Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
Bab 79 : Tekad Daffi


__ADS_3

Pagi pagi sekali Daffi sudah berada di rumah Viona dan hal itu tentu saja mengejutkan Viona yang akan pergi ke pasar untuk berbelanja.


" Daffi apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Viona.


" Menunggu mu."


Viona menghela nafas kemudian segera menghidupkan mesin motornya, Viona ingin segera pergi dari sana dan menghindari Daffi.


Namun siapa yang sangka jika Daffi langsung duduk di belakang Viona.


" Apa yang kamu lakukan?, aku bisa terlambat untuk berbelanja."


" Kalau tidak ingin terlambat kenapa tidak segera jalan?" Pekik Daffi yang membuat Viona merasa tidak ada pilihan lain


Viona menjalankan kendaraan nya dan segera meluncur ke pasar sebelum para pedagang sayuran pergi karena hari sudah semakin siang.


Di pasar Viona sedikit aneh dengan Daffi, dia ikut memilihkan jenis daging dan sayuran. Daffi juga sedikit membantu membayar tagihan belanjaan Viona.


Viona geram, tapi Daffi justru tersenyum sambil mengatakan ini adalah latihan dia menjadi suami siaga.


Tingkat kesal mereka sungguh membuat dua pasang mata tersenyum.


Viona yang sangat kesal justru semakin membuat Daffi bersemangat untuk menggoda nya.


Dan dua pasang mata yang mengawasi mereka tidak lain adalah orang tua Daffi sendiri.


Mereka yang saat itu akan baru saja kembali dari jalan jalan pagi langsung memutuskan mengikuti Daffi ketika melihat Daffi berboncengan dengan Viona.


" Apa mungkin Viona alasan dibali Daffi tidak ingin mencoba menjalin hubungan yang baru dengan Lala?" tanya Mama.


" Mungkin saja..."


Dirumah, Aini khawatir karena matahari sudah mulai terlihat tapi kedua mertua nya belum kembali.


" Sebentar lagi mereka juga akan pulang." Ucap Daffa yang melihat Aini khawatir.


" Bagaimana jika mereka tersesat?"


" Haha kamu ada ada saja, mana mungkin mereka akan tersesat." Pekik Daffa.


" Ya mungkin saja." Ucap Aini.


Tak lama kemudian mereka mendengar suara salam dari mama dan papa.


" Walaikumsalam..."


Aini segera membuka pintu dan tersenyum lega saat melihat yang datang ada mama dan papa mertua nya.


" Mama, syukurlah..."


" Ada apa?" Tanya Papa


" Aini takut kalian tersesat." Ucap Daffa yang membuat Aini menatap tajam ke arah nya.


Mama dan papa yang melihat itu menjadi tersenyum kemudian mengajak mereka untuk masuk ke dalam.

__ADS_1


Mama langsung membantu Aini untuk memasak.


" Aini...."


" Ya mam?"


" Apa Daffi sering pergi dengan Viona?"


" Soal itu Aini tidak tahu, kenapa mam?"


" Tidak apa apa, tadi Mama dan Papa tidak sengaja melihat Daffi dan Viona pergi bersama. Dan kamu tahu ke mana mereka pergi mereka pergi berbelanja, dan sepertinya Viona merasa kesal dengan Daffi.


" Ohya?" Aini pura-pura terkejut walaupun sebenarnya dia tahu apa yang membuat Fiona merasa kesal mungkin karena kejadian kemarin sedikit membuat Viona kesal.


Viona kesal....


Itu artinya Fiona masih mengharapkan Daffi.


" Apa gara-gara Viona ya Daffi tidak mau mencoba untuk memulai hubungan yang baru sebagai hubungan cinta kepada kekasih dengan Lala?" Tanya Mama.


" Aini tidak bisa berkomentar jika menyangkut urusan hati mah lebih baik kita doakan saja dan mendukung apapun keputusan yang nanti akan diambil oleh Daffi. Kita juga tidak memaksa kehendak dari kita, kita juga tidak inginkan nanti ada salah satu pihak yang merasa dirugikan dan akhirnya menyesal menjalani bahtera rumah tangga."


" Ya kamu benar."


Sementara papa juga bertanya kepada Daffa tentang Viona dan Daffi.


" Entahlah pa, Daffa sebenarnya sangat ingin ikut campur tapi karena ini masalah hati jadi lebih baik Daffa tidak usah ikut campur apalagi sekarang hubungan kita dan Daffi barusaja membaik."


" Iya, kamu benar."


Sementara yang terjadi di rumah Viona adalah Viona semakin geram karena melihat Daffi tidak ingin pergi dari rumah nya.


" Sebenarnya apa mau kamu?"


" Mau aku hanya ingin memastikan bahwa kamu tidak akan pergi dari jalan dimana jalan itu yang akan kita lalui untuk bersama."


"Kita semua memiliki kekurangan dan kelebihan, yang bisa kita pergunakan untuk saling melengkapi." Ucap Daffi.


"Kita pernah saling memperdulikan tapi tak pernah saling mengungkapkan, sekarang kita sudah salinh mengungkapkan dan aku tidak akan membiarkan hal itu berakhir tanpa harus memiliki."


"Aku akan tetap mencintaimu walaupun sampai saat ini aku tak bisa memilikimu." Ucap Viona sambil tersenyum.


" Bagaimana kita bisa bahagia jika kita tidak bersama."


"Sederhananya bahagia, meskipun tak bisa memiliki, tapi kita tak saling membenci. Benar kan?" Pekik Viona.


"Sesedihnya dua orang adalah mereka yang saling mencintai tapi tidak bisa saling memiliki." Ucap Daffi.


" Daffi sebaiknya kamu pulang. Kamu membuat pekerjaan ku semakin tidak segera selesai."


" Daffi dengar Tidak semua harapan bisa terwujud. Tidak semua perasaan harus berbalas. Tidak semua rasa sayang harus saling memiliki."


" Dengar aku tahu apa yang membuat kamu bersikap seperti itu, dan aku akan segera memastikan bahwa kamu dan aku akan tetap bersama."


Setelah mengatakan itu Daffi pergi, Viona memejamkan mata mencoba untuk menghilangkan harapan yang baru saja hadir kembali dalam hidupnya.

__ADS_1


Daffi baru saja tiba di apartemennya saat Lala baru saja masuk ke dalam kamar mandi di apartemen Daffi.


Daffi tentu saja terkejut karena mengetahui pintu apartemennya tidak terkunci dan saat dia masuk ke dalam rumah dia mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi yang ada di kamarnya.


Daffi melihat pakaian wanita berceceran di lantai, Daffi mengenali pakaian itu.


Itu milik Lala.


Tok


..


Tok...


Tok...


" Lala apa kamu di dalam?"


Tidak ada suara, Lala masih asyik dengan ritual mandinya.


Tok


Tok


Tok


" Lala?"


Karena tidak ada jawaban, Daffi memutuskan untuk menunggu di luar saja dan mandi di kamar mandi lain yang ada di apartemennya.


Daffi hendak membuat minuman hangat saat Lala tiba tiba memeluknya dari belakang.


"Pernah dibingungkan oleh status. Saling memperhatikan, namun hanya sebatas teman. Dan saling sayang, namun tak bisa memiliki. Tapi sekarang kamu sudah tahu apa yang aku rasakan dan kenapa kita tidak mencoba untuk saling memiliki satu sama lain?"


" Cintailah seseorang itu dengan sederhana, andai suatu saat kita tak bisa saling memiliki, tak’kan terasa sulit untuk melepaskannya." Ucap Daffi sambil berusaha melepaskan pelukan Lala.


"Ada yang sudah memiliki namun tak peduli, ada yang belum memiliki tapi saling menyakiti & ada yang tak bisa memiliki namun saling mencintai. Aku harap kamu akan tetap bisa menerima bahwa perasaanku padamu masih tetap perasaan untuk menjaga diri sebagaimana seorang kakak menjaga adiknya."


"Mungkin sudah takdirnya kita tak bisa bersatu, tapi setidaknya kita pernah saling memiliki walau hanya sesaat." Ucap Lala sambil melepaskan pelukannya dan membiarkan Daffi berbalik badan.


Daffi segera memejamkan mata melihat ternyata Lala hanya memakai handuk dan kini Lala sedang berusaha membukanya.


Daffi segera keluar dari apartemen dan membanting pintu.


Brak !!!


Lala menangis.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2