Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
Bab 81 : Segitiga cinta


__ADS_3

"Kamu pasti....."


" Hwa......"


Viona menyiramkan air yang ada di baskom kearah Daffi.


" Astaghfirullah, maaf maaf kamu sih datang gak ngasih kode dulu." Ucap Viona sambil memberikan handuk kecil yang dia dapatkan kepada Daffi.


" Tidak apa apa, kamu tahu aja kalau aku belum mandi jadi kamu memberitahuku agar aku mandi sebelum aku berbicara denganmu."


" Bukan begitu, tadi aku benar-benar terkejut karena kamu tiba-tiba datang dan langsung bersuara. Memangnya kamu mau ngomong apa?"


"Aku mau ngomong kalau kamu pasti udah sering mendengar kata "roda selalu berputar". Pepatah ini diartikan sebagai hidup yang selalu berubah. Kadang kala, hidupmu akan di atas yang artinya serba berkecukupan, namun ada kalanya hidupmu berada di bawah yang artinya serba kekurangan."


" Jadi???"


"Untuk membangkitkan semangat, terkadang kamu perlu sesuatu yang dapat memotivasi. Kata-kata motivasi lucu bisa kamu dapatkan untuk membuat hidup menjadi lebih berwarna. Terlebih kala kamu sudah benar-benar merasa bosan dengan kata-kata motivasi yang cenderung kaku karena terlalu serius."


" Ohya?" Ucap Viona.


" Ya. Kamu bisa menghadapi berbagai masalah dengan menyelipkan sedikit humor agar hidupmu lebih berwarna."


" Seperti Sapi aja rela berkurban sampai lehernya putus, masak kamu kalah, gak mau berkorban sampai hubungan kita jadi putus." Ucap Viona.


" Putus, kan kita belum jadian kok udah putus?" Tanya Daffi.


" Ya udah kita jadian dulu.."


" Hayuk...."


" Jadi kita udah jadian nih."


" Iya..."


" Bener?" tanya Viona.


" Iya..." Ucap Daffi sambil tersenyum.


" Ya udah sekarang putus."


" Eh ya gak mau dong." Pekik Daffi.


"Di dunia ini ada tiga hal yang paling dibenci oleh orang, yaitu otak kosong, omong kosong, dan juga dompet kosong. Untuk sekarang aku tidak akan membiarkan otakku kosong sehingga melepaskan mu dengan mudah."


" Idih kapan jadiannya."


" La tadi kamu sendiri yang bilang."


" Itu perumpamaan nya.." Ketus Viona sambil kembali melanjutkan pekerjaannya.


" Hei aku lagi ngomong malah ditinggal masak sih?" Ketus Daffi.


"Aku harus kerja keras, karena sadar nikah gak murah."


" Murah kok kalau kamu nikahnya sama aku. Mangkanya kita nikah yuk biar aku gak melihat ke belakang terus."

__ADS_1


"Buat apa noleh ke belakang buat lihat masa lalu? kan udah canggih ada spion bung!" Pekik Viona.


" Viona coba lah mengerti aku sedang berusaha untuk menyelesaikan masalah yang benar-benar membuat aku sulit melihat hal lain."


"Ketika kamu menjumpai sebuah masalah, cobalah untuk melihat dari segala segi yang tidak terlihat. Namun apabila tidak terlihat, kamu bisa menyalakan lampu."


" Viona.."


" Apa?"


"Cinta merupakan suatu anugerah yang diberikan Tuhan kepada setiap umatnya, tanpa bisa ditolak maupun dihindari. Cinta juga penuh dengan teka-teki, sangat sulit untuk ditebak."


" Jadi?"


" Jadi kamu tidak boleh menolak cinta ku padamu. Aku sungguh jatuh cinta padamu Viona."


"Jatuh cinta tak seperti jatuh dari pohon tomat." Ucap Viona.


" Memang nya kamu tahu bagaimana rasanya ketika jatuh dari pohon tomat?"


" Enggak sih, kan itu cuma peribahasa aja."


"Tong tempat sampah saja ada banyak isinya, masak hati aku satu aja dak ada isinya."


" Loh bukannya di hati kamu sudah ada isinya ya atau ada orang yang mau mengisinya tapi kamu saja yang menutupinya hatimu sehingga orang itu tidak dapat masuk dan mengisi hatimu."


" Karena Aku menginginkan kamu yang jadi pemilik hati sekaligus mengisi ruang di dalam hatiku." Ucap Daffi yang sukses membuat Viona menghentikan aktivitasnya dan menatap Daffi.


"Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya akan jatuh juga. Sejomblo-jomblonya kamu sekarang, akhirnya akan menikah juga."


" Sok tahu, aku gak akan menikah."


" Bener?"


" Aku sumpahin jomblo sampek tua ya..."


" Yah jangan dong.."


" Ya udah kalau gitu ayo nikah."


" Daffi kamu itu kenapa sih, kamu lagi kesambet ya Kenapa tiba-tiba kamu kayak gini sih bukannya dulu kamu itu paling anti sama aku?"


"Orang bilang cinta itu dikejar, jadi nggak usah heran kalau sampai sekarang aku masih ngejar kamu."


Viona menghela nafas sambil menepuk dahinya sendiri, dia lalu teringat dengan perkataan davia mengatakan jika memang nanti dia jatuh cinta pada Fiona dia akan membuatkan Fiona restoran berlantai 2.


Viona tersenyum smirk.


" Kenapa kamu tersenyum seperti itu?" Tanya Daffi.


" Daffi apa kamu benar-benar jatuh cinta padaku dan berharap aku akan menjadi pendamping hidupmu?"


" Tentu saja, aku akan menggerakkan langit dan bumi hanya untukmu." Pekik Daffi.


" Gak usah lebai, kalau begitu kenapa tidak dari sekarang kamu mempersiapkan restoran yang sudah kamu janjikan dulu?"

__ADS_1


" Sudah.."


" Apa?"


" Namanya rumah makan gelap."


" Kok gelap?"


" Ya kan kalau terang namanya rumah makan padang." Kekeh Daffi, Viona kembali menepuk dahinya sendiri


" Berapa persen cinta yang kamu rasakan kepadaku?"


"Cinta itu nggak bisa dihitung, kalaupun dihitung namanya bukan cinta tapi matematika." Ucap Daffi.


" Daffi masalahnya bukan seperti itu, tapi...."


"Setiap orang pasti punya masalah dalam hidupnya, namun jika berlarut-larut dalam masalah tersebut maka akan membuat seseorang stres, tentu saja ini tidak baik untuk jiwa. Kamu harus bisa menemukan sesuatu yang menarik dan bisa menghibur dirimu sendiri." Ucap Daffi yang langsung memotong pembicaraan dari Viona.


"Kalau aku boleh jujur ke kamu, aku itu suka kamu sejak awal kita bertemu. Hahaha tapi kamu kok enggak." Kekeh Viona.


Daffi mendekati Viona yang sontak membuat Viona mundur.


Namun yang dilakukan Daffi justru di luar pemahaman Viona. Daffi berlutut di hadapan Viona.


" Viona, maukah kamu menjadi satu satunya wanita yang akan menghiasi hari-hari ku?"


" Maukah kamu bersama menjalani bahtera rumah tangga bersama ku?"


" Kamu harusnya mengatakan itu kepada Lala karena dia adalah wanita yang sangat mengharapkan kamu menjadi pendamping hidupnya."


" Lalu bagaimana denganmu?" Tanya Daffi.


"Cinta itu nggak harus saling memiliki, cukup melihat kamu tersenyum bahagia. Hatiku sudah sangat bahagia. Aku belajar semua itu darimu. Kamu sudah mengajari kebanyakan terutama arti cinta."


" Cinta adalah ketika kamu mendahulukan kebahagiaan orang lain dibanding dengan kebahagiaanmu sendiri, walaupun kamu yang harus terluka tapi kamu merasa bahagia ketika melihat orang yang kamu cintai menemukan kebahagiaan yang jauh lebih baik ketimbang kebahagiaan yang mungkin akan kamu berikan kepadanya."


" Viona..."


" Maaf Daffi, lebih baik kamu menyimpan segala rasa dan kata-kata manis itu untuk Lala."


Daffi menunduk, Viona berbalik karena dia tidak ingin Daffi melihat air mata yang sudah jatuh membasahi pipinya.


Mereka tidak tahu jika sadari tadi Lala melihat apa yang terjadi di antara Daffi dan Viona.


Lala kemudian menyadari bahwa Viona lah yang membuat Daffi berubah. Lala yang baru saja sadar mencoba untuk mencari tuan rumah karena dia ingin berterima kasih sudah menolong nya.


Tapi betapa terkejutnya Lala saat dia mencari ke segala ruangan dan ternyata menemukan dia berada di rumah dan mendengar apa yang Viona dan Daffi katakan.


Lala dengan perlahan akhirnya kembali masuk ke dalam kamar dan berpura-pura dirinya masih pingsan.


Lala memejamkan mata tapi hatinya tidak bisa dibohongi. Bulir bulir air mata membasahi pipinya.


Viona, Daffi dan Lala menangis dengan cara nya sendiri.


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2