Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
Siasat Daffa- Aini


__ADS_3

Keesokan paginya...


Beberapa masih sibuk membersihkan rumah Aini setelah acara syukuran berakhir.


Mama dan Papa pamit pulang karena mereka akan membahas pernikahan Daffi dan Viona.


Sementara Nina juga sudah di jemput Kenzo setelah orang tua Kenzo menelpon dan menyetujui hubungan mereka.


Daffa berjanji akan membiayai seluruh resepsi pernikahan Daffi - Viona dan Kenzo - Nina jika tanggal pernikahan mereka sama. Tapi jika ternyata pernikahan mereka berbeda maka Daffa tidak akan membiayai pesta pernikahan keduanya.


Jadi baik Daffi ataupun Kenzo tidak boleh saling berunding untuk menentukan tanggal pernikahan mereka Jadi mereka harus menentukan sendiri kapan mereka ingin menikah dan menunjukkannya kepada Daffa.


Jika ternyata mereka menikah di bulan dan tanggal yang sama maka Daffa akan membiayai seluruh pesta pernikahan seperti apapun konsep pernikahan yang mereka inginkan.


" Apa tidak berlebihan jika kamu menjanjikan akan membiayai resepsi pernikahan seperti apapun konsep pernikahan yang mereka inginkan?" Tanya Aini saat tahu Daffa menjanjikan hal itu pada Daffi dan Kenzo.


" Kenapa sayang?" Tanya Daffa lembut.


" Yaa, bagaimana jika mereka mengingatkan pernikahan di negeri antah Brata atau di negeri?"


" Hahah, kamu itu lucu sekali. walaupun Mereka menginginkan konsep pernikahan semua apapun uangku tidak akan habis hanya untuk resepsi kecil seperti itu."


" Ha?"


" Sayang ketahuilah walaupun suamimu ini hanyalah direktur dari perusahaan kecil tapi uangku tidak akan pernah habis walaupun kamu memintaku membeli seluruh negeri."


" Negeri apa?"


" Negeri impian, wakakak...." Ucap Daffa sambil berlari kabur dari Aini.


Siang harinya...


" Aini, maaf ya jika ternyata ibu dan dua saudara kita tidak dapat datang aku yakin ada alasan di balik itu semua." Ucap Akbar.


" Dan kalian mau kemana?" Tanya Aini saat melihat Kakak dan kakak iparnya itu sudah mengemasi barang-barangnya dan siap untuk pergi dari rumah Aini.


" Kami pengen langsung pulang dan menanyakan kepada beliau Kenapa beliau tidak bisa hadir dalam acara ini. Bukankah sebelumnya beliau sudah berjanji akan hadir saat kamu menghubungi nya." Ucap Yuli sambil tersenyum.


" Kalau begitu bagaimana jika aku akan mengantarkan kalian jadi ini bisa bertanya secara langsung kepada ibu." Ucap Daffa yang membuat Yuli serta Akbar langsung terkejut dan saling berpandangan.

__ADS_1


Aini lantas berpikir mungkin inilah yang dimaksud Daffa tadi malam, Aini dan Dafa harus bersikap biasa untuk melihat sejauh mana Yuli dan Akbar menutupi apa yang sebenarnya terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini.


Aini kemudian ikut menimbun gagasan yang baru saja dikatakan oleh Daffa.


" Ah iya benar juga, Bukankah aku sudah melakukan syukuran jadi pasti tidak apa-apa jika Aku melakukan perjalanan jauh." Ucap Aini.


" Tidak." Ucap Yuli.


Aini dan Daffa saling berpandangan.


" Emm maksud kakak kamu tidak perlu datang hari ini kamu bisa datang besok atau lusa kamu harus istirahat mengingat kamu pasti lelah setelah acara kemarin." Ucap Yuli.


" Tidak apa apa. Kalau begitu aku akan bersiap. Lagipula Kakak datang ke sini naik taksi kan jadi daripada naik taksi mending kita sama-sama pulang dengan menaiki mobil mas Daffa." Ucap Aini.


" Loh, bukannya Mas Akbar sudah punya mobil yang memang khusus dibuat ketika akan berkunjung ke luar kota ya?" Tanya Daffa yang membuat Akbar binggung.


" Itu... itu...." Akbar terlihat bingung untuk mencari jawaban yang tepat untuk pertanyaan yang dilontarkan oleh Daffa.


" Apa kalian datang kesini tidak membawa mobil?" Tanya Daffa kemudian.


"Tidak tentu saja kami membawanya.. benar kan Yuli." Ucap Akbar sambil melihat ke arah Yuli.


" Benar, cuma di tengah perjalanan mobil kami masuk bengkel sehingga kami menyuruh orang untuk membawa mobil kembali pulang sementara kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan taksi." Ucap Yuli.


" Dan aku akan memastikan bahwa mobilku siap untuk melakukan perjalanan jauh." Ucap Daffa sambil berlalu pergi untuk memeriksa mobilnya.


Yuli dan Akbar tampak gelisah bagaimana bisa mereka akan kembali ke rumah itu sementara mereka sudah diusir beberapa bulan yang lalu karena Ibu dan dua saudara baru mereka sudah mengambil alih seluruh aset almarhum Ayah dan Ibu.


Dengan dalil surat wasiat dari almarhum Ayah Yuli yang mengatakan bahwa setelah beliau meninggal maka seluruh harta kekayaan beserta panti asuhan akan diberikan kepada istri kedua dan anak-anaknya, orang yang sudah diterima dengan baik dan ramah justru menyakiti dan mengusir Yuli serta Akbar dan anak anak nya.


Akbar meminta Yuli untuk mencoba membujuk Aini agar tidak perlu mengantarkan kepulangan mereka karena jujur mereka berdua masih belum siap jika Aini harus mengetahui nya sekarang.


"Sejujurnya aku lelah berpura pura menjadi kuat." Ucap Yuli saat Akbar memintanya untuk membujuk Aini.


"Bukankah ini sudah mau menjadi keputusan kamu untuk tetap bahagia demi orang yang kamu sayang sekalipun kamu tidak bahagia. Kamu sendiri kan yang memilih untuk tidak memberitahu Aini tentang apa yang sebenarnya terjadi pada keluarga kita" Ucap Akbar


"Terkadang hal terbaik yang harus dilakukan adalah berpura-pura hal itu tidak terjadi." Imbuh nya.


Yuli menghapus air matanya dan tersenyum dia kemudian menitipkan anak-anak pada Akbar sementara Yuli bersiap naik ke lantai 2 untuk berusaha membujuk Aini agar tidak mengantarkannya dan datang lain kali.

__ADS_1


" Aku akan mencoba untuk berbicara kepada Daffa dan mengatakan bahwa kandungan Aini masih terlalu muda untuk melakukan perjalanan."


" Baiklah."


Yang terjadi di kamar Aini adalah dia menangis setelah mengetahui bahwa Kakak dan kakak iparnya masih mencoba untuk bersikap biasa dan tidak ingin memberitahu Aini apa yang terjadi sebenarnya.


Saat Aini memasukkan beberapa baju ke dalam tas dia tidak sengaja menjatuhkan foto almarhum ibu dan ayahnya.


" Ayah, engkau mengatakan bahwa akan ada ibu pengganti yang datang dan menggantikan posisi ibu kami dalam hal menyayangimu dan mengasihi kami tapi yang terjadi justru sebaliknya." Pekik Aini.


Tok


Tok


Tok


Aini segera menghapus air matanya dan menyimpan kembali foto almarhum ibu dan ayahnya setelah dia mendengar suara ketukan pintu.


" Aini, ini kakak bisakah Kakak masuk?"


" Tentu saja." Ucap Aini setelah dirinya berdiri di depan cermin Dan memastikan bahwa tidak ada tanda-tanda bahwa dia baru saja menangis.


Ceklek...


Yuli masuk dan dia terkejut karena Aini sudah selesai mengepak pakaiannya dan siap untuk pergi.


" Aku sudah siap Kakak menjemputku pasti untuk menanyakan apakah aku sudah siap atau belum kan?" Ucap Aini sambil tersenyum.


" Sebenarnya Kakak datang ke sini untuk mengatakan bahwa kamu tidak perlu ikut hari ini karena masih ada hari hari berikutnya."


" Kenapa?" Tanya Aini.


" Aini kandungan kamu masih terbilang muda dan perjalanan pulang sangat jauh dan melelahkan Kakak takut terjadi sesuatu pada kandungan kamu."


" Kakak takut kandungan ku bermasalah atau kakak takut aku mengetahui apa yang terjadi sebenarnya...?"


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2