Ajari Aku Selingkuh

Ajari Aku Selingkuh
Bermuka dua


__ADS_3

" Kakak takut kandungan ku bermasalah atau kakak takut aku mengetahui apa yang terjadi sebenarnya...?"


" Aini, kakak...."


" Kakak, aku hanya bercanda kenapa Kakak terlihat begitu tegang sudah ayo sebaiknya kita segera berangkat aku yakin suamiku dan Mas Akbar sudah menunggu kita." Ucap Aini sambil menarik tangan Yuli dan tangan satu lagi menarik koper.


" Tapi..."


Yuli tidak bisa berkata apa apa lagi. Dia hanya bisa pasrah saat Aini membawanya turun dan berdoa Akbar bisa membujuk Daffa agar Aini tidak perlu ikut hari ini.


Tapi ternyata Yuli hanya bisa kembali pasrah saat dirinya sampai di depan rumah dan mendapati Akbar sudah masuk di dalam mobil bersama dengan anak anak.


Daffa membuka mobil dan memperlihatkan kursi belakang sudah di modifikasi menjadi tempat tidur.


" Kakak mengkhawatirkan kondisi Aini yang sedang hamil dan perjalanan jauh kan, jadi aku menyulap kursi belakang menjadi tempat tidur sehingga Aini bisa tidur atau duduk sesuka hatinya atau posisi apapun yang membuatnya merasa nyaman sehingga tidak akan mengganggu perjalanan kita untuk kembali."


Yuli dan Akbar saling berpandangan, sepertinya mereka mencoba untuk memikirkan cara lain agar tidak sampai pada rumah mereka. Tapi mereka tidak mungkin terus mencoba untuk mencegah mereka datang karena mereka pasti akan semakin curiga.


" Kakak kenapa kakak diam. Apa kakak tidak ingin pulang?" Tanya Aini.


" Sebenernya mas Akbar masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan di kota ini karena itu sebenarnya kami bukan ingin pulang ke rumah melainkan ingin menyelesaikan beberapa pekerjaan yang memang harus diselesaikan." Ucap Akbar.


" Iya benar." Ucap Yuli.


Daffa dan Aini saling berpandangan, kemudian Mama dan Papa menelpon dan mengatakan bahwa mobil mereka mengalami pecah ban.


Musibah yang dialami orang tua Daffa menjadi keberkahan bagi Daffa dan Aini. Mereka jadi memiliki kesempatan untuk tetap melanjutkan perjalanan ini.


Flashback singkat....


Kenzo yang sudah mendapatkan segala informasi secara detail langsung mendatangi Daffa.


Daffa mengajak Kenzo untuk masuk ke dalam ruangannya agar tidak ada orang yang mengetahui tentang apa yang akan mereka bicarakan.


Kenzo langsung menceritakan semuanya secara detail dan tidak ada yang ditambah ataupun dikurangi.


" Ibu menggunakan surat wasiat yang ditunjukkan kepada putra-putrinya bahwa jika mereka sudah meninggal maka seluruh aset harta kekayaan akan dijatuhkan kepada nya."


" Tapi apa mereka juga berhak mengusir Kak Yuli dan mas Akbar?" Tanya Daffa.

__ADS_1


" Beliau mengusir kak Yuli dan Mas Akbar bukan tanpa alasan itu karena Mas Akbar dan Mbak Yuli mencoba untuk mencari tahu tentang kebenaran surat wasiat itu dan sebelum mereka berhasil menemukan kebenarannya mereka diusir dengan dalil mereka masuk ke dalam kamar dan mencoba untuk mengusir mereka."


" Ah, licik sekali. Apa kamu sudah melakukan apa yang harus dilakukan?"


" Sudah Tuan, dan bekas serta pengalihan aset dan ahli waris yang sah akan siap dalam satu kali 24 jam."


" Bagus, Aku harap besok berkas itu sudah siap jadi aku bisa mengajak Aini untuk datang dan membongkar segala sesuatu yang sudah disembunyikan oleh Kakak dan kakak ipar. Aku tidak bisa melihat Aini bersedih."


Flashback off....


" Loh, Aini juga ikut?" Tanya Mama saat mobil Daffa sudah sampai ditempat dimana mobil orang tua nya bermasalah.


Daffa keluar dari mobil untuk menemui Kenzo yang sudah lebih dulu ada menemani orang tuanya.


Kenzo menyerahkan dokumen kepada Daffa tanpa ada yang tahu. Kemudian Kenzo berpura-pura bahwa dia sudah menyelesaikan mobil orang tua Daffa.


Ya...


Mobil rusak hanya lah sebuah drama agar Aini tetap bisa melakukan perjalanan.


Kenzo memberi tahu orang tua Daffa tentang apa yang terjadi, tapi Kenzo sudah menyampaikan pesan agar mereka bersikap seolah-olah tidak terjadi apa apa dan membiarkan Daffa serta Aini menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.


" Sudah sayang. Kenzo datang tepat waktu dan memperbaiki mobil dengan cepat. Kamu hati hati yaa... katakan pada suami mu untuk beristirahat jika kamu merasa lelah." Ucap Mama sambil tersenyum dan memeluk Aini.


" Terima kasih ma.."


Dalam hati Mama mendoakan agar Aini kuat dan tegar dalam menghadapi setiap kesedihan yang selalu menghampiri dirinya.


Perjalanan dilanjutkan, Aini merasa begitu geram tak kala mobil sudah memasuki halaman rumah dan melihat panti asuhan dalam keadaan sepi.


Akbar membantu menurunkan barang bawaan Aini dan Yuli.


Sementara Yuli membangunkan anak anak, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan karena dia tidak mempunyai keberanian untuk masuk ke dalam rumah.


" Pencuri datang lagi, tidak tahu malu ya?" Ketus Anak laki laki Fatimah (istri kedua almarhum Ayah Yuli dan Aini. Saya lupa namanya wakakaka)


Sementara si adik perempuan langsung masuk ke dalam rumah dan memanggil ibunya.


Sang ibu langsung keluar rumah begitu mendengar bahwa Akbar dan Yuli datang.

__ADS_1


" Datang lagi kamu?" Ketus Ibu.


" Siapa yang datang lagi bu...?" Tanya Aini yang membuat Ibu langsung melunak.


" Aini..." Ucap ibu sambil tersenyum ramah dan langsung memeluknya. Sementara melayangkan tatapan tajam pada Yuli.


Ibu tidak bisa bersikap kasar kepada Aini saat dia mengetahui bahwa Aini ada di urutan pertama tingkat persetujuan hak waris.


Ya.


Sejak Almarhum ayah masih hidup, Aini sudah ditujuk untuk mengambil segala keputusan dan menjadi penanggung jawab atas semua aset dan kepemilikan tanah dan saham. Kerena itulah ibu sebenarnya membutuhkan tanda tangan Aini untuk mengesahkan surat wasiat yang sebenarnya sudah di rubah oleh ibu dan dua anaknya.


Sore harinya....


Aini merasa tidak nyaman, jadi dia keluar kamar dengan hati-hati dan dia mendengar suara ibu sedang memaki Yuli.


" Kamu sudah mengadu pada Aini iya kan?"


" Sumpah bu, aku tidak mengadu apa apa. Ibu sendiri yang membuat Aini datang karena Ibu tidak hadir dalam acara syukuran 4 bulanan yang ini lakukan kemarin." Ucap Yuli.


" Kak Yuli kenapa menangis?" Tanya Aini yang langsung masuk, membuat ibu yang awalnya ingin kembali memakai Yuli jadi mengurungkan niatnya.


" Ini lo, katanya Kakak kamu itu sangat merindukan almarhum ibu kamu makanya dia menangis kepada ibu."


" Benarkah?" Tanya Aini.


" Benar kan Yuli?" Ucap Ibu sambil menatap tajam ke arah Yuli. Yuli mengangguk.


" Ya sudah semoga saja memang benar dan memang tidak merasakan sesuatu yang merugikan diri sendiri."


" Apa maksud kamu Aini?" Tanya Ibu.


"Salah satu sifat manusia yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain adalah serakah. Orang yang serakah biasanya digambarkan sebagai sosok yang memiliki rasa tak pernah puas, egois, dan selalu ingin mendapatkan lebih. Namun, masalahnya orang serakah terkadang tidak menyadari bahwa dirinya seperti itu. Biasanya orang yang serakah juga bermuka dua. Dimana dia akan bersikap kejam pada mereka yang tidak bisa membuat keinginannya terwujud tapi akan bersikap lemah lembut kepada mereka yang bisa mewujudkan keinginannya."


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2