
"Karena kamu telah melahirkan cinta di hatiku. Bagaimana bisa aku pergi dari orang yang telah melahirkan cinta dalam hidup ku." Pekik Daffi saat Viona tetep menyuruhnya untuk pergi.
"Aku rela jadi belalang asal kamu kupu-kupunya. Lalu kita siang makan nasi kalau malam minum susu." Ucap Daffi sambil mengedipkan mata.
" Kamu sudah gila." Pekik Viona.
" Sadarlah Daffi, kamu memang lebih pantas bersama dengan Lala yang memiliki kejelasan atas semuanya."
"Tidak peduli seberapa sederhana dan ketidakjelasanmu. Tapi bagiku, kamu adalah kesempurnaan yang memiliki kejelasan." Ucap Daffi.
" Viona ketahuilah bahwa beberapa bulan ini aku sudah memperbaiki hubungan antara aku dan keluargaku juga...."
Viona menatap Daffi seolah-olah penasaran dengan apa yang akan di katakan Daffi.
" Dan apa?" Tanya Viona yang akhirnya tidak tahan lagi.
" Aku sudah memperbaiki hubungan antara aku dan keluargaku juga keluarga mu "
" Maksud mu dengan keluarga ku?"
" Aku sudah mendapatkan restu dari keluarga mu. Dan kini aku hanya harus memenangkan kembali hatimu."
Viona terkejut karena mengetahui jika selama ini Daffi memperbaiki hubungan dengan keluarga nya juga.
Viona akhirnya mengatakan bahwa dia melihat Daffi dan Lala bersama dan terlihat bahagia.
" Aku dan Lala adalah teman, dan selamanya akan menjadi seorangpun teman. Aku sedang mencoba mengembalikan rasa percaya dirinya setelah dia memutuskan untuk tidak pernah keluar dari rumah selama berbulan-bulan lamanya."
" Viona, aku tidak bisa memaksakan hati untuk mencintai seseorang yang tidak aku cintai."
" Daffi aku rasa kamu tidak percaya dengan konsep cinta akan datang walaupun itu terlambat."
" Viona mungkin kamu juga lupa jika kita memaksakan diri maka kita tidak bisa membuat orang lain yang hidup bersama dengan kita itu bahagia karena bagaimana bisa kita membahagiakan orang lain sementara kita sendiri tidak bahagia."
Viona terdiam, dia membenarkan apa yang baru saja Daffi katakan karena sejak awal Viona berteman dengan Aini, Viona sering mendengar kata-kata yang baru saja dikatakan oleh Daffi.
Kita tidak akan pernah bisa membuat orang lain yang hidup bersama dengan kita berbahagia jika kita tidak lebih dulu membuat diri kita bahagia. Karena kebahagiaan datang dari kita dan kita memancarkannya kepada orang-orang sekitar sehingga kebahagiaan itu menjadi sangat sempurna.
__ADS_1
"Kata orang tua, jangan menikah dengan wanita sekampung. Menikahlah cukup dengan seorang wanita saja. Dan satu wanita itu adalah kamu."
Viona sedikit terkejut saat Daffi mengatakan menikah wanita sekampung. Bagaimana tidak terkekeh jika seluruh wanita yang ada di kampung akan di nikahi.
"Cintaku ke kamu itu ibarat sungai Bengawan Solo, tidak pernah kering ataupun surut maunya banjir terus." Ucap Daffi lagi yang membuat Viona tidak lagi membayangkan jika Daffi akan menikah dengan wanita sekampung.
"Cintaku padamu bukan seluas samudera, tapi bagaikan angka 0 yang terus berputar tanpa ujung."
"Bali itu surga dunia, kalau kamu cukup jadi surga buat anak-anakku aja."
" Daffi kamu seperti nya sudah benar benar gila."
" Gila karena mu aku rela." Ucap Daffi.
"Pernah dengar pepatah, lebih besar pasak dari pada tiang?" Tanya Daffi.
" Pernah "
" Sebesar-besarnya pasak masih lebih besar sayang aku ke kamu." Ucap Daffi yang sukses membuat Viona tersenyum.
Viona tersenyum dan mengangguk.
"Akhirnya kini cita-citaku terwujud. Aku berhasil jadi cowok yang masangin cincin di jari manis kamu." Ucap Daffi.
"Aku tidak peduli ramalan BMKG, sebab saat hujan, badai bahkan tsunami aku akan tetap bertahan pada cintamu." Ucap Daffi yang menahan diri untuk tidak memeluk Viona.
...----------------...
Pernikahan adalah momen berharga dan keputusan yang besar dalam hidup. Karena itulah, orang memerlukan berbagai pertimbangan dan menyiapkan banyak hal sebelum menikah. Namun sejatinya pernikahan adalah penyatuan dua insan sebagai pasangan suami-istri.
"Kebanyakan orang berkata bahwa obat jatuh cinta adalah menikah. Dan sekarang aku sedang jatuh cinta. Maukah kamu menjadi obat jatuh cinta ku ini?" Ucap Kenzo saat dirinya tersadar setelah Daffa mencipratkan air ke wajah Kenzo.
" Aku obat nyamuk bukan obat jatuh cinta mu." Pekik Daffa sambil membantu Kenzo bangun.
"Kamu akan selalu memberiku kekuatan, sebelum atau setelah menikah. Karena itulah aku memilihmu untuk hidup hingga tua bersama. Maukah duhai cintaku untuk kau menjadi teman hidupku? Maukah kau menjadi pendamping hidupku sampai usai waktu?"
" Kenzo aku rasa kamu sudah gila." Ketus Daffa saat Kenzo justru memegang tangan Daffa dan berlutut di hadapan nya.
__ADS_1
" Aku gila karena mu sayang." Ucap Kenzo yang melihat Daffa sebagai Nina.
"Kata orang, cinta adalah sebuah penyakit yang bisa disembuhkan dengan pernikahan. Maukah kamu jadi penyembuh sakitku?"
" Kamu benar-benar sudah gila." Daffa mencoba pergi tapi Kenzo menahan nya dan menarik Daffa dalam pelukannya.
"Yang kulakukan semua ini hanya tentangmu. Kamu yang menjadi sumber semangatku. Dan untuk mu-lah aku bermimpi sukses di sepanjang hari. Jangan buat aku merana, dengan menolak pinangan ini. Jadilah pembawa cahaya kebaikan di rumah kita nanti. Maukah jadi istriku?" Bisik Kenzo.
"Berjuta rasa rasa yang tak mampu diungkapkan kata-kata. Dengan beribu cara-cara kau selalu membuat ku bahagia. Kau adalah alasan dan jawaban atas semua pertanyaan, yang benar-benar kuinginkan hanyalah kau untuk selalu di sini ada untukku. Maukah kau tuk menjadi pilihanku? menjadi yang terakhir dalam hidupku. Maukah kau tuk menjadi yang pertama? Yang selalu ada di saat pagi ku membuka mata?" Ucap Kenzo lagi.
" Ya ya, aku mau..." Pekik Daffa yang hampir kehabisan nafas karena Kenzo semakin memeluk nya erat.
"Mungkin jaraklah yang selama ini memisahkan kita, namun tidak dengan hati kita yang sebentar lagi dipersatukan dalam ikatan pernikahan. Jadilah istriku, pelipur lara, tempat aku pulang dan berkeluh kesah." Ucap Kenzo sambil melepaskan pelukannya dan menatap Daffa.
Kenzo tersenyum, dia kembali memandangi wajah Daffa.
" Kamu benar menerima aku?." Tanya Kenzo.
" Tentu saja, tapi aku tidak bisa menjadi pendamping hidup mu."
" Kenapa?"
Daffa mendekat ke pada Kenzo yang membuat Kenzo refleks menutup mata karena dalam bayangannya Daffa adalah Nina yang bersiap untuk menciumnya.
Astaga apakah ini yang dinamakan pucuk dicinta ulam pun tiba. Kenapa Mina terus menatapku dan mendekatkan diri kepadaku apakah aku akan mendapatkannya first kiss dari nya. Batin Kenzo tersenyum.
" Aku tidak bisa menjadi pendampingmu karena aku dan kamu sama-sama memiliki terong dan kita tahu bahwa terong dan terong tidak akan pernah bisa bersama." Ucap Daffa yang membuat Kenzo sadar dan langsung pergi meninggalkan Daffa.
" Sekertaris sialan."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1