
Daffi sepertinya mulai penasaran dengan sosok Viona yang selalu saja punya hal untuk dibahas yang membuat suasana hati menjadi jauh lebih baik dan bersemangat.
Daffi menerima tawaran temannya untuk tinggal sementara di apartemen miliknya selama dia berada di kota dan bekerja sama dengan kantor nya.
Daffi sebenarnya bisa saja membuka cabang perusahaan sendiri karena perusahaan yang saat ini di pimpin Daffa adalah perusahaan keluarga yang mempunyai banyak cabang.
Tapi Daffi memilih jalannya sendiri dan membuka kantor barista.
Daffi sendiri selalu memesan makanan yang dijual oleh Viona.
Awalnya teman Daffi, Sarden atau yang akrab disapa Arden menawari Fiona untuk berkolaborasi dengan kantor barista yang sedang dibangun oleh nya dan Daffi.
Tapi Fiona menolak dengan alasan dia ingin memulai karirnya benar-benar dari nol dan akan mempertimbangkan tawaran untuk berkolaborasi setelah Fiona berhasil mendirikan sebuah restoran dengan hasil keringatnya sendiri.
Hal itu juga yang membuat Daffi semakin penasaran dengan sosok Viona.
Dan seperti biasanya ketika Davi memesan dia selalu meminta Viona yang mengantarkannya sendiri karena takut jika makanannya diantar oleh orang lain maka akan dicampur racun.
" Ayam apa yang bikin sebel?" Tanya Daffi.
" Ayam jantan nama nya..."
" Ayamnya habis, tapi nasinya masih banyak."
" Mangkanya kalau pesan makanan itu ayamnya yang banyak kamu mah beda ayamnya satu nasinya 3 porsi." Ketus Viona.
"Apa yang selalu ada di lantai, tetapi tidak pernah kotor?" Ucap Viona.
" Gak tahu."
"Bayanganmu."
" Memangnya kenapa dengan bayangan ku, apa bayangan ku selalu menghantui dirimu?"
" Tidak."
" Lah kenapa?"
" Soalnya aku sudah memasukkan bayangan mu ke dalam botol dan membuangnya ke tempat sampah. Jadi yang tersisa hanya bekasnya saja."
" Jahat amat." Pekik Daffi.
" Udah buruan makan aku mau pulang."
" Eh ya jangan, perjanjiannya kan aku akan bayar tiga kali lipat kalau kamu temanin aku makan."
" Ya habisnya dari tadi gak selesai selesai."
" Hidup itu harus santai memangnya lagi di kejar anjing harus lari cepat?"
" Dikejar hutang, wakakak.' kekeh Viona.
"Ditekan empuk, diurai akan berhamburan, tapi kalo diangkat terasa berat sekali. Apa itu hayo..."
" Mana ku tahu.."
" Gak seru ah, padahal jawab nya Kasur."
"Pekerjaan apa yang bisa menyelamatkan nyawa setiap hari?" Kini giliran Viona yang memberikan pertanyaan kepada Daffi.
" Dokter lah."
" Salah."
" Petugas damkar."
__ADS_1
" Masih salah."
" Gak tahu."
" Memasak."
" Kok bisul?"
" Ya jelas bisul lah orang gak pernah mandi."
" Viona..."
" Coba bayangkan kalau di dunia ini gak ada orang yang masak, kira kira dalam satu hari berapa jiwa yang akan mati kelaparan."
" Itung aja sendiri."
" Resek emang kamu yaa." Ucap Viona sambil melempar plastik ke arah Daffi.
"Siapa yang selalu naik angkot, tapi enggak pernah bayar?" Tanya Viona lagi.
" Ya jelas kamu lah."
" Dasar panci gosong." Ketus Viona.
" WakKa, ya jelas Sopir angkot lah, kan dia yang punya mobil."
" Tumben pintar?" Puji Viona.
" Begini para wanita Indonesia, ketika laki melakukan kesalahan di kata selalu salah. Giliran melakukan hal benar dikata kok tumben. Nasib nasib."
" Hahaha ya kan emang bener, kok tumben."
" Sekarang giliran aku. Selain seruling, alat musik apa yang paling sering ditiup?"
" Terompet."
" Oh berarti gak bisa dijadikan jawapan yaa?"
" Ya enggak lah."
" Ya udah deh nyerah."
" Jawapan nya Alat musik kotor."
"Hmmm, "
Viona tampak berpikir, lalu Daffi menjelaskan jika ada kotoran yang tidak bisa dijangkau oleh tisu ataupun pembersih lainnya maka yang digunakan adalah tiupan manual.
Keduanya tertawa karena Daffi memperagakan bagaimana membersihkan kotoran dengan cara di tiup.
"Siapa nama artis yang makin hari akan makin muda ?"
" Siapa?"
"Mika TambahYOUNG."
"Piring apa yang tidak bisa digunakan untuk makan?"
" Piring pecah lah." Jawap Viona.
"Piring terbang awowkwkwkw.."
"Apa nama ikan yang tidak pernah kesepian?"
" Lumba lumba, kan mereka selalu pergi beramai ramai."
__ADS_1
" Salah."
" La terus?"
"Gu-rame."
"Apa bedanya kemeja dengan pencuri? Kalau kemeja tangan panjang sedangkan pencuri panjang tangan."
" Sudahlah mana uangku, aku mau pulang."
" Yah Kenapa?"
" Gosong telingaku denger kamu bicara gak jelas."
Setelah menerima sejumlah uang sesuai kesepakatan Fiona bergegas untuk kembali pulang.
Ketika Viona baru saja sampai di depan rumahnya dia melihat seorang pria yang sangat familiar sedang berada di luar pintu gerbang rumahnya.
" Radit?"
" Hai Viona, apa kabar."
" Kabar baik kamu ngapain ada di rumahku?"
" Aku eksklusif datang ke kota untuk mencarimu guna mengantarkan surat undangan pernikahanku. Tadi aku sempat pergi ke basecamp karena mengira kamu masih tinggal di sana tapi ternyata kata mereka kamu sudah pindah dan merubah penampilan mu." Ucap Radit yang benar-benar terpukau dengan penampilan Fiona yang berubah 100%.
" Baiklah kalau begitu masuklah ke dalam kamu pasti capek kan karena kamu baru saja datang dari kampung." Ucap Viona sambil membukakan pintu gerbang dan mempersilahkan Radit untuk masuk.
" Tidak terima kasih sebenarnya aku sudah beberapa hari berada di kota dan kebetulan aku ingat bahwa kamu belum aku beri undangan jadi aku memutuskan untuk mendatangimu secara langsung dan memberikan undangan ini."
Viona tersenyum sambil menerima undangan yang diberikan oleh Radit.
Kabar tentang pernikahan kamu membuat hati aku sakit. Entah kenapa. Namun aku menyadari, bahwa inilah yang terbaik untuk semuanya. Doaku akan selalu menyertai setiap langkahmu ke depan. Semoga kamu bahagia dan damai dalam menjalani rumah tangga nanti.
" Kamu yakin nggak mau masuk dulu?"
" Tidak terima kasih, aku harus kembali ke kampung sekarang karena persiapan pernikahanku harus berjalan sesuai rencana."
"Kamu telah mendapatkan pasangan yang menurutku sangat serasi. Itu adalah anugerah terindah dari Tuhan untuk kalian berdua."
" Terima kasih Fiona dan aku doakan semoga kamu segera menemukan pasangan yang cocok. Aku akan selalu mendoakan untuk kebahagiaan itu. Semoga kamu dan pasangan mendapatkan apa yang kalian berdua harapkan, amin."
" Terima kasih Radit Kamu baik sekali sehingga mendoakan aku dan mendoakan kebahagiaanku."
" Tentu saja bukankah kita adalah teman sedari kecil dan sudah seharusnya sesama teman kita harus saling mendoakan kebahagiaan satu sama lain." Ucap Radit.
" Baiklah."
" Viona maaf karena aku masih belum bisa menerimamu menjadi pasanganku setelah aku dan Tiara berpisah. Aku pikir kita lebih baik tetap menjadi teman agar aku akan mempunyai teman untuk berbagi nantinya."
" Lupakan masa lalu yang pernah terjadi di antara kita, dan jadikan masa lalu sebagai pelajaran di dalam hidupmu untuk dapat memupuk sebuah masa depan yang jauh lebih baik dari sekarang. Karena kehidupan rumah tangga tidak akan mudah, seperti saat Anda masih sendiri. Semoga pernikahanmu selalu diberikan keberkahan dan kebahagiaan oleh cinta yang tulus dan abadi, Amin."
" Baiklah kalau begitu sebaiknya aku pergi."
Viona menatap nanar kepergian Radit.
Viona tidak mengerti, Radit datang hanya untuk mengantarkan undangan pernikahan nya.
Yang benar saja...
Itu membuat mata Viona berembun..
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...