Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
Kejutan untuk Viona


__ADS_3

Pagi di hari berikutnya...


Viona dikejutkan dengan kedatangan Daffi.


Daffi memasang senyum Pepsodent saat Viona membuka pintu rumah.


" Sejak kapan kamu berdiri di sini?" Tanya Viona saat melihat muka kucel dekil dari Daffi.


" Baru kok."


" Baru apa?"


" Baru 4 jam.." Kekeh Daffi


" Dasar gak jelas. Ada apa sih kesini pagi pagi."


" Aku punya kejutan buat kamu. Ikut yuk.." Daffi segera menarik Viona.


" Eh eh, aku belum mandi..."


Daffi berhenti kemudian melepaskan tangan Viona dan menatapnya dari atas hingga bawah.


" Ya udah sana mandi dulu, aku tunggu."


" Lah terus kamu gak mandi?"


" Aku mandi di sana aja." Ucap Daffi sambil menunjuk kran yang ada di depan rumah Viona.


" Dih, mau pamer body roti sobek yaa mandi di luar?"


" Aku gak punya roti sobek, aku pria dengan body rata rata."


" Mandi di kamar mandi sebelah rumah aja." Ucap Viona kemudian.


" Emang ada?"


" Ada."


" Oke..."


Daffi segera berjalan menuju sampai rumah dan bener saja ada kamar mandi disana, sebenarnya bukan untuk mandi tapi digunakan untuk cuci baju tapi yaa lumayan dari pada harus mandi di luar.


" Aku suka bahwa aku bisa menjadi diriku sendiri bersamamu."


"Bersama denganmu adalah tempat favoritku."


"Mari kita menjadi aneh dan indah bersama-sama. Yah kok aneh, jadi alie dong." Pekik Daffi saat dia mencoba untuk menemukan kata-kata yang pas dan romantis saat dirinya memperlihatkan kejutan yang dia siapkan untuk Viona.


Viona yang sudah selesai mandi dan berniat memberikan handuk kepada Daffi berhenti untuk memilih mendengarkan Daffi yang sedang mencoba mencari kata kata indah.


"Sejak hari pertama aku melihatmu, kau memilikiku. Aku milikmu. Ah tidak juga, pertama kali melihat kan aku kira dia makhluk halus yang nyasar." Pekik Daffi yang membuat Viona menahan tawanya mengingat kejadian pertama mereka bertemu.


"Kamu adalah segalanya bagiku. Aku mencintaimu hari ini dan selamanya." Ucap Daffi sambil tersenyum. Dia mencatat kata itu dalam ponselnya.

__ADS_1


"Cinta, seperti takdir, menyukai kejutan. Dan aku memberikan kejutan ini sebagai tanda bahwa aku telah tunduk pada cinta mu."


" Lebai..." Kekeh Viona dalam suara lirih sambil sesekali mengintip Daffi.


"Pegang tanganku, pegang hatiku, dan pegang aku selamanya. Aku mencintaimu."


"Aku adalah orang paling beruntung yang hidup karena mengetahui bahwa kamu milikku selamanya."


"Sebelum aku bertemu denganmu, aku tidak pernah tahu bagaimana rasanya tersenyum tanpa alasan. Sekarang kamu selalu membuatku tersenyum tanpa alasan sehingga beberapa orang menganggap aku gila."


" Emang udah gila kan." Lirih Viona lagi.


"Aku selalu bertanya-tanya apa yang akan terjadi jika kamu tidak datang ke dalam hidupku?. Sungguh, jantungku selalu berdetak kencang saat kau menyebut namaku."


" Daffi, Daffi Daffi...." Pekik Viona.


Daffi memegangi jantungnya, dia mulai melihat kekanan dan ke kiri karena dia seperti mendengar Viona memanggil namanya.


" Lihatlah, bahkan aku merasa bahwa saat ini kamu mau memanggil namaku dan seandainya saja kamu ada di sini kamu akan mengerti bahwa jantungku sudah seperti Boomerang."


" Lebai.." Ucap Viona.


"Terima kasih atas cintamu yang manis. Kamu tidak akan pernah benar-benar tahu betapa kamu membuatku bahagia dan betapa aku sangat mencintaimu."


" Woy udah belum mandinya dari tadi belum selesai-selesai itu lagi mandi apa lagi bertapa sih?" Ucap Viona kemudian yang sudah tidak tahan dengan kata-kata lebay yang keluar dari mulut Daffi.


Tak lama berselang setelah Viona melemparkan handuk kepada Daffi, Daffi pun keluar dari kamar mandi.


" Woy, anak orang mau dibawa kemana?" Teriak Daffa.


" Ke pelaminan." Teriak Daffi sambil mulai melajukan kendaraannya meninggalkan halaman rumah Viona.


" Wah, lihatlah Sekarang dia sudah berani membawa Fiona untuk pergi berdua, kira-kira Viona mana ya Daffi akan membawa Viona. Kenapa aku menjadi kepo. Apa Daffi sudah mengerti sekarang jika ternyata dia juga mencintai Viona." Ucap Daffa.


"Terkadang, cinta datang di tempat yang paling tidak diharapkan, dengan cara yang paling tidak diharapkan." Ucap Aini.


" Ya kamu benar, seperti halnya cintaku padamu yang datang disaat yang tidak terduga dan disaat aku mulai tidak yakin jika aku akan bisa kembali menjadi pria normal."


"Apa yang kita antisipasi jarang terjadi; apa yang paling tidak kita duga, umumnya terjadi." Ucap Aini.


"Kamu adalah satu di antara kejutan terbaik yang pernah diberikan cinta kepadaku." Ucap Daffa sambil tersenyum dan mengelus perut Aini.


" Kita buat acara syukuran 4 bulanan di sini saja karena aku tidak ingin kamu merasa lelah biarkan mama dan papa serta kak Yuli dan Mas Akbar yang datang ke sini." Ucap Daffa saat Aini mengatakan bahwa dia ingin melakukan acara syukuran 4 bulanan di kampung saja.


" Tersenyum suami saja." Ucap Aini sambil tersenyum.


"Yang ingin kulakukan hanyalah menghabiskan hidupku untuk mencintaimu dan membuatmu bahagia." Ucap Aini lagi


" Kamu sudah melakukannya dan membuatku bahagia terutama dengan hadirnya calon buah hati kita di dalam sini." Ucap Daffa sambil memegang perut Aini lagi.


"Aku merasa menjadi pria paling beruntung sejak aku memilikimu."


" Sudah sana pergilah nanti kamu akan terlambat ke kantor."

__ADS_1


" Baiklah, aku berangkat dulu ya assalamualaikum..."


" Walaikumsalam..."


Aini memilih masuk ke dalam rumahnya setelah dia melihat mobil Daffa semakin jauh dari pandangannya.


...----------------...


"Setiap kali aku melihatmu, aku jatuh cinta lagi."


"Kamu adalah orang yang paling tak terduga yang datang ke dalam hidupku dan itulah mengapa aku sangat mencintaimu."


Brak !!!


" Woy.."


Daffa menggebrak meja Kenzo saat melihat Kenzo melamun sambil berucap kata-kata romantis.


" Tuan bos anda kenapa?, meja ini salah apa sehingga Anda memukulinya di jam pagi seperti ini?"


" Meja ini memang tidak salah karena yang salah adalah kamu."


" Aku?" Kenzo menunjuk diri sendiri.


" Ya, sudah tahu ini masih pagi dan ini masih jam kantor kenapa kamu justru melamun sambil mengucapkan kata-kata romantis memangnya ada apa, Aku perhatikan beberapa hari ini kamu selalu bertingkah seolah-olah kamu sedang gila pada seorang wanita." Tanya Daffa.


" Karena aku jatuh cinta..."


" Benarkah?, wah aku jadi penasaran wanita seperti apa yang mampu membuat dirimu jatuh cinta dan menjadi gila seperti ini?" Tanya Daffa.


" Dia adalah wanita yang mampu menggerakkan hatiku, dia...."


Belum selesai Kenzo meneruskan kata-katanya dia melihat Nina memasuki ruangan.


"Jatuh cinta padamu sangat gila sehingga aku tidak pernah mengharapkannya, itu muncul begitu saja." Ucap Kenzo sambil berjalan mendatangi Nina yang baru saja selesai membungkuk untuk menghormati Daffa.


"Sungguh mengejutkan saat kamu datang ke dalam hidupku dan membuatku jatuh cinta."


Bruk !!!


Kenzo terjatuh saat dia mencoba untuk mendatangi Nina, Kenzo terjatuh dalam pelukan Daffa.


" Ternyata aku pikir Tuan Kenzo benar benar mencintai saya, tapi ternyata Tuan Kenzo mencintai Tuan Daffa. Hiks hiks...."


Nina menangis sambil keluar dari ruangan, membuat Daffa dan Kenzo sambil berpandangan.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2