Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
Ceramah...


__ADS_3

" Apa Nina wanita yang membuat mu menjadi gila?" Tanya Daffa.


" Hmmm..." Kenzo menjawab dengan hemm sambil memegangi wajah dengan kedua tangan.


" Dan sekarang dia mengira bahwa kamu dan aku adalah seorang kekasih?" Tanya Daffa lagi.


" Hwa..... bagaimana ini?"


" Dalam hubungan asmara, kebahagiaan tidak selalu hadir sepanjang waktu. Ada kalanya dalam hubungan ada salah paham yang membuat satu sama lain marah.Jika saat ini kamu sedang menghadapi kemarahan kekasihmu karena suatu hal, kamu jangan ikut panik. Tenangkan dirimu, agar tidak ikut terpancing kemarahannya. Cari solusi yang terbaik dan jangan sampai memperburuk suasana." Ucap Daffa seolah olah memberi petuah pada Kenzo.


" Aku harus apa?" Tanya Kenzo dengan tatapan memelas.


" Membujuk pacar yang marah memang bukan hal yang mudah, terlebih jika kemarahan tersebut karena alasan yang berulang kali dilakukan atau kesalahan yang besar. Perlu kesabaran dan kehati-hatian dalam berucap agar tidak menimbulkan masalah baru."


" Jadi...?"


" Amarah tidak menyelesaikan permasalahan, justru akan timbul masalah baru jika kamu menghadapi suatu permasalahan dengan emosi yang meluap-luap."


" Jadi?" Tanya Kenzo lagi.


"Banyak kerugian yang terjadi akibat ulah orang yang tidak bisa mengontrol diri. Sebenarnya, orang yang selalu marah-marah akan merugi. Jangan biarkan orang lain membuatmu marah hingga sampai pada titik di mana kamu menjelma menjadi seseorang yang bahkan kamu sendiri tidak mengenalinya."


" Jadi?????!!!!" Kenzo mulai emosi karena Daffa hanya memberikan petuah bijak padahal dia bertanya solusi nya.


"Jangan mudah terpancing emosi oleh orang lain. Ketika ada seseorang yang ingin memancing emosimu, sebaiknya berilah senyuman kepadanya. Jangan pernah membuat suatu keputusan ketika sedang marah, karena air yang mendidih tidak bisa digunakan untuk bercermin."


" Ya Tuhan, untung bos.."Lirih Kenzo.


"Lebih baik menangis daripada marah, karena marah akan menyakiti orang lain, sementara air mata mengalir tanpa suara melalui jiwa dan membersihkan hati. Menghadapi masalah dengan rasa amarah akan sia-sia. Ketika marah, akan sulit untuk mengontrol diri sendiri."


" Aku sudah tahu...." Kenzo mulai geram, dia sudah bersiap untuk memakan Daffa tapi batal karena Kenzo tidak mempunyai keberanian.


"Tak peduli dia akan membalas senyummu atau tidak, yang terpenting ialah hal ini menunjukkan kalau kamu tidak terpancing emosi akibat ulahnya. Tenangkan diri karena amarah akan membuat kamu tidak bisa berpikir dengan tenang.."


Kenzo mulai melunak dan berpikir tumben Daffa berkata hal yang benar.


"Manusia hebat adalah manusia yang bisa mengendalikan diri saat dikuasai amarah, tenang saat dipermalukan, tersenyum saat diremehkan. Orang sabar bukanlah orang yang tidak memiliki rasa marah, tetapi orang yang dewasa dan kuat untuk mengendalikan amarahnya."


" Jangan buang waktumu dalam kemarahan, penyesalan, kekhawatiran, dan dendam. Hidup ini terlalu singkat untuk tidak bahagia. Satu hal yang aku lupakan ketika aku belajar untuk mencintai seseorang adalah, aku tak pernah belajar."


" Jika aku tahu akhirnya akan seperti ini, maka kesalahan di masa lalu tidak akan aku ulangi." Ucap Kenzo.

__ADS_1


" Maksud mu yang terjadi padamu gara-gara aku dulu?" Pekik Daffa.


" Tidak, silahkan lanjutkan ceramah nya."


" Kenapa diam?" Tanya Kenzo.


" Seharusnya aku bertanya kenapa meminta ku untuk terus ceramah. Bukankah seharusnya kamu mengejar Nina dan menjelaskan semuanya?"


" Benar juga."


" Kalau begitu tunggu apa lagi... sana pergi."


Kenzo segera melesat meninggalkan Daffa, tapi beberapa menit kemudian saat Daffa baru saja duduk di ruangannya, Kenzo masuk dan duduk di depan Daffa.


" Astaga kamu benar-benar bisa menyelesaikan masalahmu secara kilat?"


" Aku belum pergi menemui Nina."


" Kenapa?"


" Aku tidak tahu harus berkata apa karena jujur begitu aku berada di dekatnya aku kehilangan semua kata-kata yang sudah aku rangkai Jadi mungkin aku akan kembali mendengarkan ceramah." Ucap Kenzo


Daffa menutup laptopnya kemudian berjalan melihat padatnya lalu lintas dari jendela ruangannya.


"Asal kau tahu, ada suatu hal yang ia tak mesti terucap, tapi asal kau tau, ia begitu kuat terasa. Sore itu, dengan penyesalanku. Pada akhirnya kita benar-benar terasing, kamu pergi dengan kekesalanmu, aku berbalik dengan segala penyesalanku."


Kenzo menatap tajam ke arah Daffa karena Kenzo merasa bahwa apa yang diucapkan oleh Daffa di luar tema hari ini.


"Senyummu adalah tangisku, perhatianmu adalah senyumku dan kekecewaanmu adalah penyesalanku. Maaf adalah kata yang kecil, tetapi memiliki kekuatan yang sangat besar untuk membangun hubungan yang indah. Semoga kamu menerima permintaan maafku dan biarkan diriku membangun hubungan baik denganmu lagi."


" Saya minta maaf karena hubungan ini penting bagi saya. Tidak masalah lagi bagi saya siapa yang benar dan siapa yang salah. Mohon terima permintaan maaf saya yang tulus dan beri saya kesempatan lagi. Saya berjanji akan memperbaiki semua momen yang telah saya hancurkan sebelumnya."


Kenzo mulai memperbaiki posisi duduknya ketika dia merasa bahwa ceramah Daffa mulai masuk dan membuat otaknya menemukan kata-kata yang akan diucapkan ketika bertemu dengan Nina.


"Penyesalanku adalah pernah hadir ke dalam kehidupanmu dan menghancurkan kesempurnaanmu.


Tanpamu, aku merasa kesepian, jangan sembunyikan kebencian, sayang, ceritakan semua yang kamu rasakan. Aku akan berusaha untuk mengubah perilakuku. Aku berjanji kepadamu bahwa mulai sekarang hubungan kita akan bebas dari air mata, kebohongan, dan penghinaan. Aku mencintaimu, mari kita tetap bersama."


Kenzo tersenyum, dia bangkit dan memeluk Daffa.


" Terima kasih bos, kamu memang atasan paling baik di dunia yang pernah aku temui."

__ADS_1


" Tentu saja sekarang pergilah dan perjuangkan cintamu beri aku kabar bahagia begitu kamu kembali." Ucap Daffa


" Baiklah, kalau begitu aku titip pekerjaanku yang sudah menumpuk mulai kemarin."


" Serahkan padaku."


Setelah kepergian Kenzo, Daffa baru tersadat jika dia harus menggantikan pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh Kenzo.


" Sial, aku kena jebakan Betmen."


🌸🌸🌸🌸


Kenzo sudah menemukan keberadaan Nina, Kenzo mengira Nina sudah pulang karena dia merasa kecewa tapi setelah melihat mobil Nina masih berada di basement. Kenzo memutuskan untuk ke atap kantor karena memang biasanya mereka menghabiskan waktu berdua di sana.


Kenzo menemukan Nina, dia bersembunyi di balik tembok besar mengambil nafas dan mencoba untuk menentukan kata-kata yang pas untuk pertama kali dia ucapkan.


"Maafkan aku yang udah bikin kamu kecewa dan sedih. Aku nggak bermaksud buat kamu marah, sayang."


"Aku masih belum bisa memahami maksud amarah kamu, maafin aku. Aku sayang kamu."


" Sayang kamu salah paham, aku dan Tuan bos tidak saling mencintai karena cinta ku hanya padamu."


" Sayang, aku telah mengkhianati kepercayaanmu, aku tidak berhak bertanya padamu tentang sesuatu, tapi aku ingin mengatakan bahwa cintaku padamu akan hidup selamanya. Aku mohon, maafkan aku."


"Bagaimana aku mengucapkan kata-kata, "Maafkan aku" ketika aku tahu bahwa kata-kata itu tidak cukup? Dan bagaimana aku bisa memintamu untuk memaafkanku ketika aku tahu aku tidak bisa memaafkan diri sendiri."


" Nina, kamu sudah salah paham aku bukan pecinta laki-laki tapi aku pencinta kamu."


" Argh... kenapa susah sekali."


Kenzo memilih untuk menemui Nina saja namun saat dia melihat ke mana Nina tadi berada Nina sudah tidak ada di tempat nya.


" Sungguh apes..."


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2