
" Sayang, apa kamu baik-baik saja?" Tanya Daffa.
" Aku.... aku..."
Daffa memeluk Aini dan menenangkan nya.
" Bersabarlah hingga akhir acara, kita lihat sampai mana Kakak dan kakak ipar menyembunyikan hal ini darimu."
"Cemas, panik, dan tak tenang merupakan hal yang wajar dialami oleh semua orang. Pemicunya pun berbagai macam faktor, seperti tekanan dari lingkungan, masalah keluarga, pengharapan yang tak sesuai realita dan banyak lainnya. Ketika mengalami hal ini, khawatir dan stres pun berkumpul jadi satu. Tapi Aku harap kamu tidak akan lupa bahwa kamu sedang hamil dan tidak boleh terlalu cemas."
Aini semakin mempererat pelukannya.
"Hidup tak pernah lepas dari masalah karena masalah adalah satu di antara cara Tuhan menjadikanmu pribadi yang lebih kuat dan dewasa."
"Yakin membuat segalanya menjadi mungkin, harapan membuat segalanya menjadi indah."
"Hidup ibarat menaiki sepeda. Agar tidak terjatuh dari sepeda dan menjaga keseimbangan, kita harus terus bergerak dan mengayunkan kaki."
Daffa melepaskan pelukannya dan menatap Aini sambil menghapus air mata yang membasahi pipi nya.
"Jika kamu takut melangkah, lihatlah bagaimana seorang bayi yang mencoba berjalan. Niscaya akan kau temukan bahwa setiap manusia pasti akan jatuh. Hanya manusia terbaiklah yang mampu bangkit dari kejatuhannya"
"Orang yang merasa bahagia adalah orang yang menerima semua takdir dari Tuhan dengan senang hati."
" Kita akan menghadapi masalah ini bersama dan mencari solusinya bersama juga." Ucap Daffa sambil tersenyum.
Aini tersenyum dan menganggukkan kepala, Daffa tersenyum dan kembali mencium kening Aini.
Tok
Tok
Tok
" Siapa?" Tanya Daffa.
" Ini mama. Dimana Aini?, semuanya sudah menunggu."
" Aini akan turun lima menit lagi ma." Ucap Daffa.
" Baiklah."
__ADS_1
Tak lama kemudian, Aini dan Daffa kembali berpelukan dan Daffa membantu Aini bersiap kemudian bersama sama turun dan mengikuti serangkaian acara syukuran 4 bulanan.
Malam harinya setelah acara berakhir Daffa langsung mengajak Aini untuk beristirahat saat Daffa tahu bahwa Aini akan langsung bertanya pada Yuli dan Akbar.
" Ada ap?, kenapa membawa ku masuk?" Tanya Aini pada Daffa.
" Kita harus menunggu, Jangan terus menerus bersedih atas apa yang menimpa. Hidup adalah perputaran, hadapi dengan senyuman. Aku tidak akan membiarkan kamu menemui kak yuli dalam keadaan sedih."
"Tersenyumlah dalam situasi apapun, tanpa disadari senyum itu yang akan menguatkanmu. Kita baru saja mengadakan acara syukuran untuk calon bayi kita. Biarkan semua orang beristirahat dan menenangkan diri masing masing."
Aini akhirnya menurut, malam itu dia tidur dalam pelukan Daffa, Aini tersenyum saat Daffa mengikat tangan nya dengan tangan Aini.
" Aku tahu jika aku tidur seperti orang pingsan karena itu aku melakukan ini untuk menjaga dan memastikan bahwa kamu akan tidur nyenyak malam ini. Besok kita akan membahas nya bersama sama."
Aini mencium bibir Daffa karena merasa gemas. Aini kemudian memilih tidur.
Daffa benar, Aini harus tetap tenang apalagi dia baru saja selesai melakukan syukuran untuk calon bayinya.
Sementara Yuli dan Akbar sedang mencari alasan yang tepat untuk mereka pergi dari rumah Aini besok pagi.
Yuli dan Akbar bukan tidak ingin memberi tahu Aini tentang masalah yang menimpa mereka, hanya mereka tidak ingin membuat Aini yang baru saja rasakan bahagia dan menerima bahwa kedua orang tua mereka sudah tiada harus kembali merasakan kesedihan yang mendalam.
" Lambat laun ini pasti akan mengetahui tentang masalah ini hanya saja aku merasa tidak siap jika ini harus tahu dalam waktu dekat." Ucap Yuli.
"Cara terbaik menghukum orang yang telah melakukan kesalahan terhadap kita ialah dengan berbuat baik kepadanya. Itu berlaku untuk kita tapi bagaimana dengan Aini?" Tanya Yuli lagi.
"Hidup bukan tentang mendapatkan apa yang kamu inginkan, tetapi tentang menghargai apa yang kamu miliki, dan sabar menanti yang akan menghampiri. Kita sudah pernah melihat bukan bagaimana Daffa menguatkan hati Aini. Dan aku yakin, Daffa juga yang akan membuat Aini tetap pada keikhlasan hatinya."
"Tidak ada kata yang salah dari menang dan kalah. Yang salah adalah ketika kita mengharapkan kemenangan tanpa mau berjuang." Ucap Yuli sambil kembali menangis mengingat perlakuan sesungguhnya dari ibu dan dua anak yang kini sudah mengambil alih panti asuhan dan mengusir Yuli serta Akbar dari sana.
"Tindakan adalah cerminan hati yang baik. Jaga hatimu agar selalu baik, bahkan ketika sangat terluka.."
" Aku hanya bisa melakukan nya di depan banyak orang tapi disini aku tidak bisa membohongi diriku sendiri betapa aku terluka dan kecewa terutama saat aku melihat wajah adikku. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana sedih dan terlukanya dia saat mengetahui bahwa orang yang sudah dia beri kesempatan dan dia rangkul menjadi keluarga dan menghianatinya dan merampas semua yang ada." Pekik Yuli.
"Kita selalu punya pilihan tiap hati. Tinggal kita memilih, memulai niat baik yang kemarin, ataukah menunggu dan mendapatkan rasa penyesalan besok."
"Kita selalu punya pilihan tiap hati. Tinggal kita memilih, memulai niat baik yang kemarin, ataukah menunggu dan mendapatkan rasa penyesalan besok."
"Barang siapa yang dapat menahan amarahnya, padahal ia berhak untuk melepaskan amarahnya itu, maka Allah memenuhi hatinya dengan iman dan rasa aman dan ketenangan."
Yuli memeluk Akbar. Dia sangat bersyukur memiliki suami seperti Akbar yang selalu bisa membuat hatinya damai.
__ADS_1
" Kamu pasti masih ingatkan pesan dari almarhum dan almarhumah orang tua kita?" Tanya Akbar.
"Jika tidak ada pundak untuk bersandar, setidaknya masih ada lantai untuk bersujud." Ucap Yuli sambil melepaskan pelukannya.
" Jadi, apa kamu mau melakukan dua rakaat bersama?" Tanya Akbar dan Yuli mengangguk.
Malam itu, mereka sholat malam bersama sebelum tidur.
Kunci kedamaian hidup sebenarnya sederhana ialah dengan menjalaninya, menikmatinya, dan mensyukuri setiap perihal yang ada.
Kehidupan adalah serangkaian pelajaran yang harus dialami untuk dimengerti. Kita punya rencana. Allah juga punya rencana.
Orang yang tidak takut kelihatan sedih, malah akan menjadi bahagia. Orang yang takut kelihatan sedih, sangat berisiko merasakan sedih. Intinya adalah rasa syukur.
"Akan ada ketenangan di balik setiap kegelisahan, ada tawa di balik setiap air mata, jika kamu selalu menyertakan Tuhan dalam setiap langkahmu."
" Aldo. Pergilah, kenapa kamu selalu ada di setiap aku sendiri?"
" Karena aku ingin kamu tahu bahwa kamu tidak pernah sendiri, kamu selalu mempunyai seseorang yang mendampingi mu hanya saja kamu tidak pernah menyadari nya."
Lala terdiam, melihat itu Aldo dengan hati-hati berjalan dan duduk di samping Lala.
" Kamu punya aku yang selalu ada di samping mu dan pundak ku selalu ada untuk tempat kamu bersandar."
" Hiks hiks...."
Lala nangis sambil menyandarkan kepalanya di bahu Aldo.
Aldo tersenyum dan membiarkan itu untuk beberapa saat, hatinya merasa bahagia karena akhirnya Lala mau menerima kehadirannya.
Aku berjanji akan membuat kamu melupakan cinta mu pada Daffi dan akan selalu mengingat cintaku padamu...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...