Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
Bab 78 : Viona...


__ADS_3

Tuhan menciptakan manusia secara berpasang-pasangan. Mencintai dan menyayangi adalah salah satu bukti kekuasaan Tuhan pada manusia untuk menjalani kehidupan yang normal. Namun apa jadinya kalo kita mencintai orang yang salah? Apa jadinya kalo kita memiliki perasaan yang bertepuk sebelah tangan? Pernahkah kamu mengalami perasaan seperti ini, dimana dua orang yang saling mencintai tapi tidak bisa memiliki. Mungkin ini yang dinamakan cinta tak harus memiliki.


Itulah yang sedang dipikirkan Viona saat ini.


Viona masih memandangi lelaki yang menariknya dan membawanya sedikit jauh dari Aini.


"Pada kenyataannya saling cinta dan saling sayang bukanlah sebuah jaminan untuk mendapatkan kebahagiaan. Bahkan kebanyakan diantara mereka harus rela memeluk kaktus yang berduri, sedikit nyaman namun sangat menyakitkan." Ucap Viona kemudian saat Daffi bertanya kenapa Viona diam saja ketika ada wanita yang menyatakan perasaannya pada Daffi.


" Viona bukankah kita sudah berjanji akan memulai kisah kita setelah aku memperbaiki hubunganku dan keluargaku, Kenapa sekarang kamu seperti ini?"


" Saat seseorang dengan berani mengatakan mencintai saja sudah cukup, bisa dipastikan bahwa dia sedang berbohong. Dia terpaksa menenggelamkan perasaan yang sebenarnya karena memang dia merasa tak mungkin untuk bersatu."


" Maksud mu kamu berbohong saat kamu mengatakan perasaan mu?"


" Anggap saja begitu..."


Daffi menghela nafas kasar dan berat.


" Ayo, aku akan mengatakan bahwa kamulah wanita yang sebenarnya aku inginkan untuk menjadi pendamping hidup ku." Pekik Daffi.


"Sekuat apapun berusaha keras agar bisa mendapatkan perhatian dari orang yang dicintainya, semakin besar pula niatnya untuk berjalan mundur."


" Tidak aku tidak akan membiarkanmu untuk mundur."


" Daffi aku pernah ada di posisi wanita yang menyatakan perasaannya padamu.


Jadi aku tahu apa yang akan terjadi ketika kamu tidak menerima cinta nya."


" Viona...."


"Biarkan saja selalu seperti ini, anggap saja kita tak ditakdirkan untuk bersama, atau anggap hal ini hanyalah sebuah imajinasi dari perjuangan dan pengorbanan."


"Jikapun ternyata kamu memiliki perasaan yang sama seperti diriku, biarkan kita saling mencintai tapi tidak bisa memiliki. Biarkan seperti ini, cukuplah saling memperhatikan dari kejauhan saja. Dan berharap kita selalu mendapatkan sesuatu yang terbaik." Imbuh Viona sebelum akhirnya dia memutuskan untuk pergi dan pulang meninggalkan Daffi yang berusaha meredam rasa ingin memeluk Viona agar Viona tetap berada di sisi nya.


Tapi Daffi tidak bisa melakukan itu, jadi lah Daffi hanya bisa menatap nanar kepergian Viona.


Aini yang sedari tadi melihat itu menjadi binggung. Haruskah dia membantu Daffi dan Viona?.


Dia ingin sekali membantu tapi Aini kemudian tersadar jika Aini ikut campur itu artinya dia tidak akan bisa melihat perjuangan Viona dan Daffi untuk hubungan mereka.

__ADS_1


Aini lebih dulu masuk ke dalam kamar saat melihat Daffi bersiap untuk masuk juga.


Aini melihat Lala yang keluar rumah, sepertinya Lala ingin mencari tahu apa yang membuat Daffi keluar dan tidak kunjung kembali.


" Daffi masih ada di luar rumah." Ucap Aini yang seakan mengerti arti tatapan dari Lala.


Lala segera berlalu meninggalkan Aini untuk mencari Daffi.


" Daffi..." Panggil Lala.


" Lala, Karena tidak semua yang kita rasakan harus dimiliki, terkadang ada beberapa hal yang hanya berupa “perasaan” saja tanpa pernah menjadi kenyataan."


" Maksud kamu?"


"Percayalah, saling mencintai tapi tidak bisa memiliki, kelihatannya bukan sesuatu yang terdengar buruk. Namun aku cuma mau bilang, “mungkin ini yang terbaik saat ini, kedepannya aku tidak tahu!." Ucap Daffi sambil berjalan masuk ke dalam rumah meninggalkan Lala.


Lala langsung memeluk Daffi, dia tidak peduli jika dirinya masih berada di halaman rumah Aini dimana setiap orang yang lewat pastilah bisa melihat apa yang sedang dilakukan oleh Lala.


Tapi sepertinya Lala tidak memperdulikan hal itu karena yang dia pedulikan hanyalah Daffi.


"Belajarlah mengikhlaskan apa yang akan pergi dan membuka lembaran yang baru. Tak menutup kemungkinan, kita berdua kembali menulis kisah yang lebih indah di lembar yang baru tersebut. Semoga saja."


" Kamu menyakiti aku dengan menolak cinta ini "


"Cinta itu hebat, bisa menenggelamkan rasa benci, bisa menghadirkan rasa saling memiliki."


Daffi melepaskan pelukan Lala.


" Kamu bilang kamu mencintai ku. Untuk apa kita saling mencintai, kalo tidak bisa saling memiliki."


" Cinta yang aku rasakan padamu bukan untuk saling memiliki. Tapi cinta untuk saling menjaga dan melindungi." Ucap Daffi.


" Jika tahu tak bisa saling memiliki, kenapa dipaksa untuk saling mendekati?." Tanya Lala.


" Bisa jadi kita diciptakan memang bukan untuk saling memiliki tapi saling menjaga dan melindungi." Pekik Daffi.


" Ayo, sekarang lebih baik kita masuk ke dalam." Ajak Daffi.


" Akan aku pasti jika kamu akan tetap menjadi milikku karena sampai kapanpun aku tidak ingin hanya menjadi sebatas ini." Ucap Lala sambil berlalu meninggalkan Daffi, masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari sana.

__ADS_1


Daffi hanya menghela nafas panjang, pandangannya tidak sengaja melihat Viona yang akan keluar.


Daffi hendak menghampiri Viona tapi kemudian Ibunya datang dan memanggilnya untuk masuk ke dalam.


" Dimana Lala?" Tanya Mama.


" Dia sudah pulang."


" Apa kamu benar-benar tidak bisa menjadikan lama sebagai pasangan kekasih?" tanya mama dengan hati hati.


" Tidak."


" Jangan terlalu terburu-buru mengambil keputusan." Ucap Mama.


" Benar, Mama dan Papa memang yang merencanakan untuk menjodohkan kalian tapi bukan berarti kami menuntut kamu untuk tetap Lala. Jika memang kamu sudah berpikir matang tentang keputusan kamu yang tidak bisa memulai hubungan yang baru dengan Lala maka kami pindahkan pernah melarangnya." Ucap Papa.


" Benar, kami sebagai orang tua hanya bisa memberikan dukungan kepadamu." Ucap Mama lagi.


" Terima kasih ma."


Aini dan Daffa yang mendengar itu tentu saja ingin mengatakan kepada kedua orang tuanya bahwa sebenarnya Daffi menyukai Viona.


Tapi Aini kemudian mengkode kepada Daffa agar dia tidak mengatakan apa-apa.


" Aini Kenapa kamu tidak membiarkan aku untuk memberitahu mama dan papa bahwa sebenarnya wanita yang dicintai Daffi adalah Viona."


" Jika kita ikut andil dalam urusan Daffi dan Viona itu sama saja secara tidak langsung kita juga mendukung Daffi dan Viona. Ya walaupun sebenarnya kita juga mengharapkan hal yang sama Tapi alangkah baiknya kita membiarkan saudaramu untuk memilih jalannya sendiri. Biarkan dia mempertimbangkan mana Yang cocok untuk menjadi pendamping hidupnya antara Viona dan Lala."


Daffa tersenyum, dia mencium kening Aini sebagai tanda bahwa dia lagi lagi mengagumi istri nya.


Malam itu mama dan papa menginap di rumah Aini sementara Daffi kembali ke apartemen temannya.


Daffi terus memikirkan tentang perkataan Viona.


" Viona, kamu tidak benar-benar akan pergi dari hidupku kan??"


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2