikahan mereka, dan siapa sangka jika tanggal dan bulan yang mereka pilih adalah sama.


" Wow..." Pekik Daffa saat dia melihat tanggal dan bulan yang sama yang mereka pilih untuk pernikahan mereka.


" Kenapa bisa sama seperti ini ya?"


" Kata Orang tua, itu adalah tanggal yang bagus untuk memulai hidup yang baru..." Ucap Viona sambil tersenyum melihat Daffi.


" Benarkah, orang tua ku juga mengatakan hal yang sama bahwa pada tanggal itu di bulan itu adalah hari yang baik untuk memulai kehidupan yang baru." Pekik Nina.


" Baiklah sesuai yang aku janjikan maka aku akan mensponsori resepsi pernikahan yang kalian inginkan jadi sekarang katakan kalian ingin resepsi seperti apa dan ingin melakukan resepsi di mana di sini atau di luar negeri terserah." Ucap Daffa sambil melihat ke arah Daffi dan juga Kenzo secara bergantian.


" Boleh aku duluan yang mengatakan." Ucap Daffi.


" Tentu.." Ucap Kenzo sambil tersenyum.


" Aku dan Viona sudah memutuskan untuk tidak melakukan resepsi pernikahan tapi kami akan mengadakan pengajian syukuran disini, bersama dengan para penghuni panti asuhan." Ucap Daffi.


" Apa kamu yakin?" Tanya Daffa memastikan.


" Ya, awalnya kami menginginkan pesta pernikahan di negeri paling romantis yaitu Paris, tapi setelah aku berada di sini aku menyadari satu hal bahwa terlalu melebih-lebihkan sesuatu itu tidak baik jadi kami memutuskan untuk menikah di KUA saja dan melakukan syukuran bersama di antara penghuni panti asuhan." Ucap Daffi.


" Baiklah, kalau kau Kenzo?" tanya Daffa.


" Emm, aku tidak tahu apakah ini sebuah kebetulan atau apa tapi aku dan Nina juga berpikiran sama seperti yang baru saja dikatakan oleh Daffi."


Daffa dan Aini saling berpandangan, mereka tentu saja terkejut karena ketika Dafa sudah siap untuk memberikan yang terbaik bagi dua orang yang penting dalam hidupnya mereka justru membuat keputusan yang diluar pemikiran Daffa dan juga Aini..


" Apa kalian yakin tidak menginginkan resepsi seperti yang kalian impikan karena aku yakin setiap pasangan terutama wanita pastilah memiliki impian seperti apa konsep pernikahan yang dia inginkan?" Pekik Aini yang membuat Daffa sedikit tersindir mengingat dia dan Aini juga tidak pernah melakukan resepsi seperti yang dia ingin kan.


" Ya, kami rasa keputusan yang kami ambil ini sudah benar dan kami menginginkan hal itu.." Ucap Daffi setelah dia melihat ke arah Kenzo dan Kenzo tersenyum sambil menganggukkan kepala.


☘️☘️☘️


 "Tidak ada cinta yang lebih kuat dari yang dirasakan oleh orang tua terhadap anaknya. Sebuah keluarga adalah siapa yang kamu pilih untuk berada di sisimu dan mencintai tanpa syarat." Ucap Aini ketika Daffa mendatangi nya saat dirinya berada di makam kedua orang tua nya.


"Dan warisan terkaya yang dapat dimiliki setiap anak adalah kehidupan keluarga yang stabil, penuh kasih, dan disiplin." Ucap Aini.


Aini tersenyum lalu Daffa mengajak Aini untuk masuk karena hari sudah mulai gelap.


" Kapan kita akan kembali ke kota?" tanya Aini.


" Kapanpun kamu siap." Ucap Daffa.


" Bagaimana jika aku siap kembali ke kota dalam beberapa bulan?"

__ADS_1


" Tidak masalah, apa kamu lupa jika suami mu ini banyak uang"


" Jangan kumat." Pekik Aini.


" Aku serius, dan apa kamu tahu..."


" Apa?" Tanya Daffa.


"Kalau kamu adalah Bumi, maka aku adalah atmosfirnya. Dengan begitu setiap saat bisa melindungi mu dari sakitnya serangan meteor dan komet."


" Kumat deh..." Pekik Aini sambil berjalan meninggalkan Daffa yang masih dengan kata kata gombalnya.


"Aku nggak suka pake alas kaki. Buat apa aku pakai alas kaki kalau bukan kamu alasanku melangkah lagi."


"Aku tahan dinginnya es, tapi tak sanggupku lihat air matamu menetes."


"Aku mau minta maaf, iya maaf udah terlalu sayang sama kamu."


"Apa bedanya balon sama kamu? Kalau balon 5 rupa-rupa warnanya. Kalau kamu 1 rupawan parasnya."


"Kamu dapet salam dari yadi. Yadiriku maksudnya. Hehe..."


" Aini?"


Karena tidak mendengar suara, Daffa berbalik dan dia melihat beberapa pengurus panti asuhan tersenyum tipis melihat Daffa yang menggombal seorang diri.


Daffa tersenyum tipis sambil mengusap lehernya sebelum akhirnya memilih pergi dan masuk ke dalam rumah untuk mencari Aini.


" Ada apa?" Kekeh Aini.


" Tau ah gelap." Pekik Daffa.


" Unyu unyu, marah ni yee ...." Kekeh Aini.


" Sejak kapan kamu meninggalkan suami se romantis aku saat dia sedang melancarkan aksinya?"


" Baru ini kan..."


" Terus, kamu gak merasa bersalah gitu?"


" Enggak."


" Hais, ya udah deh aku mau marah sampek nanti malam."


" Marah kok ada jadwalnya."


" Pokoknya sampai nanti malam."


" Sampai besok pagi juga gak masalah." Ucap Aini.


" Ya jangan dong."

__ADS_1


" Lah kenapa?"


" Aku gak sanggup. Hehe..."


Aini tidak tahan lagi, dia berjalan dan langsung mencubit pipi Daffa.


" Gemes..., nemu dimana sih orang tuaku ini suami seperti kamu.."


Cup


Aini mencium kening Daffa.


"Jika suatu saat aku berlutut di hadapan wanita lain selain kamu, itu adalah saat aku sedang mengikat tali sepatu anak perempuan kita." Ucap Daffa yang membuat Aini menatap Daffa.


Daffa mendekati wajah Aini, Aini memejamkan mata karena mengira Daffa akan mencium nya.


"Kalau kamu nyuruh aku buat umumin ke seluruh dunia aku sayang kamu, aku cuma bakal bisikin ke kuping kamu. Soalnya kamulah duniaku." Bisik Daffa yang membuat Aini tersipu.


Daffa memegang tangan Aini dan mencium nya.


"Apa bedanya kamu dengan cincin?."


" Apa?" Tanya Aini yang menahan diri agar tidak terbang.


" Kalau cincin melekat di jariku sedangkan kamu melekat di hatiku."


Ah...


Aini tidak tahan lagi, dia hampir saja meleleh jika Daffa tidak memegang tangan nya dengan erat.


"Apa yang menyebabkan bintang jumlahnya berkurang dan tak indah lagi?"


"Karena awan mendung."


" Salah. Karena bintang terindah ada di matamu."


" Udah ah, lebih baik aku ke dapur, gombalan kamu tidak membuat jabang bayi ini menjadi kenyang." Ucap Aini.


Daffa menarik tangan Aini saat Aini akan pergi.


" Ketahuilah Aku ingin menghabiskan sisa waktu hidupku hanya bersama dirimu, karena ku tahu ada di sampingmu adalah kebahagiaan yang besar untukku." Ucap Daffa sambil memeluk Aini.


"Hari ini, kemarin, dan seterusnya, aku akan selalu bahagia dan berterima kasih kepadamu. Kamu adalah sumber kebahagiaanku."


"Cinta itu ibarat lingkaran yang tidak ada titik lainnya. Kakanda harap, kita tetap menjadi lingkaran sampai maut yang memisahkan."


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2