Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
Bab 64 : Heboh


__ADS_3

Meninggalkan cerita Daffa yang kembali membangun pabrik bayi ada Viona yang sudah bersiap pergi ke rumah Pak RT untuk melaporkan kecurigaan terhadap Daffa dan Aini yang tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.


" Benar pak, saya yakin terjadi sesuatu pada mereka. Mereka sudah tidak keluar hampir sepekan." Ucap Viona saat Pak RT menanyakan kenapa Viona melaporkan Daffa dan Aini


" Mbak Viona mungkin saja Mas Daffa dan istrinya sedang berlibur. Atau pulang ke rumahnya."


" Tidak mungkin pak, karena sandal dan mobil nya masih berada di tempat. Semuanya juga terlihat rapi."


" Ya memang Mbak Viona maunya kayak gimana, acak acakan?"


" Ya bukan begitu pak, takut aja mereka kenapa kenapa."


" Yang kenapa napa itu pikiran mbak Viona."


" Enggak. Pokok nya pak RT harus gerebek rumah mereka."


" Yaa kita tidak bisa main gerebek gitu aja, harus ada bukti yang mendukung."


Viona pulang dari rumah Pak RT dengan perasaan kesal.


" Aku harus mencari cara untuk memastikan bahwa Daffa dan Aini benar-benar baik baik saja."


Viona kemudian mencari sesuatu di balik pagar rumah Daffa.


" Ya Tuhan, Aini mas Daffa sebenarnya kalian itu ada dirumah apa enggak sihh.."


Viona mondar mandir hingga menarik perhatian penghuni rumah lainnya.


Mereka bertanya kepada Viona apa yang membuat nya terus mondar-mandir di depan rumah Aini.


Kesempatan ini dijadikan kesempatan oleh Aini untuk meminta Pak RT menggerebek rumah Daffa.


Viona mengatakan bahwa dia khawatir karena Daffa dan Aini tidak kunjung menampakan diri atau tidak ada tanda-tanda kehidupan di sekitar rumah mereka selama sepekan terakhir ini.


Viona menambahkan bumbu-bumbu kekhawatiran, seperti mungkin saja mereka di sana sedang terkena masalah dan tidak bisa meminta pertolongan.


Dan ya, namanya juga emak-emak berdasar yang mudah sekali terprovokasi. Mereka kemudian bersama-sama mendatangi rumah Pak RT dan meminta agar Pak RT mau menggerebek rumah Daffa dan Aini.


Akhirnya karena kalah jumlah Pak RT akhirnya mendatangi rumah Dafa dan Aini.


Dan Pak RT mulai percaya karena sedari tadi beliau sudah berteriak memanggil nama Daffa dan Aini namun mereka tidak bisa mendengar atau menunjukkan tanda bahwa mereka ada di dalam rumah

__ADS_1


Ya, Bagaimana bisa mereka mendengar suara teriakan dari bawah sementara di dalam kamar Daffa sudah memasang mode kedap suara yang membuatnya tidak dapat mendengar suara dari luar ataupun suara dari dalam tidak akan terdengar dari luar.


Setelah sekitar 20 menit tidak ada jawaban Pak RT membuka paksa pintu pagar rumah Daffa dan Aini.


Mereka semua mencoba mengintip dari balik jendela ataupun celah-celah yang terbuka untuk mengetahui apakah ada kehidupan di dalam rumah itu atau tidak.


" Sudah pak RT lebih baik kita dobrak saja mana tahu Daffa dan ini terjebak di lantai dua yang membuatnya tidak bisa menggerakkan tubuhnya"Ucap salah seorang emak-emak.


Antara akan melakukannya atau tidak tentu saja Pak RT bingung karena memang mobil Dava masih ada di sana.


Sebenarnya Pak RT menduga mungkin Daffa pergi ke luar kota atau pergi pulang kampung bersama dengan istrinya dengan menggunakan mobil angkutan lain.


Tapi karena desakan para emak emak membuat Pak RT bersiap untuk mendobrak pintu.


Emak emak begitu khawatir terjadi sesuatu kepada Aini dan Daffa mengingat emak-emak yang sudah berkeliling mengintip dari balik celah tidak menemukan tanda apapun melainkan menemukan dapur yang berantakan dan juga ruangan-ruangan lain yang terlihat berantakan juga.


Viona semakin risau dalam pikirannya dia sudah membayangkan bahwa Dafa dan Aini telah perampokan dan mereka disekap di sebuah ruangan di lantai atas.


Saat itu, Daffa dan Aini sudah siap untuk pergi membeli stok makanan yang memang telah habis dan berencana untuk makan siang di luar mengingat mereka sudah tidak mempunyai apapun lagi.


Daffa dan Aini terkejut saat mereka menuruni tangga mereka mendengar suara emak-emak yang memerintahkan agar Pak RT segera mendobrak pintu rumah mereka.


" Ada apa ya kok rumah kita mau di dobrak kita kayak pasangan ketahuan mesum aja." Ketus Daffa.


" Tidak mungkin."


" Mungkin saja.." Ucap Aini sambil melihat ke seluruh ruangan yang ada di lantai 1 di mana semuanya berantakan dan tidak ada satu peruangan yang terlihat rapi.


" Hehe.., nanti aku akan memerintahkan Kenzo untuk mencari cleaning service rumahan yang akan membersihkan rumah kita dalam sekejap mata." Ucap Daffa sambil memeluk Aini.


" Baiklah baik, untuk sekarang tolong jangan peluk-peluk karena aku takut kita tidak akan jadi keluar untuk membeli bahan makanan lagi."


" Baiklah. Maaf." Ucap Daffa


" Ya sudah ayo sebaiknya kita keluar untuk melihat sebenarnya apa yang sudah terjadi." Ucap Aini.


Saat Pak RT sudah siap untuk mendobrak pintu saat itulah Daffa membuka pintu.


" Pak RT?" Tanya Aini.


" Emak emak berdaster?" Pekik Daffa.

__ADS_1


" Ada apa?" Tanya keduanya.


Viona dan emak-emak yang ada di sana tentu saja belum mau melihat Daffa yang sudah rapi dan hendak keluar bersama dengan Aini.


Jeng ...


jeng...


jeng...


jeng...


Daffa dan Aini kemudian mempersilahkan emak-emak berdasar dan Pak RT untuk masuk ke dalam rumah mereka.


" Maaf yaa. rumahnya berantakan karena beberapa hari ini rumah kami kedatangan tikus sehingga membuat kami tidak berani untuk keluar rumah." Ucap Daffa yang langsung membuat Aini refleks menginjak kakinya.


" Maaf ya emak emak bukannya tidak mengizinkan kalian masuk tapi bagaimana kalau kita berbicara di sini saja karena saya merasa sungguh tidak enak ketika saya sebagai tuan rumah mempersilahkan tamu masuk tapi rumah dalam keadaan sangat berantakan." Ucap Aini.


" Tidak masalah, karena kalian sudah keluar rumah itu menjawab pertanyaan-pertanyaan dari kami semua." Ucap Pak RT.


" Ada apa Pak RT?" Tanya Daffa.


Pak RT kemudian menceritakan awal mula kedatangan Viona yang meminta untuk menggerebek rumah Dafa dan Aini karena Daffa dan Aini tidak keluar selama satu pekan. Dan Pak RT kemudian kembali dikejutkan dengan kedatangan emak-emak yang juga khawatir karena tidak terlihat tanda-tanda kehidupan di rumah Dafa dan Aini.


Daffa dan Aini saling berpandangan sebelum akhirnya pandangan mereka teralihkan memandang Fiona yang tersenyum menunjukkan gigi pepsodentnya.


" Viona???" Pekik keduanya.


" Jangan salahkan aku seharusnya kalian menyalahkan diri kalian sendiri kenapa kalian tidak keluar selama satu pekan?" Pekik Viona.


" Ya Tuhan memangnya kalau kami tidak akan keluar satu bulan kami harus memasang tanda di depan pintu rumah dan mengatakan bahwa kami ada di dalam dan tidak akan keluar selama satu bulan agar kamu tidak membuat kehebohan seperti ini?" Tanya Daffa.


" Iya betul..." Ucap para emak emak berdaster.


Daffa menepuk dahinya sendiri.


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2