Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
AAS 25 : Jantungan


__ADS_3

Daffa kembali memejamkan mata saat mendengar suara pintu terbuka.


" Sudah, aku tahu kamu sudah sadar jadi jangan pura pura pingsan lagi sebelum aku membuatmu benar benar pingsan." Pekik Aini.


" Aku bener bener sedang pingsan tadi." Ucap Daffa.


" Kamu tahu gak?"


" Apa?"


" Menurut rumus fisika, tekanan itu berbanding lurus dengan gaya, jadi kalau kamumerasa banyak tekanan, bisa jadi itu karena kamu memang banyak gaya” Kekeh Aini sambil berlalu pergi.


" Ohya satu lagi, Gak masalah kalau kamu gak pilih aku,memang enggak semua orang seleranya bagus."


Daffa dibuat melongo dengan ucapan Aini. Darimana dia mendapatkan kata kata seperti itu.


" Menggapai indahnya bercinta itu kayak makan kuaci, kenyangnya minimal tapi lelahnya maksimal. Dan aku harus berusaha untuk mengenyangkan rasa lapar yang sudah sejak lama tidak pernah kenyang." Ucap Daffa sambil bangkit dan berjalan membawa nampan keluar dari kamar.


Aini yang saat itu sudah siap untuk makan terkejut melihat Daffa datang dan duduk di depannya.


" Apa yang kamu lakukan?. Apa kamu tidak menyukai makanannya?" tanya Aini.


" Dengar, aku dan Kenzo sudah menjadi mantan. Dan Mantan itu harus dilupakan, yang harus diingat terus itu makan." Ucap Daffa yang membuat Aini melongo.


" Suami sudah putus dengan sekretaris Ken?"


" Iya."


" Kenapa?"


" Karena kamu lebih membuat ku jantungan daripada dia. Jadi aku ingin melupakannya."


" Apa suami yakin akan melupakan nya?"


" Apa wajah ku terlihat tidak menyakinkan?"


" Entahlah, aku melihatnya begitu mungkin karena aku terlalu jauh. Sebentar aku akan mendekat." Aini bersiap untuk berdiri.


" Jangan jangan, duduk saja disana." Pekik Daffa.


" Oke.." Aini akhirnya melanjutkan makan.


Tak lama kemudian, Kenzo datang karena dia merasa khawatir saat dokter R mengatakan bahwa Daffa terkena stroke.


Melihat kedatangan Ken, membuat kepala Aini dipenuhi kata kata jail.


" “Mantan itu seperti tagihan hutang, ingin dilupakan tapi selalu datang."


Daffa langsung menoleh ke belakang dan dilihat Kenzo sudah berdiri di belakangnya.


" Suami, Mantan itu tak seperti pelajaran di sekolah yang mudah di lupakan ." Ucap Aini.


"Kamu tuh ternyata cuma sebatas dihadirkan Tuhan untukku dan bukannya ditakdirkan bersamaku." Imbuh nya.


" Sialan kamu kok kamu datang cuma sekedar mampir, memangnya aku ini rest area apa?" Balas Daffa. Sementara Kenzo melongo melihat keduanya.

__ADS_1


" Meskipun kamu meninggalkanku lihat saja kita pasti bertemu di pelaminan, meskipun aku sebagai tamu."


" Apa kamu pikir aku akan benar benar menikahi dia?" Ucap Daffa sambil menunjuk Kenzo.


" Aku tuh laksana upil bagimu, begitu kau perjuangkan agar bisa didapatkan, tapi setelah dapat kau hempaskan begitu saja."


Daffa segera berdiri dan berhadapan dengan Kenzo.


" Kenzo..." Tegasnya.


" Ya Tuan bos.."


" Mulai hari ini aku menyatakan diri sebagai mantan kekasih mu. Dan aku harap kamu bisa mengerti jika kini sudah ada dinding batasan diantara kita. Silahkan kamu pergi."


" Siap laksanakan." Pekik Kenzo sambil hormat dan berbalik arah meninggalkan Daffa dan Aini yang terkekeh sendiri.


Sesampainya di mobil Kenzo baru sadar jika dirinya ikutan gila.


" Hah, untung Bos... Meskipun dipaksa gila tapi gaji tetap jalan tidak apa apa."


Tring...


Sebuah pesan yang mengatakan akan memberikan bonus kepada Kenzo.


Seketika senyuman terpancar di wajah Kenzo.


" Ini baru bosku. Hahaha.. I lope you boss..." Pekik Kenzo sambil menancap gas dan pergi dari rumah Daffa.


" Aku sudah meresmikan berakhir nya hubungan ku dengan Kenzo jadi berhentilah tersenyum."


" Kenapa?"


" Tidak masalah, aku punya teman seorang ahli bedah. Aku akan memintanya untuk menukar jantung mu dengan jantung yang istimewa sehingga tidak akan terjadi apapun yang berkaitan dengan sakit jantung."


" Operasi yang ditolak dokter spesialis bedah adalah operasi Jantung."


" Kenapa?"


" Karena jantung berdekatan dengan hati dimana hatiku tidak bisa di pisahkan dari hatimu." Pekik Daffa.


"Jangan beri aku senyum, nanti diabetesku kambuh lagi."


Mendengar itu Aini langsung menutup rapat mulutnya dan berdiri untuk mencuci piring karena dia sudah selesai makan.


Saat Aini berbalik dia terkejut karena Daffa ada persis di depannya.


" Astaghfirullah..."


" Hei memangnya kamu lihat hantu?" Keluh Daffa.


" Iya dan hantunya adalah dirimu yang selalu menghantui pikiranku."Ucap Aini sambil mengedipkan mata nya.


" Alat pengukur getaran gempa pasti langsung rusak jika digunakan untuk mengukur getaran hatiku karenamu." Ucap Daffa sambil meletakkan piring sebelum pergi meninggalkan Aini yang memejamkan mata karena mengira Daffa akan menciumnya sebab Daffa terus menerus mendekati wajahnya.


" Lebih baik sederhana tapi sangat setia daripada banyak gaya tapi bikin hati terluka." Ucap Aini sambil tersenyum melihat kepergian Daffa.

__ADS_1


Setelah memastikan dirinya sudah berjalan menjauh, Daffa segera berlari dan masuk ke dalam kamar nya.


Disana nafasnya tersengal-sengal seperti baru saja melakukan lari maraton.


Daffa segera menghubungi dokter R dan minta dibuatkan jadwal untuk operasi kamu sepertinya Daffa terkena penyakit jantungan.


Dokter R Hanya mengiyakan karena dokter R percaya bahwa sebenarnya yang dibutuhkan Daffa adalah dokter kejiwaan.


...----------------...


Daffa memilih untuk berendam setelah dia merasa bahwa jantungnya kembali normal.


" Meskipun Aini menaikkan tekanan darahku, membuat diabetesku terasa dan detak jantung kencang, namun kehadiran nya benar benar selalu kurindukan."


" Karena itulah aku selalu ada di manapun kamu berada." Ucap Aini yang masuk ke dalam kamar mandi.


" Ap...pa yang kamu lakukan?" tanya Daffa terbata.


" Bukankah tadi kamu mengatakan bahwa kamu selalu merindukan aku karena itu aku ada disini untuk mengobati rindumu."


" Oh tidak..."


" Jangan khawatir aku tidak akan menganggu waktu mandimu, aku hanya akan duduk di sini agar kamu bisa melihatku sehingga rindumu tidak semakin bertambah besar." Ucap Aini yang duduk di kloset dan menghadap ke Daffa.


" Tuhan selamatkan aku..." Lirih Daffa.


" Tidak bisakah kamu pergi dari sana karena aku benar-benar ingin menghabiskan waktu mandi aku dengar santai dan tenang."


" Loh, bukankah tadi kamu mengatakan jika kamu merindukan aku?"


" Iya tapi masalahnya aku sedang dalam proses menuju kesuksesan agar aku bisa menjadi suami yang baik untukmu."


" Tidak apa aku akan menemanimu dalam proses menuju kesuksesan. Karena jika kesuksesan diwujudkan secara instan, mungkin mie instan tutup pabrik."


Daffa menepuk dahinya sendiri. Dia kemudian segera mengambil handuk yang ada di sampingnya memakainya dan pergi dari kamar mandi.


" Hei kamu mau kemana?" Tanya Aini.


" Aku sudah tidak berselera untuk mandi."


" Bagaimana kalau kita mandi bersama?" Ucap Aini.


Daffa yang tadi sudah hendak membuka pintu kamar mandi menjadi terhenti dan berbalik menatap Aini yang mulai membuka pakaiannya.


******!!!!!


Brak !!


Setelah mimisan, Daffa kehilangan kesadarannya dan pingsan.


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2