
Saat Daffa dan Aini bersiap untuk makan. Mama dan Daffi datang.
Ting
Tong
Ting
Tong
" Biar aku saja. Itu pasti neng nong neng glung." Ucap Aini.
" Siapa neng nong neng glung itu?" Tanya Daffa.
" Biasa tetangga kita si Saodah."
" Lah tadi katanya neng nong neng glung, kok sekarang saodah. Yang benar siapa?"
" Yaelah. Mak Erot masak gak ngerti."
" Loh kita juga punya tetangga yang udah emak-emak ya. Kok aku gak tahu?"
" Haduh itu loh siapa sih namanya. Mak empin. Mak lampir, Vi..vi....."
" Vidoran smart?" Ucap Daffa.
" Bukan tapi yang vidoran plus."
" Kenapa gak Morinaga aja yang ada child kids nya?"
" Lama lama otak kamu konslet ya?"
" Gara gara siapa?"
" Mana aku tahu."
" Salah teknisi lah. Kenapa dia gak bener ngurus aliran listrik, kan jadinya konslet."
" Tau ah gelap."
" Udah terang ini."
" Tau ah terang."
" Yah jadi gak seru kalau terang, cepet keliatan. Gak ada sensasi nya."
" Kasih cabe aja biar cabe cabean."
" Sama terong juga yaa. Kan pas tuh terong di cabe in."
Ting..
Tong...
Ting..
Tong..
" Astaghfirullah. Iya mak Erot tunggu." Pekik Aini yang lupa jika di luar ada tamu.
Aini sedikit berlari dan segera membuka pintu. Bersamaan dengan itu Daffa baru ingat jika dia belum memberitahu Aini tentang mama dan Daffi yang akan datang hari ini.
Secepat kilat dapat menggunakan jurus seribu bayangan nya untuk ada di sisi Aini. Namun sudah terlambat. Aini yang sudah mengoceh panjang lebar karena mengira Saodah yang datang langsung termenung.
__ADS_1
" Ada apa lagi si saodah, demen banget ngerjain orang buat....."
" Mama..."
" Assalamualaikum menantu..."
" Walaikumsalam mama.." Aini langsung mencium tangan mama dan mama memeluk nya.
" Kamu apa kabar nak?"
" Baik ma, mama datang ke kota kok nggak ngasih kabar dulu sih kalau Aini tahu kan Aini bisa siapkan masakan kesukaan mama."
" Loh memangnya suami kamu belum ngasih tahu kalau mama dan Daffi akan datang dan mungkin akan menginap di sini selama beberapa hari karena Daffi ada urusan yang harus dia selesaikan dengan temannya di kota?"
Mata Aini langsung menatap Dafa yang sudah dalam posisi menjewer kedua telinganya dan berdiri dengan satu kaki.
" Suami kamu nagapai?" Bisik Aini sambil mendekati Daffa.
" Aku lagi dihukum kan karena aku lupa memberitahu kamu kalau mama dan Daffi akan datang?"
Aini menepuk jidatnya lalu menyuruh mama Daffi untuk masuk ke dalam.
Aini berusaha untuk menetralkan dirinya agar tidak terlihat gugup.
Ternyata bukan Daffi saja yang gugup karena bertemu dengan Aini. Tapi Aini juga gugup karena Daffi adalah lelaki pertama yang mampu menarik perhatian dari Aini, tapi kenyataannya takdir tidak mengizinkan mereka untuk bersama.
Tapi takdir sepertinya juga sedang ingin bermain-main dengan Aini karena pria yang dulu sempat dikagumi juga oleh Aini kini menjadi adik iparnya.
" Mama mau makan apa biar Aini yang masak karena memang ini hanya masak makanan untuk dua orang."
" Tidak apa apa, kebetulan tadi Mama juga beli makanan saat dalam perjalanan kemarin. Jadi kita makan ini saja nanti siang baru kamu masak untuk Mama oke."
" Baik ma.."
" Terima kasih kakak ipar." Ucap Daffi.
Haha, rasanya sangat canggung bagi Daffi yang memanggil Aini dengan sebutan kakak ipar.
Apalagi telinga Aini, rasanya untuk gak enak kayak makanan menjelang expayed.
Daffi memilih untuk duduk di sebelah Daffa sementara duduk Aini duduk di sebelah mama.
Mereka kemudian makan dengan mama sebagai pembicara. Banyak yang Mama ceritakan dan hanya Daffa yang menyimak karena Daffi dan Aini sedang berperang dengan pemikirannya sendiri.
Aini menegaskan pada dirinya bahwa kini dia adalah seorang istri, dia tidak boleh membiarkan dirinya larut dalam perasaan masa lalu.
Sementara Daffi juga menegaskan bahwa dia harus belajar menerima takdir yang tidak memperbolehkan dia untuk menjadi pendamping hidup Aini.
Mungkin kebiasaannya yang dulu sering minum di cafe dan menghabiskan malam dengan para wanita yang membuat Tuhan tidak mengizinkannya menjadi pendamping Aini. Wanita Sholehah.
" Eh iya Mama lupa jika Mama juga membeli oleh-oleh untuk kamu tunggu ya Mama ambil dulu."
" Tidak usah ma nanti saja lebih baik sekarang kita selesaikan makan dulu." Ucap Aini.
" Hanya sebentar."
Saat Mama masuk ke dalam mobil untuk mengambil oleh-oleh yang tidak sempat beliau bawa masuk. Saat itulah Fiona datang dan langsung nyelonong masuk ke rumah Aini karena melihat pintu rumahnya terbuka lebar.
" Yuhu... Assalamualaikum. Incesss dadakan datang."
" Heh mak Erot bisa lembut dikit gak sih. Ada..." Ucap Aini sambil memainkan matanya seolah-olah memberikan kode kepada Viona kalau di meja itu bukan hanya ada dirinya saja.
" Mas Daffa doang gak masalah kan. Lagipula aku dan Mas Daffa kan udah jadi bestpren." Ucap Viona yang langsung duduk di sebelah Aini.
__ADS_1
" Dih sejak kapan?. Aku belum bikin pengumuman Kenapa kamu udah ngaku-ngaku jadi best prend-nya aku?"
" Ya sudah sekarang aku ya aku dong biar aku senang."
" Ogah."
" Udah udah, paijah kamu ngapain sih ke sini lagi kamu udah dua kali lho ke sini sekali lagi, sekali lagi kamu datang dapat hadiah piring pecah."
" Huu jahat banget sih, aku tuh ke sini mau promosiin masakan yang akan aku jual. Jadi kalian harus jadi pembeli pertamaku ya. Kamu Aini dan mas..."
" Loh loh Aini, suami kamu kok ada dua?. Suami kamu membelah yaa?"
Aini menepuk dahinya sendiri sementara Daffa menahan tawanya.
" Aini sejak kapan manusia bisa membelah dirinya?."
" Viona itu bukan...."
" Oh Aini sebesar itukah perhatianmu padaku sehingga kamu meminta suamimu untuk membelah diri agar aku bisa membawanya pulang dan menjadikannya pengusir tikus?"
" Pfffftttt......"
Daffa sudah tidak kuat untuk mengeluarkan tawanya tapi Aini menatapnya tajam dan meminta untuk menjelaskan kepada Viona siapa Pria di sebelahnya.
" Ah dia sama tampannya dengan kamu mas Daffa." Ucap Viona sambil menoel noel pipi Daffi.
Aini menepuk dahinya sendiri.
" Eh tunggu, mas ini aku kayak pernah lihat tapi di mana ya aku ingat tapi lupa. Lupa tapi aku ingat." Ucap Viona
" Dia saudara kembar aku. Daffi namanya."
" Oh kembar pantes sama hehehe. Kembar yaa, kirain membelah diri."
" Kembar yaa.. Kembar... Arghhh...."
Tiba tiba saja Viona pingsan. Daffi sergap menopang tubuh Viona dengan di bantu Daffa membawa Viona ke sofa.
" Loh dia siapa. Kok tidur disini?" tanya mama.
" Dia tetangga Aini, dia baru saja datang ke sini dan pingsan saat melihat Mas Daffa ada dua."
" Haha aneh kayak nggak pernah lihat orang kembar aja." Ucap Mama sambil berlalu di ikuti Daffi yang ingin berpamitan kepada sang Mama bahwa dia harus menemui temannya.
Tak lama kemudian Viona sadar.
" Aini aku kenapa?"
" Tadi kamu pingsan."
" Ah iya Aku pingsan karena mengira bahwa suami kamu membelah diri. Ternyata tidak yaa hehe. Suami kamu tetep satu." Kekeh Viona hingga di saat yang bersamaan Daffi muncul karena dia ingin pergi untuk menemui temannya.
" Ternyata benar membelah diri.."
Bruk !!!
Viona pingsan lagi ..
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1