
Lusa adalah acara syukuran 4 bulanan Aini.
Rumah Aini sudah ramai dengan sanak saudara, ada Yuli dan Akbar serta anak anak, Mama dan Papa Daffa. Tidak lupa juga Kenzo mengajak serta Nina untuk membantu dan Daffi juga Viona.
Viona menawarkan diri untuk menjadi juru masak, Daffi dengan sigap membantu Viona.
Tidak lupa juga Lala ikut hadir atas permintaan Mama Daffa.
Walaupun sakit saat melihat kedekatan Daffi dan Viona tapi Lala berusaha terlihat baik-baik saja dan tetap tersenyum.
" Lala, ayo kita membungkus souvernir nya." Pekik Nina.
" Iya.." Ucap Lala sambil tersenyum dan melihat Daffi sebelum Nina mengajaknya ke lantai dua.
" Kakak, apa kakak baik baik saja?. Kenapa kakak tidak mengajak serta ibu dan dua saudara kita yang baru?" Tanya Aini pada Yuli.
" Nanti mereka akan menyusul." Ucap Yuli sambil tersenyum. Senyum yang membuat Aini rasakan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan kakaknya.
" Baiklah."
Karena mereka sedang sibuk mempersiapkan acara syukuran 4 bulanan membuat inet tidak meneruskan walaupun sebenarnya dia ingin bertanya lebih detail.
Terutama saat Yuli dan Akbar hanya datang bersama dengan anak-anak dan tidak datang dengan anggota keluarga baru mereka. Dan menurut Aini alasan yang diberikan Yuli sangatlah tidak tepat mengingat mereka tinggal di rumah yang sama dan arah yang akan mereka tuju juga sama. Bukankah aneh jika keluarga baru dari Aini memilih untuk datang belakangan.
Malam harinya, saat Aini terbangun dan hendak menuju dapur dia melewati kamar di mana Yuli dan Akbar tidur. Samar samar Aini mendengar suara isak tangis dari Yuli.
Aini sebenarnya bukan tipe orang yang suka menguping tapi malam itu rasa keingintauannya sangat besar sehingga dia memutuskan untuk mendengarkan apa yang membuat Yuli menangis.
" Kita harus tetap tenang, jika ini memang keinginanmu untuk tidak memberitahu Aini maka kita harus tetap tenang dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa." Ucap Akbar.
"Setiap orang pasti memiliki keluarga, entah itu keluarga besar atau keluarga kecil yang hanya terdiri dari ayah, ibu, dan dirinya saja. Ketika sedang lelah menjalani kehidupan yang keras, keluarga menjadi rumah tempat mencurahkan isi hati dan berkeluh kesah. Keluarga yang hangat tentu akan memberikan solusi dengan perhatian dan kasih sayangnya ketika kamu sedang memiliki masalah. Tapi lihatlah sekarang justru kita mendapat masalah dari keluarga kita sendiri." Ucap Yuli.
" Masalah? Keluarga?" Aini yang sebenarnya masih ingin terus mendengarkan pembicaraan itu harus segera pergi karena dia melihat Mama juga keluar dari kamarnya.
Aini kemudian bergegas turun agar Mama tidak melihat Aini ada didepan kamar Yuli dan Akbar.
Di dapur, ini yang biasanya tidak pernah berpikiran negatif tapi khusus malam itu dia terus memikirkan hal-hal negatif tentang apa yang baru saja dia dengar.
Hingga sampai dia kembali dalam tempat tidur, Aini tidak bisa tidur karena memikirkan apa yang baru saja dia dengar.
__ADS_1
Daffa memeluk Aini, Aini berpura pura menutup mata agar Daffa tidak curiga.
Sementara yang terjadi di kamar Yuli dan Akbar adalah...
"Kebahagiaan keluarga bukan terletak pada apa yang dicapai tetapi sikap hati terhadap apa yang dicapai. Beberapa orang yang susah dijauhi adalah anggota keluarga. Tapi sering kali justru mereka yang paling ingin kita jauhi." Ucap Yuli sambil memeluk Akbar.
"Pengkhianatan dari keluarga itu adalah luka yang paling dalam." Imbuhnya.
Akbar tidak bisa berkata-kata apalagi karena memang apa yang dilakukan oleh ibu sambung dari Yuli benar-benar keterlaluan.
" Seharusnya, keluarga adalah tempat perlindungan kita. Seringnya justru keluarga menjadi tempat kita menemukan rasa sakit hati terdalam. Tapi jangan lupakan Kalau kamu masih memiliki aku dan bukankah kita sudah berjanji untuk tidak lagi membahas ini dan membiarkan semuanya berjalan seperti air yang mengalir." Ucap Akbar.
Karena hari sudah semakin larut, Akbar kemudian mengajak Yuli untuk beristirahat karena besok adalah hari di mana acara syukuran 4 bulanan Aini digelar.
Keesokan harinya...
Aini terus memperhatikan gerak-gerik dari Yuli, Yuli sendiri bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa dia bahkan tersenyum dan tidak memperlihatkan wajah yang sedih.
" Seseorang terkadang berpura-pura bahagia agar orang yang dia sayang tahu bahwa dia baik-baik saja." Ucap Aini yang mengejutkan Yuli.
" Aini, kamu mengagetkan kakak saja."
" Tidak ada."
" Apa kakak yakin?" Tanya Aini
" Tentu saja. Aini ini adalah hari bahagia dan hari bersejarah untukmu Kenapa Kakak harus menyembunyikan sesuatu dari adik kakak yang manis ini."
Aini tersenyum kemudian memeluk Yuli.
" Dimana ibu dan yang lainnya, apakah mereka sudah dalam perjalanan ke sini?" Pertanyaan Aini tentu saja membuat Yuli kelabakan untuk mencari alasan.
Hingga panggilan Viona agar Aini mencicipi setiap masakan yang selesai dia buat membuat Yuli menemukan cara untuk mengalihkan perhatian Aini.
Tapi bukan Aini namanya jika dia berhenti sampai di situ saja karena merasa bahwa kakaknya menutupi sesuatu akhirnya Aini menemui suaminya.
" Sayang..." Aini langsung memeluk Dafa manja.
" Hmmm, aku tahu jika istriku sudah bersikap seperti ini maka ada yang dia inginkan katakan apa yang kamu inginkan istriku yang paling manis paling cantik dan yang paling segala-galanya."
__ADS_1
" Begini...."
Aini kemudian menceritakan tentang apa yang dia dengar dan sebelumnya dia juga minta maaf kepada Daffa karena dia menguping pembicaraan yang tidak seharusnya dia dengarkan.
" Tapi Aku merasa bahwa telah terjadi sesuatu jadi bisakah kamu membantuku untuk mencari tahu apa yang terjadi?" Tanya Aini.
" Gampang."
Daffa langsung menghubungi Kenzo dan meminta Kenzo mencarikan orang yang tepat untuk mencari tahu tentang apa yang terjadi di keluarga Aini di kampung.
" Sudah selesai, Aku akan segera memberitahumu begitu orang yang Aku perintahkan untuk mencari tahu sudah mendapatkan informasi yang lengkap dan detail."
" Terima kasih sayang..."
" Apapun untuk mu sayangku..." Ucap Daffa.
" Dan mana hadiah untuk ku?"
Tanya Daffa.
Cup.
Aini mencium sekilas bibir Daffa sebelum akhirnya dia pergi ke luar dan bergabung bersama dengan anggota keluarga yang lainnya dalam mempersiapkan acara syukuran yang akan segera dilakukan.
Pengajian dimulai, Aini mencoba mencari keberadaan Yuli serta Akbar untuk kembali menanyakan Ke mana Ibu dan dua saudara mereka Kenapa mereka belum datang tapi sepertinya Yuli dan Akbar seolah-olah menghindari Aini.
Karena setiap kali Aini ingin berbicara Yuli dan Akbar selalu terlihat sibuk. Hal itu membuat Aini semakin yakin bahwa telah terjadi sesuatu pada mereka.
Hingga saat Daffa ikut masuk ke dalam kamar saat Aini akan bersiap dan memberitahukan tentang informasi yang didapat orang suruhan Daffa.
Tes !!!....
Air mata Aini terjatuh..
🌸🌸🌸🌸
🌸🌸🌸
🌸🌸🌸
__ADS_1