
Gila...
Ini sudah benar benar gila...
Kenzo terus saja berbicara dengan dirinya sendiri karena setiap apapun yang dia lakukan, dia selalu teringat dengan senyuman Nina..
Seperti hari ini...
Kenzo memutuskan untuk makan malam di luar sebaring menikmati waktu luang tanpa bosnya yang sengong.
" Hmmm, kira kira bagaimana yaa keadaan bos sengong itu?. Tiba tiba aku jadi rindu sekaligus bahagia karena akhirnya dia sudah benar benar sembuh."
" Permisi, pesanan anda.." Ucap seorang pegawai restoran.
" Terima kasih." Ucap Kenzo sambil menoleh dan betapa terkejutnya dia saat melihat yang mengantarkan pesanan adalah Nina.
" Nina....?" Pekik Kenzo.
" Ya Tuan.." Ucap Nina yang dalam bayangan Kenzo sambil tersenyum.
" Ada apa Tuan?" Tanya Nina sambil mengedipkan mata.
" Tuan..."
" Tuan...."
" Tuan???"
" Ah maaf, terima kasih." Ucap Kenzo ketika pelayan itu menyadarkan nya.
" Huft...., Kenzo menutup mata lalu berjalan untuk mencuci tangan sebelum makan.
Sepanjang perjalan menuju wastafel yang letaknya sangat dekat dengan meja makan Kenzo, Kenzo melihat bahwa semua wanita yang ada disana adalah Nina.
Seketika Kenzo menjadi tegang dan kehilangan selera makan.
Kenzo dengan cepat memakan habis makanan lalu segera menghubungi dokter R untuk membuat janji.
Setibanya di rumah sakit...
Kenzo segera menceritakan tentang dirinya yang melihat semua wanita adalah sama. Dokter R justru mendiagnosa bahwa Kenzo mengalami kegalauan pasca pergi nya Daffa.
"Jika berbicara mengenai galau, tentunya hampir semua orang di dunia ini pernah mengalaminya. Baik galau karena soal asmara, masalah keluarga, kerjaan dan lain sebagainya. Ketika seseorang sedang galau, tentunya pikiran menjadi kalut dan tak karuan. Bahayanya kondisi galau yang dialami seseorang bisa menyebabkan hal-hal fatal yang merugikan diri sendiri. Galau memang hal yang wajar, namun jika berlebihan maka itu dianggap tidak sehat."
" Kamu pikir aku akan gila?" Ketus Kenzo.
" Ya sepertinya karena kamu melihat semua orang adalah Daffa."
Kenzo menggertakkan giginya karena ternyata setelah dia berbicara panjang kali lebar rupanya Dokter R menganggap bahwa Kenzo sedang galau karena Daffa.
" Dokter comberan dengar. Aku bukan memikirkan Daffa, tapi seorang wanita yang baru saja bergabung dan sekarang harus bekerja satu ruangan dengan ku." Pekik Kenzo sambil mencengkram erat kerah baju dokter R
" Jangan terlalu dekat seperti ini, terakhir kali kamu dan Daffa hampir berciuman karena sedekat ini." Pekik Dokter R.
" Cih, kamu pikir aku doyan sama kamu?" Ketus Kenzo sambil pergi dari dokter R.
Bukan pergi hilang, tapi membuat sedikit jarak.
" Ah jadi kamu sedang jatuh cinta?" Tanya R.
" Entahlah, apa menurutmu aku yang selalu melihat orang lain dengan orang yang sama itu tanda jatuh cinta?"
__ADS_1
" Iyup..."
" Aku pikir itu tanda bahwa mata ku rusak."
" Atau kamu sudah gila." Imbuh R.
" Ya ya, gila. Mungkin saja aku sudah gila." Pekik Kenzo.
" Mereka bilang cinta itu lebih penting dari uang, tapi pernahkan kamu membayar tagihan pakai pelukan?" Tanya R.
Kenzo yang tadinya duduk langsung berdiri dan memeluk Dokter R.
" Aku cinta padamu, dan pelukan ini adalah caraku membayar tagihan konsultasi dengan mu hari ini." Bisik Kenzo sambil menepuk-nepuk punggung dokter R dan pergi dari sana.
Kali ini benar-benar pergi. Dokter R melongo...
Kata kata nya tadi sebenarnya berniat untuk menggoda Kenzo, tapi ternyata justru menjadi boomerang untuk dirinya sendiri.
🌸🌸🌸🌸
Siang harinya....
Dokter R yang sedang bersantai di ruang kerjanya terkejut karena Kenzo tiba-tiba datang dan langsung duduk di depannya.
" R, kau harus membantuku."
" Apa ada?"
" Ada apa bego." Ketus Kenzo.
" Eh iya apa apa?"
" Ada apa?"
" Aku merasa tulang leherku sudah kaku."
" Kenapa?" Tanya dokter R sambil memandangi Kenzo dengan serius.
" Karena kepalaku tidak bisa menoleh selain ke belakang." Ucap Kenzo.
" Coba sekarang buat noleh ke arah kanan dan kiri." Ucap dokter R dan Kenzo langsung melakukan apa yang diperintahkan.
" Itu bisa." Ucap R.
" Tapi Kenapa saat berada di ruanganku tidak bisa menoleh ke arah lain selain aku melihat ke belakang di mana Nina fokus pada pekerjaannya."
Mendengar penuturan Kenzo membuat Dokter R menepuk dahinya sendiri. Dia sudah berubah menjadi singa sekarang.
" Aku tidak takut pada singa jadi jangan mencoba untuk menerkamku karena mungkin akulah yang akan lebih dulu menerkamu." Ucap Kenzo saat tahu dokter R akan menjadi singa dan memakannya.
" Baiklah baik... sekarang katakan lagi apa yang terjadi padamu?" Tanya R sambil menghela nafas dan menahan amarahnya.
Kenzo kemudian mulai menceritakan tentang apa yang terjadi ketika dia berhadapan langsung dengan Nina, beberapa diantaranya membuat kincir seperti mati kutu dan kehilangan kata-kata dan yang terakhir adalah ketika dirinya dan Nina tidak sengaja bertabrakan saat akan keluar dari ruangan dan membuat Kenzo tiba-tiba mengeluarkan keringat dingin.
" R, apakah kamu mengira bahwa penyakit yang sebelumnya diderita oleh Daffa kini berpindah kepadaku karena ternyata penyakit itu adalah penyakit yang butuh berkembang biak di dalam tubuh manusia dan tidak akan pernah bisa dimusnahkan?" Tanya Kenzo dengan raut wajah serius.
"Sekolah 12 Tahun. Kuliah 4 tahun. Kenal cinta langsung bego." Ketus Dokter R
" R, aku tidak bego karena aku memang tidak mengenal cinta tapi aku begini karena aku mengenal Nina. Nina bukan cinta." Pekik Kenzo.
Dokter R memukul kepala Kenzo dengan map tipis yang ada di depan nya, lalu mulai menyadarkan Kenzo bahwa apa yang dialami adalah gejala jatuh cinta.
__ADS_1
Dokter R juga mengatakan bahwa Kenzo harus sadar agar tidak menjadi gila seperti yang sebelumnya Daffa alami.
" Apa menurutmu aku benar-benar merasakan jatuh cinta?" Tanya Kenzo tidak percaya.
" Ya sepertinya perginya dia kabar bulan madu membawa dampak positif kepadamu karena ternyata akhirnya kamu bisa merasakan cinta kepada lawan jenismu." Kekeh Dokter R
" Sialan, kamu pikir selama ini aku pecinta lelaki apa?"
" Ya itu adalah diagnosis ku melihat selama ini kamu tidak pernah mempunyai ataupun menyapa seorang wanita."
" Entahlah, Aku merasa seperti rela ditangkap polisi asal tuduhan penangkapannya atas pencurian hati nya"
" Atau Aku rela ikut lomba lari keliling dunia, asalkan Nina yang menjadi garis finishnya."
" Memangnya mau lari keliling dunia?" Tanya R.
" Ya enggak sih.."
" Ya udah jangan ngehalu. Gravitasi tidak bertanggung jawab atas orang yang sedang jatuh cinta."
" Jadi?"
" Jadi sekarang kamu sedang melayang dan jika kamu terjatuh jangan salahkan bumi yang tidak bisa menangkap mu." Pekik R.
" Aku merasa bahwa ada banyak kupu-kupu yang terjebak di dalam tubuhku. R apa sebaiknya kamu menjadwalkan aku untuk operasi demi mengeluarkan kupu-kupu yang berada di dalam tubuhku?"
" Kenzo sebaiknya sekarang kamu pergi menemui Nina dan nyatakan perasaanmu karena telingaku sudah benar-benar ingin lari dari tubuhku mendengar ocehan gila darimu."
" Biarkan saja, kalau jodoh tak akan kemana."
" Kalau jodoh memang tak akan ke mana, tapi saingannya itu Bro, di mana-mana." Ucap R.
" Gitu ya?"
" Iya, jadi jodoh itu harus diperjuangkan agar tidak kalah sama saingan-sayangan yang sekarang dia sedang mengincarnya."
" Kalau begitu apa aku harus menembaknya?"
"Tentu saja."
" Yah jangan dong kan kalau ditembak mati terus jodohnya aku siapa?"
" Dasar peak. Tembak pakek perasaan." Ketus R dengan nada tinggi.
" Oke oke. Aku berangkat sekarang nih?" Tanya Kenzo.
" Enggak bulan depan. Ya sekarang lah"
" Hehe..."
Kenzo berjalan keluar meninggalkan ruangan. Namun tidak tiga detik kemudian Kenzo kembali masuk ke dalam ruangan R.
" Ada apa lagi?" Ketus R dengan tangan gemas yang siap meremas Kenzo menjadi bola bola raksasa.
" Itu, beli tembak yang isi nya perasaan dimana?"
Gubrak !!!
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...