
Kehadiran buah hati dalam pernikahan menjadi momen yang paling ditunggu oleh setiap pasangan.
Rasa bahagia dan suka cita tentu saja dirasakan orang tua dalam menyambut si kecil di dunia. Tak hanya orang tua, kehadirannya juga kerap dinantikan oleh orang-orang terdekat.
Inilah yang sedang dinantikan oleh Daffa dan juga saudara kembarnya.
Viona dan Nina serta Kenzo juga sedang berada di luar ruangan tepatnya di rumah sakit di mana Aini sedang berjuang untuk melahirkan buah hati mereka yang pertama.
Beberapa bulan berlalu dengan begitu cepat, hari-hari yang dilalui dengan penuh cinta dan kebahagiaan membuat Aini dan Daffa tidak menduga bahwa hari di mana buah hati mereka akan lahir sudah tiba.
Daffa dengan setia menemani Aini yang sedang berjuang untuk melahirkan buah hati pertama mereka.
Hingga tangisan pertama dari sang buah hati mengakhiri perjuangan dari Aini.
Oekk....
Oeek....
Oekk....
" Anak pertamanya perempuan, selamat ya Bapak dan Ibu..."
Daffa tersenyum dan langsung mencium kening Aini.
" Terima kasih karena sudah mau berjuang untuk melahirkan Putri pertama kita."
"Terima kasih telah membuatku menjadi pria, suami, dan seorang ayah."
Aini hanya tersenyum karena dia merasa tenaganya terlalu banyak terkuras sehingga belum mampu untuk membalas perkataan dari Daffa.
Untuk pertama kalinya air mata Dafa mengalir saat dokter mempersilahkan Daffa untuk menggendong serta mengazani Putri pertamanya.
Setelah satu jam, Aini dipindahkan ke ruang ibu dan bayi sehingga Kenzo, Daffi dan para istrinya bisa menjenguk Aini serta anggota baru mereka.
”Terima kasih sudah berjuang.”
”Aku sayang kamu dan anak kita, terima kasih sudah membuat aku bisa bertemu langsung dengan anak kita.”
”Selamat ya sayang, kamu berhasil menjadi seorang ibu.”
”Terima kasih sudah melahirkan si kecil ke dunia, kita besarkan dia sama-sama ya, sayang.”
" Mas Hentikan, kamu sudah mengucapkan kata terima kasih lebih dari 100 kali hari ini." Pekik Aini yang baru saja selesai memberikan ASI kepada bayi perempuan yang masih di rahasiakan namanya.
" Dan aku tidak akan pernah berhenti berterima kasih kepadamu karena kamu sudah memberikan kebahagiaan yang luar biasa kepadaku, dan..."
" Apa?"
Daffa mendekati Aini lalu mengambil bayi yang berada di gendongannya kemudian meletakkannya di boks bayi.
__ADS_1
Daffa mendekati Aini,
Cup
" Aku sudah siap untuk memproduksi banyak anak lagi."
" Kamu yaa..." Aini langsung mencubit perut Daffa.
" Aw...."
" Apa?, salah ya?"
" Aku baru saja melahirkan dan kamu sudah merencanakan ingin menambah anak lagi ah yang benar saja bahkan setelah ini kamu harus berpuasa setidaknya 40 hari."
" Haha jangan bercanda bagaimana bisa aku berpuasa selama 40 hari?" Pekik Daffa.
" Jika tidak percaya kepadaku kenapa kamu tidak menanyakannya langsung kepada dokter?" Ucap Aini yang melihat ada beberapa dokter dan perawat yang datang untuk memberikan vitamin kepadanya.
Daffa langsung menanyakan tentang arti dari perkataan Aini yang berkata bahwa Daffa harus berpuasa 40 hari dan dia tidak bisa langsung memproduksi anak setelah ini.
" Jadi begini pak setelah istri melahirkan akan ada masa di mana kita biasa menyebutnya dengan masa nifas, jadi anda tidak boleh berhubungan badan dengan istri sampai berakhirnya masa nifas yaitu kurang lebihnya selama 40 hari."
" Ya Tuhan..."
Brak !!!
" Bapak, bapak tidak apa apa?" Pekik dokter itu yang panik karena melihat Daffa pingsan.
Suster lalu meminta tolong kepada Daffi dan juga Kenzo yang kebetulan berada di ruangan itu dan siap untuk masuk.
" Apa yang terjadi pada nya?" Tanya Daffi.
" Emm , dia pingsan setelah dokter mengatakan bahwa dia harus berpuasa selama 40 hari dan menunda keinginannya untuk langsung memiliki keturunan lagi." Ucap Aini.
" Astaga, sebenarnya dia tipe lelaki macam apa yang tidak tahu bahwa akan ada yang namanya masa nifas setelah wanita melahirkan." Ucap Daffi.
" Mungkin saudaramu itu terlalu bahagia mempunyai anak sehingga berpikir bahwa setelah ini dia bisa langsung memproduksi dan menambah jumlah momongan mereka." Ucap Kenzo.
" Ya apa dia pikir wanita itu seperti mesin sehingga ketika kita memasukkan kartu maka sejumlah uang akan keluar dengan begitu cepat?" Ketus Daffi.
Viona memilih untuk tidak menanggapi perkataan dari dua lelaki tersebut yang berdebat tentang kegilaan Dafa yang sudah ingin menambah momongan.
Viona menghampiri Aini dan memeluknya.
"Selamat atas gelar barunya sebagai orang tua. Semoga bisa lebih bijaksana lagi saat mendidik anak, agar bisa tumbuh menjadi penerus bangsa yang berkualitas. Semoga Allah memberkahi anakmu, diberikan rezeki yang luas, dan kau bisa mendapatkan bakti dari anakmu."
" Terima kasih Viona, dan bagaimana kabar dari kehamilanmu?" Tanya Aini
" Alhamdulillah aku sudah melewati masa-masa mual dan muntah. Aku juga baru saja memeriksakan keadaannya sebelum aku datang ke ruangan mu." Ucap Viona.
__ADS_1
" Semoga calon bayimu bisa tumbuh dengan sehat dan diberikan kelancaran sampai hari h nanti." Ucap Aini.
"Amin..."
" Boleh aku menggendongnya?" tanya Nina.
" Tentu saja, hitung-hitung kamu latihan karena sebentar lagi kamu juga akan menjadi seorang ibu." Ucap Aini sambil tersenyum.
Viona dan Nina sama-sama sedang hamil anak pertama mereka dan kehamilan mereka juga sama yaitu memasuki usia 3 bulan.
Saat Daffi dan Kenzo memberikan kabar gembira bahwa istri mereka sudah hamil kepada Dafa Dafa sempat bingung karena selain tanggal pernikahan mereka yang sama istri mereka juga sama-sama sedang hamil.
" Apa sebenarnya kalian ini sudah merencanakan semuanya hingga saat kalian melakukan hubungan suami istri kalian juga merencanakannya untuk bersama-sama sehingga istri kalian sama-sama hamil?"
Daffi dan Kenzo saling berpandangan saat Daffa mengatakan itu. Mereka juga tidak tahu kenapa semuanya serba kebetulan sehingga kedekatan Nina dan Fiona serta Kenzo dan Davi yang sebelumnya tidak pernah dekat menjadi sangat dekat bahkan mereka sudah seperti saudara.
"Selamat datang ke dunia baby cantik! Selamat juga untuk ibunya yang telah berjuang melahirkan bayi secantik ini! pastinya ia akan menjadi penyejuk hati untuk kedua orang tuanya. Dan hari-harimu akan menjadi semakin indah. Kamu akan menjadi orang tua yang hebat! Selamat! Tuhan memberkati!." Ucap Nina.
Tak lama kemudian, Daffa tersadar. Dia melihat Daffi dan juga Kenzo yang menatapnya dengan tatapan tajam.
" Hei, kenapa kalian menatapku seperti itu aku baru saja pingsan bukannya mengambilkan aku makanan atau minuman kenapa kalian justru menatapku dengan tatapan seperti itu?" Ketus Daffa.
" Begini, apa kamu berencana akan membuat Aini hamil lagi setelah ini?" Tanya Daffi.
" Iya, tapi dokter mengatakan bahwa aku harus berpuasa selama 40 hari dan menunda keinginanku itu."
Pletak !!!
Daffi menyentil dahi Dafa sedangkan Kenzo menjewer telinganya.
" Apa kamu sudah gila ha kamu pikir ini itu mesin pencetak anak sehingga kamu menganggap bahwa setelah ini kamu bisa langsung membuatnya hamil lagi?" Ketus Daffi.
" Kamu harus melatih kesabaranmu dulu bro dan siapkan mentalmu untuk berpuasa selama 40 hari." Bisik Kenzo.
" Puasa?" Pekik Daffa.
Daffi dan Kenzo menganggukkan.
" 40 hari?" Pekik Daffa lagi. Dan lagi-lagi Dafa dan Kenzo juga menganggukkan kepala.
" Tidak...."
Brak !!!
Daffa kembali pingsan membuat Daffi serta Kenzo menepuk dahinya sendiri sementara ketiga wanita yang melihatnya tersenyum geli.
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...