
Daffi menggeleng gelengkan kepalanya dan memilih untuk segera pergi.
Tak lama setelah itu, Viona terbangun dan lari seolah ingin mengejar Daffi.
" Tunggu." Pekik Viona.
" Ada apa?" Pekik Daffi ketus saat dia hendak masuk ke dalam mobil.
"Kutitipkan cinta ini hanya pada-Mu, jagalah hatiku dan hatinya dari rasa kecewa hingga waktu itu tiba. Persatukanlah kami dalam restu dan rida-Mu." Ucap Viona sambil mengangkat kedua tangan.
" Heh saodah kamu sedang apa?"
" Berdoa emang gak liat?"
" Berdoa kenapa manggil aku buat berhenti?"
" Yaa biar Tuhan tahu kalau pas aku nyebut kata hatinya itu artinya hati kamu hehe.."
" Kami pikir aku mau sama potongan model kayak kamu?"
" Sekarang enggak sih. Tapi siapa tahu nanti mau."
" Ge er."
" Hati hati calon jodohku..." Pekik Viona.
Daffi yang sudah siapa untuk menghidupkan mobilnya memejamkan mata dan turun menghampiri Viona.
Deg...
Deg...
Deg..
Ya Tuhan inikah rasanya jatuh cinta di pertemuan kedua. Padahal pertemuan pertama hanya menyisakan pergombalan.
Viona memejamkan mata saat Daffi sudah sangat dekat dengan wajahnya karena mengira Daffi akan menciumnya seperti film romantis yang selalu Viona tonton di mana ketika pemeran wanita berteriak menyatakan perasaannya maka pemeran pria akan datang dan langsung mencium.
" Jangan mimpi." Bisik Daffi.
" Semua yang indah-indah itu berawal dari mimpi karena itulah aku akan terus bermimpi sampai aku tidak ingin bangun lagi.."
Brak !!
Viona kembali pingsan tapi kali ini dia pingsan dalam keadaan tersenyum.
__ADS_1
" Pingsan karena meleleh adalah hal yang paling membahagiakan dan penuh kesan istimewa.." Pekik Viona.
๐ธ๐ธ๐ธ
" Jadi kenapa kamu tidak memberi tahu Aini kalau mama akan datang dan menginap?"
" Menginap?" Pekik Aini sedikit terkejut.
" Maaf ma, Daffa terlalu senang menikmati kebersamaan dengan Aini sehingga lupa." Ucap Daffa.
Kalau mama menginap itu artinya batal rencana suami untuk mengajari aku selingkuh.
Setelah makan, Daffa segera pamit untuk kembali bekerja.
" Kecup kening istrimu dan cium tangan suamimu, nyatakan pernyataan lahir batin dengan tulus. Lalu katakan semoga rumah tangga kita semakin solid, hubungan kita semakin hangat dan dianugerahi rezeki yang berkah." Ucap Mama saat Daffa sudah bersiap untuk pergi.
Daffa dan Aini kemudian melakukan apa yang baru saja dikatakan oleh mama.
Setelah Daffa pergi, Aini dibantu mama membersihkan kamar yang akan mama gunakan selama tinggal disana.
" Nak, apa kamu bahagia menjadi istri Daffa?"
Aini yang sedang memasang sprei berhenti karena pertanyaan Mama.
" Apa kamu bahagia dengan pernikahaan ini?"
"Pernikahan adalah selalu bersama dan tetap dalam satu tujuan, meski dengan cara yang terkadang berbeda. Tapi perbedaan itulah yang membuat pernikahan menjadi sempurna karena kita akan saling melengkapi." Ucap Mama.
"Kebanyakan orang-orang habis menikah itu lupa, sebenarnya esensi pernikahan itu kalau mau didalami yang pasti nggak ada bosannya. Karena ada rasa ketakutan, rasa selalu ingin memiliki, dan ada berbagai macam perasaan yang cuma bisa kita rasain sama pasangan kita. Aku benar kan ma.." Tanya Aini.
" Benar. Menikah bukan perkara sah saja karena harus belajar seni bersabar terhadap pasangan. Harus belajar seni ikhlas untuk menerima kondisi pasangan dan seni menahan ego demi pasangan." Ucap Mama sambil membantu Aini memasang sprei.
" Aini masih harus banyak belajar untuk saling mengenal satu sama lain
"
"Menikah atau membangung rumah tangga bukanlah suatu yang mudah. Dalam berumah tangga tentunya akan banyak permasalahan baik dari dalam maupun dari luar. Saling terbuka antara suami dan istri merupakan salah satu hal yang penting dalam membangun rumah tangga harmonis supaya tidak ada kecurigaan antara satu sama lain."
Aini terdiam, dia sangat bersyukur jika Daffa kini sudah mulai terbuka padanya. Bahkan kini Daffa dengan sukarela akan mengajari nya selingkuh . Ya walaupun Aini tidak yakin tentang hal itu.
"Istri yang paling beruntung adalah dia yang dikaruniai Allah seorang suami yang penyabar dan penyayang, penuh kehangatan dan kelembutan, suka menolong dan berhati tulus. Jika dia pergi, istri merindukan dan ingin terus berdekatan."
" Semoga kamu termasuk dalam golongan istri yang beruntung itu walaupun mama tidak tahu bagaimana sifat Daffa selama hidup berumah tangga dengan mu.."
" Insyallah mas Daffa selalu bersikap baik padaku ma.." Pekik Aini.
__ADS_1
"Penuhilah rumahmu dengan kelembutan dan rasa cinta, maka suamimu akan memberikan kecintaan, penghormatan, dan kasih sayang."
Haaah, bagaimana bisa aku memberikan kelembutan daerah sa cinta di dalam Rumah tanggaku jika suamiku saja selalu mengalami kegagalan fungsi tubuh ketika aku berada di dekat.
"Allah bisa mengambil suami kita kapan saja, Allah bisa membolak-balikkan hati suami kita kapan saja. Maka kalau ingin suami baik, hubungan rumah tangga baik, mendekatlah dulu kepada Allah sang pemilik segalanya." Ucap Mama yang seakan-akan mengetahui apa yang sedang Aini pikirkan.
Ya. Mama mengetahui bahwa sampai saat ini Daffa masih belum bisa sepenuhnya menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami. Dia dan suaminya sudah melakukan segala cara untuk memulihkan kembali senjata utama yang menjadi ciri khas seorang laki-laki.
Tapi semua itu tidak ada hasilnya, dan ketika seorang dokter memberi saran agar Daffa menikah jadi Daffa dan istri bisa melakukan terapi untuk mengembalikan keperkasaan Daffa mereka setuju.
Hingga takdir membuat Daffa menikah Aini. Awalnya Orang tua Daffa tidak enak hati kepada keluarga Aini. Tapi karena Daffa berjanji akan melakukan tugasnya dengan baik maka mereka percaya.
Namun siapa sangka jika sampai detik ini Daffa masih belum bisa menunjukkan keperkasaannya.
" Ma. Apa mama baik baik saja?" tanya Aini saat melihat mama mertua nya terdiam.
"Sebaik-baik cinta adalah pernikahan. Dan sebaik-baik mencintai adalah saling mendoakan. Pernikahan yang indah bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja itu adalah sesuatu yang harus diciptakan." Ucap Mama sambil tersenyum pada Aini.
" Dan semoga kalian segera menciptakan keindahan dalam pernikahan kalian."
" Terima kasih ma."
๐ธ๐ธ
"The beauty of marriage is not always seen from the very beginning but rather as love grows and develops over time."
"When you make the sacrifice in marriage, youโre sacrificing not to each other but to unity in a relationship."
"Many marriages would be better if the husband and the wife clearly understood that they are on the same side."
Daffa hendak mematikan radio karena yang dibahas soal pernikahan.
" Aku sudah tahu petuah tentang pernikahan." Pekik Daffa sambil siap menekan tombol off.
Tapi kemudian ada satu kalimat yang menarik perhatian Daffa.
"A long marriage is two people trying to dance a duet and two solos at the same time.( Pernikahan yang langgeng adalah dua orang yang mencoba menari duet dan solo pada saat yang sama)"
" Ini sedikit aneh dan tidak masuk akal. Tapi aku akan coba untuk mengajak Aini berduet sambil menari."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...