
" Aku sudah membersihkan kamar yang ada di rumah. Jadi ibu dan kakak serta adik bisa tinggal di sana mulai hari ini." Pekik Aini saat mereka sedang makan siang di panti.
Semua orang saling berpandangan.
" Aini?" Panggil Yuli.
" Dalam hidup pasti terdapat beberapa hal dan kejadian yang mau tak mau harus kita terima secara ikhlas dan lapang dada. Pada saat sedang menghadapinya, hal tersebut memang seringkali terasa berat dan tak tertahankan. Namun, sebagai manusia kita harus berusaha untuk menjalaninya."
Yuli tersenyum ke arah Akbar lalu beralih memandang Ibu dan dua saudara baru nya.
" Terima kasih Aini." Ucap Akbar.
" Tidak aku lah yang seharusnya berterima kasih karena kalian selalu mendukung ku dalam hal apapun. Terutama suamiku. Sayang dia tidak ada disini. Dan maaf ibu jika sikapku kemarin sedikit membuat kesal." Ucap Aini.
"Dukungan dari orang-orang terdekat akan sangat berarti dalam masa-masa sulit seperti ini. Dengan adanya mereka, aku tak akan merasa sendirian dan ditinggalkan. Dukungan-dukungan tersebut bisa datang dalam berbagai bentuk, baik lisan, tulisan, hingga aksi." Imbuh Aini.
"Inti hidup itu adalah kombinasi niat, ikhlas, kerja keras, doa, dan tawakal. Terima kasih karena sudah mau menerima kami sebagai keluarga." Ucap Ibu.
" Aini apa kamu sudah ikhlas memberikan kamar yang sebelumnya di miliki ibu?" Tanya Yuli dengan hati-hati pasalnya Aini selalu berkata tidak akan mengijinkan orang lain menempati kamar ibunya.
" Kebahagiaan adalah jalan sedangkan kesedihan adalah ujian. Hidup adalah seberapa ikhlas kita menjalani kenyataan. Insyallah aku ikhlas" Ucap Aini.
" Belajarlah ikhlas dari hal-hal kecil, maka dengan demikian kamu akan terbiasa ikhlas saat melakukan hal besar. Dan lakukanlah satu kali hal besar dengan ikhlas sehingga kamu akan ikhlas saat melakukan hal kecil." Ucap Akbar.
" Aku ingin jika ibu selalu berkata, Orang yang selalu ikhlas menghadapi semua masalah yang menghampirinya adalah orang yang bisa menikmati kehidupannya. Dan aku sedang mencoba menerapkan nya sekarang." Ucap Aini sambil tersenyum.
"Senyuman yang dilahirkan dengan keikhlasan akan menghindarkan kita dari sifat kebencian dan kedengkian. Sekali lagi terima kasih. Ini adalah senyuman pertama yang kamu berikan kepada kami." Ucap ibu sambil memegang tangan Aini.
Aini merasakan kenyamanan, sentuhan itu mengingatkan nya pada sentuhan sang Ibu.
" Jadilah orang yang paling ikhlas, bukan hanya sekadar baik. Sebab, dalam kebaikan belum tentu ada keikhlasan, tapi orang yang ikhlas Insyaallah sudah pasti baik." Ucap Ibu lagi.
Setelah selesai makan, Aini dan Yuli membantu memindahkan barang-barang milik ibu dan dua saudara baru nya ke rumah utama.
Karena belum terbiasa dengan orang asing, Aini memilih untuk duduk di taman panti sejenak.
" Aini, aku mencari mu kemana mana. Ternyata kamu ada disini." Pekik Viona.
__ADS_1
" Duduklah, ada apa mencariku?"
" Tidak ada, Aku hanya ingin tahu bagaimana kamu mengatasi rasa kecewa dan masalah ini?"
" Segala masalah tidak boleh kita hadapi dengan kekerasan, tapi harus kita hadapi dengan keikhlasan."
"Tutupi hatimu dengan keikhlasan seperti kamu menutupi tubuhmu dengan pakaian."
Viona langsung meremas pakaian yang dikenakannya. Seharusnya jika dulu dia lebih bisa ikhlas menjalani kehidupan apa adanya mungkin sekarang dia sudah menemukan kekasih halal nya.
" Kenapa bagiku sangat sulit untuk ikhlas terutama saat segala sesuatu nya tidak berjalan sesuai keinginan ku." Lirih Viona
" Keikhlasan akan mengantarkanmu ke pintu yang dinamakan kesuksesan. Dan jalan menuju itu memang tidak mudah, jadi kamu harus berjuang."
"Mensyukuri hari ini dan mengikhlaskan apa yang telah berlalu adalah salah satu jalan untuk menuju kesuksesan itu. Hidup ini bukan hanya mencari yang terbaik, namun lebih kepada menerima kenyataan dengan ikhlas bahwa kamu adalah kamu, maka jadilah dirimu sendiri."
Viona bangun dari posisi duduknya dan berjalan ke arah bunga yang ada disana.
" Kamu tahu Aini, terkadang aku merasa bahwa Tuhan selalu memberikan kehidupan yang salah padaku. Terkadang aku merasa bahwa Tuhan tidak adil padaku karena aku selalu tidak bisa mendapatkan apa yang aku inginkan."
" Viona terkadang pengucapan lebih mudah daripada perbuatan. Tapi kita harus tetap bisa untuk menjalaninya. Jalani hidup meski kadang ada bagian yang tidak disukai. Terimalah kenyataan yang ada, bersyukur, ikhlas dan sabar."
" Dalam hidup, terkadang tuk bisa merasa lebih baik, kamu hanya harus menerima kenyataan bahwa kamu tak akan selalu merasa baik. Allah menghancurkan hati hamba-hamba yang dicintai, agar tidak ada lagi pengharapan mereka kepada dunia."
Viona berbalik dan menatap Aini. Hatinya begitu tersentuh dengan itu. Viona merasa yang terjadi padanya adalah sebuah teguran agar Viona kembali ke jalan nya. Hanya saja dia tidak bisa menyadari itu hingga dia bertemu Aini.
" Setiap malam aku selalu berpikir seandainya aku bisa memutar waktu dan kembali ke masa lalu aku akan memperbaiki keadaan." Pekik Viona.
"Ada hari di mana kita harus berhenti sebentar menengok ke belakang, lalu bersyukur dan belajar mengikhlaskan sesuatu yang memang bukan untuk kamu."
Ucapan Aini seolah-olah mewakili perasaan Fiona yang saat ini sebenarnya masih mengharapkan teman masa kecilnya itu untuk bisa menjadi pendamping hidupnya .
"Ikhlas itu sulit. Tapi, hidup tanpa keikhlasan jauh lebih sulit. Satu di antara cara untuk tetap bertahan hidup adalah dengan cara menerima kenyataan hidup dengan keikhlasan."
" Kamu benar, dan aku rasa yang kurang di dalam hidupku adalah sebuah keikhlasan. Terkadang aku kurang ikhlas menjalani takdir yang sekarang sedang aku jalan. Lalu kemudian aku tak sadar bahwa tidak ada sesuatu yang bisa diraih dengan cara instan di dunia ini."
" Jika segala sesuatunya bisa didapatkan dengan cara instan bukankah pabriknya di seluruh dunia akan tutup?" Ucap Aini.
__ADS_1
Mereka tertawa sebentar kemudian kembali pada mode serius.
" Aku harus Moving on. Move on bukan artinya aku melupakan semua hal yang terjadi di antara kita. Ini artinya aku menerima apa yang terjadi, dengan ikhlas, dan melanjutkan hidupku."
"Jangan pernah meratapi segala sesuatu yang hilang dari hidupmu, sebab Allah akan menggantinya dengan bentuk yang lain." Ucap Aini yang mulai mengerti tentang hati Viona yang sejujurnya masih sangat berharap pada teman masa kecil nya
"Percayalah bahwa hidup itu layak dijalani dan keyakinanmu akan membantu menciptakan kenyataan. Kalau ingin melakukan perubahan jangan tunduk terhadap kenyataan, asalkan kau yakin di jalan yang benar maka lanjutkan."
" Iya kamu benar, aku harus harus berada di jalan yang benar membawa semua keikhlasan ketawakalan dan kesabaran untuk menggapai apa yang menjadi impian ku. Aku harus bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik." Ucap Viona.
"Kalau ingin melakukan perubahan jangan tunduk terhadap kenyataan, asalkan kau yakin di jalan yang benar maka lanjutkan."
" Terima kasih Aini, kamu selalu bisa membangkitkan kembali semangat yang ada pada diriku. Semangat yang selalu saja padam saat aku tidak bisa menerima kenyataan yang tidak sesuai harapan."
"Hidup bukanlah masalah yang harus diselesaikan, tapi hidup adalah kenyataan yang harus dihadapi. Selalu semangat dan ikhlas menghadapi hari ini karena mengeluh tidak akan memperbaiki keadaan kita." Ucap Aini.
" Aku akan mencoba untuk berdamai dengan ini. Walaupun ini sangat menyakitkan, tapi aku mencoba untuk selalu baik-baik saja, karena aku sudah terbiasa dengan semua ini." Ucap Viona.
" Aku seperti melihat sisi lain darimu." Ucap Aini.
" Sisi lain maksud nya?"
" Ya, jika sebelumnya kamu sangat menyebalkan tapi kadang sangat konslet tapi hari ini kamu membuktikan bahwa ada hati seorang wanita yang lemah lembut dan kuat dari dirimu."
" Aku belajar darimu. Selalu semangat dan ikhlas menghadapi hari ini karena mengeluh tidak akan memperbaiki keadaan kita. Ya walaupun aku masih sering menangis hehe.." Ucap Viona.
"Menangis boleh, malah harus, tapi jangan sampai meratap. Dengan berserah diri kepada Allah maka hati kita yang tersakiti akan terasa diobati oleh keikhlasan."
" Terima kasih Aini, aku sangat bersyukur bertemu orang seperti kamu." Ucap Viona sambil memeluk Aini.
" Inilah yang aku sukai dari Aini, dia selalu bisa merubah iblis menjadi malaikat. Termasuk diriku. Sayang nya Tuhan tidak mengijinkan mantan iblis untuk menjadi pendamping bidadari dunia."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...