Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
Bab 68 : Romantis ala Daffa


__ADS_3

Aku mencintaimu karena seluruh alam semesta bekerja sama untuk membantuku menemukanmu...


Cinta menghidupkan semangat hidup untuk berjuang...


Ketika kamu telah mendapatkan cintamu, percayalah bahwa usahamu telah direstui alam semesta....


Alam semesta telah merajut dan mendekatkan cintamu dan cintanya..


Alam semesta turut menciptakan komitmen di antara kita...


Ketika cinta itu harus diungkapkan, ungkapkanlah perasaan di hati dengan kata kata mutiara cinta terindahmu...


Selamat pagi istri ku...


Aini tersenyum saat membaca sebuah pesan yang ada di meja sebelah tempat tidurnya.


Aini melihat sekitar dan pemandangannya tidak serapi yang ada di bayangan semua orang.


Awal mereka memasuki kamar suasananya sangat romantis taburan bunga di mana-mana serta beberapa lilin yang mendukung momen romantis dan apa yang akan mereka lakukan.


Aini harus mengakui bahwa wilayah yang dia tempati memang sangat mendukung bagi orang-orang yang akan melakukan honeymoon , terbukti karena hampir setiap ruangan dekorasinya sangat romantis dan indah sehingga sangat sayang jika dihabiskan hanya untuk memandanginya saja dan tidak melakukan apapun.


Semalam Aini dan Daffa tidak melakukan apapun karena Daffa mengatakan bahwa dia akan memberi waktu Aini beristirahat selama 1 hari jadi semalam dapat mengajaknya berdansa hingga kelopak-kelopak mawar itu berserakan di mana-mana dan membuat berantakan.


Aini berjalan dan menyikat gorden jendela mencoba membiarkan udara pagi hari masuk dan menerpa dirinya.


Aini mulai bertanya dalam diri ke mana perginya Daffa se pagi ini.


Ah ternyata tidak lagi pagi jika dalam ponsel ini menunjukkan pukul 07.00 WIB tapi di dalam kamarnya sudah menunjukkan pukul 08.00 wita.


Aini memutuskan untuk menutup kembali jendela lalu berjalan menuju kamar mandi.


Kamar mandi juga tidak lepas dengan taburan bunga dan beberapa aroma yang sangat menyegarkan membuat Aini segera berendam di dalam bak mandi.


Rupanya Daffa sedang berada di dapur untuk memasak daging spesial.


Tidak.


Sebenarnya bukan Daffa yang memasaknya Dafa hanya memesan stik spesial dari koki terbaik yang ada di Bali, selalu menatanya di meja makan dengan menambahkan beberapa lampu kecil dan warna-warni untuk menambah suasana romantis ketika mereka akan sarapan bersama.


" Ini adalah kencan romantis ala-ala aku yang sangat keren ini. Hemm, Kenzo dan R setelah ini harus memberikan aku pujian karena ternyata aku bisa menciptakan momen romantis dan aku akan selalu membuat momen romantis selama aku dan Aini berada di sini." Pekik Daffa.


Setelah memastikan bahwa semuanya siap Daffa segera naik ke lantai atas untuk melihat apakah ini sudah terbangun atau belum.


Daffa membuka pintu dan tidak menemukan Aini berada di atas tempat tidur.


Dan saat Daffa hendak berjalan menuju kamar mandi, Aini keluar dari kamar mandi dengan menggunakan dress dengan tali spaghetti berwarna biru dengan panjang selutut.

__ADS_1


Air Liur Daffa langsung menetes melihat pemandangan itu, tubuh putih bersih Aini terekspos begitu saja di depan matanya dengan rambut yang dibiarkan terurai panjang sepinggang membuat ini semakin terlihat menggoda di mata Daffa.


" Dari mana kamu mendapatkan baju ini?" Ucap Daffa sambil mengelilingi Aini.


" Ini ada di dalam kamar mandi Aku pikir kamu yang menyiapkannya jadi aku pakai saja, kenapa apakah baju ini tidak cocok untukku aku akan menggantinya jika ternyata ini merusak pemandangan."


" Tidak tidak, baju itu sangat cocok untukmu aku suka melihatnya.."


Aini tersipu malu, dia sebenarnya sangat risih memakai pakaian yang sangat kurang bahan seperti ini karena memang biasanya ini akan mengenakan satu set gamis syar'i.


Tapi karena ternyata sang suami menyukainya maka ini memutuskan untuk lebih sering memakainya ketika berada di dalam kamar.


Melihat Aini yang salah tingkah membuat Daffa tersenyum dan langsung mengajak Aini untuk turun dan bersiap sarapan bersama.


" Wow, apa ini?" Ucap Aini karena saat dia melihat dapur dia sangat terkejut karena ada punya jauh lebih romantis ketimbang saat pertama kali ini melihatnya.


" Ini adalah momen romantis ala diriku apakah kamu menyukainya?"


" Ah suamiku, Aku menyukai apapun itu asalkan bersamamu." Ucap Aini yang langsung merapatkan tubuh nya kepada Daffa.


Tuwing....


Daffa melotot karena dia merasa bahwa reaksi Si entong sangat berlebihan karena ini hanya merapatkan tubuhnya tapi si entong sudah terbangun.


" See.. sebaiknya kita makan.." Pekik Daffa sambil menahan nafasnya..


Dia tidak bisa makan dalam keadaan Si entong yang sudah berdiri apalagi melihat pemandangan di mana tali spaghetti itu terus saja terjatuh sehingga Aini tidak lagi membenarkannya dan membiarkan tali spaghetti itu berada di bahunya.


Melihatnya saja sudah membuat perutku kenyang dan merasa tidak ingin menikmati makanan yang sebenarnya sangat ingin aku makan ketika baru pertama kali koki itu mengantarkannya ke sini. Pekik Daffa yang melihat pemandangan eksotis dari tubuh Aini yang terekspos begitu saja.


Aini sendiri tidak memikirkan jika ternyata bagian tubuhnya sangat terlihat dengan jelas karena paling spaghettinya dia biarkan berada di lengan tangan nya karena Aini sangat menikmati enaknya stik panggang yang belum pernah dia rasakan senikmat ini.


Baru ketika makanan yang ada di piring Aini sudah habis Aini baru menyadari jika Daffa tidak bisa makan dengan tenang karena penampilan pakaiannya yang seperti ini.


" Oh maafkan aku.." Pekik Aini sambil membenarkan tali spaghetti dan menutupi bagian tubuh lainnya dengan benar.


Glek !!!


Sabar Daffa, kamu sudah berjanji kepada Aini akan membiarkan satu hari ini beristirahat dan jalan-jalan mengelilingi pulau Bali. Jadi kamu tidak boleh melanggar janjimu untuk mendapatkan sesuatu yang lebih nantinya..


Melihat Daffa yang yang tidak kunjung memakan makanannya membuat Aini beranjak dari tempat duduknya dan langsung duduk di pangkuan Daffa kemudian membantu Daffa memakan makanannya.


Daffa seperti terhipnotis dan menikmati suapan demi suapan yang dilakukan oleh Aini hingga tanpa terasa makanannya sudah habis.


Cup...


Daffa melotot karena Aini mencium bekas saos yang berada di bibir.

__ADS_1


" Manis, tapi masih manis bibir kamu.." Bisik Aini.


" Baiklah karena kita sudah selesai sarapan maka aku akan mengganti pakaianku dengan pakaian yang benar. Bukankah sekarang sayangku ini berjanji akan mengajakku untuk berkeliling pulau Bali?" Tanya Aini yang membuat Daffa hanya mengangguk karena serangan tiba-tiba tadi.


Aini tersenyum dan mencium pipi Daffa sebelum Aini berjalan menuju kamar untuk berganti pakaian.


Sepeninggalan Aini, Daffa tiba tiba meleleh...


Entah kenapa meleleh padahal yang dilakukan Aini tadi bukan yang pertama kalinya mereka sudah sering melakukan tapi kali ini yang dilakukan Aini itu kembali membuat Daffa meleleh.


" Aku sudah jatuh cinta dengan istri ku sendiri..." Lirih Daffa dalam keadaan dirinya yang masih meleleh.


Di kantor...


Kenzo sangat pusing memikirkan pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh Daffa.


Kenzo menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi sambil memejamkan mata dan dia tetap seperti itu hingga suara ketukan pintu dan seseorang memasuki ruangannya.


" Tuan Kenzo, ini adalah sekretaris yang anda minta."


" Hemmm, langsung saja suruh dia mengerjakan laporan yang sudah menumpuk di meja kiri saya." Ucap Kenzo.


" Baik..." Orang itu pun pergi. Sementara wanita yang baru saja bergabung di perusahaan Daffa itu langsung menuju meja yang tadi ditunjuk oleh Kenzo.


" Baiklah, siapa nama mu." Tanya Kenzo.


" Nina..."


" Selamat datang dalam neraka Nina karena mulai sekarang kamu akan dilimpahkan beban yang sangat banyak." Lirih Kenzo sambil tetap memejamkan mata kemudian tiba-tiba matanya melebar mendengar nama Nina.


Bukankah Nina adalah nama perempuan?.


Kenzo langsung duduk dengan tegak dan melihat ke arah Nina dan terkejut mendapati bahwa Nina benar-benar seorang perempuan.


" Selamat pagi tuan Kenzo..." Sapa Nina sambil tersenyum.


Brak !!!!


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2